Aside

 

 

 

Berkat keberaniannya melawan tentara Israel, seorang bocah perempuan Palestina diundang ke Turki, Senin (24/12), untuk menerima penghargaan berupa Piala Handzalah “Sang Pemberani.”

 

 

Bocah bernama Ahdi Tamimi itu menjadi sorotan dunia baru-baru ini karena berani menentang tentara Israel yang sedang melakukan kekerasan kepada ibunya. Aksi bocah pemberani itu diabadikan oleh kamera wartawan dan beredar di media internasional.

 

 

Bocah perempuan Palestina mendapat penghargaan dari pemerintah Turki karena keberaniannya menghadapi tentara rezim Israel, bertemu dengan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

 

 

TV Russia Al Yawm seperti dikutip ISNA, Senin (31/12) melaporkan, media-media Turki mengabarkan pertemuan Erdogan dengan Ahdi Al Tamimi, bocah perempuan Palestina yang mengepalkan tinjunya dan diarahkan kepada tentara Israel karena hendak menyerang ibunya.

 

 

Pertemuan Erdogan dan Ahdi Al Tamimi dilakukan beberapa hari setelah Turki menganugerahkan penghargaan atas keberanian kepada anak perempuan Palestina tersebut.

 

 

Surat kabar Al Qods menulis, “Erdogan dalam kunjungan dua harinya ke wilayah Urfa, Turki dan setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan warga sipil wilayah itu, bertemu dengan Nariman Al Tamimi, seorang aktifis Palestina dan ibu dari Ahdi Al Tamimi.”

 

 

Sebelumnya, media-media internasional mempublikasikan gambar bocah perempuan Palestina yang menantang tentara Israel dengan tinjunya dalam sebuah aksi damai yang digelar di dekat desa Nabi Salah kota Ramallah pada Agustus lalu.

 

 

 

sumber :

http://www.chaerfox.com/2013/01/keberanian-bocah-perempuan-palestina.html

 

Share Artikel »

 

Mesjid Sphere di Dalam Kotak


Mosque Proposal / StudiOZ

StudiOZ merancang sebuah masjid di Kota Kayseri untuk mengenang Sinan, arsitek karena secara historis, masjid Turki mencapai potensi tertinggi menurut desain. Menggunakan kubah tunggal ditempatkan pada bentuk persegi, Sinan menciptakan metafora dari masjid menjadi bentuk paling stabil untuk melambangkan infinity. Ratusan tahun setelah Sinan, tipologi masjid masih dipandang sebagai komponen yang tak terpisahkan dari kehidupan Turki. Untuk proposal StudiOZ itu, Mosque” mengkritik tempat suci ini dan publik dengan reformasi manfaat bagi ruang kota, simbolis dan fungsi bangunan.

Lebih banyak gambar dan warna di malam hari


Masjid ini menciptakan sebuah shell dengan pola dibangun baja, berdasarkan poin-poin konsep infinity / ketuhanan. Tempat suci untuk berdoa terletak di dalam lingkup beton besar dan kubah sebenarnya cukup besar untuk mengumpulkan masyarakat urban bersama-sama.


Pada bertentangan dengan makna yang mengacu pada titik pertemuan masyarakat, itu berubah menjadi titik pertemuan masyarakat dan menemukan tempat dengan netralitas, kemurnian dan simbolis di kota dalam referensi sejarah. Ini berdiri untuk berdoa, tidak hanya dengan ritual, tetapi juga dengan mencapai informasi, dan mengubah untuk berkontribusi untuk kesadaran masyarakat. Oleh karena itu menyediakan tempat untuk mencapai kebutuhan hari ini selain fungsi tradisional. Sementara menargetkan untuk mencapai kedua informasi virtual dan sensorik dengan perpustakaan, memberikan informasi lewat antara melalui pendidikan generasi dalam lokakarya juga. Dan dengan ruang pameran itu menyajikan karya-karya kepada masyarakat / masyarakat.

Cite: Cilento , Karen. “Mosque Proposal / StudiOZ” 16 Apr 2010. ArchDaily. Accessed 13 May 2013. <http://www.archdaily.com/56689&gt;

Umat Islam Rayakan Pembukaan Masjid Ketiga di Kroasia Eropa


image

mosque in rijeka – croatia

KROASIA, – Mengakhiri bertahun-tahun kerja keras, ribuan Muslim telah merayakan pembukaan masjid pertama di wilayah laut Adriatik Kroasia, sejak era Ottoman.

“Pembangunan masjid ini sangat penting bagi saya karena anak saya bisa bersekolah di taman kanak-kanak di sini,” kata Sadmir Kukuruzovic, seorang sopir truk 27 tahun dari Rijeka, kepada Agence France-Presse (AFP) sebagaimana dilansir onislam.net, Ahad 5 Mei.

Lebih dari 20.000 Muslim dari Kroasia dan negara-negara Eropa sekitarnya berkumpul pada hari Sabtu, 4 Mei, di wilayah barat kota Rijeka yang terletak di pinggiran laut Adriatik untuk merayakan masjid pertama mereka di daerah itu.

Pembukaan merupakan hasil kerja keras puluhan tahun oleh umat Islam untuk membangun masjid dan pusat Islam, yang pertama kali diusulkan pada tahun 1968. Kurangnya dana telah lama menghambat pembangunan masjid, yang dirancang oleh desainer terkemuka Kroasia Dusan Dzamonja, yang telah meninggal.

Bangunan baru dimulai pada bulan Oktober 2009 setelah mendapatkan pembiayaan dari sumbangan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani. Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar 10 juta euro (13 juta).

Islamic Center itu terdiri dari sebuah masjid dengan beratap kubah perak besar dengan 23 meter (75 kaki) menara  di sebuah bukit di pantai Kvarner. Kompleks ini juga mencakup ruang konferensi, ruang makan, guest house, ruang kelas untuk kaum muda, kantin, lapangan basket dan sepak bola, tempat parkir dan aula multi guna.

Project 3D

Pembukaan masjid dihadiri oleh Menteri Wakaf dan Urusan Islam  Qatar, Ghaith bin Mubarak Al-Kuwari dan sejumlah pejabat tinggi Kroasia dan perwakilan Gereja Katolik.

“Multikulturalisme dan keragaman adalah di antara nilai-nilai dasar yang Uni Eropa  bangun,” Paul Vandoren, kepala delegasi Uni Eropa di Kroasia, mengatakan, sebagai pengingat bahwa negara itu akan bergabung dengan Uni Eropa pada 1 Juli nanti.

Sejumlah tokoh dan masyarakat Islam dari negara-negara tetangga juga merayakan pembukaan masjid baru di Kroasia tersebut.

“Bagi umat Islam Kroasia adalah tempat yang baik untuk tinggal dan bisa dijadikan contoh bagi negara-negara Eropa lainnya,” kata Bakir Izetbegovic, utusan dari kepresidenan Bosnia.

“Acara hari ini mengirimkan sinyal yang baik ke seluruh dunia dan terutama ke wilayah Balkan, yang dirusak oleh perang antar-etnis pada 1990-an,” katanya.

Aziz Emini, seorang etnis Albania dari Makedonia yang sekarang tinggal di Jerman, mengatakan keluarganya  datang untuk menyaksikan perdamaian nyata di antara agama-agama.

The-Mosque-in-Rijeka-by-night_940

Muslim hanya sekitar 1,5 persen dari  4,2 juta jiwa penduduk Kroasia. Hampir 87 persen penduduknya adalah Katolik Roma.

Sekitar 63.000 umat Islam tinggal di Kroasia.  10.000 diantaranya berada di wilayah Rijeka. Masjid di Rijeka adalah yang ketiga yang dibangun di Kroasia.

Masjid terbesar adalah di ibukota Zagreb, sedangkan kota timur Gunja, di perbatasan dengan Bosnia, terdapat masjid yang lain.

sumber :

http://english.alarabiya.net/en/life-style/art-and-culture/2013/05/04/Staunchly-Catholic-Croatia-opens-major-Islamic-center-.html

Fakta Buktikan Sabda Nabi Muhammad SAW : Akhir Zaman, Tanah Arab Kembali dipenuhi Tumbuhan dan Banyak Sungai


Pada tahun 2012 ditemukan  jaringan dari sungai dan danau yang sangat besar dan luas di bawah gurun pasir.

1 1aGambar jaringan besar sungai (yang tampak hitam) setelah ribuan tahun berlalu dan berubah bentuk seperti lembah yang tenggelam di gurun pasir, diperoleh dari satelit. Referensi:

http://www.dlr.de/blogs/en/desktopdefault.aspx/tabid-5919/9754_read-204/

Profesor Michael Petraglia dari University of Oxford melakukan penelitian di padang pasir di Semenanjung Arab yang pada akhirnya menemukan bahwa ternyata gurun pasir yang gersang tersebut menyembunyikan jaringan sungai yang luas di bawah, hal ini mengindikasikan bahwa daerah ini sebelumnya pernah dipenuhi dengan berbagai kehidupan, keaktifan, organisme dan hutan. Penelitian ini ditangani oleh Tim observasi selama proses akumulasi informasi lebih lanjut tentang daerah ini.

Seperti yang disampaikan dalam situs University of Oxford dengan judul penelitian ` Scientists explore an ancient network of rivers and lakes in the Arabian Desert`.

1 1bTulisan-tulisan kuno yang terdapat di wilayah Najran di Arab Saudi menunjukkan bahwa daerah gurun ini sebelumnya terdapat  peradaban yang kaya dan berbagai kehidupan, tidak seperti padang tandus yang kita saksikan hari ini, Daily Mail Inggris Referensi 2012.

1 1cProfesor Petraglia tengah melakukan penggalian bawah gurun pasir untuk mengetahui penyebab keberadaan kehidupan di daerah ini pada ribuan tahun silam serta alasan mengapa kehidupan tersebut bisa lenyap lalu berganti menjadi daerah padang pasir gersang setelah sebelumnya memililiki kekayaan sumber air, populasi Manusia dan hewan. Referensi: Oxford University Press, 2012

1 1dGambar yang diperoleh dari satelit, menunjukkan sebuah danau besar menghilang di bawah gurun pasir Jazirah Arab setelah pengeringan selama ribuan tahun (warna biru). Referensi: Koran dailymail.

Para ilmuwan mengatakan bahwa penemuan ini sangat penting untuk mengetahui hakikat kehidupan di gurun Jazirah Arab, dan bagaimana proses berevolusinya kehidupan manusia di sana serta penyebab migrasi manusia dan hubungannya dengan iklim dan perubahannya.

Sesungguhnya fakta ilmiah membuktikan bahwa gurun pasir Arab sebelumnya ditumbuhi oleh berbagi tumbuh-tumbuhan dengan sumber Air yang terdapat disekitarnya. Para ilmuwan juga mencoba untuk memprediksikan masa depan wilayah tersebut, namun Nabi Saw telah memberitahukan Ummatnya tentang masa lalu dan masa depan gurun itu dalam Sabdanya:

(لا تقوم الساعة حتى تعود أرض العرب مروجاً وانهاراً [رواه مسلم

“Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai tanah Arab kembali dipenuhi tumbuh-tumbuhan dan Sungai-sungai (HR. Muslim)

Baginda Rasulullah Saw telah mengkaitkan kebenaran hari Kiamat dengan fakta Ilmiyah yang akan ditemukan oleh para ilmuwan setelah empat belas abad  supaya menjadi bukti atas kebenaran Risalah yang dibawahnya… Dan yang menjadi Pertanyaannya adalah: Siapa yang memberitahukan Nabi Muhammad Saw tentang  penemuan ilmiah tahun 2012 tersebut ?

Dari situs:  http://www.kaheel7.com/ar/index.php/2010-02-02-20-10-20/581-2012-12-05-22-41-27

Sumber referensi:

1-  Scientists explore an ancient network of rivers and lakes in the Arabian Desert, http://www.ox.ac.uk/media/news_releases_for_journalists/120426.html

2- Satellite images show how arid Arabian desert once flowed with lakes, http://archaeology.sa/?p=198

3- Climate change, Stone Age-style: Satellite images show how arid Arabian desert once flowed with lakes, rivers and life, http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2138346/Climate-change-Stone-Age-style-Satellite-images-arid-Arabian-desert-flowed-lakes-rivers-life.html

http://www.eramuslim.com/peradaban/quran-sunnah/fakta-buktikan-sabda-nabi-muhammad-saw-akhir-zaman-tanah-arab-akan-hijau-dengan-tumbuhan-dan-banyak-sungai.htm

Model Muslimah Life Style Versus ‘Bugil’ Life Style


Islamisches Modemagazin Ala

Kini semarak Majalah muslimah di Turki untuk membantu wanita Muslim mengikuti gaya fashion terbaru sekaligus menjaga ajaran Islam mereka semakin bersinar.

“Cosmopolitan, Elle, Vogue, Marie Claire, itu semua berbicara tentang seks dan bagaimana caranya wanita bertelanjang,” kata Ibrahim Burak Birer, 31 tahun , ia  memulai penerbitan majalah fashion Muslimah tersebut , berbicara kepada  majalah Daily Mail.

Ia kecewa dengan banyaknya gambar bugil di majalah fashion yang beredar di negeri muslim, Birer memutuskan untuk membuat sebuah majalah tandingan dan siap bertarung dengan konsep sekuler yang menghubungkan model  fashion dengan ‘ketelanjangan’.

Dengan temannya, Mehmet Volkan Atay, 32 tahun, mereka  menciptakan majalah Muslimah ‘Ala’ , sebuah majalah  fashion Muslimah. Nama majalah, yang berasal dari era kekhalifahan Ottoman, yang berarti “yang paling indah  dari yang indah.”

Majalah mode ini digambarkan oleh majalah Jerman Radikal kanan sebagai “Vogue yang Berjilbab”.

Hijab,  pakaian muslimah wajib dalam Islam, selalu menjadi isu yang sangat krusial di Turki modern, di tengah tekanan oposisi elit sekuler, termasuk jenderal, hakim dan rektor universitas.

Jilbab masih dilarang di gedung-gedung publik, universitas, sekolah dan gedung-gedung pemerintah di Turki setelah kudeta militer tahun 1980.

Pernah pada tahun 2007, Emine Erdogan, istri Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, telah dilarang memasuki sebuah rumah sakit militer karena ia  menolak untuk melepas jilbabnya.

Ahamdulillah pada bulan September 2010, Dewan Pendidikan Tinggi memerintahkan Universitas Istanbul, salah satu universitas terbesar, untuk mengakhiri larangan jilbab. Aturan baru ini merembet ke hampir semua universitas di Turki.

Untuk Birer, majalah ini membantu wanita Muslim mengambil pakaian yang syar’I dan modis sambil meningkatkan iman mereka.

“Kami tidak memiliki pengalaman dengan majalah sebelum itu. Kita mencoba saja memasarkan konsep ini, “kata Atay kepada  SpiegelOnline.

Dengan baru hanya 6 ediisi,  majalah ini telah begitu sukses dan sirkulasi oplah meningkat beberapa kali.

Saat ini, kami memiliki sirkulasi 30.000 eksemplar  , dan sekitar 5.000 eksemplar dikirim ke luar negeri.

“Bila ada keyakinan iman, secara otomatis akan ada gaya hidup Muslim,” jelas Atay.

Dalam suasana perubahan di Turki menuju Islami, maka pemakaian jilbab pun semakin banyak , majalah fashion untuk wanita berkerudung menjadi model yang digemari masyarakat Turki.

“Kami tidak percaya bahwa perempuan muslimah harus mengasingkan diri,” kata Atay. “Bahkan wanita bercadar pun memiliki hak untuk berbusana indah.” Tutupnya.

sumber :

http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/model-muslimah-life-style-versus-keterlanjangan.htm

Ternyata Yahudi dan Eropa Ikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW


1 1

Licik  sungguh yahudi dan barat memperdayakan kita umat Islam, dengan medianya untuk membuat opini yang berbeda dengan manfaatnya. Mereka menganjurkan dengan produk dan advertorialnya dan menyuruh kita minum susu sapi bubuk buatan mereka, tapi mereka sendiri minum susu kambing, mereka minum apa yang diminum oleh Nabi kita Muhammad SAW.

Mengapa kita tidak ikut nabi kita, kita ikuti saja rayuan orang yahudi itu tapi ternyata mereka mengikuti apa yang nabi kita makan dan minum.

“Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama. Mereka   telah berputus asa untuk menyesatkan umat bertauhid  dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kita tidak mengikutnya dalam perkara-perkara kecil”

Antara ‘Isu’ yang  mereka gembar gemborkan dan telah dijadikan ikutan oleh kebanyakan dari kita, beberapa hal kecil  yang mereka anggap berhasil dikalangan umat Islam adalah sebagai berikut :

1. Kita diajar dalam buku biologi, dalam buku gizi makanan (kajian dan terbitan dari ilmuan barat) bahwa kalau ingin dapatkan vitamin B dan kalau ingin tambah darah kita sebaiknya banyak memakan hati hewan dan hati ayam . Tetapi sebenarnya Nabi kita tidak pernah menganjurkan  memakan organ dalam. Apakah kita ingin ikuti apa yang dianjurkan  orang barat yang tidak beriman atau  mengikuti ajaran Nabi kita? . Tahukah sebenarnya makan hati hewan/ayam dampaknya bisa  melembabkan otak kita sebab hati merupakan organ dimana semua toksin/racun akan dikumpulkan dan dinetralkan. Jadi, kepekatan toksin/racun berkadar tinggi ada di hati hewan/ayam tersebut. Bila kita konsumsi hati tersebut otomatis kita konsumsi juga toksinnya maka dampaknya lembablah otak umat Islam sebab begitu percayanya dengan  buku sains keluaran barat kafir ini.

2. Kita diajarkan dalam sains bahwa kopi tidak bagus untuk kesehatan. Namun sebenarnya kopi adalah salah satu minuman kegemaran Nabi kita selain susu dan madu. Coba lihat orang orang Yahudi, mereka penggemar minum kopi. Profesor di UK , terutama yang Yahudi, dihadapannya selalu ada segelas kopi di tangan mereka.

3. Kita diajar jangan terlalu banyak memakan kambing karena tingginya kolesterol, namun kambing juga adalah makanan Nabi kita. Seolah-olah buku sains ingin merendahkan makanan Nabi kita. Sebenarnya daging kambing adalah daging paling rendah kolesterol.

4. Kita diajar bahawa makan Fast Food  adalah bagus, cepat dan instan,  namun sebenarnya Fast Food asal AS adalah makanan yang sangat tinggi kandungan MSG dan kolesterolnya serta paling banyak lemak jenuhnya.

5. Para kafir ini juga menggalakkan dan mengiklankan bahwa  minum dan makan makanan yang instan dan dibuat kesan modern , contohnya minuman soda berbagai merk . Minuman soda itu sangatlah beracun dan sangat tidak bagus untuk kesehatan (gula tinggi, berasam, pH dalam lingkungan 3.5, ada racun tersembunyi di kandungannya) . Dan kita ketagihan dengan makanan dan minumaan tersebut.IRONIS !

sumber : http://www.eramuslim.com/konsultasi/sehat/ternyata-mereka-ikuti-sunnah-nabi-muhammad-saw.htm

MENGENAL PENYAKIT DADA CEKUNG ATAU DADA BURUNG (Pectus Exacavatum)


Deskripsi
Pectus excavatum adalah suatu kondisi di mana tulang dada anak cekung ke dalam. Kondisi ini juga disebut dada cekung. Pectus excavatum terjadi pada sekitar 1 dalam 400 kelahiran. Sekdar pengetahuan, pectus excavatum lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan. Pectus excavatum yang parah dapat mengganggu fungsi hati dan paru-paru anak-anak. Terkadang pectus excavatum dapat membuat anak tidak percaya diri dengan penampilan mereka.Tanda dan Gejala
Walaupun tekanan tulang dada sering terlihat tak lama setelah kelahiran, sebagian besar anak-anak dengan tidak pectus excavatum mulai mengalami gejala sampai awal masa remaja. Tanda dan gejala antara lain:
* Jantung berdebar
* Infeksi pernafasan
* Desah atau batuk
* Kelelahan

Perawatan
Pectus pembedahan excavatum dapat diperbaiki dengan operasi. Namun dokter belum menemunakan apakah operasi dapat meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru. Hanya saja kebanyakan orang yang telah dioperasi meningkatkan kepercayaan diri dan memudahkan mereka berolahraga.

Sumber: medlineplus dan mayoclinic.

Qushair, ajang pertempuran besar antara Jabhah Nushrah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon


HOMS (Arrahmah.com) – Pengerahan lebih dari 5000 anggota milisi Syiah Hizbullah Lebanon untuk menyerang kota Qushair di propinsi Homs, Suriah telah mengundang konflik lebih luas di Suriah dan Lebanon. Selama dua pekan terakhir desa-desa di sekitar kota Qushair menjadi medan pertempuran sengit mujahidin Islam dan mujahidin FSA melawan milisi Syiah Hizbullah dan pesawat tempur rezim Nushairiyah Suriah.

Salah satu alasan utama serangan besar-besaran milisi Syiah Hizbullah Lebanon ke kota Qushair adalah letak strategis kota tersebut. Kota Qushair terletak di perbatasan Lebanon dan Suriah. Ia merupakan jalur utama suplay senjata, amunisi dan personil militer dari Lebanon dan Iran untuk Bashar Asad di Damaskus. Selama beberapa bulan terakhir suplay militer dari Lebanon dan Iran untuk rezim Bashar terputus karena kota Qushair dan beberapa kota utama lainnya di propinsi Homs berada dalam kekuasaan mujahidin Islam dan mujahidin FSA.

Suatu fakta yang menarik adalah peranan penting yang dimainkan oleh kelompok jihad Islam terbesar dan terkuat di Suriah, Jabhah Nushrah, di propinsi Homs secara umum dan kota Qushair secara khusus.

Pasukan rezim Nushairiyah Suriah, milisi Syiah Shabihah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon selama lebih dari enam bulan telah melakukan pengepungan ketat dan bombardir massif terhadap desa-desa dan kota-kota di seluruh wilayah propinsi Homs. Pesawat tempur, helikopter tempur, tank, meriam dan senapan mesin berat tak henti-hentinya membombardir Homs.

Tiadanya persenjataan dan amunisi yang memadai memaksa seluruh mujahidin FSA untuk mundur dari desa-desa dan kota-kota di propinsi Homs. Jatuhnya sebagian desa dan kota ke tangan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah pendukungnya menjadi awal bencana yang lebih mengerikan dari sekedar pengepungan dan bombardir massif selama enam bulan lebih tersebut. Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah pendukungnya melakukan pembantaian-pembantaian massal yang menewaskan ribuan warga sipil muslim di Dier Baklabah, Hashawiyah, Baba Amru dan wilayah-wilayah lain di Homs yang berhasil mereka rebut. 

Penduduk muslim Homs dan muslim Suriah secara umum telah menangkap misi pasukan Bashar Asad dan milisi-milisi Syiah pendukungnya untuk merebut sepenuhnya propinsi Homs dan mendirikan negara Nushairiyah baru, dengan Homs sebagai titik tolaknya. Hal itu mendorong kecemasan luar biasa masyarakat muslim Suriah secara umum.

Dunia internasional mendiamkan saja pembantaian-pembantaian keji terhadap ribuan warga sipil muslim sunni di Homs oleh pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah pendukungnya. Lembaga-lembaga bantuan medis dan kemanusiaan dihalang-halangi oleh pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah pendukungnya untuk melakukan tugas kemanusiaan di propinsi Homs.

Tiada pilihan bagi tokoh-tokoh masyarakat dan para pemuda pejuang di propinsi Homs selain menyerukan kepada Jabhah Nushrah, kelompok jihad yang paling ditakuti oleh pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah pendukungnya, untuk masuk ke propinsi Homs dan menghadang kebiadaban pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah pendukungnya.

Jabhah Nushrah merubah perimbangan kekuatan di Homs

Jabhah Nushrah saat itu masih fokus dalam pertempuran-pertempuran besar di propinsi Aleppo, Idlib, Dier Ezzur dan Damaskus. Propinsi Aleppo merupakan propinsi pertama yang sebagian besar wilayahnya telah berhasil direbut oleh mujahidin Islam dan mujahidin FSA dari tangan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah Shabihah.

Di propinsi Idlib, kota strategis Ma’arah Nukman dan beberapa kota lainnya berhasil direbut oleh mujahidin Islam dan mujahidin FSA. Di propinsi Dier Ezzur, mujahidin juga merebut beberapa kota penting sampai wilayah perbatasan Suriah-Irak. Sementara di propinsi Damaskus dan Pinggiran Damaskus, mujahidin mengencangkan pengepungan terhadap rezim Nushairiyah Suriah.  

Dalam kondisi tersebut seruan genting ditujukan oleh penduduk muslim Homs kepada Jabhah Nushrah. Seruan itu langsung mendapat sambutan dari Jabhah Nushrah. Satu per satu kesatuan-kesatuan dalam kelompok Jabhah Nushrah mulai menyelusup dan masuk ke propinsi Homs. Mereka berkoordinasi dengan penduduk desa-desa dan kota-kota dalam propinsi yang telah terisolasi selama lebih dari enam bulan tersebut.

Skala pertempuran melawan perjalanan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah Shabihah mulai meningkat pesat di Homs. Serangan demi serangan Jabhah Nushrah dan para pemuda pejuang Homs tidak saja mulai menghambat pergerakan maju pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah Shabihah. Serangan-serangan balasan Jabhah Nushrah dan penduduk Homs bahkan mulai membuat pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah Shabihah mengalami kerugian-kerugian besar.

Perimbangan kekuatan di Homs mulai berubah sejak Jabhah Nushrah masuk ke propinsi itu dan mampu berkoordinasi secara baik dengan penduduk muslim Homs. Jabhah Nushrah pun mulai mengeluarkan senjata andalan yang selama ini sangat ditakuti oleh pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah Shabihah; serangan bom syahid dan ranjau darat.

Di propinsi Homs, Jabhah Nushrah tercatat melakukan beberapa serangan bom syahid yang betul-betul menimbulkan kerugian jiwa dan materi yang sangat besar di pihak pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah Shabihah. Dari sekian banyak serangan bom syahid tersebut, di antaranya yang telah didokumentasikan dalam bentuk video dan dipublikasikan secara luas adalah:

1. Serangan bom syahid terhadap markas militer Syarkas di kota Qushair

Pada bulan Februari 2013 M Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media mujahidin Jabhah Nushrah, merilis serial ke-9 video Bidayatun Nihayah (awal keruntuhan rezim Nushairiyah Suriah). Video Bidayatun Nihayah 9 berdurasi 6 menit dan mendokumentasikan operasi bom syahid yang menghancurkan markas militer pasukan Nushairiyah di kota Al-Qushair, propinsi Homs.

Mujahidin Jabhah Nushrah melakukan serangan bom syahid terhadap markas militer rezim Suriah di Syarkas, kota Al-Qushair pada Sabtu (1/12/2012). Markas militer itu hancur lebur terkena ledakan bom. Tidak ada seorang pun tentara rezim Nushairiyah Suriah yang selamat dalam serangan heroik tersebut, sebab pasca ledakan tersebut mujahidin Brigade Al-Barra’ FSA menembak mati semua tentara yang lolos dari ledakan bom tersebut.

Kehancuran markas militer Syarkas dan tewasnya seluruh tentara rezim Nushairiyah dalam markas tersebut merupakan hasil operasi jihad yang sangat gemilang. Penduduk muslim kota Al-Qushair menyambut kesuksesan operasi jihad tersebut dengan mengadakan pawai kemenangan di jalan raya kota Al-Qushair. Mereka meluapkan kegembiraan mereka dan mengelu-elukan mujahidin Jabhah Nushrah dan Brigade Al-Barra’.

2. Serangan bom syahid berkekuatan 20 ton bom terhadap markas militer Masytal di kota Qushair

Sebagai pembalasan atas pembantaian penduduk Dier Ba’labah dan Hashawiyah oleh pasukan rezim Nushairiyah Suriah, mujahidin Jabhah Nushrah melakukan serangan bom syahid terhadap pangkalan militer Masytal di kota Al-Qushair, Homs. Tidak tanggung-tanggung, serangan syahid pada Rabu (21/1/2013) itu menggunakan truk yang mengangkut 20 ton bom! Ini merupakan serangan bom syahid terbesar dalam sejarah jihad di Suriah.

Dalam pernyataan resminya, Jabhah Nushrah menyatakan bahwa operasi serangan yang sangat sukses itu merupakan hasil koordinasi antara Jabhah Nushrah dengan mujahidin Brigade al-Faruq al-Mustaqillah dan mujahidin Brigade Asybal al-Aqidah. Dua kelompok tersebut adalah kelompok jihad yang beranggotakan penduduk lokal Homs.

Pada bulan Maret 2013 M, Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media mujahidin Jabhah Nushrah, merilis video operasi bom syahid terbesar tersebut dalam serial ke-10 video Bidayatun Nihayah (awal keruntuhan rezim Nushairiyah Suriah). Video Bidayatun Nihayah 10 berdurasi 12 menit.

Qushair, ajang balas dendam milisi Syiah Hizbullah terhadap Jabhah Nushrah?

Menarik untuk dicatat, Jabhah Nushrah melakukan dua serangan syahid dengan bom skala besar tersebut tepat di kota Qushair. Markas-markas militer pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah pendukungnya di kota ini benar-benar hancur lebur oleh serangan-serangan bom syahid Jabhah Nushrah.

Sebagian besar tentara rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah di kota strategis ini telah tewas oleh serangan bom syahid, yang dilengkapi dengan serangan-serangan susulan oleh kelompok-kelompok mujahidin penduduk Homs.

Jabhah Nushrah telah berhasil meruntuhkan moral pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah pendukungnya. Jabhah Nushrah telah meningkatkan semangat jihad dan kepercayaan diri kelompok-kelompok jihad yang berasal dari relawan penduduk Homs. Jabhah Nushrah telah membukakan jalan bagi kelompok-kelompok mujahidin Islam dan mujahidin FSA lainnya untuk kembali memasuki Homs. Jumlah mujahidin di desa-desa dan kota-kota dalam propinsi Homs mengalami peningkatan.

Hal itu berefek positif bagi pihak mujahidin Suriah. Mereka semakin gencar menghadang serangan-serangan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah pendukungnya. Bahkan, kota Qushair dan beberapa kota lainnya berhasil “dibersihkan” dari pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah pendukungnya.

Tidak mengherankan apabila selama dua pekan terakhir ini pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon mengerahkan kemampuannya secara besar-besaran untuk merebut kembali kota Qushair. Di satu sisi, mereka harus merampas kembali kota Qushair dari tangan mujahidin Suriah guna mengamankan jalur darat suplay militer dari Lebanon ke untuk rezim Bashar Asad di Damaskus.

Di sisi lain, milisi Syiah Hizbullah dan pasukan rezim Nushairiyah hendak membalaskan dendam atas kekalahan pahit yang mereka alami dari Jabhah Nushrah dan kelompok-kelompok mujahidin Homs lainnya. Bombardir massif pesawat tempur rezim Nushairiyah Suriah menjadi senjata andalan guna membuka jalan milisi Syiah Hizbullah Lebanon. Tak tanggung-tanggung, milisi Syiah Hizbullah Lebanon lebih dari 5000 anggotanya untuk berperang di kota Qushair.

Mujahidin sunni membendung invasi milisi Syiah Hizbullah

Secara terang-terangan, Hasan Nashrullah pemimpin umum milisi Syiah Hizbullah Lebanon beberapa hari yang lalu melalui salah satu stasiun TV Lebanon mengakui keterlibatan milisinya dalam perang di Suriah. Langkah militernya itu dibiarkan saja oleh pemerintah Lebanon dan militer Lebanon, yang dalam banyak hal tidak terlepas dari tekanan rezim Nushairiyah Suriah dan rezim Syiah Iran.

Intervensi militer milisi Syiah Hizbullah Lebanon secara terang-terangan di kota Qushair secara khusus dan wilayah Suriah lainnya secara umum, nampaknya tidak akan mulus begitu saja. Jabhah Nushrah dan mujahidin Suriah telah menghadang serangan besar-besaran tersebut. Dan kini, para pemuda muslim sunni Lebanon pun telah menyeberang ke kota Qushair. Bersama ulama besar Lebanon dari kota Shaida, Syaikh Ahmad al-Asir, mereka berjihad bersama mujahidin Suriah di front pertempuran kota Qushair. Jika milisi Syiah Hizbullah Lebanon mengklaim berperang untuk membela kaum Syiah Lebanon di Qushair. Maka mujahidin sunni Lebanon pun menyatakan berperang untuk membela kaum muslim sunni Lebanon di Qushair.

Perang besar telah terjadi di kota Qushair selama dua pekan terakhir. Pada akhirnya, perjalanan waktulah yang akan menampakkan kepada dunia internasional hasil dari pertempuran besar di kota Qushair tersebut. Semoga Allah memberikan kemenangan kepada mujahidin Suriah dan menghancurkan milisi Syiah Hizbullah Lebanon di kota Qushair dan kota-kota lainnya. Aamiin.

(muhibalmajdi/arrahmah.com)

Posted from WordPress for BlackBerry.

ASAL USUL SUKU MINANG


Berdasarkan hasil penelitian ahli sejarah, bahwa kedatangan bangsa Minangkabau adalah pada zaman perungggu atau logam pada tahun 500 SM, dimana terjadinya perpindahan penduduk dari daratan Asia Selatan ke Nusantara, penduduk ini berkebudayaan perunggu (dongson) karena pusat kebudayaan Perunggu tersebut berada di Dongson wilayah Tonkin China.

Berbeda dengan ras proto melayu bermigrasi ke Nusantara tahun 2000-2500 SM (belumn mengenal logam) zaman batu tengan (mesolithic) tahun 5000-1000 SM tahun silam masuknya arus penduduk dan kebudayaan dari Asia.

Madelaini Colani,ahli sejarah Perancis mengemukakan pusat Mesolithic di pegununugan bascon di wilayah Tonkin (ras papua melanosoid)percampuran ras ini dengan ras austronesia, ras austronesia membawa kebudayaan Neolithic.

Pada zaman Mesolithic masuk ke pantai Sumatera ras weda dan ras negrito kedua ras ini telah ada sebelun ras melayu datang. Inilah sisa – sisa yang tak mau bercampur mereka menjadi orang kubu,talang mamak dan berkelana di hutan,bahasa Minang menyebutkan urang nan bajawikan raso,baatokan sikai,badindiang bamo kayu Prof.Drs Sukarno (ahli purbakala) orang minang kabau datang dari India belakang pada saat kedatangan rombongan ke 2 dan orang Minangkabau adalah ras melayu muda (dentra melayu).

Asal Usul Kata Melayu dan Minangkabau

Prof.Dr.Husain Naimar, guru besar antropologi Universitas Madras menerangkan bahwa kata melayu berasal dari bahasa Tamil.Malai berarti gunung, malaiur adalah suatu suku bangsa pegunungan dan sebutan malaiur fonetis menjadi melayu. Penduduk sebelah pesisir selatan pegunungan Dekkan adalah orang malabar,orang minangkabau menyebutnya malabari. Malayalam adalah bahasa yang dipergunakan oleh suku bangsa dravida yang mendiami pegunungan. Di minangkabau menurut penelitian Prof.Husein Naimar banyak terdapat kata-kata tamil dan sanskerta hal ini membuktikan adanya hubungan sejarah antara Minangkabau dan Malabar.

Di Malabar pun sistem masyarakatnya juga menurut garis keibuan dan pusako tinggi turun dari mamak ke kemanakan. Prof. Yean quisiner dari salah satu universitas di Pris meneliti ke minangkabau , mendaptkan adanya hubungan antara Minangkabau dengan Burma, Muangthai,Kamboja dan Vietnam bukti adanya hubungan terlihat dari kata pagaruyung paga (suku matriakat seprti juga dijumpai pada suku khazi, malabar dan lainnya) “ru” artinya pusat “yung” (danyun)artinya kerapatan, jadi Pagaruyung dapat diartikan pusat kerapatan suku yang menganut sistem keibuan durian ditakuak rajo adalah perobahan fonetik dari durum patakai raya.

Du : kata bilangan dua/seluruhnya
Rum : kerekel/pasir
Pataka : dataran pantai
Raya : luas/besar

Masa sejarah digolongkan kepada masa setelah adanya tulisan pada benda peninggaklan sejarah seprti prasati, candi dan sebagainya, masa sejarah tidak sama untuk setiap suku bangsa contoh misalnya bangsa Mesir memulai masa sejarahnya setelah 4000 SM, bangsa India 3000 SM dan Indonesia 400 SM., 500-300 SM dari India selatan mereka mengarungi samudera memasuki pantai timur Sumatera antara lain Muara Kampar bersama dengan itu suku bangsa dari Birma, Kamboja, Vietnam melalui lembah sungai Irawali.

Perpindahan ini berjalan bertahun-tahun bahkan berabad-abad dua kelompok ini sama-sama mempunyai ikatan matrilinear ada kelompok yang mencari aliran sungai pada saat perpindahan ini apa yang terjadi di belahan dunia yang sudah lama memasuki zaman logam antara lain dapat kita jelaskan sebagai berikut :

India berkembang agama budha yang dibawa Sidharta Gautama (563-483 SM). Gautama adalah putera Raja Sudhodana dari kerajaan Kavilawastu yang wilayahnya meliputi Nepal, Bhutan dan Sikkin, 1600 SM di India sudah pula berkembang agama Hindu (mahabratha). China di kala itu dikuasai Dinasti Chou tahun 1050-256 SM waktu itu hidup filosof Konfutse, Laotse dan Mengtse

Kedua daerah itu adalah tempat turunnya ras dentro malayutermasuk Minangkabau, dapat dipastikan gelombang 2 yang datang 500-400 SM beragama Budha dan Hindu, dilihat secara kontekstual kemungkinan mereka yang turun dari Burma, Kamboja dan Thailand sebagai embrio suku besar melayu di Minangkabau (suku melayu di Minangkabau adalah Melayu, Bendang, Kampai, Mandahiling dan Panai) dan mereka yang datang dari India Selatan (pantai timur) adalah embrio suku Jambak, Pitopang, Salokutiannyia, Bulukasok dan Banuhampu atau sebaliknya namun kedua kelompok ini disbut sebagai Melayu Continental.

Dalam rentang waktu 500-400 SM itu mereka telah membentuk kekuasaan budaya seperti raja gunung dan raja sungai agama Budha sudah dikembangkan pada saat itu kemungkinan saja pada periode ini mereka sudah sampai ke hulu Batang Kampar, hulu Batang Rokan, hulu Batanghari dan hulu sungai lainnya.

Situasi kehidupan masyarakat waktu itu hidup dengan berdagang, sawah dan mulai berkembang pertambangan emas dan hasil hutan lainnya, ada yang berpendapat sudah ada terbentuk nagari sumkayam atau nagari Minangkabau sekarang tetapi akhirnya dibantah oleh karena konsep nagari baru muncul setelah rombongan kedua datang ke Minangkabau.
Ada pertanyaan dengan apa mereka menyelusuri dataran tinggi Minagkabau jawabannya adalah dengan kerbau oleh karena agama yang dianutnya perlu menyayangi binatang kerbau,gajah, lembu , sehingga dari kerbau ini mereka dapat mengembangkannya permainan rakyat melalui adu kerbau. Dr Nooteboom memperkuat alasan tentang kegiatan berlayar yang dimiliki oleh ahli Yunani zaman purba Strabo dan Pilinius bukanlah Srilangka akan tetapi adalah Sumatera atas dasar itu Dr Nooteboom(pengikut zulkarnain) ketika ia berlabuh di India berarti sudah ada hubungan Minangkabau dengan India berkenaan waktunya adalah 336 SM

Asal-usul Nama Minangkabau :
a. Drs Zuhir Usman bahwa di dalam hikayat raja-raja Pasai Minagkbau diartikan menang
adu kerbau
b. Hal ini mendapat bantahan dari Prof.Dr. Purbacaraka hal ini bersifat legenda
beliau mengatakan bahwa Minagkabau berasal dari Minangtamwan artinya pertemuan dua
muara sungai.
c. Prof Van de Tuuk menerangkan bahwa Minangkabau asalnya dari Pinang Khabu yang
artinya tanah asal
d. Prof Dr Husein Naimar menyatakan bahwa Minagkabau adalah perubahan fonetik dari
menonkhabu bahsa tamil yang artinya tanah pangkal

sumber : http://sejarahtukmasadepan.blogspot.com/2012/01/asal-suku-minang.html

Menyalurkan Syahwat Kepada Istri Adalah Pahala


Saudaraku, Islam merupakan ajaran yang sangat memperhatikan fitrah manusia. Islam di satu sisi mendorong penganutnya untuk berlomba dalam menggapai derajat ideal seorang muttaqin namun pada sisi lain tidak mengabaikan sisi manusiawi dirinya. Tidak ada sistem kerahiban di dalam Islam dimana seseorang dituntut untuk hanya beribadah kepada Allah sepanjang waktu sehingga bilamana ia lapar, haus atau mempunyai kebutuhan manusiawi lainnya maka ia diharuskan untuk mengabaikannya alias dilarang untuk mempedulikannya apalagi memenuhinya.

Bahkan di dalam sebuah ayat Al-Qur’an Allah memberitahu kita akan hadirnya aneka syahawaat (hasrat duniawi) di dalam diri manusia. Dan hendaknya aneka syahawaat tersebut disikapi secara benar, bukan diabaikan atau dinafikan.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ

مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ

ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ

”Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran ayat 14)

Pada ayat di atas jelas Allah katakan bahwa segenap jenis hasrat duniawi tersebut merupakan kesenangan hidup di dunia bagi manusia. Namun di dalam ayat itu pula Allah mengingatkan orang-orang beriman agar selalu menyadari bahwa di sisi Allah ada tempat kembali yang lebih baik, yakni surga di akhirat kelak. Surga merupakan kenikmatan hakiki dan abadi yang Allah janjikan dan sediakan hanya bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepadaNya.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ

عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133)

Seorang yang beriman sangat dikondisikan oleh ajaran Islam untuk memiliki semangat berkompetisi dalam mengejar keberuntungan di akhirat. Namun itu tidak berarti bahwa ia samasekali tidak diperkenankan menikmati kesenangan duniawi. Hanya saja ia selalu perlu mengingat bahwa kesenangan dunia tidak seberapa dibandingkan dengan kesenangan di akhirat. Sehingga dalam sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan betapa hinanya dunia ini. Betapa tidak bergunanya kebanyakan aktifitas manusia di dunia ini, kecuali beberapa jenis tertentu:

أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا

ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ

“Ketahuilah, sesungguhnya dunia ini terkutuk. Terkutuk apa-apa yang ada di dalamnya, kecuali mengingat Allah dan apa-apa yang menyertainya serta penyebar ilmu dan penuntut ilmu.” (HR Tirmidzy)

Apa-apa yang dikecualikan oleh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam di dalam hadits di atas merupakan kegiatan di dunia yang sungguh sangat luas cakupannya. Terutama ketika Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebut mengingat Allah dan apa-apa yang menyertainya. Sungguh, apa-apa yang menyertai mengingat Allah sangatlah luas cakupannya. Ia bisa mencakup urusan bisnis, bersosialisasi, berkeluarga, bermasyarakat, berda’wah dan berjihad di jalan Allah.

Bahkan dalam hadits lainnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam malah menyebutkan apa saja perkara yang termasuk ke dalam bentuk lain daripada dzikrullah (mengingat Allah). Dan uniknya, salah satunya ialah bercengkerama dengan keluarga. Subhanallah…! Suatu kegiatan yang barangkali kebanyakan orang (terutama para bapak yang bermental workaholic) menganggapnya sebagai menyia-nyiakan waktu saja.

كُلُّ شَيْءٍ لَيْسَ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

فَهُوَ لَهُوٌ أَوْ سَهْوٌ إِلا أَرْبَعَ خِصَالٍ

مَشْيُ الرَّجُلِ بَيْنَ الْغَرَضَيْنِ وَتَأْدِيبُهُ فَرَسَهُ

ومُلاعَبَةُ أَهْلِهِ وَتَعَلُّمُ السِّبَاحَةِ

“Segala sesuatu yang bukan dzikrullah maka ia termasuk perkara melalaikan atau melenakan, kecuali seorang yang latihan memanah, latihan berkuda, bercengkerama dengan keluarganya dan belajar berenang” (HR Thabrani)

Apa-apa yang seringkali dikira kebanyakan orang sebagai perbuatan menghabiskan waktu, ternyata di dalam ajaran Islam dikategorikan sebagai ibadah penghambaan kepada Allah. Coba renungkan, bukankah dengan bercengkerama bersama keluarga, berarti seorang ayah atau suami telah berupaya membangun soliditas di dalam ruang lingkup elemen masyarakat yang paling kecil? Berarti ia telah menyumbang sebuah kebaikan bagi masyarakat yaitu keharmonisan dan ketenteraman yang tentunya didambakan oleh setiap anggota masyarakat beradab. Namun tentunya hal ini harus dilakukan dengan menjaga rambu-rambunya. Di antaranya ialah tidak dilakukan berlebihan sehingga melalaikan seseorang akan tugas utamanya beribadah kepada Allah dan menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Lalu ia harus memastikan bahwa ia terlibat dalam bercengkerama dengan keluarga miliknya bukan dengan keluarga apalagi istri milik orang lain…!

Dalam hadits di bawah ini Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam malah menyampaikan suatu pesan yang bahkan sempat membuat para sahabat dari kalangan yang kurang mampu menjadi terkejut dan keheranan. Coba perhatikan hadits berikut ini:

أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

يَارَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا

نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ

بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ

مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً

وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً

وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ

وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ

قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ

فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا

“Sesungguhnya di antara sahabat Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ada yang berkata: ”Ya Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami mengerjakan sholat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagimu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap takbir adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh seseorang kepada ma’ruf adalah sedekah, melarangnya dari perkara mungkar adalah sedekah dan bersetubuhnya seseorang di antara kamu dengan istrinya adalah sedekah.” Mereka bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah jika salah seorang di antara kami menyalurkan syahwatnya ia mendapat pahala?” Rasulullah menjawab: ”Tidakkah kamu tahu, apabila seseorang menyalurkan syahwatnya pada yang haram, dia berdosa? Demikian pula apabila disalurkannya kepada yang halal, dia mendapat pahala.” (HR Muslim)

Saudaraku, jelas sekali dari keterangan hadits di atas bagaimana Islam sangat mengakui, memahami bahkan menghargai orang yang memiliki kebutuhan fitri-manusiawi. Ia tidak saja diizinkan untuk melampiaskan hasrat syahwat kelaminnya kepada pasangan syar’inya (suami atau isterinya), namun lebih jauh lagi ia dijamin bakal memperoleh ganjaran alias pahala di sisi Allah karena melakukannya sesuai aturan Allah.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang pandai mensyukuri nikmat Iman dan Islam yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Wafatkanlah kami dalam keadaan senantiasa berserah diri kepadaMu. Karuniakanlah kepada kami hidup bahagia dan abadi di surgaMu kelak bersama para Nabi, orang-orang jujur, para syuhada, orang-orang sholeh lainnya dan tentunya bersama anak-istri-orangtua-saudara kami semuanya. Amin ya Rabb.-

sumber : http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/menyalurkan-syahwat-kepada-istri-adalah-pahala.htm#.UXaXdUpBkp4

Ternyata Adzan itu Tak Pernah Berhenti Selama 24 Jam Penuh


Sungguh menakjubkan seperti suaranya, dan nyata bagi umat muslim di seluruh dunia. Jika melihat pada peta dunia, kita akan menemukan bahwa Indonesia terletak di bagian Timur dari bumi. Pulau-pulau besar di Indonesia adalah Jawa, Sumatera, Kalimantan atau Borneo, dan Sulawesi atau Selebes. Segera setelah waktu fajar tiba, pada bagian Timur dari Sulawesi, sekitar jam 05.30 waktu setempat, adzan Subuh berkumandang, ribuan muadzin mengumandangkan adzan. Proses ini berlanjut sampai ke bagian barat Indonesia.

Satu setengah jam kemudian setelah adzan di Sulawesi selesai, adzan mulai di Jakarta, kemudian Sumatera dan sebelum proses suara menyenangkan itu berakhir di Indonesia, adzan mulai berkumandang di Malaysia. Kemudian di Burma sekitar 1 jam setelah Jakarta mulai adzan, kemudian berlanjut ke Dakka, ibukota Bangladesh. Setelah Bangladesh, berlanjut ke bagian barat India, dari Calcuta sampai ke Bombay dan seluruh India bergema oleh suara ‘proklamasi’ ini.

Srinagar dan Sialkot, sebuah kota di bagian utara Pakistan memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Quetta dan Karachi adalah 40 menit dan dalam periode waktu tersebut adzan Subuh terdengar di seluruh Pakistan. Sebelum selesai di Pakistan, adzan mulai di Afganistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah 1 jam. Adzan berkumandang di Hijaaz al Muqaddas yang terdapat dua kota suci Mekkah dan Madinah, kemudian Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak. Perbedaan waktu antara Bagdad dan Alexandria di Mesir adalah 1 jam.

Kemudian adzan berlanjut ke Syiria, Mesir, Somalia, dan Sudan. Perbedaan waktu antara barat dan timur Turki adalah satu setengah jam. Alexandria dan Tripoli, ibukota Libia memiliki perbedaan waktu 1 jam. Proses panggilan adzan berlanjut ke seluruh Afrika. Sehingga suara proklamasi dari Tauhid dan Risalah Nabi yang telah dimulai dari Indonesia hingga akhirnya mencapai Pantai Timur dari Samudera Atlantik memakan waktu 9 setengah jam.

Sebelum adzan Subuh mencapai Samudera Atlantik, adzan Zuhur telah dimulai di bagian timur Indonesia, dan sebelum sampai di Dacca Bangladesh, adzan Ashar telah dimulai. Setelah mencapai Jakarta dalam waktu satu setengah jam kemudian waktu maghrib sampai di Sulawesi. Saat muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Subuh, muadzin di Afrika mengumandangkan adzan Isya.

Jika kita mempertimbangkan fenomena inisecara keseluruhan, kita dapat menyimpulkan suatu fakta yang menakjubkan, yaitu tidak ada sedetikpun waktu terlewat di dunia ini tanpa suara adzan dari muadzin di muka Bumi ini. Bahkan saat Anda membaca posting ini sekarang, yakinlah bahwa sedikitnya ada ribuan orang yang sedang mengumandangkan dan mendengarkan adzan.

Adzan itu terus berkumandang di muka Bumi dan langit ini selama-lamanya dan tiada henti-hentinya sedikitpun bersahut-sahutan selama 24 jam dalam sehari selama seminggu penuh, selama sebulan, sepanjang tahun, sampai hari akhir nanti Insya Allah, Subhanallah …

Source from web

Awal Mula Agama Kristen


Assaalammualaikum

Saya merupakan muallaf, yang ingin saya tanyakan adalah sejak kapan ajaran nasrani nabi Isa a.s berubah menjadi ajaran kristen seperti sekarang ini. Siapa penggagasnya sehingga menyesatkan banyak orang. Dan pada saat ini masih adakah injil yang asli? kalau ada dimana?apakah pada saat zaman Rasullulah agama kristen telah ada? jika telah ada apakah pada saat itu Rasullulah pernah memeranginya atau berusaha mengembalikan umat kristen ke jalan yang lurus untuk bersyahadat. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih untuk dijadikan pencerahan bagi saya.

Alaykumsalam wr.wb.

Alhamdulillah jika saudara Ferdinando telah menemukan cahaya Islam dan menyadari atas kekeliruan agama sebelumnya yang pernah dianut. Semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahanNya atas pilihan saudara dalam memeluk Islam. Semoga jua tetap istiqomah di jalan Dienul Haqq ini. Allahuma amin.

Saudaraku, Yesus alias Nabi Isa as. merupakan nabi yang diturunkan Allah kepada Bani Israil. Tugasnya adalah untuk menyelamatkan Bani Israil dari kesesatan yang telah lama dilakukan kaum tersebut. Allah SWT masih menyayangi kaum Musa as. ini dan menurunkan satu nabi lagi khusus untuk mereka. Nabi Isa as. mengaku jika dirinya diutus Allah hanya untuk kaumnya saja, Bani Israil, dan bukan untuk umat manusia seluruh dunia.

Di dalam Injil sendiri ada peristiwa di mana Yesus menolak seorang wanita Kanaan (Palestina) yang meminta anaknya disembuhkan dari kemasukan setan,Yesus menolak dan mengatakan, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15 :24). Yesus sendiri menolong perempuan itu juga, namun tidak menyuruh perempuan itu untuk ‘pindah keyakinan’. Penegasan itu juga nampak dari pesan Yesus kepada para muridnya yang mewantiwanti mereka untuk tidak menyebarkan ajarannya kepada orang selain dari Bani Israil.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 10:5-6)

Telah jelas bahwa Yesus menegaskan dirinya hanya untuk Bani Israil. Namun para misionaris mengklaim bahwa hal itu hanya berlaku sebelum kebangkitan. Setelah dibangkitkan maka misinya untuk umat manusia seluruh dunia. Perubahan mendasar ini berangkat dari ajaran Paulus, seorang Yahudi dari Tarsus yang mengaku-aku sebagai murid Yesus.

Ajaran Paulus inilah, -ditulis pada 49 M (Galatia-, yang mempengaruhi Injil-injil yang ditulis sesudahnya yakni injil Markus (55 M), Injil Matius (60-an M), Injil Yohanes (80 M), dan Injil Lukas (60 M). Paulus, Yahudi dari Tarsus, di dalam banyak ayat Injil digambarkan sebagai seorang murid yang banyak tidak patuh pada Yesus, bahkan Yesus dalam banyak ayat memarahi dia hingga menendangnya.

Paulus inilah yang kemudian mengubah ajaran Nabi Isa as. yang berhaluan paganisme Yahudi. Namun hal ini terjadi tidak terlepas dari kondisi sosial budaya bangsa Yahudi sebelum masa Nabi Isa. Turun. Minimal ada tiga kondisi yang bisa kita telaah. Pertama, Aqidah orang-orang Yahudi telah terkontaminasi kepercayaan Paganisme Babilonia.

Sekitar 50 tahun (586-535 SM) bangsa Yahudi berada di pengasingan di Babilonia yang masyarakatnya menyembah berhala. Kedua, pada tahun 334 SM, Alexander raja Yunani menguasai bangsa Yahudi dan menyebarkan faham Filsafat yang kemudian mempengaruhi pemikiran orang-orang Yahudi. Ketiga, bangsa-bangsa yang menaklukan orang-orang Yahudi adalah penganut politeisme. Ini pun berpengaruh kepada aqidah bangsa Yahudi.

Ketika Nabi Isa as, menyampaikan ajaran Allah SWT, pengaruh kepercayaan paganisme memang sudah mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat, maka terjadilah penyimpangan pemahaman oleh Paulus terhadap ajaran yang dibawa Nabi Isa as. Paulus pun mengklaim bahwa telah bertemu Yesus (Isa) dan diangkat sebagai rasulnya. Ia kemudian mengajarkan ajaran Isa yang telah dicampur adukkan dengan filsafat Yunani dan Paganisme.

Allah SWT sudah mengingatkan hal ini dalam Surah Al Baqarah ayat 87,

“..Dan Sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah Setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?”

Tiga abad setelah peristiwa penyaliban, pengikut ajaran Nabi Isa as. berkembang dengan beragam corak pemahamannya. Terjadi bentrokan diantara mereka antara kalangan yang pro ajaran Tauhid dari Nabi Isa as. dengan yang kontra. Mereka yang kontra notabene adalah kelompok pro ajaran Paulus yang paganis. Peperangan ini sampai mengancam keutuhan kerajaan Roma.

Karenanya, atas usulan Konstantin diadakanlah Muktamar di Nicea pada tahun 325 M yang dihadiri sekitar 2048 orang dengan pendiriannya masing-masing. Terjadi perdebatan yang sengit dan tak ada titik temu. Akhirnya Konstantin yang cenderung pada paganis memanggil 318 orang yang berfaham Paulus dan menyatakan dukungannya. Setelah itu muktamar dilanjutkan, sementara itu peserta lainnya melakukan walk out. Di dalam muktamar ini banyak dipilih doktrin-doktrin dan syiar–syiar ibadah secara voting (tanggal paskah, peranan uskup, dan tentu saja tentang ketuhanan Yesus). Setelah itu diadakanlah revisi terhadap Injil. Sementara injil-injil lain yang bertentangan dimusnahkan. Dan orang yang berani membaca injil terlarang itu akan dicap sebagai heretis (berlaku bid’ah).

Perihal apakah injil yang asli masih adakah sampai saat ini? Allahua’lam. Namun hemat saya, permasalahannya bukan pada masih ada yang aseli atau tidak, namun injil hanya berlaku bagi kaum Nabi Isa as. saja, sedangkan sekarang kita sebagai umat muslim telah memiliki kitab Suci Al Qur’an sebagai kitab yang dijaga keasliannya oleh Allah SWT hingga akhir zaman.

Kristen Pada Masa Rasulullah SAW

Tentu pada zaman Rasulullah SAW ada golongan yang beragama Nashrani. Menurut Imam Ibnul Qayyim Al Jauzi, dalam Hidayatu Al-Hayara fi Ajwibati Al-Yahud wa An-Nashara, umat Nasrani pada masa Rasulullah sudah tersebar di sebagian belahan dunia. Di Syam, (hampir) semua penduduknya adalah Nasrani. Adapun di Maghrib, Mesir, Habasyah, Naubah, Jazirah, Maushil, Najran, dan lain-lain, meski tidak semuanya, namun mayoritas penduduknya adalah Nasrani.

Terhadap mereka, Rasulullah SAW senantiasa melakukan Dakwah, seperti yang pernah beliau lakukan kepada Raja Najasyi, seorang Raja Nashrani yang tinggal di Ethiopia. Rasulullah SAW pun mengirimi surat kepada Najasyi untuk bertauhid kepada Allah SWT. Berikut adalah pesan surat tersebut,

“Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.”

Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam menulis surat kepada Raja Najasyi untuk menjadi seorang muslim, maka Raja Najasyi mengambil surat itu, beliau lalu meletakkan ke wajahnya dan turun dari singgasana. Beliaupun masuk Islam melalui Ja’far bin Abi Tholib radiyallahu ‘anhu.

Namun Rasulullah SAW juga pernah melakukan perperangan terhadap kaum Nashrani. Hal ini bermula ketika salah satu surat beliau telah dibawa oleh Harits bin Umair ra. yang akan diberikan kepada Raja Bushra yang Nashrani. Ketika sampai di Mu’tah, maka Syarahbil Ghassani yang ketika itu menjadi salah seorang hakim kaisar telah membunuh utusan Rasulullah SAW. Membunuh utusan, menurut aturan siapa saja, adalah suatu kesalahan besar. Rasulullah SAW sangat marah atas kejadian itu.

Maka Rasulullah SAW menyiapkan pasukan sebanyak tiga ribu orang. Zaid bin Haritsah ra. telah dipilih menjadi pemimpin pasukan tersebut. Rasulullah SAW bersabda, “Jika ia mati syahid dalam peperangan, maka Ja’far bin Abi Thalib ra. menggantinya sebagai pemimpin pasukan. Jika ia juga mati syahid, maka penlimpin pasukan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah ra. Jika ia juga mati syahid, maka terserah kaum muslim untuk memilih siapa pemimpinnya”. Allahua’lam. (Pz)

Sumber : http://m.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/awal-mula-agama-kristen-2.htm

Latihlah Mendengarkan, Anda Lebih Mudah Menguasai Anak


Baihaqi Ibnu Bukhari  Pendiri Sekolah Orangtua PSPA | Penulis Buku Best Seller “Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shalih?” inspirasipspa@yahoo.com

“Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunya mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah).

Mereka seperti hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah”.   Tidak berlebihan sama sekali. Perhatikan: dengarkan anak Anda, maka Anda bisa menguasai anak Anda! Maksudnya, jika hati anak Anda sudah diambil, maka ia lebih mudah Anda kendalikan.  

Menguasai anak bukanlah tujuan. Pun mengendalikan anak juga bukan cara terbaik mengendalikan perilaku anak. Terbaik adalah bagaimana kita melatih anak untuk mengendalikan perilakunya sendiri.Tetapi, anda tidak bisa melatih anak untuk mengendalikan dirinya jika dan jika Anda tidak bisa mengendalikan anak Anda.  

Pernahkah Anda melihat anak yang semaunya menuntut orangtua untuk memenuhi keinginan yang bahkan di luar kemampuan orangtuanya? Seorang guru bercerita pada saya tentang salah satu murid laki-lakinya di SMP, mogok sekolah. Usut punya usut ternyata setelah dicari tahu anak ini ingin dibelikan sepeda motor oleh orangtuanya. Padahal, kemampuan ekonomi orangtuanya tidak seberapa.

Boro-boro beli sepeda motor, lah memenuhi kebutuhan sehari-hari ditambah biaya sekolah anaknya saja megap-megap. Kok bisa anak ini tidak mengerti keadaan orangtua?   Gaya hidup konsumtif? Tentu ini salah satu sebab. Jangan salah, gaya hidup konsumtif itu tidak hanya bisa menyerang Anda yang berkecukupan, tapi juga dari orang yang pas-pasan bahkan orang yang kekurangan. Jika ibu-ibu di gang sempit tiap hari merasa wajib ‘jajan’ bakso, batagor, siomay dan sebangsanya, yang lewat depan rumah,  jika para pengayuh becak, yang katanya cekak itu, menghabiskan berbatang-batang rokok tiap hari, jika anak-anak balitanya setiap hari nangis karena ingin ‘silaturahmi’ dengan tukang mainan yang lewat tiap hari dan lalu orangtua selalu memenuhinya, ini juga bagian dari gaya hidup konsumtif!   Tapi, ini bukan bahasan saya sekarang.

Salah satu sebab lain anak-anak ini melakukan itu adalah akibat orangtua memang benar-benar tidak bisa menguasai anak. Jika orangtua tak bisa menguasai anak, maka anak ini akan bersikap dan berbuat seenaknya pada orangtua. Bentuk pada anak balita misalnya, jika keinginannya tidak dipenuhi: berteriak-teriak sekencangnya, ngamuk, guling-guling, mukul-mukul orangtua, melempar-lempar barang, mengigit. Sedangkan pada anak remaja misalnya: tak mau diajak ngomong, lebih senang menyendiri di dalam kamar saat di rumah, pulang tengah malah menjadi rutinitas harian, membentak-bentak orangtua, berani mengancam orangtua, atau seperti contoh sederhana tadi: menuntut dipenuhi keinginan di luar kemampuan orangtuanya.  

Ada dua jalan utama orangtua untuk dapat dapat menguasai anak atau bahasa halusnya agar orangtua dapat mengendalikan perilaku anak. Pertama, berkomitmen untuk bersikap dan berperilaku tegas pada anak. Tentang ini, sudah sering saya bahas dalam tulisan saya yang lain. Kedua, berkomitmen untuk mendengarkan anak. Maka berlatihlah!   Jika seorang anak didengarkan, maka ia merasa diakui. Jika seorang anak diakui, maka ia merasa dihargai. Jika anak merasa dihargai, maka ia akan memiliki konsep diri positif tentang dirinya sendiri. Jika konsep diri anak positif, maka ia akan mudah mengeluarkan potensi-potensi (fitrah) positifnya. Dan Anda akan merasakan betapa kebaikannya melejit-lejit setiap hari.   Jika seorang anak didengarkan, maka ia pun merasa ‘dekat’ dengan orangtuanya. Jika seorang anak merasa dekat dengan orangtuanya, maka ia sangat, sangat, sangat mudah untuk mendengarkan pesan-pesan dari orangtuanya.

Dan kalau anak sudah mendengarkan pesan-pesan orangtuanya, maka bukankah Anda berhasil mengendalikan anak Anda?   Ok, mari latihan.  

Kasus 1: Bertanya berulang-ulang   Pernahkah Anda mendapatkan balita Anda bertanya berulang-ulang tentang sesuatu hal yang sebenarnya sudah ia tahu atau sesuatu yang sudah kita jawab?   Misalnya, “Bunda ini warna apa?” Lalu Bunda menjawab. “Biru!”. Kemudian sebagian anak ini bertanya lagi, “Warna apa?”. Lalu Bunda menjawab pula “Biru Nak!”   “Warna apa Bunda?”   “Biru!”   “Apa?”   “Biru….!!!!!”   “Warna Biru ya Bunda?!”   “Iyaaaaa!!! Sudah tanya lagi-tanya lagi! Kan Bunda sudah kasi tau! Bawel amat sih, tanya-tanya mulu!”   Ini jawaban orangtua biasa. Lah, anak begitu sabar bertanya, mengapa orangtua tidak sabar menjawab? Masa kalah sama anak kecil?! Orangtua shalih akan terus melayani dan tidak ‘kalah’ dengan kesabaran anak bertanya dan mengimbanginya dengan sabar menanggapi.

Percaya atau tidak, anak akan capek sendiri jika kita terus bersabar menjawab.   Ok, jika Anda mengatakan sabar ada batasnya. Jika lagi bad mood, jika Anda lagi pusing dan capek. Anda boleh merasa terganggu dengan anak, tapi please tak usah berlebihan dengan menembakkan kalimat negatif pada anak: bawel! Cukup katakan “Bunda ndak mau jawab sekarang, Bunda lagi capek, maaf ya nak!” sudah itu bersiaplah untuk bersabar dengan ujian lain: nangis. Silahkan jika Anda tahan.   Tenang, tentang parents, saya pun pernah mengalaminya. Menanggapi anak yang bertanya berulang-ulang justu jauh lebih baik dan lebih cepat selesai dibandingkan kita mengabaikannya. Anak ketiga saya, Syarifah (3 thn), suatu saat bertanya tentang hal ini:   “Abah, sekarang hari apa?”   “Senin”, Jawab saya.   Lalu dia bertanya lagi “Sudah Senin?”   “Selasa.”   “Sudah Selasa?”   “Rabu.”   “Sudah Rabu?”   “Kamis.”   “Sudah Kamis?”   “Jum’at!”   “Sudah Jum’at?”   “Sabtu.”   “Sudah Sabtu?”   “Ahad”   “Sudah Ahad?”   “Senin?”   “Sudah Senin?”   Dan seterusnya…… dia berputar-putar terus bertanya tentang nama-nama hari. Parents, pertanyaan berulang-ulang yang balita tanyakan sebenarnya sangat berguna bagi anak untuk mengingat lebih baik, untuk tertanam dalam pikirannya lebih baik dan untuk menguatkan informasi yang sudah masuk sehingga nempel di alam bawah sadarnya.  
Karena saya terus meladeninya, dia akhirnya berhenti. Lalu saya tanya “kenapa berhenti?” Syarifah menjawab “Capek ah, Bah!”.   Tuh kan?

Kasus 2: Meminta Barang yang Tak Bisa Dipenuhi Sebagai orangtua, kadang waktu, tenaga dan sumberdaya lain dari kita terbatas. Maka boleh-boleh saja kita tidak bisa memenuhi semua permintaan anak. Bahkan dalam konteks tertentu, justru memenuhi semua yang anak inginkan (memanjakan) yang tidak pada tempatnya tidak produktif untuk masa depan anak.   “Ayah, mau mobil-mobilan yang itu?”   Kita boleh menolaknya jika sebenarnya kemarin misalnya sudah beli mainan. Tapi orangtua biasa akan mengeluarkan kalimat ini?   “Kan sudah kemarin beli mainan?”   “Iya tapi kan beda, aku mau yang itu?”   “Nggak bisa!”   Sekali lagi kita boleh bersikap tegas, tapi apapun keinginan anak, coba pake rumus ini: apapun yang anak inginkan tanyakan pada diri Anda: “apa sih sebenarnya yang ada di pikiran anak kita?”   Lalu setelah itu kita akan mengeluarkan kalimat-kalimat ini sebelum menolak keinginan anak:   “Abang suka mobil-mobilan yang itu?”   “Iya”   “Kenapa Abang suka yang itu?”   “Bagus ayah, ada remotenya, bentuknya keren.. (dan seterusnya biar anak berpendapat tentang mobil-mobilan itu”   “Iya, ya, keren juga. Abang boleh punya ya, tapi tidak sekarang. Kan sekarang bukan jadwal beli mainan. Bagaimana kalau kita buat jadwal beli mainan? Sebulan sekali. Tanggalnya boleh Abang pilih nanti ajukan sama Ayah. Nanti waktunya beli mainan lagi, kita beli mainan yang itu!”   Nah setelah mendengarkan insya Allah perasaan anak lebih baik. Ia merasa diakui, dihargai, diperhatikan. Lepas dari mainan apakah dibelikan atau tidak. Meski mungkin mainannya tidak dibelikan, meski mungkin anak akan kecewa, nangis dan seterusnya, tapi pasti perasaannya jauh lebih baik dibandingkan Anda langsung menolaknya dan anak tidak mengeluarkan apa yang ada di pikirannya.  

Kasus 3: Mengajak Pergi yang Anda Tak Bisa Pergi Misalnya anak Anda 9 tahun suatu saat mengajak Anda: “Mami, ayo jalan-jalan!”   Saat tidak bisa, orangtua biasa akan mengatakan “Nggak lihat apa Mami lagi sibuk?” atau kalimat yang sejenis ini: “Mami capek, Mami lagi nggak bisa, jalan terus, kan ada waktunya, nanti lagi!”   Tapi orangtua shalih akan terus bertanya untuk mencoba menggali pikiran anak dulu lalu kemudian baru kemudian mengatakan ketidakbisaan memenuhinya.   “Jalan-jalan kemana Nak?”   “Pengen ke BSM?”   “Mau ngapain di BSM?”   “Ya lihat-lihat aja?”   “Kamu kan sering ke BSM, emang biasanya apa sih yang senang kamu lihat?”   “Ya Aku senang lihat buku-baku baru Mi!”   “Iya Mami juga senang jalan-jalan. Tapi maaf sayang, Mami lagi nggak bisa!”   Mendengarkan sebenarnya seharusnya adalah pekerjaan yang yang paling mudah dilakukan. Tindakan ini tidak memerlukan alat canggih, tidak memerlukan biaya seperti pulsa telepon (yang gratis bicara 5 menit, 10 menit 100 menit). Mendengarkan bisa dilakukan kapanpun, dimanapun. Kalau pun Anda tengah tidak bisa mendengarkan cukup katakan “Mama, Papa mau mendengarkan cerita kamu, tapi nanti ya 1 jam lagi.” Atau terserah Anda, mau 2 jam lagi, malam hari dan seterusnya.   Saat anak bicara, ini kesempatan bagus untuk menjalin kedekatan emosional dengan anak. Kita akan menyesal suatu saat jika ternyata anak kita lebih memilih bicara dengan gurunya, lawan jenis yang disukainya dibandingkan kita orangtuanya.  

(Diizinkan untuk memperbanyak tulisan ini, disebarkan, dishare, dengan tetap mencantumkan sumbernya)

Waspadai, Muslihat Dukun dan Paranormal


Dukun Santet


Rendahnya spiritualitas dan rasionalitas disinyalir menjadi pemicu kecanduan paranormal.

Saat kondisi keimanan melemah bahkan goyah, akibat ragam problematika hidup yang menimpa, datanglah bisikan untuk mengambil jalan pintas. Meminta bantuan paranormal atau dukun untuk mengatasi permasalahan itu. Sebagian kuat dan tetap konstan di jalan Allah SWT, tapi tak sedikit tergelincir ke jurang kemusyrikan.

Menurut Direktur Lembaga Pengkajian dan Penerapan Tauhid Unida, Bogor, Dr Amir Mahrudin, faktor yang menyebabkan manusia percaya paranormal karena keringnya nilai-nilai ketuhanan. Dalam kondisi itu, tingkat keimanan mereka rendah sehingga mudah tertipu ulah paranormal. Sedangkan, Tuhan tak lagi tampak bagi mereka. Situasi ini,bisa menimpa siapa pun. Tak memandang status dan tingkat pendidikan.

“Jika rohani kering pergi juga ke paranormal,” tutur Amir.

Faktor lainnya, tingkat rasionalisme masyarakat masih rendah. Ketika ada sesuatu yang dianggap “benar” langsung mempercayai. Tanpa melihat bagaimana proses atau cara-cara yang ditempuh oleh sang paranormal. Sifat materialistis yang semakin mengakar, tambahnya, sangat andil membuat masyarakat ingin mendapatkan sesuatu dengan cara yang cepat. “Dipilihlah paranormal sebagai jalan keluar,” katanya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tak mudah teperdaya oleh muslihat paranormal atau dukun. Ini mengingat besarnya risiko yang akan ditanggung. Tak hanya di dunia, tetapi di akhirat kelak. Percaya dukun maka tobatnya akan tertolak selama 40 hari.

Jika paranormal tersebut meninggal sebelum bertobat maka ia terancam meninggal dalam keadaan musyrik. Padahal, pelanggaran tersebut termasuk dosa besar yang tak terampuni. Ini seperti tertuang di surah Luqman. Semua dosa akan diampuni Allah, kecuali perbuatan syirik.

Agar terhindar dari paranormal, ia menyarankan agar mempertebal keimanan. Bisa lewat majelis taklim, bergaul dengan orang saleh, perkuat ibadah, dan perbanyak bacaan Alquran. “Tetap istiqamah agar terhindar dari petaka,” tambahnya.

Imbauan yang sama disampaikan pula oleh Dr KH Ahmad Mukri Ajie MA. Pembantu Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, jangan tertipu dan silau dengan ulah paranormal. Apalagi, jika paraormal memberikan benda-benda yang menurutnya sakti. Ada juga yang memberi potongan-potongan ayat Alquran.

Ini semua bahaya sekali, ungkap Amir. Ironisnya, jangankan hafal, tak sedikit dari mereka yang tidak bisa baca Alquran dengan baik dan benar. Kejadian itu pernah ia temukan riil di masyarakat. Seorang yang didaulat sebagai paranormal ternyata susah membaca surah al-Fatihah. “Umat telah dibodohi,” tegasnya.

Menurut Amir, “candu” paranormal ini tak terlepas dari hedonisme dan materealisme yang menghinggapi masyarakat sekarang. Cara-cara instan ditempuh demi meraup kesuksesan sesaat. Ini sekaligus pertanda, lemahnya keyakinan mereka terhadap kuasa Allah. Dampaknya, apa pun titah paranormal akan dilaksanakan. Asal, karier, usaha, dan jabatan bisa diraih.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor ini mengatakan, tuntunan paranormal itu banyak yang berseberangan dengan Islam. Mulai dari menganggap cincin, keris, atau benda-benda lain memiliki khasiat. Mereka menggunakan perantara jin untuk melancarkan aksinya. Tindakan ini bisa masuk kategori syirik yang dilarang.

Hukumannya, ungkap Amir, akan diganjar di dunia dan akhirat.  Uang-uang yang diperoleh dengan cara yang tidak halal akan ditarik kembali oleh Allah. Perhatikan saja mereka yang meminta bantuan kepada selain Allah, ketika menghadap kepada paranormal uang mereka dikuras sang paranormal. Saat hajat terkabul, kembali harus merogoh kocek lagi.

Tidak sampai di situ, biasanya anak, istri, atau keluarga menjadi korban. Itulah buah dari usaha yang diperoleh dengan cara tidak berkah. Ia menyarankan agar memperkuat benteng iman, takwa, dan amal saleh, perbanyak tahajud, shalat dhuha, dan membaca Alquran. “Insyallah jika dilakukan dengan ikhlas, rida Allah akan kita raih,” katanya.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Susie Evidia Y

Bombs exploded in Boston, blamed Muslim ?


http://www.wmtw.com/image/view/-/19762708/medRes/3/-/maxh/460/maxw/620/-/15qk0ec/-/Boston-Marathon-bombing-runners-jpg.jpg

Mengapa Tuduhan Terorisme Tak Habis-habis untuk Kami?

BARU PEKAN LALU AMERIKA MELANSIRKAN PERNYATAANNYA SEKALIGUS MEMBUKA KEDOKNYA LEWAT BBC MEREKA MAU MELANCARKAN PERANG TOTAL DENGAN UMAT ISLAM: “Seperti dilansir oleh BBC, Jum’at lalu, akhirnya tokoh-tokoh militer Amerika Serikat membuka kedoknya sendiri.

Di Akademi militer Sekolah Staf Gabungan Angkatan Bersenjata di Norfolk, Virginia, mereka sedang mempersiapkan pemimpin masa depan. Jenis pemimpin masa depan Amerika Serikat itu, yang akan melakukan perang total melawan 1,4 miliar Muslim diseluruh dunia.”

AMERIKA KEMBALI MELANCARKAN AKSI PENETRASINYA LEWAT BOM BOSTON UNTUK MEMERANGI UMAT MUSLIM DENGAN DALIH TERORISME, PADAHAL KASUSNYA BELUM TUNTAS, LANGSUNG MELANCARKAN TUDUHANNYA KEPADA UMAT ISLAM….

SEPERTI JUGA PENDAHULUNYA : TRAGEDI 911 GEDUNGNYA HANCUR KARENA DI BOM BUKAN KARENA TABRAKAN PESAWAT YANG DILAKUKAN OLEH PIHAK AMERIKA SENDIRI, MEREKA TEGA MEMBUNUH RAKYATNYA SENDIRI DEMI MERAMPOK DAN MELAKUKAN MISI PENJAJAHAN KEPADA UMAT ISLAM YANG MEREKA TUDUH TERORIS..

SARAN KAMI UMAT ISLAM HARUS BERSATU UNTUK MELAWAN MISI PENJAJAHAN DAN MISI GENOSIDA TERHADAP UMAT ISLAM SEKALIGUS MEMBANTAH FITNAH MEREKA YANG KEJI YANG MASIH MEREKA LAKUKAN HINGGA HARI INI DI IRAK, AFGANISTAN, LIBYA, LIBANON, SOMALIA, PALESTINE, PAKISTAN, YAMAN DAN LAIN-LAIN

Bom Meledak di Boston, Umat Muslim Disalahkan?


Selasa, 16 April 2013

REPUBLIKA.CO.ID, BOSTON — Hasil penyelidikan belum keluar, kontributor Fox News, Erik Rush sudah menyerang umat muslim melalui media sosial Twitter.

Kolumnis garis keras ini menyalahkan umat Islam yang telah melakukan pengemboman di Boston yang menewaskan sedikitnya tiga orang itu. Dalam kicauannya ia melakukan sindiran kepada muslim khususnya orang Saudi.

”Ayo bawa terus orang Saudi tanpa ada melakukan pemeriksaan (screening),” dikutip dari Al Arabiya, Selasa (16/4).

Ketika pengguna Twitter lain bertanya kenapa dia sudah menyalahkan umat muslim, Rush malah menjawab secara kasar bahwa umat Muslim harus dienyahkan dari muka bumi. Namun, selanjutnya ia mengakui kalau kicauannya sarkastik hingga kemudian menghapusnya.

Bom yang meledak di Boston setidaknya membunuh tiga orang dan melukai ratusan orang lainnya. Otoritas Amerika Serikat (AS) menyebutnya sebagai teror namun belum bisa berspekulasi siapa pelaku utama tragedi ini

*****

Mengapa Tuduhan Terorisme Tak Habis-habis untuk Kami?

22 SEPTEMBER 2006, dini hari, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu menjalani eksekusi mati di Poso, Provinsi Sulawesi Tengah di hadapan regu tembak dari kesatuan Brimob Polda setempat. Mereka menjalani eksekusi mati secara serentak selama kurang dari lima menit mulai pukul 01:10 WITA di sebuah tempat yang masih dirahasiakan di pinggiran selatan Kota Palu. Tibo CS, mengingatkan kasus kerusuhan di Poso Sulawesi Tengah tahun 1999 yang menelan korban pihak Muslim dan Kristen dengan jumlah yang tidak sedikit.

Luka lama yang berumur tidak kurang 14 tahun itu kini mulai muncul kembali seiring berbagai tuduhan miring yang muncul, termasuk tuduhan “teroris”.

Hari Ahad, (14/04/2013), hidayatullah.com mewawancarai tokoh umat dari Poso, Adnan Abdul Rahman Saleh yang juga Ketua Forum Silaturrahmi Umat Islam Poso.

Adnan kebetulan berada di Jakarta guna menghadiri acara diskusi bertopik “Memberantas Terorisme Tanpa Teror & Melanggar HAM” di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat, hari Kamis (11/4/2013).

Ustad Adnan Arsal, demikian ia akrab disapa menceritakan panjang lebar duka mendalam warga Sulawesi Tengah yang menurutnya kini difitnah dengan isu “terorisme”.

“Fitnah teroris yang telah menciptakan ketakutan baru di Poso,“ apa maksudnya? Inilai petikan wawancara pria dengan kelahiran 11 Desember 1967 yang akan dimuat selama empat seri.

***

Apa yang dirasakan warga Poso sejak isu terorisme meledak?

Inilah yang menjadi keresahan umat Islam di Poso. Mengapa tuduhan terorisme ini tidak habis-habis untuk kami? Kami sering bertanya di mana sumber Mabes Polri yang sering mengeluarkan nama-nama Daftar Pencarian Orang (DPO). Ini meresahkan kami, karena dengan adanya DPO-DPO ini seperti pintu untuk melegalkan aparat boleh menangkap tau menyiksa umat Islam di Poso seenaknya.

Isu terorisme di Poso telah membuahkan banyak kasus di mana Densus boleh menembak di tempat bagi orang-orang yang baru diduga pelaku tindak pidana “teroris”. Padahal mereka belum diselidiki, belum bisa dibuktikan bahwa mereka itu pelaku. Tahu-tahu aktivis dakwah ini sudah ditangkap, dikabarkan disiksa bahkan ada yang dibunuh. Inilah hal yang meresahkan kami umat Islam di Poso. Kalau begini caranya, apa artinya bangsa ini sebagai negara hukum?

Bagaimana perasaan umat Islam Poso terhadap stigma teroris yang diberikan kepada umat Islam Poso?

Inilah merupakan tuduhan yang saya anggap sebuah makar pihak penguasa. Para penguasa ini seharusnya melihat latar belakang sejarah mengapa konflik SARA di Poso itu terjadi. Konflik SARA yang terjadi di Poso ini sebenarnya posisi umat Islam justru berada pada pihak yang di dzalimi.

Kita harus lihat masalah Poso itu dari saat awal terjadinya konflik sepuluh tahun yang lalu. Saat itu Konflik SARA di Poso berawal hanya masalah pertengkaran anak muda karena minuman keras. Umat agama lain terlalu berlebihan dalam menyikapi masalah pertengkaran anak muda tersebut. Hanya karena anak muda berkelahi karena minuman keras, umat agama lain mengorganisir serangan ke masyarakat Islam.

Mereka mendatangi kota-kota mayoritas Muslim, dan menyerang sapa saja, termasuk anak-anak sampai orangtua. Dari situlah muncul peristiwa bersejarah yang sering disebut ‘pembantaian kaum Muslim Poso’. Entah mengapa mereka memiliki senjata api dan mengapa pula hal itu didiamkan oleh pihak aparat.

Dari kasus inilah akhirnya muncul reaksi dari umat Islam dengan cara menyerang balik.

Lantas apa yang terjadi?

Ketika kekuatan umat Islam sudah terorganisir dan sangat siap melakukan serangan balik, umat agama lain justru mengadu ke aparat seakan mereka yang di dzalimi. Aparat yang sebelumnya mendiamkan ketika umat agama lain melakukan kekerasan terhadap umat Islam, justru langsung melindungi ketika mereka terdesak. Sungguh aneh, ketika umat agama lain terdesak, justru umat Islam distigmakan “teroris”.

Bagaimana dengan tuduhan adanya “teroris” di Poso?

Ini tidak benar, tidak ada “teroris” di Poso. Kala itu, umat Islam hanya bertahan dari serangan umat agama lain. Muslim Poso tentu tidak bisa diam melihat keluargany, orang tua dan anak-anaknya dibunuhi dan perempuannya diperkosa. Bahkan di sana juga terjadi pelanggaran hak asasi oleh aparat.

Kami jelas tidak terima umat Islam Poso dituduh teroris. Apalagi dikait-kaitkan dengan bom Bali dan gerakan-gerakan pengeboman di Indonesia. Ini jelas mengada-ngada. Poso itu murni konflik sosial yang berubah jadi konflik SARA karena adanya provokasi agama tertentu terlebih dahulu.

Kalau kita mau melihat perilaku “teroris”, justru kaum Muslim diperlakukan secara brutal. Tapi kedzaliman kaum Muslim didiamkan bahkan umat Islam Poso diusir dan dipaksa mengungsi.

Sejak peristiwa konflik Poso pertama, banyak warga Poso mengungsi keluar karena ketakutan. Sementara kaum Muslim yang membela diri dan melindungi keluarganya, justru mendapat stigma negative. Jika tiak kaum Muslim sendiri yang melindungi, siapa lagi yang bisa melindungi diri mereka sendiri?*

-BERITA&ISLAM-

Rep: Thufail al Ghifari
http://www.hidayatullah.com/read/28165/16/04/2013/mengapa-tuduhan-terorisme-tak-habis-habis-untuk-kami?.html

Syirik di Tengah Umat Muslim, Mulai Eyang Subur Sampai Ritual UN


http://putrahermanto.files.wordpress.com/2013/04/syirik.jpg?w=500

(Oleh: Adam Cholil, Pengajar di HSG Khoiru Ummah Gresik)

Perilaku syirik di tengah masyarakat kita sudah menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan anak-anak sekolah sudah diajarkan berbuat syirik. Menjelang UN banyak cara dilakukan agar ujian diberi kelancaran. Mulai doa bersama sampai ritual syirik. Belum lama ini kita juga digemparkan dengan berita Eyang Subur yang telah banyak merugikan orang terutama kalangan selebritis dengan praktek syiriknya. Mereka, para selebritis itu, yang katanya modern ternyata masih suka mendatangi dukun. Dukun-dukun itu seolah-olah menawarkan solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi manusia, mulai dari ekonomi, karir, lulus ujian, sampai rumah tangga. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini banyak orang yang was-was dan bingung dalam menjalani kehidupan. Hal ini tidak terlepas dari dampak krisis ekonomi global yang tengah menggejala. Maka tawaran para penjaja kemusyrikan itu tak pelak menjadi semacam oase ditengah gurun pasir. Tidak sedikit masyarakat yang tengah megap-megap dan kelimpungan menghadapi kondisi hidup yang serba sulit ini kemudian tergiur tawaran yang menjanjikan itu. Dan herannya yang mencoba peruntungan kepada paranormal itu bukan hanya datang dari kalangan awam tetapi juga kalangan berilmu.

Pertanyaannya sekarang adalah, benarkah para tukang ramal dan dukun tersebut dapat memberikan jalan keluar yang baik dari persoalan-persoalan yang tengah menimpa manusia sebagaimana yang mereka gembar-gemborkan? Bagi orang beriman tentu kita harus meyakini bahwa tidak ada yang bisa memberikan jalan keluar yang baik kecuali Allah swt. Dia saja lah yang bisa menyelesaikan masalah-masalah yang menimpa manusia. Allah swt. Berfirman :

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Ath Thalaq, [65]:2)

Dan orang beriman juga harus meyakini bahwa tidak ada yang bisa mendatangkan manfaat atau menolak mafsadat (bencana) terhadap seseorang kecuali jika Allah menghendaki. Dalam hadis riwayat Imam At-Tirmidzi dan dicatat dalam kitab “Az-Zawaajir”, Rasulullah saw. pernah berkata kepada Ibnu Abas: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya jika seluruh manusia berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu maka mereka tidak akan bisa memberi manfaat kecuali apa yang telah ditetapkan Allah untukmu. Dan jika seluruh manusia berkumpul untuk mencelakakanmu maka mereka tidak akan bisa mencelakakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan kepadaMu.” Bagaimana dengan seorang paranormal? Jika berkumpulnya seluruh manusia untuk memberikan manfaat atau menghindarkan bencana yang akan menimpa seseorang saja tidak bisa, apalagi hanya seorang paranormal yang tidak mempunyai kemampuan apa-apa. Logika ini sudah cukup bagi kita untuk tidak percaya 100% kepada para pendusta tersebut.

Orang-orang yang meyakini bahwa ada selain Allah yang bisa memberi kehidupan kepada mereka dan bisa membebaskan mereka dari persoalan maka itu adalah musyrik (menyekutukan Allah). Dalam kitab “Majmu’ Fatawa”, Ibnu Taymiyah berkata: “Siapa saja yang meyakini bahwa berhala itu yang menurunkan hujan dan memberi rizki maka dia telah menyekutukan Allah (musyrik).” Sedangkan perbuatan menyekutukan Allah merupakan dosa yang amat besar yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah swt.

Mereka adalah pendusta

Para dukun dan tukang ramal sesungguhnya mereka tidak pernah bisa mengetahui apa yang akan terjadi pada seseorang. Mereka juga tidak bisa memberikan solusi yang benar terhadap orang yang meminta jalan keluar dari persoalan yang dihadapinya. Sesungguhnya mereka itu adalah para pendusta dan penipu. Apa yang disampaikannya hanya karangan semata. Kalaupun suatu ketika ada satu dari ramalan mereka yang benar dan tepat maka itu hanya kebetulan saja. Karena ada seratus lebih ramalan mereka yang pasti keliru.

Hal tersebut telah disampaikan Rasulullah saw. kepada para sahabat ketika mereka mengatakan; Wahai Rasulullah, mereka (para dukun) menyampaikan kepada kami sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang, dan itu terbukti! Beliau saw. bersabda; “Perkataan tersebut memang benar, karena itu hasil pencurian bangsa jin yang disampaikan kepada para sekutunya (dukun dan peramal), tetapi kemudian mereka mencampurnya dengan 100 kebohongan yang mereka ciptakan sendiri.” (HR. Mutafaq ‘alaih)

Kita pernah mendengar ramalan beberapa paranormal yang sering tampil di media massa yang mengatakan bahwa artis A karirnya di tahun yang akan datang akan menurun sedangkan artis B akan menanjak. Ternyata yang terjadi malah sebaliknya. Tapi banyak masyarakat yang tidak memperhatikan fakta tersebut. Banyak diantara mereka yang tetap saja mempercayainya. Ada juga yang katanya sekedar iseng. Padahal bertanya atau mendatangi dukun dan tukang ramal baik percaya ataupun tidak (sekedar iseng) tetap saja dilarang di dalam Islam. Termasuk yang marak saat ini adalah bertanya kepada paranormal melalui pesan singkat (sms), itu tidak ada bedanya dengan bertanya atau mendatanginya secara langsung. Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ بَرِئَ مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَمَنْ أَتَاهُ غَيْرَ مُصَدِّقٍ لَهُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةً أَرْبَعِينَ لَيْلَةً *

Barangsiapa mendatangi dukun kemudian ia membenarkan apa yang dikatakannya maka ia telah melepaskan diri dari apa yang telah Allah turunkan kepada Muhammad saw (al Qur’an). Dan barangsiapa yang mendatangi dukun tetapi ia tidak membenarkan apa yang dikatakannya maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 malam. (HR. Thabrani)

 

Perbuatan syirik merugikan pelakunya

Perbuatan syirik yang diantaranya adalah mempercayai dukun dan tukang ramal (paranormal) merupakan tindakan yang sangat merugikan diri sendiri baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia dia rugi karena telah menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, maupun biaya dengan sia-sia. Tidak berguna dan rugi karena telah mempercayai suatu kebohongan dan tidak bermanfaat. Sementara di akhirat dia juga akan mendapatkan kerugian yang amat besar berupa hukuman akibat perbuatannya yang telah melanggar larangan Allah swt., Tuhan yang menciptakan dan memberinya kehidupan. Diatara hukuman yang akan mereka terima adalah:

Pertama; Tidak akan diampuni dosanya. Karena dosa syirik termasuk dosa yang sangat besar. Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa,[4]:116)

Kedua; Diharamkan baginya masuk Surga dan akan ditempatkan di Neraka. Allah swt. berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ*

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. Al Maidah,[5]:72)

Ketiga; Tidak akan mendapat syafa’at Rasulullah saw. Diriwayatkan dari Abu Dzar ra. ia berkata, “Suatu malam Rasulullah saw. shalat dan membaca sebuah ayat. Beliau membaca ayat tersebut dalam ruku’ dan sujudnya sampai tiba waktu subuh. Ayat tersebut yaitu:  

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ *

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, Maka Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Maidah, [5]:118)

Ketika tiba waktu subuh aku berkata, “Wahai Rasulullah, tidak henti-hentinya engkau membaca ayat ini sampai datang waktu subuh, engkau membaca ayat tersebut dalam ruku’ dan sujud?” Beliau bersabda; “Sesungguhnya aku memohon kepada Tuhanku yang Maha Mulia lagi Maha Agung, agar Dia memberi syafaat kepada umatku, kemudian Dia mengabulkannya. Insya Allah syafaat tersebut akan didapatkan oleh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.” (HR. Ahmad, seperti dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya)

 

Penutup

Jadi, apa gunanya kita melakukan sesuatu yang sebenarnya justru akan merugikan dan membahayakan kita baik di dunia maupun di akhirat. Jika kita berpikir menggunakan akal sehat, maka kita tentu lebih memilih sesuatu yang dapat menguntungkan dan membawa manfaat bagi kita baik di dunia dan akhirat. Hal itu hanya akan kita dapati dengan beriman kepada Allah swt., tidak menyekutukannya, dan yakin bahwa hanya Dia lah yang memberikan kehidupan dan dapat menyelesaikan segala persoalan yang kita hadapi. Doa kita yang dipanjatkan setiap hari adalah; “Robbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan jagalah kami dari siksa neraka.” Doa ini sudah cukup untuk menyelesaikan segala masalah yang kita hadapi. Ini yang diajarkan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Masihkah kita akan mencari yang lain selain Allah? Semoga tidak! Wallahu waliyyut taufiq wailaihi uniib.

sumber : http://www.eramuslim.com/berita/analisa/syirik-di-tengah-kita-mulai-eyang-subur-sampai-ritual-un.htm#.UWzGFErLsSl

Liam Neeson : Bergetar Mendengar Adzan di Turki


Bintang Hollywood Liam Neeson , pemeran utama Film Gray, the A Team, Taken 1, Taken 2 , dan beberapa film Box Ofice Hollywood mempertimbangkan melepaskan keyakinan Katolik dan menjadi seorang Muslim.

Aktor yang telah berusia 59 tahun, ia mengaku merasakan kekuatan Islam “memasuki  ke dalam batinnya ” saat ia melakukan syuting film Taken 2 di kota Istanbul Turki.

Dia mengatakan: “Panggilan sholat (Adzan) yang  terjadi lima kali sehari selama seminggu pertama itu membuatnya gila.Minggu kedua, lantunan adzan itu memasuki dan terasa di bawah kulitnya. Pada minggu ketiga, rasanya saya tidak bisa hidup tanpa (Adzan) nya. Ini benar-benar menjadi suatu hipnotis dan sangat, sangat berpengaruh bagi saya ,  sangat, sangat istimewa, sangat indah. ”

Kemudian ia beli CD  nyanyian Islam, yang ia memakai dan mendengarkannya sebelum tidur untuk membantunya tidur.

“Ada 4.000 masjid di kota Istambul . Beberapa dari masjid itu sungguh menakjubkan dan itu benar-benar membuat saya berpikir ingin menjadi seorang Muslim. ”

Liam dibesarkan di Irlandia Utara sebagai anak dari keluarga Katolik yang taat dan ia diberi nama oleh pendeta setempat.

Tapi bintang Hollywood tersebut- ditinggal oleh istrinya Natasha Richardson yang meninggal  dalam usia 45 tahun dalam kecelakaan ski pada tahun 2009 – telah berbicara tentang kondisi imannya.

Dia berkata: “Saya dibesarkan sebagai seorang Katolik tapi saya selalu berpikir setiap hari dan bertanya kepada diri sendiri, secara tidak sadar, apa yang kita lakukan di planet ini? Apa maksud dari semuanya itu?

Tapi sayangnya, hingga saat ini Liam Neeson  masih belum menyatakan memeluk Islam, semoga saja hidayah itu datang kembali dan tidak di sia siakan olehnya…Aamiin.

sumber : http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/liam-neeson-bergetar-mendengar-adzan-di-turki.htm#.UWejRje5_Yc

Muslims in Greece are ethnic Greeks


A Group of Turkish Speaking Moslems live in Western Thrace
 
The indigenous Muslim population in Greece is not homogeneous, since it consists of different ethnic, linguistic and social backgrounds which often overlap. The Muslim faith is the creed of several autochthonous ethnic groups living in the present territory of Greece, namely the Pomaks, ethnic Turks, certain Roma groups, and Greek Muslims, who converted mainly in the 17th and 18th centuries. The country’s Muslim population decreased significantly as a result of the 1923 population exchange agreement between Greece and the new Turkish Republic, which also uprooted approximately 1.5 million Greeks from Asia Minor.

The term Muslim minority (Μουσουλμανική μειονότητα Musulmanikí mionótita) refers to an Islamic religious, linguistic and ethnic minority in western Thrace, a part of north-east Greece. In 1923, under the terms of the Treaty of Lausanne, the Muslims living in Greece were required to immigrate to Turkey; whereas, the Christians living in Turkey were required to immigrate to Greece in an “Exchange of Populations“. The Muslims of Thrace and the Christians of Istanbul and the islands of Gökçeada and Bozcaada (Imvros and Tenedos) were the only populations not exchanged. For more information on this community, see Muslim minority of Greece.

According to most estimates,[2][3] about half of the autochthonous Greek Muslims consider themselves ethnically Turkish. The rest are Slavic speaking Pomaks and Roma. Relics of the Ottoman Empire, this community resides mainly in Western Thrace, where they were allowed to remain under the terms of the 1923 Treaty of Lausanne. In the town of Komotini, it makes up almost 40 percent of the total population, whereas in the town of Xanthi it makes up 23 percent of the population.

There is also a small Muslim community in some of the Dodecanese islands which, as part of the Italian Dodecanese of the Kingdom of Italy between 1911 and 1947, were not subjected to the exchange of the population between Turkey and Greece in 1923. They number about 3,000, most of whom espouse a Turkish identity and speak Turkish. The community is strongest in the city of Rhodes and on the island of Kos (in particular the village of Platanos).[4]

The Pomaks are mainly located in compact villages in Western Thrace‘s Rhodope Mountains. While the Greek Roma community is predominantly Greek Orthodox, the Roma in Thrace are mainly Muslim.

Estimates of the recognized Muslim minority, which is mostly located in Thrace, range from 98,000 to 140,000 (between 0.9% and 1.2%), while the immigrant Muslim community numbers between 200,000 and 500,000.[5] Albanian immigrants to Greece are usually associated with the Muslim faith, although most are secular in orientation.[6]

 
 They do not look very well off  
 
 
 
 They are normally a part of the Balkan Culture  
 
 
 They are traditional  
 
 
This is not a snapshot from
an Emir Custurica film
 
 
 
These people are obviously under the influence of some
strict religious
leaders.
 
 
 
 
They have great sense of humour  
 
They pray on Friday at noon  
 
 
 
These people seem isolated from the rest of Greece.  
 
 
 The latest fashion  
 
 
 They make their living on Agricultural activities  
 

Surat Malcomn X dari Makkah : Saya Berjuang untuk Hidup Sebagai Muslim Sunni Sejati


Rasa haru, persaudaraan, kemurahan hati dan tidak mementingkan diri sendiri yang dirasakan Malcolm X di kota Makkah saat melaksanakan ibadah haji, membuka mata hatinya tentang semangat Islam yang sebenarnya. Dalam buku autobiografi yang ditulisnya bersama Alex Haley, Malcolm menulis, “Karena pencerahan spiritual dimana saya mendapatkan rahmat untuk mengalaminya setelah melaksanakan ibadah haji ke kota Mekkah, saya tidak lagi membiasakan melempar dakwaan kepada ras manapun. Sekarang, saya berjuang untuk hidup sebagai seorang Muslim Sunni sejati. Saya harus mengulangi bahwa saya bukan seorang rasis dan bukan pula seorang yang menganut prinsip rasisme. Saya nyatakan dengan ketulusan hati bahwa saya tidak berharap apa-apa kecuali kebebasan, keadilan dan persamaan, kehidupan, kemerdekaan serta kebahagiaan untuk semua orang,”

Dalam buku Autobiography of Malcolm X, Malcolm X atau nama Islamnya Malik al-Shabazz mengungkapkan kesan-kesannya melaksanakan ibadah haji di tanah suci dalam surat yang ditujukan ke asistennya di Harlem. Surat itu ia kirim dari Mekkah pada bulan April 1964. Berikut isi suratnya:

Saya tidak pernah menyaksikan keramahtamahan yang begitu tulus dan semangat kebersamaan yang begitu besar, seperti yang dilakukan oleh umat manusia dari berbagai warna kulit dan ras di kota suci ini, rumah dari Ibrahim, Muhammad dan nabi-nabi lainnya yang disebut dalam kita suci Al-Quran. Dalam beberapa minggu yang saya lewati, saya benar-benar kehilangan kata-kata dan terpesona dengan keagungan yang saya saksikan di sekitar saya yang dilakukan oleh umat manusia dari berbagai bangsa. Saya beruntung bisa berkunjung ke kota suci Mekkah; Saya sudah melakukan tawaf keliling Ka’bah 7 putaran, dipimpin oleh seorang Mutawwaf (pembimbing) muda bernama Muhammad; Saya minum air dari sumur air Zamzam; Saya lari 7 kali bolak-balik dari bukit Safa ke bukit Marwa; Saya berdoa di kota tua Mina dan Saya berdoa di pegunungan Arafah.

Di sana ada puluhan ribu jemaah haji dari seluruh dunia. Mereka berasal dari berbagai warna kulit dari yang bermata biru, pirang sampai yang berkulit hitam dari Afrika. Namun mereka semua melakukan ritual yang sama, menunjukkan semangat persatuan dan persaudaraan yang dari pengalaman saya di Amerika telah membuat saya percaya bahwa hal semacam ini tidak akan pernah terjadi antara kulit putih dan non kulit putih. Amerika perlu memahami Islam, karena Islam adalah agama yang menghapuskan masalah rasa di kalangan pemeluknya. Dari seluruh perjalanan yang pernah saya lakukan ke dunia Islam, saya bertemu, bicara dan bahkan makan bersama dengan orang-orang yang di Amerika akan dianggap sebagai orang kulit putih-namun sikap sebagai orang kulit putih telah dihilangkan dari pikiran mereka oleh agama Islam.

Saya tidak pernah menyaksikan sebelumnya, ketulusan dan rasa persaudaraan sejati yang dilakukan oleh orang-orang dari berbagai warna kulit bersama-sama, mereka mengabaikan warna masing-masing. Kamu mungkin akan sangat terkejut dengan kata-kata saya ini. Tapi dalam pelaksanaan ibadah haji, apa yang saya lihat dan saya alami, memaksa saya untuk menyusun kembali banyak dari pola pikir yang saya anut sebelumnya dan membuang sejumlah kesimpulan yang buat di masa lalu. Ini tidak terlalu sulit buat saya. Disamping pendirian saya yang kuat, saya selalu menjadi orang yang berusaha menghadapi kenyataan dan menerima kenyataan hidup sebagai pengalaman baru dan pengetahuan baru yang terbentang. Saya selalumenjaga untuk tetap terbuka, yang merupakan hal pentinguntuk bersikap fleksibel agar berjalan bersisian dengan setiap bentuk pencarian untuk mendapatkan kebenaran.

Selama 7 hari yang saya lewati di sini, di negara Islam ini, saya makan bersama dari piring yang sama, minum dari gelas yang sama dan tidur di karpet yang sama-ketika berdoa pada Tuhan yang sama-dengan saudara-saudara sesama Muslim, yang matanya lebih biru dari yang biru, yang rambutnya lebih pirang dari yang piran dan kulitnya lebih putih dari yang putih. Dan dalam perkataan dan perbuatan Muslim berkulit putih itu, saya merasakan ketulusan yang sama seperti yang saya rasakan ketika berada di antara Muslim berkulit hitam yang berasal dari Nigeria, Sudan dan Ghana.

Kami benar-benar menjadi satu saudara-karena keimanan mereka pada satu tuhan telah menghapus pemikiran bahwa mereka orang kulit putih, baik dari sikap maupun tingkah laku mereka. Apa yang saya lihat dari pengalaman ini, bahwa mungkin jika orang kulit putih Amerika bisa menerima ke-Esa-an Tuhan, maka mungkin mereka juga bisa menerima bahwa semua umat manusia adalah sama-dan berhenti melakukan tindakan, menghalangi dan membahayakan orang lain hanya karena ‘perbedaan’ warna kulit. Dengan wabah rasisme di Amerika yang sudah seperi kanker yang tidak bisa dicegah, kemudian apa yang disebut hati ‘Orang Kristen’ kulit putih Amerikaselayaknya lebih bisa menerima sebuah solusi yang sudah terbukti untuk mengatasi masalah-masalah destruktif itu. Mungkin ini sudah saatnya melindung Amerika dari bencana yang makin dekat-kerusakan yang sama yang dialami negara Jerman akibat rasisme yang pada akhirnya menghancurkan bangsa Jerman sendiri.

Setiap jam, di sini, di kota suci membuat saya belajar untuk memiliki wawasan spiritual yang lebih besar terhadap apa yang terjadi di AS antara orang kulit putih dan kulit hitam. Orang Negro Amerika tidak bisa disalahkan atas rasa dendam rasial mereka-mereka hanya bereaksi atas rasisme yang dilakukan warga kulit putih Amerika secara sadar selama hampir empat ratus tahun. Tapi seiring dengan rasisme yang mengarahkan Amerika ke jalan bunuh diri, saya tetap yakin, di akademi-akademi dan universitas-universitas, akan terlihat tulisan-tulisan tangan di dinding-dinding dan banyak di antara mereka yang akan berubah ke jalan spiritual yang sebenarnya-satu-satunya jalan yang menjadikan Amerika untuk terhindar dari bencana akibat tindakan rasisme yang tidak bisa dihindari akan menimbulkan bencana itu.

Saya tidak pernah merasa sedemikian terhormat. Saya tidak pernah merasa begitu rendah hati dan merasa tidak berharga. Siapa yang akan percaya akan rahmat yang telah dilimpahkan pada seorang Negro Amerika? Beberapa malam yang lalu, seorang laki-laki yang di Amerika akan disebut kulit putih, seorang diplomat PBB, seorang duta besar, seorang penasehat raja, memberikan ruangan suite hotelnya pada saya, tempat tidurnya. Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya, bahka bermimpi bahwa saya akan menerima kehormatan semacam itu-kehormatan yang di Amerika akan dipersembahkan hanya untuk seorang Raja, bukan seorang Negro.

Segala puji bagi Allah, seru sekalian alam.
Hormat Saya,
Al-Hajj, Malik al-Shabazz (Malcolm X)

(Sumber: IslamOnline)

Tuanku Nan Renceh Penegak Syariat Islam di Ranah Minang


PANGLIMA kaum paderi yang tegas dan penuh wibawa. Berhasil melaksanakan pemurnian Islam ke setiap nagari di Ranah Minang, sampai-sampai kewajiban menunaikan shalat dikontrol sangat ketat

Kejayaan Islam di Ranah Minang (Sumatera Barat) pernah mencapai puncaknya ketika kaumpaderi (ulama) dipimpin oleh ‘Abdullah Tuanku Nan Renceh. Kekuasaannya menghunjam sampai lembaga pemerintahan nagari yang diberi hak otonom oleh Kerajaan Minangkabau. Kerajaan tersebut kala itu berpusat di Pagaruyung.

Pusat kekuasaan kaum paderi sendiri berada di teritorial Luhak (Kabupaten) Nan Tuo, yakni Luhak Agam, Tanah Datar, dan Luhak Nan Limopuluah Dikoto. Atau, seluas wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Kabupaten 50 Kota sekarang.

Pada masa itu, kaum paderi benar-benar memegang kendali pemerintahan dan kemasyarakatan untuk mengamalkan syariat Islam. Kondisinya tak jauh berbeda ketika jazirah Arab bangkit dengan dakwah pemurnian yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1787).

Sejarah kelahiran pergerakan kaum paderi di Ranah Minang memang tak dapat dilepas dari pergerakan Dakwah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahab  di jazirah Arab. Pergerakannya berawal pada tahun 1802 ketika “Tiga Serangkai” pulang dari Makkah, yakni Haji Miskin dari Pandai Sikek (Pandai Sikat) Luhak Agam, Haji Muhammad Arief dari Sumanik, Luhak Tanah Datar (dikenal dengan Haji Sumanik), dan Haji Abdurrahman dari Piobang, Luhak Limopuluah Dikoto (dikenal dengan Haji Piobang). Ketiganya dikenal dengan sebutan Haji Nan Tigo. Mereka mendalami ajaran Syekh Muhammad Bin Abdul Wahab  saat belajar di tanah suci Makkah hampir 10 tahun lamanya.

Panglima Paderi

‘Abdullah adalah putra dari Incik Rahmah, pemuka suku Koto Nagari Kamang Mudik, yang lahir di Jorong Bansa, Nagari Kamang Mudik, Luhak Agam, tahun 1762. Sejak kecil, Abdullah senantiasa giat memperdalam ilmu agama.

Ia merasa tidak cukup hanya belajar pada guru mengaji tingkat nagari sebagaimana tradisi anak muda seusianya kala itu. Abdullah melakukan terobosan dengan belajar di kampung lain, tepatnya di surau Tuanku Tuo di Cangkiang, Luhak Agam.

Tamat dari pendidikan model surau, ‘Abdullah masih belum merasa puas. Dia bukannya kambali ke kampung halaman, tetapi meneruskan perjalanan ke Ulakan, Padang Pariaman.

Hampir lima tahun menuntut ilmu, barulah ‘Abdullah kembali ke Jorong Bansa. Begitu sampai di kampung, ‘Abdullah mendengar kabar ada ulama besar di Pandai Sikek yang baru pulang dari Makkah. Namanya Haji Miskin. ‘Abdullah yang saat itu baru tiba di rumah langsung saja berangkat ke Pandai Sikek.

Sesampai di sana, betapa kecewanya ‘Abdullah karena Haji Miskin tak ditemukan. Dia lebih kecewa lagi ketika mengetahui bawa Haji Miskin yang baru pulang itu hanya sebentar berada di Pandai Sikek. Ternyata tokoh yang ia buru itu harus pergi lagi karena dakwahnya tak diterima oleh masyarakat kampungnya sendiri.

Bagi ‘Abdullah, kabar “diusirnya” Haji Miskin justru membuat penasaran. Pikirnya, kalaulah apa yang dibawa Haji Miskin tak terlalu istimewa, tentulah perlawanan dari orang kampung sendiri tidak sehebat itu.

Ternyata benar. Begitu ketemu Haji Miskin di tempat pengungsiannya, Nagari Ampek Angkek (Empat Angkat), Abdullah mendapat pelajaran tentang pemurnian gerakan Islam. Ajaran ini sama dengan yang digerakan dakwah Syekh Muhammad Bin Abdul Wahab di jazirah Arab.

Haji Miskin memberikan pengajian secara berkesinambungan, dibantu oleh dua karibnya yakni Haji Piobang dan Haji Sumanik. Lalu, bergabung pula beberapa tokoh Islam lainnya, seperti Tuanku Kubu Sanang, Tuanku Lintau, Tuanku Ladang Laweh (Ladang Luas), Tuanku Dikoto Padang Lua (Padang Luar), Tuanku Galung, Tuanku Dikoto Ambalau, dan Tuanku Dilubuk Aua (Lubuk Aur). Mereka masing-masing adalah ulama di kampungnya.

Para ulama itu kemudian berbai’at kepada Haji Miskin untuk melancarkan gerakan penegakan syariat Islam yang mereka beri nama gerakan kaum paderi. Mereka ini kemudian dikenal sebagai Dewan Pimpinan Paderi dengan julukan “Harimau Nan Salapan” (Harimau yang Delapan). ‘Abdullah ditunjuk sebagai pimpinan merangkap panglima perang dengan gelar Tuanku Nan Renceh Al-Mujaddid. Sementara Haji Miskin diangkat sebagai hakim.

Menurut Angga Parlindungan dalam bukunya Tuanku Rao, gerakan Paderi pimpinan Nan Renceh adalah gerakan sistemik dengan angkatan perang yang mirip angkatan perang Turki. Memang, Nan Renceh beberapa kali mengirimkan beberapa prajurit terbaiknya untuk belajar bertempur di Kesultanan Turki.

Kala itu ilmu peperangan Kesultanan Turki sudah maju. Pasukan Jenitsar Cavalary Turki pernah menghalau dan menghancurkan tentara Napoleon Bonaparte. Di antara tentara paderi yang dikirim tersebut adalah Tuanku Kulawat. Ia malah sempat berperang bersama tentara Turki melawan tentara Napoleon tahun 1809 sampai 1812. Kemudian, Tuanku Gapuak (1809-183), Tuanku Rao (1812-1815), dan Tuanku Tambusai (1817-1821).

Perjuangan kaum paderi, seperti dicatat oleh Haji Piobang, memiliki tiga target fase. Pertama, jangka tujuh tahun sudah harus merebut seluruh pulau Andalas dan Semenanjung Malaya. Kedua, jangka tiga tahun kemudian sudah harus merebut kekuasaan di Pulau Jawa dan pulau-pulau kecil di timurnya. Ketiga, merebut seluruh tanah Jawi (Nusantara), kemudian bekerjasama dengan pasukan Dato’ Haji Onn. Pasukan yang terakhir ini kabarnya sudah berhasil merebut kekuasaan di Filipina Selatan, Kalimantan Utara, dan Kepulauan Sangihe.

Tegas Tegakkan Hukum Islam

Selama masa kepemimpinan ‘Abdullah Tuanku Nan Renceh (1762-1825), menurut sejarawan Ampera Salim, kaum paderi berhasil melaksanakan pemurnian Islam dan masuk ke setiap ruang lingkup pemerintahan nagari. Sampai-sampai kewajiban menunaikan shalat dalam kehidupan masyarakat setiap nagari dikontrol dengan sangat ketat.

Usai shalat Shubuh di surau-surau, Nan Renceh menurunkan Laskar Paderi keliling kampung. Mereka bertugas memeriksa batu tapakan yang sudah disediakan di setiap pintu masuk rumah penduduk. Apabila batu itu basah, diketahuilah bahwa penghuni rumah sudah melaksakan shalat Shubuh. Tapi bila tidak, penghuni rumah akan langsung diinterogasi.

Andai belum shalat karena tertidur, maka diperintahkan segera menunaikan shalat. Bila tiga kali didapati tidak juga menunaikan shalat–ditandai dengan batu tapakan yang tidak basah–maka penghuni rumah harus bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi bila kemudian terbukti meninggalkan shalat kembali, maka penghuni rumah harus meninggalkan nagari.

Nan Renceh juga berhasil membudayakan pakaian jubah putih bagi laki-laki dan kerudung bagi perempuan. Bagi mereka yang akan dipilih menjadi wali nagari (kepala pemeritahan nagari) harus mampu menjadi imam shalat berjamaah.

Hukum Islam yang ditegakkan kaum Paderi dalam masa kepemimpinan Nan Renceh sangat tegas dan berwibawa. Ampera Salim juga menyebutkan, pernah suatu kali etek (adik ibu/ayah) Nan Renceh sendiri tak mengindahkan aturan yang diberlakukan Pemerintah Negara Darul Islam Minangkabau. Dia enak saja meneruskan kebiasaan minum tuak dan menghisap candu.

Memang, orang dekat Nan Renceh, yakni Hassan Nasution, pernah menegur si etek agar menghentikan kebiasaannya. Tapi dia tetap menolak. Bahkan ketika ditawarkan agar diungsikan ke Kuantan, si etek tegas-tegas menolak.

Demi tegaknya wibawa hukum Islam, si etek divonis hukuman mati. Eksekusi dilakukan dengan pedang oleh Haji Idris dan Haji Hassan. Kejadian ini berlangsung dalam tatapan tenang seorang Tuanku Nan Renceh. Baginya, penegakan wibawa hukum Islam lebih peting daripada saudara sendiri yang mengingkarinya. Pada saat ini media online recehan seperti http://www.merdeka.com/ kepunyaan Syiah sedang gencar-gencarnya memfitnah wahabi dan ini berimbas pada perbuatan mereka merekayasa sejarah perang paderi dengan penuh fitnah keji sekaligus memfitnah Pahlawan Nasional indonesia Tokoh Pejuang Minangkabau yaitu Almarhum Imam Bonjol sehingga meracuni pemikiran umat muslim indonesia yang bermazhab sunni pada umumnya */Dodisahid 

Sumber: http://hidayatullah.com
Red: Panji Islam

“Wahabi”, Black Propaganda dan Aroma “Syiah Rafidhah” Pada Merdeka.Com


Oleh: AM Waskito

DI POJOK kawasan Tebet, bermarkas sebuah media online, namanya Merdeka.com. http://www.merdeka.com/   . Media apa ini ya? Ia media online umum yang memuat aneka macam berita, mulai dari politik, kasus sosial, gossip artis, gaya hidup, olah-raga, otomotif, bisnis, dan lain-lain. Pokoknya sejenis media online umum, tanpa ciri keislaman tertentu.

Tetapi anehnya, media online yang koordinator liputannya bernama Anwar Khumaini ini sepertinya memiliki kavling khusus untuk membahas isu-isu seputar “Wahabi” dari perspektif orang-orang yang anti “Wahabi”. Banyak artikel yang berbicara tentang isu “Wahabi” dengan nada nyinyir, ketus, stigmatif, dan semacam black propaganda.

Uniknya, berita-berita instan dari Merdeka.com menjadi rujukan banyak orang untuk memandang isu “Wahabi”. Dalam sebuah perdebatan dengan seorang penganut Syiah, dia merujuk berita dari situs online itu. Di forum Facebook ada yang memberikan link ke sumber yang sama. Melalui email juga ada yang memberikan link ke situs tersebut.

Di sini terasa dilematik. Kalau kita anggap besar situs Merdeka.com ini, nanti akan menjadi promo tersendiri. Tetapi kalau didiamkan saja fitnah-fitnah atau black propaganda yang disebarkan, itu juga tidak benar. Mungkin sekali waktu kita perlu mengingatkan kaum Muslimin akan bahaya situs “recehan” semacam ini.

Salah satu artikel yang dimuat dalam situs itu judulnya: “Persekongkolan Bedebah Wahabi dan Bani Saud.” Dari model judulnya saja, kita bisa mencium aroma permusuhan layaknya kaum Syiah Rafidhah di balik tulisan ini.

Syiah Rafidhah dunia memang merasa perlu untuk memerangi dakwah Salafiy sebab mereka ini dianggap sebagai musuh paling sengit bagi Syiah Rafidhah. Agenda Syiah Rafidhah untuk menguasai negeri-negeri Muslim akan selalu terhalang, selama masih bercokol “Wahabi” disana.

Sayyid M. Saidi, seorang tokoh Syiah Iran, pernah terus-terang menunjukkan kebenciannya kepada “Wahabi”. Dia mengatakan: “Kami menghormati semua mazhab Islam kecuali Wahabi karena mereka menentang dialog ilmiah, logis dan argumentatif. Mereka membunuh Muslim tak berdosa dan merusak masjid-masjid dengan mengatasnamakan Islam. Pesan kami kepada kaum Wahabi adalah jika mereka memiliki dalil untuk membuktikan kebenaran mereka, maka sampaikan kepada orang lain sesuai dengan logika, prinsip-prinsip, dan argumentasi, bukan dengan radikalisme dan pembunuhan massal.” (hidayatullah.com, 23 September 2013).

Omongan sejenis ini kan tidak ada buktinya kalau dikaitkan dengan tulisan-tulisan stigma yang terus diproduksi oleh kaum Syiah seputar isu “Wahabi dan Saudi”.

Secara teori, mereka seperti pro dialog ilmiah dan argumentatif; tetapi secara kenyataan mereka menghalalkan penghancuran Ahlus Sunnah secara massif di negeri-negeri Muslim, seperti di Iran, Iraq, Suriah, Afghanistan, dan lain-lain.

Sayyid Husein Al Mausawi, tokoh ulama Syiah yang bertaubat, mereka bunuh. Dr. Ihsan Ilahi Zhahir asal Pakistan yang sangat anti Syiah, juga mereka bunuh. Banyak ulama/da’i Ahlus Sunnah juga mereka bunuh, pasca Revolusi Khomeini tahun 1979.

Kembali ke artikel Merdeka.com di atas. Di sana dijelaskan beberapa poin, antara lain:

Muhammad bin Abdul Wahhab (sering dinisbatkan pendiri “Wahabi”) oleh gurunya disebut bodoh, arogan, suka melawan; Muhammad bin Abdul Wahhab menjalin aliansi dengan Muhammad bin Saud, aliansinya berlaku sampai sekarang; Kerajaan Saudi menyokong penyebaran dakwah “Wahabi” US$ 2 miliar setiap tahun; dan menyebutkan beberapa pendapat sumir dari sebagian ulama-ulama “Wahabi”.

Gaya tulisan demikian persis sekali seperti model tulisan Idahram lewat buku-bukunya. Tidak ada niat dialog atau diskusi, selain menyebarkan propaganda hitam belaka.

Nanti ujungnya mempromokan akidah Syiah Rafidhah; supaya umat manusia kembali ke zaman penyembahan manusia kepada manusia lainnya (baca: imam dan ulama Syiah), setelah Allah anugerahkan Tauhid kepadanya. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Pendapat-pendapat yang sumir harus dilihat konteksnya secara lengkap, tidak bisa “main crop” begitu saja. Ada kaidah yang berlaku, bahwa pendapat yang mengandung syak (keraguan) harus dipulangkan ke pendapat yang tsabit (teguh).

Kemudian tentang tuduhan bahwa Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah itu bodoh, arogan, keras kepala. Ya, tergantung siapa yang memandang. Seorang ulama biasanya gurunya banyak; bisa puluhan, bisa ratusan. Kalau ada satu guru yang mencela, mungkin guru-guru yang lain memuji.

Lalu aliansi Muhammad bin Abdul Wahhab dengan Muhammad Al Saud pada tahun 1744 terus berlaku sampai sekarang. Hal ini dipertanyakan, sebab Kerajaan Saudi itu sifatnya jatuh-bangun hingga tiga kali.

Ketika Saudi Jilid I dilenyapkan, maka semua perjanjian yang berlaku saat itu otomatis berakhir. Begitu juga ketika Saudi Jilid II dilenyapkan, maka perjanjian-perjanjian di dalamnya juga berakhir.

Sebenarnya, dukungan Kerajaan Saudi kepada dakwah “Wahabi”, hal ini semata karena kesadaran mereka saja (atau pertimbangan politik karena melihat besarnya pendukung dakwah Salafiy di Saudi). Jadi tidak mesti dikaitkan dengan aliansi 1744 tersebut, sebab bukan rahasia lagi bahwa seringkali terdapat perbedaan persepsi antara ulama “Wahabi” dengan kebijakan kerajaan.

Sedangkan nilai dukungan Kerajaan Saudi hingga US$ 2 miliar (setara Rp. 18 triliun) per tahun; ya itu perlu dijelaskan kalkulasi keuangannya secara rinci, tidak bisa “main teplok” begitu saja.

Mungkin situs Merdeka.com mau berbagi kepada masyarakat tentang kalkulasi keuangan yang mereka ketahui. Termasuk juga mereka perlu membuat perbandingan kalkulasi keuangan anggaran-anggaran dari Iran untuk membiayai dakwah Syiah Rafidhah di Indonesia. Kalau mau fair, begitu kan?

Ya akhirnya, black propaganda seputar dakwah “Wahabi” ini perlu kita jawab dengan komitmen “Laa ilaha illallah” yaitu untuk menghidupan peradaban Tauhid dan membersihkan dunia dari segala bentuk paganisme (kemusyrikan); dan “Muhammad Rasulullah” yaitu menghidupkan Sunnah Nabi Saw dan menjauhi ajaran-ajaran bid’ah yang berpotensi merusak Sunnah-nya. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.*

AM Waskito, penulis buku “Bersikap Adil Kepada Wahabi”

Red: Cholis Akbar

sumber : http://www.hidayatullah.com/read/27994/04/04/2013/

7 Negara Eropa Dengan Populasi Muslim Terbanyak


Berikut ini adalah 7 Negara di Wilayah Eropa dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak, mulai dari Alzerbaijan yang 99 % penduduknya muslim…

1. Azerbaijan
99% MUSLIM

Republik Azerbaijan adalah sebuah negara di Kaukasus di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya. Azerbaijan adalah negara sekuler dan telah menjadi anggota dari Dewan Eropa sejak 2001. Mayoritas populasi adalah Muslim Syiah dan turunan Turki barat, dikenal sebagai Azerbaijani, atau singkatnya Azeri. Negara ini resminya demokrasi, namun dengan peraturan otoritas kuat. Jumlah penduduk Azerbaijan saat ini ialah 8.372.373 jiwa. Sekitar 99% dari populasi adalah Muslim. Mayoritas kaum Muslim di negeri ini adalah Muslim Syiah, dan Azerbaijan adalah negeri kedua dengan persentase pemeluk Syiah di dunia setelah Iran.

2. Turki
96% MUSLIM

Republik Turki adalah sebuah negara besar di kawasan Eurasia. Wilayahnya meliputi wilayah Eropa Tenggara dan Asia Barat. Turki adalah sebuah republik konstitusional yang demokratis, sekuler, dan bersatu. Turki telah berangsur-angsur bergabung dengan Barat sementara di saat yang sama menjalin hubungan dengan dunia Timur. Negara ini merupakan salah satu anggota pendiri PBB, Organisasi Konferensi Islam (OKI), OECD, dan OSCE, serta negara anggota Dewan Eropa sejak tahun 1949, dan NATO sejak tahun 1952. Sejak tahun 2005, Turki adalah satu-satunya negara Islam pertama yang berunding menyertai Uni Eropa, setelah merupakan anggota koalisi sejak tahun 1963.

Berdasarkan sensus 2009, penduduk Turki berjumlah 72.561.312 jiwa. Penduduknya terdiri dari etnis Turk (76%), Kurdi (15,7%), dan lainnya (8,3%). Agama yang dipeluk oleh penduduk Turki ialah Islam (96%), Agnotis (2,3%), Atheis (0,9%), Kristen (0,6%), dan sisanya memeluk agama lain. Umat Muslim Turki sendiri terdiri dari 82% Sunni Hanafi, 9.1% Sunni Shafi’i, dan 5.7% Alevi.

3. Kosovo
90% MUSLIM

Kosovo adalah sebuah negara republik yang secara de facto merdeka, terletak di sebelah tenggara Eropa. Sebelumnya, Kosovo adalah sebuah provinsi di Serbia di bawah administrasi PBB, namun pada 17 Februari 2008 Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan secara sepihak. Dua agama utama di Kosovo adalah Islam dan Kristiani. Muslim terdiri dari 90% populasi Kosovo.

4. Kazakhstan
70,2% MUSLIM

Kazakhstan adalah sebuah negara Antarbenua yang sebagian besar wilayah termasuk dalam kawasan Asia Tengah dan sebagian kecil lainnya termasuk dalam kawasan Eropa Timur. Jumlah penduduk Kazakhstan berkisar 15.753.460 jiwa. 70.2% penduduk Kazakhstan beragama Islam, 26.2% Kristiani, dan 3.6% lainnya.

5. Albania
70% MUSLIM

Albania adalah sebuah negara yang terletak di Eropa bagian tenggara. Penduduk Albania merupakan keturunan non-Slavia, kelompok suku non-Turki yang dikenal sebagai Illyria, yang datang di Balkan sekitar 2000 SM. Penduduk Albania modern tetap membedakan antara Gheg (suku utara) dan Tosk (suku selatan). Perkiraan jumlah penduduk Albania yaitu 3,195,000 jiwa. Menurut CIA World Factbook, 70% penduduk Albania memeluk Islam, 20% Orthodoks, dan 10% Katolik Roma.

6. Bosnia-Herzegovina
47% MUSLIM

Bosnia dan Herzegovina adalah sebuah negara di semenanjung Balkan di selatan Eropa seluas 51.129 km² (19.741 mil2) dengan jumlah sekitar empat juta penduduk. Negara ini didiami oleh tiga kelompok etnik yang utama: Bosnia, Serbia dan Kroasia. Penduduk Bosnia terdiri dari pemeluk agama Islam (47%), Orthodoks (34%), Katholik Roma (13%), dan lainnya (1%). Pemeluk agama Islam sebagian besar berasal dari etnis Bosnia. Agama Ortodoks dipeluk oleh orang etnis Serbia, sedangkan etnis Kroasia memeluk Katolik Roma.

7. PERANCIS
4% MUSLIM

Jumlah penduduk Perancis pada 2007 sebesar 61.045.000 jiwa. Penduduk Perancis terdiri dari umat Kristen (54%), tak beragama (31%), Islam (4%), Buddha (1.2%), Yahudi (1%), agama lainnya (10%). Meskipun dihuni oleh mayoritas umat Kristiani, Perancis adalah negara Eropa dengan jumlah penduduk Muslim terbesar. Pada tahun 2007, jumlah orang Muslim di Perancis sekitar 7 juta jiwa. Sebagian besar dari kaum Muslim Perancis ialah imigran. Mereka datang dari Aljazair (1,550,000 jiwa), Maroko (1,000,000), Tunisia (350,000), Turki (315,000), Sub-Saharan Africa (250,000), Timur Tengah (100,000), Asia (Pakistan dan Bangladesh) (100,000), dll.

http://hilarios.getgoo.us/

Image

Muslims Are Not Terrorist


Muslims Are Not Terrorist

Image

SAVE ROHINGYA MUSLIM FROM BUDHA (Pembantaian Bikhsu Budha Kepada Muslim)


SAVE ROHINGYA MUSLIM FROM BUDDHA

Biksu Wirathu : Saya tidak Ingin Myanmar Seperti Indonesia, Dahulu Budha Mayoritas, Kini Setelah Islam Masuk, Muslim menjadi Mayoritas di Indonesia

Kekerasan Massa Budha Terhadap Muslim

Biksu Budha menarik seorang gadis muslimah muda dan menempelkan pisau ke lehernya.

“Jika Anda mengikuti kami, aku akan membunuhnya,” ejek biksu kepada polisi, menurut saksi, massa Buddha bersenjatakan parang dan pedang mengejar hampir 100 Muslim yang berada di kota ini di pusat Myanmar.

Pada hari Kamis yang lalu , tanggal 21 Maret. Hanya dalam beberapa jam, 25 Muslim tewas. Massa Buddha menyeret tubuh mereka yang berlumuran darah di sebuah bukit di lingkungan yang disebut Mingalarzay Yone dan mereka bakar jenazah muslim tersebut. Beberapa muslim lainnya ditemukan telah dibantai dalam rawa . Seorang juru kamera Reuters melihat sisa tubuh dua anak, berusia 10 tahun atau bahkan lebih muda.

Kebencian etnis di Myanmar tak terkendali sejak kondisi aman 49 tahun kekuasaan militer yang berakhir pada Maret 2011. Dan itu menyebar ke seluruh negeri, dan mengancam transisi sejarah demokrasi negara itu. Tanda-tanda pembersihan etnis telah jelas, dan jelas pula siapa mereka yang menghasut itu.

Selama empat hari, setidaknya 43 orang tewas di kota berdebu dan hampir 100.000 penduduknya , hanya 80 km sebelah utara dari ibukota Naypyitaw. Hampir 13.000 orang, sebagian besar umat Islam, diusir dari rumah mereka dan bisnis. Pertumpahan darah yang dilakukan dan dipimpin oleh biksu Buddha yang dengan kekerasan massa , termasuk setidaknya 14 desa lainnya terancam di pusat Myanmar dan terdapatminoritas Muslim di tepi di salah satu negara Asia yang paling beragam etnis.

Berdasarkan wawancara dengan lebih dari 30 saksi, mengungkapkan pembantaian di waktu fajar menewaskan 25 Muslim di Meikhtila dipimpin oleh biksu Budha – dimana tokoh biksu itu sering dijadikan ikon demokrasi di Myanmar. Pembunuhan terjadi terlihat jelas bahwa polisi tidak melarang dan tiadanya intervensi oleh pemerintah daerah maupun pusat. Kalimat berupa grafiti tertulis di salah satu dinding menyerukan “pemusnahan Muslim.”

Kerusuhan yang terjadi di kota-kota lain, hanya berjarak beberapa jam dari ibukota komersial Yangon, pembantaian yang terorganisir dengan baik, bersekongkol dengan polisi yang hanya menutup mata. Bahkan setelah pembunuhan pada tanggal 21 Maret, menteri utama untuk wilayah tersebut tidak menghentikan kerusuhan yang berkecamuk. Menteri itu hanya menyerahkan kendali kota untuk biksu Budha radikal. Truk pemadam kebakaran di tahan,dan petugas penyelamat diintimidasi.

Pembantaian yang terorganisir

Namun, pembantaian Meikhtila oleh Buddha sangat terorganisir dan juga  kelambanan pemerintah dipantau oleh Reuters pada kejadian di barat Myanmar tahun lalu. Kali ini, pertumpahan darah melanda sebuah kota strategis di jantung negara itu, menimbulkan pertanyaan mengenai apakah reformis Presiden Thein Sein memiliki kontrol penuh atas pasukan keamanan Myanmar mengalami perubahan yang paling dramatis sejak kudeta tahun 1962.

Di negara mayoritas-Buddha dikenal sebagai “Tanah Emas” untuk pagoda yang berkilauan, kerusuhan tersebut menelanjangi kebenaran yang sering tersembunyi: Biksu Budha telah memainkan peran sentral dalam kerusuhan anti-Muslim selama dekade terakhir. Meskipun 42 orang telah ditangkap sehubungan dengan kekerasan, biarawan terus memberitakan gerakan cepat menyambut Buddhis nasionalis yang dikenal sebagai “969″ yang memicu banyak masalah.

Pemeriksaan juga menunjukkan motif  ekonomi dan agama. Di salah satu negara termiskin di Asia, kaum Muslim Meikhtila dan bagian lain dari pusat Myanmar umumnya lebih makmur daripada kaum Buddha mereka. Di Myanmar secara keseluruhan, Muslim mencapai 5 persen dari rakyat myanmar. Dalam Meikhtila, mereka terdiri dari sepertiga. Mereka memiliki real estate utama, toko elektronik, toko-toko pakaian, restoran dan dealer sepeda motor, penghasilan muslim sangat baik dibandingkan  mayoritas Buddha, yang hanya bekerja keras sebagian besar sebagai buruh dan pedagang kaki lima.

Aung San Suu Kyi , Pemenang nobel perdamaian yang Diam Seribu bahasa

Kegagalan pemenang Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, pemimpin oposisi saat ini di parlemen, untuk meredakan ketegangan lebih lanjut merusak citranya sebagai kekuatan moral pemersatu. Suu Kyi, seorang Buddhis yang taat, mengatakan sangat sedikit dan kurang berperan terhadap kerusuhan ini. Dan

Suu Kyi menolak untuk diwawancarai untuk tragedi ini.

Kronologi kejadian kerusuhan

Awal kerusuhan sebenarnya bermula sangat sederhana.

Aye Aye Naing, 45-tahun wanita Buddha, ingin membuat persembahan makanan untuk biarawan lokal. Tapi dia tidak punya uang, dia ingat, Pada sekitar 9 pagi pada tanggal 20 Maret, sehari sebelum pembantaian, ia membawa jepit rambut emas ke kota. Dia itu mencoba menawarkan jepit rambut emas itu seharga 140.000 kyat ($ 160). Bersama suami dan adiknya, ia masuk New Waint Sein, toko emas milik seorang Muslim , pedagang muslim itu menawar 108.000 kyat nya. Sedang Aye ingin setidaknya 110.000 kyat untuk jepit rambutnya.

Pekerja toko emas melihat jepit rambut itu, ternyata jepit itu sedikit rusak, maka Pemilik took muslim itu, seorang wanita muda berusia 20-an, karena rusak maka ia menawar hanya 50.000 kyat. Aye protes, menyebut pemilik tidak masuk akal. Karena hinaan Aye maka pemilik toko muslim itu menamparnya, kata saksi. Aye Aye dan suaminya berteriak di toko tersebut dan segera tiga staf toko muslim itu menarik mereka keluar toko, menurut pengakuan sepihak suami isteri budha itu mereka dipegangi dan dipukuli oleh tiga staf toko.

Akibat itu, massa berkumpul. Polisi tiba di lokasi, menahan Aye Aye Naing dan pemilik toko. Massa yang sebagian besar Buddha berkumpul dan berubah menjadi kekerasan, melemparkan batu, berteriak anti-Muslim dan penghinaan dan mendobrak pintu toko itu, menurut beberapa saksi. Tidak ada yang tewas atau terluka, namun bangunan perumahan Muslim milik toko emas dan beberapa rumah muslim yang lain hampir hancur.

“Toko ini memiliki reputasi buruk di lingkungan,” kata Khin San, yang mengatakan dia menyaksikan kekerasan dari toko umum nya di seberang jalan. “Mereka tidak membiarkan orang memarkir mobil mereka di depan toko mereka” .

Kemudian aroma kebencian dipicu oleh selebaran ditandatangani oleh kelompok yang menyebut dirinya “umat Buddha yang merasa tidak berdaya” yang dibagikan beberapa minggu sebelumnya. Dalam lembaran itu dikatakan bahwa Muslim di Meikhtila berkonspirasi melawan umat Buddha, dibantu oleh uang dari Arab Saudi, dan mengadakan pertemuan rahasia di masjid-masjid. Surat itu ditujukan kepada para bhiksu yang berpengaruh di daerah itu.

Ketegangan meningkat. Sekitar 5:30 pm hari itu, empat pria Muslim sedang menunggu di suatu persimpangan. Seorang biarawan berlalu di belakang dengan sepeda motor, mereka menyerang. Satu memukul pengemudi dengan pedang, menyebabkan dia terjatuh, kata saksi. Pukulan kedua di bagian belakang kepala biarawan itu. Salah satu laki-laki menyiram dia dalam bahan bakar dan membuatnya terbakar, kata Soe Thein, seorang mekanik yang melihat serangan itu. Biarawan itu meninggal di rumah sakit.

Soe Thein, seorang Buddhis, berlari ke pasar. “Seorang biksu telah dibunuh , biksu telah tewas!” dia menangis. Saat ia berlari kembali, massa mengikuti dan kerusuhan mulai. Rumah Muslim dan toko-toko habis terbakar.

Soe Thein mengidentifikasi penyerang dengan nama dan mengatakan ia melihat beberapa hari masih berada di desa setelah sang biksu dibunuh. Polisi menolak mengatakan apakah mereka termasuk di antara 13 orang yang ditangkap dan diselidiki terkait dengan kekerasan Meikhtila.

“KAMI HANYA INGIN MUSLIM”

Malam itu, api melahap banyak Mingalarzay Yone, bangsal sebagian besar Muslim di timur Meikhtila. Api meratakan masjid, panti asuhan, dan beberapa rumah. Ratusan muslim melarikan diri. Beberapa bersembunyi di rumah teman-teman Buddhis ‘, kata saksi. Sekitar 100 muslim lari ke dalam rumah kayu bertingkat milik Maung Maung, seorang sesepuh Muslim.

Win Htein, seorang anggota parlemen di Liga Nasional nya Suu Kyi untuk Demokrasi, mencoba menahan kerumunan . “Seseorang mengambil lenganku dan berkata hati-hati atau Anda akan menjadi korban,” katanya.

Sekitar 200 petugas polisi hanya menyaksikan kerusuhan di lingkungan tersebut sebelum meninggalkan sekitar tengah malam, katanya.

Sekitar jam 4 pagi, orang-orang Muslim di dalam rumah Maung Maung mengaji  dalam bahasa Arab dan kemudian bertakbir, di tengah kerumunan hampir seribu massa  Buddha yang berada di luar rumah.

Ketika fajar menyingsing, sekitar pukul 6 pagi, kehadiran polisi  di daerah itu hanya ada sekitar 10 petugas. Bahkan mereka (polisi) perlahan-lahan mundur, yang memungkinkan massa untuk menyerang, kata Hla Thein, 48, seorang sesepuh Buddhis.

Kaum Muslim melarikan diri melalui samping rumah, dikejar oleh pria dengan pedang, tongkat, batang besi dan parang. Beberapa dibantai dalam rawa di dekatnya, kata Hla Thein, yang menceritakan kejadian bersama empat saksi lainnya, baik Buddha dan Muslim.

Lainnya ditebas saat mereka berlari menuju jalan puncak bukit. “Mereka mengejar muslim seperti mereka berburu kelinci,” kata anggota parlemen NLD Win Htein.

Polisi menyelamatkan 47 kaum muslimin, sebagian besar wanita dan anak-anak, dengan mengepung mereka dengan perisai mereka dan menembakkan tembakan peringatan ke udara, Hla Thein mengatakan. “Kami tidak ingin menyerang Anda,” teriak seorang biarawan kepada polisi, menurut polisi mereka berteriak, “Kami hanya ingin umat Islam.”

Ye Myint, menteri kepala daerah Mandalay yang mencakup Meikhtila, mengatakan kepada wartawan hari itu situasi sudah “stabil.” Tetapi nyatanya semakin parah. Biarawan bersenjata dan massa Buddha meneror jalan-jalan selama tiga hari berikutnya, kata saksi.

Mereka mengancam Thein Zaw, seorang pemadam kebakaran mencoba untuk memadamkan sebuah masjid terbakar. “Beraninya kau memadamkan api ini,” kenangnya satu teriakan biksu. “Kami akan membunuhmu.” Sekitar 30 biksu menghancurkan tanda yang tergantung di luar stasiun pemadam kebakaran dan mencoba untuk memblokir truknya.

“Seorang bhiksu dengan pisau berayun ke arah saya,” kata Kyaw Ye Aung, seorang petugas pemadam kebakaran .

Tiga hari kemudian, di bukit di mana mayat muslim dibakar, reporter ini menemukan sisa-sisa campuran jenazah dewasa dan anak-anak: potongan tengkorak manusia, tulang dan tulang lainnya, dan ransel anak yang sudah gosong itu.

Terdekat dari situ, truk kota membuang mayat di sebidang tanah di sebelah krematorium di pinggiran Meikhtila itu. Mereka dibakar dengan ban bekas.

Gerakan 969

Di jalan-jalan Meikhtila, saksi melihat biarawan dari biara terkenal . Mereka juga melihat biarawan dari Mandalay, kota kedua terbesar di negara itu dan pusat kebudayaan Burma sekitar 100 mil ke utara. Salah satu pengunjung tersebut adalah Wirathu biksu nasionalistis.

Wirathu dibebaskan tahun lalu dari sembilan tahun penjara selama amnesti bagi ratusan tahanan politik, di antara reformasi paling terkenal pasca-kekuasaan militer Myanmar. Dia dahulu dikurung karena menghasut kerusuhan anti-Muslim pada kerusuhan tahun 2003.

Saat ini, ia yang berumur 45 tahun adalah kepala biara di Biara Masoeyein Mandalay, sebuah kompleks luas di mana ia memimpin sekitar 60 biksu dan memiliki pengaruh atas lebih dari 2.500 umat budha berada di sana. Dari basis kekuatannya, ia memimpin sebuah gerakan cepat yang dikenal sebagai “969,” yang mendorong umat Buddha untuk memboikot bisnis Muslim dan masyarakat muslim.

969 , Tiga angka mengacu pada berbagai atribut Buddha, ajarannya dan kerahiban tersebut. Dalam prakteknya, nomor telah menjadi merek bentuk radikal anti-Islam secara nasionalisme yang berusaha untuk mengubah Myanmar menjadi seperti negara apartheid .

“Kami memiliki slogan: Ketika Anda makan, makan di 969, ketika Anda pergi, pergi ke 969, ketika Anda membeli, membeli ke 969,” kata Wirathu dalam sebuah wawancara di kuilnya di Mandalay. Terjemahan: Jika Anda makan, bepergian atau membeli sesuatu, melakukannya dengan seorang Buddhis. Menikmati reputasi ekstremis nya, Wirathu menggambarkan dirinya sebagai “Osama bin Laden nya Burma.”

Dia mulai memberikan serangkaian pidato kontroversial 969 sekitar empat bulan yang lalu. “Tugas saya adalah untuk menyebarkan misi ini,” katanya. Ini sangat efektif: stiker 969 dan tanda-tanda yang berkembang biak – sering disertai dengan kekerasan.

Perusuh mengecat “969″. Gerakan massa Anti-Muslim berkecamuk di Kawasan Bago, dekat Yangon, meletus setelah bepergian biarawan berkhotbah tentang gerakan 969. Stiker bertuliskan warna pastel disalut dengan angka 969 yang muncul di warung pinggir jalan, sepeda motor, poster dan mobil di seluruh pusat-pusat pusat.

Dalam Minhla, sebuah kota sekitar 100.000 penduduk berjarak beberapa jam dari Yangon, 2.000 umat Buddha berdesakan dalam sebuah pusat komunitas pada tanggal 26 -27 Februari untuk mendengarkan Wimalar Biwuntha, seorang kepala biara dari Negara Mon. Dia menjelaskan bagaimana biarawan di negara itu mulai menggunakan 969 untuk memboikot perusahaan-Muslim.

Setelah pidato, suasana di Minhla menjadi rusuh, kata Tun Tun, 26, seorang pemilik toko teh-Muslim. katanya. Sebulan kemudian, sekitar 800 umat Buddha bersenjata dengan pipa logam dan palu menghancurkan tiga masjid dan 17 rumah Muslim dan tempat bisnis, menurut polisi. Tidak ada yang tewas, tapi dua-pertiga dari Muslim yang melarikan diri dari Minhla belum kembali, kata polisi.

“Sejak pidato itu, orang-orang di desa kami menjadi lebih agresif , kami kehilangan pelanggan,” kata Tun Tun, yang tokonya dan rumah yang hampir hancur oleh Buddha pada 27 Maret. Salah satu penyerang bersenjata dengan gergaji mesin, katanya.

Seorang pejabat polisi setempat membuat kesepakatan dengan massa: Para perusuh diizinkan 30 menit untuk merampok sebuah masjid sebelum polisi akan membubarkan kerumunan massa, menurut dua orang saksi. Polisi setempat membantah telah membuat kesepakatan seperti ketika ditanya oleh Reuters.

Dua hari sebelumnya di Gyobingauk, sebuah kota dari 110.000 orang di utara Minhla, massa menghancurkan sebuah masjid dan 23 rumah setelah tiga hari dari pidato oleh seorang biksu berkhotbah 969. Saksi mata mengatakan mereka muncul terorganisasi dengan baik, meratakan beberapa bangunan dengan buldoser.

Wirathu membantah mengorganisir para biarawan di Meikhtila dan di tempat lain. Dia mengakui hanya menyebarkan 969 dan memperingatkan bahwa Muslim menipiskan identitas negara Buddhis. Itu adalah komentar yang telah dilakukan berulang-ulang dalam pidato dan media sosial dan melalui telepon dalam beberapa pekan terakhir.

“Dengan uang, mereka menjadi kaya dan menikahi wanita Budha Burma dan mengalihkan ke Islam, menyebarkan agama mereka. Bisnis mereka menjadi lebih besar dan mereka membeli lebih banyak lahan dan rumah, dan itu berarti tanah ini akan lebih sedikit kuil Buddhanya,” katanya.

“Dan ketika mereka menjadi kaya, mereka membangun masjid yang tidak terbuka, tidak seperti pagoda dan biara-biara,” tambahnya. “Mereka seperti stasiun basis musuh bagi kita. Masjid lebih berarti markas musuh, jadi itu sebabnya kita harus mencegah adanya markas musuh lebih banyak.”

 

Biksu Budha Kawatir Burma menjadi seperti Indonesia

Wirathu takut Myanmar akan mengikuti jalan seperti Indonesia setelah Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13. Pada akhir abad ke-16, Islam telah menggantikan Hindu dan Buddha sebagai agama dominan di pulau-pulau utama Indonesia.

Wirathu mulai memberitakan  969  akan keyakinan dirinya pada tahun 2001, ketika Departemen Luar Negeri AS melaporkan “peningkatan tajam dalam kekerasan anti-Muslim” di Myanmar. Sentimen anti-Muslim didorong pada bulan Maret tahun lalu  ketika Taliban hancurkan patung Buddha di Bamiyan, Afghanistan.

Biarawan itu akhirnya ditangkap pada 2003 dan dihukum 25 tahun penjara karena menyebarkan pamflet anti-Muslim yang menghasut kerusuhan komunal di tempat kelahirannya dari Kyaukse, sebuah kota dekat Meikhtila. Setidaknya 10 Muslim tewas dalam Kyaukse oleh gerombolan Buddha, menurut laporan Departemen Luar Negeri AS.

Wirathu memberikan komentar terhadap penyebab awal kerusuhan tersebut , mengenai wanita Buddhis yang mencoba untuk menjual jepit rambut. “Dia seharusnya tidak melakukan bisnis dengan Muslim.”

(Tambahan pelaporan oleh Min Zayer Oo,. Editing oleh Andrew Marshall RC, Michael Williams dan Bill Tarrant./reuters/dz)

Asal Usul Garuda Pancasila Berasal Dari Kerajaan Sintang


garuda.2

Dari Mana Inspirasi Lambang Garuda Pancasila Diambil?

“GARUDA Pancasila, Akulah Pendukungmu,” itulah secuplik bait lagu Garuda Pancasila yang akrab di telinga anak-anak Indonesia karena menjadi lagu ‘wajib’ saat orde baru berkuasa. Banyak orang bertanya darimana inspirasi hingga burung Garuda dijadikan lambang Pancasila?

Asal muasal penggunaan lambang Garuda Pancasila bermula saat Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie II (Sultan Hamid II) memenangi sayembara lambang negara. Sayembara ini diadakan oleh Presiden Soekarno yang merasa perlu bagi Indonesia memiliki lambang negara setelah merdeka.

Sebelumnya ada usulan lambang negara yang diajukan oleh M. Yamin namun ditolak oleh panitia karena masih ada pengaruh Jepang melalui penempatan sinar matahari.

Inspirasi lambang Garuda diperoleh Sultan Hamid II dari lambang kerajaan Sintang, sebuah kerajaan Hindu yang didirikan seorang Tokoh Hindu dari Semenanjung Melaka bernama Aji Melayu.

Garuda Pancasila sendiri adalah burung Garuda yang sudah dikenal melalui mitologi Hindu kuno dalam sejarah nusantara, yaitu kendaraan Wishnu yang menyerupai burung elang rajawali. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.

Dikisahkan, dalam rangka mencari ide untuk membuat lambang Negara, Sultan Hamid II mencari inspirasi mulai dari satu tempat ke berbagai wilayah Kalimantan Barat. Mulanya, Sultan Hamid II mengunjungi Sintang hingga kemudian bertolak ke Putus Sibau.

Di Putus Sibau, pihak swa praja mengusulkan kepada sultan yang lahir tahun 1913 itu untuk menggunakan lambang burung Enggang. Namun usul itu urung diterima, karena Sultan Hamid II lebih tertarik pada lambang burung Garuda yang menjadi lambang kerajaan Sintang. Hingga Sultan Hamid II pun berinisiatif meminjam lambang kerajaan Sintang untuk menjadi lambang Negara Indonesia.

Sultan Hamid II sendiri adalah seorang pengikut Freemason (tarekat mason bebas) dan Theosofi. Ia mewarisi ‘darah’ masonik dari garis Abdul Rachman, Sultan Pontianak yang terdaftar dalam Freemason di Surabaya pada 1944. Jenjang pendidikan sultan yang kemudian menjadi Menteri Negara Repulik Indonesia Serikat (RIS) itu adalah sekolah dasar Belanda, bahkan termasuk salah seorang Indonesia yang disekolahkan di sekolah militer Belanda di Breda.

Tanggal 8 Februari 1950, rancangan lambang negara yang dibuat Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Mereka bertiga sepakat mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

Rancangan lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan kembali, karena adanya keberatan terhadap gambar burung Garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap terlalu bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS pada tanggal 11 Februari 1950.Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan tidak berjambul seperti bentuk sekarang ini. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950.

(Pz/Islampos)

Amerika Punya 565 Nama Islam


http://pekanbaru.tribunnews.com/foto/bank/images/ALABAMA.jpg

Amerika, negara adikuasa berjulukan polisi dunia, ternyata memiliki 565 nama daerah dan kota yang berasal dari khasanah Islam.

Nama-nama Tersebut antara lain Alhambra di Los Angeles. Di bagian tengah Amerika dari selatan sampai Illionis terdapat nama kota Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon dan Tullahoma.

Di Washington ada nama kota Salem dan lain-lain. Nama Alabama dan Arkansas  berasal dari nama Islam, yaitu Allah-bamnya dan Arkan-Syah. Nama Medina, Mecca juga terdapat di Indiana dan New York.

Nama-nama khasanah Islam di Amerika itu dibeberkan dalam Encyclopedia Islam International (EII),  ditulis HM Iwan Gayo, yang juga penyusun serial “Buku Pintar” yang telah 45 kali cetak ulang.

“Saya kaget begitu mengetahui fakta bahwa di Amerika bertebaran nama-nama Islam. Ini membktikan bahwa Islam sudah mendarah-daging di benua Amerika,” kata Iwan Gayo, yang bertolak ke Turki, Senin (25/3).

Buku berkulit coklat setebal 1.264 halaman itu  memuat 5.181 artikel dan 6.569 gambar. BUku ini diklaim sebagai esiklopedia Isaam terlengkap didunia.

Untuk merampungkan buku tersebut, Iwan Gayo, peraih hadiah jurnalistik “Adinegoro” pada 1981,  melakukan riset mendalam di berbagai negara di dunia.

“Sumber paling banyak saya peroleh justru di Amerika dan Eropa. Hanya 30 persen sumber dari Timur Tengah,” ujar Iwan Gayo tentang materi bukunya tersebut.

Iwan Gayo  juga menemukan bukti bahwa Columbus bukanlah orang  pertama menemukan benua Amerika seperti yang selama ini dimuat dalam  buku sejarah. “Jauh sebelum Columbus datang, sudah ada pelaut Muslim dari Andalusia Spanyol yang hidup dan berkembang di benua Amerika.

“Columbus tidak akan pernah mengenal benua Amerika apabila tidak ada bantuan dari dua nakhoda muslim Andalusia, Martin Alonso Pinzon dan Kanan Vincen Yanez Pinzon,” kata Iwan Gayo mengutip isi halaman 118 buku ensiklopedi tersebut.

Columbus sendiri menulis bahwa pada saat berlayar dekat Gibara pada bagian tenggara Cuba, menyaksikan masjid di atas puncak bukit yang indah (halaman 117).

Ensiklopedi ini juga memuat keterangan tentang sosok RA Kartini, ternyata pernah menganjurkan diterjemahkannya al-Quran ke dalam bahasa Jawa.

“Selama ini keterangan seperti ini tidak pernah kita dengar di publik. Sosok Kartini hanya digambarkan sebagai pejuang emansipasi wanita,” jelas Iwan Gayo.

Editor: Willy Widianto  |  Sumber: Serambi Indonesia

Letak Geografis Kota Makkah dan Misteri Bilangan Fibonacci


 http://putrahermanto.files.wordpress.com/2013/03/ka2527bah.jpg?w=1046&h=701

Jika kita mengukur jarak Kota Makkah ke arah Kutub Utara, diperoleh angka 7631.68 km, sedangkan jika ke arah Kutub Selatan, diperoleh angka 12348.32 km. Apabila kedua angka tersebut kita diperbandingkan :

12348.32 km / 7631.68 km = 1.618

Angka 1.618 di dalam matematika, dikenal sebagai Bilangan Fibonacci, yang didefinisikan dengan rumus sebagai berikut:


Penjelasan:
Barisan ini berawal dari 0 dan 1, kemudian angka berikutnya didapat dengan cara menambahkan kedua bilangan yang berurutan sebelumnya.
Dengan aturan ini, maka barisan bilangan Fibonaccci diperoleh :
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765, 10946…
Barisan bilangan Fibonacci dapat dinyatakan sebagai berikut:
Fn = (x1n – x2n)/ sqrt(5)
dimana :
Fn adalah bilangan Fibonacci ke-n
x1 dan x2 adalah penyelesaian persamaan x2-x-1=0
Perbandingan antara Fn+1 dengan Fnhampir selalu sama untuk
sembarang nilai n dan mulai nilai n tertentu, perbandingan ini nilainya tetap. Perbandingan itu disebut Golden Ratio (Rasio Emas) yang nilainya mendekati 1,618.

Fakta-Fakta Bilangan Fibonacci

1. Jumlah Daun pada Bunga (petals)

Mungkin sebagian besar tidak terlalu memperhatikan jumlah daun pada sebuah bunga. Dan bila diamati, ternyata jumlah daun pada bunga itu menganut deret fibonacci. contohnya:

  •  jumlah daun bunga 3 : bunga lili, iris
  •  jumlah daun bunga 5 : buttercup (sejenis bunga mangkok)
  •  jumlah daun bunga 13 : ragwort, corn marigold, cineraria,
  •  jumlah daun bunga 21 : aster, black-eyed susan, chicory
  •  jumlah daun bunga 34 : plantain, pyrethrum
  •  jumlah daun bunga 55,89 : michaelmas daisies, the asteraceae family

Ingin lihat buktinya? silahkan diamati beberapa gambar berikut :

2. Pola Bunga

Pola bunga juga menunjukkan adanya pola fibonacci ini, misalnya pada bunga matahari.

Dari titik tengah menuju ke lingkaran yang lebih luar, polanya mengikuti deret fibonacci.

3. Tubuh Manusia

Hubungan kesesuaian “ideal” yang dikemukakan ada pada berbagai bagian tubuh manusia rata-rata dan yang mendekati nilai rasio emas dapat dijelaskan dalam sebuah bagan umum sebagaimana berikut:Nilai perbandingan M/m pada diagram berikut selalu setara dengan rasio emas. M/m = 1,618

Contoh pertama dari rasio emas pada tubuh manusia rata-rata adalah jika antara pusar dan telapak kaki dianggap berjarak 1 unit, maka tinggi seorang manusia setara dengan 1,618 unit. Beberapa rasio emas lain pada tubuh manusia rata-rata adalah:

  • Jarak antara ujung jari dan siku / jarak antara pergelangan tangan dan siku,
  • Jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala / panjang kepala,
  • Jarak antara pusar dan ujung atas kepala / jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala,
  • Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan telapak kaki.

Hubungan Makkah dan Bilangan Fibonacci, dalam Al Qur’an

Jika jumlah seluruh huruf dalam QS. Ali Imran (3) ayat 96, yang berjumlah 47, dibagi angka Fibonacci 1.618, di dapat…

47/1.618 = 29

Dimana angka 29, merupakan jumlah huruf dari pangkal ayat sampai kepada kata Bakkah (Makkah)…

Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam
(QS. Ali Imran (3) ayat 96)

sumber : http://misteridunia.wordpress.com/2012/05/13/letak-geografis-kota-makkah-dan-misteri-bilangan-fibonacci/

Temuan Ilmiah : Makkah Adalah Pusat Dunia ! Maka Yakinlah dengan Islam


Temuan ilmiah yang menghebohkan para ilmuwan dan dipublikasikan pada bulan januari 1977 menyebutkan,”Kota Mekah al Mukaramah adalah pusat daratan di dunia.” Fakta ini ditemukan setelah melalui riset panjang dan mengacu pada sejumlah table matematis yang sangat rumit dengan bantuan teknologi computer.

Ilmuwan mesir, Dr Husein Kamaludin, penemu fakta ini menuturkan kisah penemuannya yang cukup mencengangkan ini; penelitian ini dimulai dengan tujuan yang sangat berbeda dengan hasil yang diperoleh. Pada awalnya penelitian dilakukan untuk mendapatkan suatu alat yang dapat membantu siapapun dan di tempat manapun dari penjuru dunia ini untuk mengetahui dan menentukan posisi kiblat. Sebab, selama perjalanannya ke Negara luar, ia merasa bahwa penentuan arah kiblat selalu menjadi masalah yang dihadapi seluruh umat muslim ketika berada di suatu tempat yang tidak ada masjidnya atau tempat shalat yang memiliki tanda jelas arah kiblat. Masalah ini juga sering dihadapi oleh seseorang yang berada di luar negeri (yang bukan negeri islam), misalnya para pelajar dan mahasiswa yang dikirim ke luar negeri.

Karena itu, Dr Husain Kamaludin berfikir untuk membuat peta dunia baru yang dilengkapi petunjuk posisi arah kiblat. Setelah membuat rancangan awal riset pendahuluan yang diarahkan untuk membuat peta baru ini dan menggambar lima benua pada peta itu, tiba tiba temuan yang mengundang decak kagum itu muncul.

Ilmuwan Mesir ini menemukan bahwa posisi kota Mekah berada tepat di tengah tengah dunia.

Ia lalu memegang sebuah jangka dan meletakkan salah satu ujungnya di gambar kota Mekah lantas menjalankan ujung lainnya pada ujung setiap benua. Ternyata daratan yang ada di permukaan bola bumi terbagi secara sistematis di sekitar kota Mekah. Dari sini, ia menemukan bahwa kota Mekah adalah pusat daratan.

Selanjutnya ia ambil peta kuno sebelum ditemukannya benua Amerika dan Australia. Setelah melakukan uji coba berkali kali, ia pun menemukan bahwa Mekah tetap menjadi titik sentral daratan, hingga ketika dibandingkan dengan kondisi peta dunia masa permulaan Islam.

Dr Husain Kamaludin menambahkan, “Saya mulai penelitian ini dengan menggambar peta yang memperhitungkan jarak semua tempat di muka bumi dengan kota Mekah. Saya kemudian mengukur garis garis bujur yang sama untuk mengetahui posisi garis lintang dan garis bujur jika diukur dari kota Mekah. Setelah itu, saya gambar batas batas benua dan hak hak detail lainnya pada jaringan garis garis ini. Hal ini membutuhkan pemprosesan matematis yang sangat pelik, dengan bantuan teknologi computer guna menentukan jarak dan deviasi yang diperlukan. Penelitian ini juga membutuhkan software penggambar garis lintang dan garis bujur untuk proyeksi baru ini.

Secara kebetulan saya menemukan bahwa saya dapat menggambar lingkaran yang berpusat di kota Mekah dan batas batasnya di luar ke ke-enam benua. Dan garis pinggir lingkaran ini mengitari batas batas luar benua benua tersebut.

Dengan demikian, Mekah adalah jantung bumi. Dan hal ini sebelumnya sudah diindikasikan oleh sains modern melalui temuan para ilmuwan, yang menyebutkan kota Mekah merupakan pusat radiasi gravitasi magnetic. Fenomena unik juga akan dirasakan oleh semua orang  yang mengunjungi kota Mekah untuk tujuan haji atau umrah, dengan hati yang tulus dan bertaubat kepada Allah. Ia merasa seolah olah tertarik dengan semua yang ada di Mekah, dari tanah, pegunungan, hingga semua yang ada di sana, seolah olah ia merasa melebur bersama kota Mekah dengan segenap jiwa dan raganya. Dan ini adalah perasaan yang terus berlangsung sejak awal keberadaan bumi.

Sebagaimana halnya planet planet yang lain, bumi pun melakukan barter daya tarik dengan planet planet dan bintang bintang lainnya. Daya tarik ini bersumber dari dalam bumi yang bermuara pada satu titik sentral bumi yang juga menjadi sumber sinar radiasi.

Titik temu plutonik inilah yang ditemukan oleh seorang ilmuwan Amerika dalam bidang topography setelah memastikan keberadaan dan letak geografisnya. Dalam hal ini ia tentu saja tidak didorong oleh keyakinan agama. Siang malam, dengan semangat tinggi ia bekerja di laboratoriumnya sambil menghadapi peta peta bumi dan perlengkapan lain. Dan tanpa sengaja ia menemukan bahwa pusat pertemuan radiasi kosmos berada di kota Mekah.

Mengacu pada fakta fakta ilmiah di atas, kita pun bisa mengenali hikmah ilahiyah di balik pemilihan kota Mekah sebagai tempat berdirinya Baitullah, sekaligus sebagai tunas penyebaran risalah Islam di seluruh penjuru dunia. Dan ini membuktikan adanya kemukjizatan ilmiah yang terkandung dalam hadist Nabawi yang menampilkan keutamaan status kota Mekah dibandingkan tempat tempat yang lain di permukaan bumi. Wallahu alam.

Allah SWT Berfirman,” dan agar kamu memberikan peringatan kepada penduduk Ummul Qura (Mekkah) dan orang orang yang di luar lingkungannya.” (QS Al An’am 92)

Nabi SAW berdiri di bukit Hazwarah (di Mekkah) lalu berkata pada kota Mekkah ,” Aku tahu bahwa engkau adalah sebaik baik bumi Allah dan yang paling dicintai Allah, seandainya keluargamu tidak mengeluarkan darimu, niscaya aku tidak keluar.’ (Musnad Ahmad)

Sumber : Muhammad Kamil Abd Ash Shamad, Al I jaz al Ilmi fi al Islam wa as Sunnah an Nabawiyah

Dinosaurus Tidak Pernah Ada Di Muka Bumi (Konspirasi jahudi)


jurassic-park1_481597

Beberapa penelitian untuk membuktikan Dinosaurus sempat dilakukan oleh beberapa kalangan. Ensiklopedi Indonesia sempat mencatat bahwa pada 65 juta tahun yang lalu sebuah komet raksasa menabrak bumi dan menerbangkan debu begitu banyaknya sehingga langit menjadi gelap gulita selama berbulan-bulan. Konon kabarnya komet raksasa ini kemudian memunahkan Dinosaurus. Temuan ini diamini oleh Dr. Neil Tyson, Direktur Hayden Planetarium. Dalam tayanganDiscovery Channel yang berjudul “Inside The Space Station”, ia menyatakan hantaman asteroid tersebut memusnahkan 70 % dari semua spesies di bumi.

Sedangkan Prof. Michael Rampino dalam tayangan Discovery Channel yang berjudul “Catasthropic Past” menyebutkan bahwa kepunahan Dinosaurus dipicu oleh serbuan dari luar angkasa (meteor). Unsur iridium (hujan asam) yang merupakan unsur langka meteor pun banyak ditemukan di daerah bekas kawah meteor, yaitu sekitar 10 ribu kali lebih banyak dibandingkan kulit bumi yang lain. Menurutnya ini menjadi petunjuk hubungan antara meteor dengan kepunahan binatang besar tersebut.

Begitu juga dengan hasil penelitian dari pemenang nobel fisika, Luis Alvarez. Pada tahun 1980, ia pernah memimpin ekspedisi bersama anaknya Walter dan menemukan bahwa awan yang menutupi seluruh permukaan bumi telah menghalangi cahaya matahari bertahun-tahun, yang menyebabkan long winter/musim dingin yang lama dan ikut membinasakan banyak spesies yang ada.

Dari temuannya juga dijelaskan bahwa kejadian ini turut menyebabkan terbentuknya hujan asam yang menimbulkan kerusakan lingkungan lebih lanjut. Hipotesis yang menghubungkan antara keberadaan unsur iridium yang terdapat di kawah meteor dengan punahnya dinosaurus inilah yang disebut sebagai Alvarez Hipotesis.

Namun bagaimanapun hal ini masih hipotesis, Alvarez pun masih membuka peluang temuan lainnya. Karena itu, ia pun lebih menyebut hasil penelitiannya dengan sebutan “Alvarez Hipotesis”.

Yang perlu kita ketahui adalah bahwa belum pernah ditemukan fosil Dinosaurus yang utuh dari seluruh tulang-tulangnya dan membentuk kerangka tubuh yang lengkap. Bahwa kemudian beberapa media memiliki tampilan mengenai Dinosaurus hal ini lebih disebabkan spesial efek dan hasil khayalan seorang sutradara. Sebab selama ini penelitian mengenai Dinosaurus hanya menemukan tulang belulang yang sangat tidak utuh dan bahkan sudah menjadi fosil.

Sampai hari ini belum ada seorang pun yang pernah melihat dinosaurus dalam keadaan masih hidup dan utuh. Kecuali di Film Holywood Jurrasick Park, tentunya dengan insting imajinatif ala Stephen Spileberg. Bahkan sekedar tulang kerangkanya yang utuh pun belum pernah ada yang melihatnya. Yang ada hanya sepotong kecil tulang yang sudah jadi fosil. Tidak lebih.

Kejadian ini persis dengan imajinasi tentang Brontosaurus yang diciptakan salah seorang ahli fosil kenamaan dunia dan Profesor Amerika pertama dalam bidang Paleontologi Vetebrata bernama Othniel Charles Marsh (1831-1899). Hal inipun kemudian mengundang banyak kritik, karena hasil spekulasi Marsh berbuah fatal.

Para ilmuwan menemukan bahwa mereka telah menaruh fosil kepala yang salah pada fosil badan yang salah pula. Dua peneliti dari Institut Carnegie telah membuktikan bahwa tulang-tulang Brontosaurus di 5 museum utama dunia, termasuk di museum Sejarah Alam Carnegie di AS (Salah satu museum terbesar tentang Dinosaurus), telah menaruh kepala yang salah. Bahkan pada tahun 1979, dua orang Ilmuwan telah mengumumkan di media cetak bahwa deskripsi yang diberikan oleh Marsh berdasarkan data tulang kepala Dinosaurus berleher panjang tersebut ternyata keliru.

Dalam sebuah artikel berjudul, “Scientist Claim Brontosaurus Given Wrong Head” (Pittsburgh:Associated Press, October 10, 1979), salah seorang ilmuwan menjelaskan bahwa Marsh sebenarnya mengunakan tulang kepala yang ditemukan 3 atau 4 mil jauhnya dari tulang badan Brontosaurus. Tetapi tidak ada orang yang mengetahuinya.

Marsh sendiri tidak memberitahukan hal ini dalam artikelnya. Tidak ada yang tahu apa yang menjadi alasan Marsh menutupi itu semua. Sebab memang tidak ada bukti kuat bahwa tulang kepala ini ada hubungannya dengan Brontosaurus. Hal ini kemudian diperteguh dalam sebuah laporan berjudul Marsh’s Dinosaurus yang ditulis John H. Ostrom dan John S. McIntosh (New Have, Connecticut: Yale University Press, 1966).

Alhasil kita pun juga patut waspada terhadap apa yang dikembangkan oleh ilmuwan tentang Dinosaurus, karena ilmuwan seperti Marsh saja masih keliru. Ini pun belum kita hitung dengan diskusi (yang belum kunjung usai) untuk menjawab pertanyaan bahwa apakah fosil-fosil itu murni milik Dinosaurus atau tidak.

Walhasil apakah ini konspirasi atau tidak? Wallahua’lam. Saya hanya ingin katakan bahwa ada baiknya kita belajar dari kisah rekayasa manusia Piltdown yang dikembangkan oleh kalangan Evolusionis.

Tatkala para evolusionis tak juga dapat menemukan satu fosilpun yang bisa mendukung teori mereka, mereka pun terpaksa melakukan kebohongan. Manusia Piltdown yang konon dikatakan manusia purba itu ternyata dibuat dengan memasangkan tulang rahang orang utan pada tengkorak manusia.

Kisah ini bermula pada tahun 1912 saat seorang ahli Paleontologi amatir bernama Charles Dawson mengklaim telah menemukan sebuah tulang rahang dan fragmen tengkorak di sebuah lubang dekat Piltdown, Inggris. Tulang itu mirip tulang rahang hewan namun gigi dan tengkoraknya seperti milik manusia. Spesimen ini dinamakan Manusia Piltdown dan diduga berumur 500.000 tahun.

Rekonstruksi terhadap manusia Piltdown dilakukan dan setelah dipajang di berbagai museum sebagai bukti nyata tentang teori evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun sejumlah penafsiran dan gambar pun dibuat. Banyak artikel ilmiah tentang manusia piltdown ini menyusul kemudian, termasuk 500 tesis doktor yang dilahirkan tentang penelitian tentangnya.

Namun pada tahun 1953, hasil pengujian secara menyeluruh terhadap fosil tersebut menunjukkan bukti palsuan tentang kisah manusia Piltdown. Tengkorak tersebut nyatanya berasal dari manusia yang hidup beberapa ribu tahun yang lalu, sedangkan tulang rahangnya berasal dari bangkai kera yang baru terkubur beberapa tahun. Gigi-giginya ditambahkan kemudian agar terlihat mirip manusia lalu persendiannya disumpal. Beberapa cairan kimia pun dicampurkan agar terlihat Pildown betul-betul manusia purba. Ya fosil itu diwarnai dengan potasium dokromat agar terlihat betul-betul seperti manusia pra sejarah.

Menariknya, sekalipun kebohongan Piltdown telah terungkap lebih dari 6 dekade yang lalu, banyak ilmuwan masih saja mempercayai teori Evolusi Darwin. Dalam hal ini, saya mencium misi propaganda atheisme dalam hal ini. Kita ketahui bersama di Barat, kenapa teori Evolusi Darwin masih bertahan, karena semata-mata Darwin menyetujui atheism.

Hal inilah yang dilakukan Michael Walker. Ia mendukung Darwinisme bukan karena sepakat kepada materialisme, namun semata-mata karena Teori Darwin telah mengasingkan Tuhan. Ya hampir persis dengan Teori Psikoanalisis Freud yang atheis itu. Allahua’lam. (Pz/Islampos)

Perintah Untuk Mengikuti Sunnah Rasulullah Dan Larangan Dari Fanatisme Dan Taqlid


PERINTAH UNTUK MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM DAN LARANGAN DARI FANATISME DAN TAQLID

Oleh
Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan semua sahabatnya.

Saudara-saudara yang saya cintai karena Allah. Saya bersaksi di hadapan Allah, bahwa saya mencintai antum semua dan orang-orang shalih di negeri ini semata karena Allah. Saya datang ke Indonesia untuk yang ketiga kalinya. Dan saya –alhamdulillah- mendapatkan kebaikan yang sangat banyak di negeri ini. Saya berdoa semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits qudsi :

وَجَبَتْ مَحَبَّتِي فِي الْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَ وَجَبَتْ مَحَبَّتِي فِي الْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ

Orang-orang yang duduk di satu majelis karena Aku, maka mereka pasti mendapatkan kecintaan dariKu. Orang-orang yang berkumpul karena Aku, maka telah mendapatkan kecintaan dariKu.

Sudah kita ketahui bersama, orang yang masuk ke dalam agama Islam harus mengatakan :

أَشْهَدُ أَنْ لا إلَهَ إلا الله, وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

Dua kalimat tersebut merupakan kalimat yang sangat agung. Seseorang tidak bisa dikatakan muslim, kecuali jika dia telah mengucapkan dua kalimat tersebut, memahami dan melakukan konsekuensi dari kedua kalimat itu.

Dan makna perkataan أَشْهَدُ أَنْ لا إلَهَ إلا اللهadalah tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah. Maka wajib bagi seorang muslim untuk merealisasikan ubudiyahnya kepada Allah. Ubudiyah kepada Allah adalah kecintaan yang sempurna, taat dan tunduk terhadap perintahNya. Oleh sebab itulah, semua para nabi datang membawa panji Islam.

Allah berfirman.

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Sesungguhnya agama yang Allah diridhai di sisiNya adalah Islam. [Ali Imran : 19].

Allah berfirman.

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ

Dan barangsiapa yang menginginkan agama selain Islam, maka tidak akan pernah diterima (agama itu) darinya. [Ali Imran : 85].

Semua agama di atas bumi adalah agama yang batil, kecuali Islam. Allah tidak akan menerima dan rela untuk hambaNya, kecuali agama Islam ini. Agama ini wajib dijalankan dan diamalkan oleh kaum muslimin. Allah berfirman.

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

Allah telah mensyariatkan bagi kalian agama seperti yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: “Tegakkanlah agama dan janganlah kalian berpecah-belah tentangnya. Amat berat bagi kaum musyrikin agama yang kamu serukan mereka kepadanya. Allah memilih orang-orang yang dikehendakiNya kepada agamaNya dan memberikan petunjuk kepada (agama)Nya orang-orang yang kembali (kepadaNya). [Asy Syura : 13].

Dalam ayat lain, Allah berfirman.

Allah menentukan untuk (diberi) rahmatNya orang-orang yang Dia kehendaki. [Al Baqarah : 10]

Allah memilih orang-orang tertentu dari kalangan ahli tauhid dan ahli din.
Namun syi’ar (slogan) seorang muslim adalah tauhid dan Sunnah. Karena itu, keimanan seorang muslim tidak akan sempurna kecuali jika dia telah mengatakan :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّّ اللهُ

Dengan itulah, tauhid akan terwujud, dan juga dengan kalimat :

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Makna kalimat ini, ialah tidak ada orang yang berhak diikuti, kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka, seorang muslim tidak boleh menjadikan seorang syaikh, madzhab, kelompok, jama’ah, nalar, pendapat, (aturan) politik, adat, taqlid, budaya, warisan nenek moyang, sebagai panutan dan diterima begitu saja tanpa melihat dalil. Seorang muslim tidak bisa dikatakan muslim yang sempurna, sampai ia melaksanakan ubudiyah (penghambaan diri) hanya untuk Allah saja dan menjadikan Rasulullah n sebagai orang yang dia ikuti. Barangsiapa yang menisbatkan diri kepada salah satu madzhab, kelompok atau jama’ah atau akal, maka ucapannya “Asyhadu anna Muhammad Rasulullah” masih dianggap kurang dan tidak sempurna.

Pernyataan yang telah kami sebutkan itu merupakan ketetapan semua ulama Islam, terutama para imam yang empat, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, Imam Malik dan Imam Ahmad, semoga Allah memberikan rahmat kepada mereka semua.

Imam Abu Hanifah berkata: ”Haram bagi seseorang mengemukakan pendapat kami, sampai dia mengetahui dari mana kami mengambilnya”.

Dan Imam Malik, sambil memberikan isyarat ke arah makam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil berkata : ”Semua orang, perkataannya bisa diambil dan bisa ditolak, kecuali perkataan orang yang ada di dalam kuburan ini,” yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Imam Syafi’i berkata : ”Jika ada hadits shahih, maka itulah madzhabku”.

Pada suatu hari, datang kepadanya seseorang dan berkata: “Wahai, Imam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda begini dan begini (sambil menyebutkan hadits) dalam masalah ini. Lalu, apa pendapatmu, wahai Imam?” Maka Imam Syafi’i marah besar dan berkata : ”Apakah engkau melihat saya keluar dari gereja? Apakah engkau melihatku keluar dari tempat peribadatan orang Yahudi? Engkau menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka aku tidak berkata apa pun, kecuali seperti apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam“.

Karena itulah, salah satu muridnya yang bernama Yunus bin Abil A’la Ash Shadafi dalam satu majelis pernah ditanya tentang satu masalah. Maka dia menjawabnya dengan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu ada yang bertanya : ”Apa pendapat Imam Syafi’i dalam masalah tersebut?” Beliau menjawab: ”Madzhab Imam Syafi’i ialah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena saya pernah mendengar beliau berkata : ”Jika ada hadits shahih, maka itulah madzhabku”.

Begitu pula Imam Ahmad, beliau adalah orang yang selalu mengikuti atsar dan dalil. Beliau tidak pernah berhujjah, kecuali dengan dalil dari firman Allah atau sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian ini merupakan kewajiban bagi seorang alim, mufti dan orang yang meminta fatwa. Karena Allah memerintahkan orang-orang yang tidak memiliki ilmu agar bertanya.

فَاسْأَلوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Maka tanyakanlah kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan jika kalian tidak mengetahui. [An Nahl : 43].

Akan tetapi, (sebagian) kaum muslimin berhenti sampai ayat ini saja. Mereka lupa dan tidak melanjutkan ayat tersebut. Padahal kelanjutan dari ayat tersebut adalah :

بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ

Dengan keterangan-keterangan dan kitab-kitab. [An Nahl : 44].

Maksudnya, jika Anda tidak mengetahui, maka bertanyalah kepada orang yang mengetahui dengan disertai dalil, hujjah dan bukti-bukti. Itulah makna firman Allah :

بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ

Agama dan hukum Allah tidak diambil kecuali berdasarkan keputusan (ijma’), penjelasan dan kaidah-kaidah para ulama yang dilandasi dengan dalil-dalil syar’i. Dari situ, tumbuhlah persatuan. Persatuan yang wajib digalang oleh kaum muslimin harus bertumpu pada tauhid dan ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Persatuan secara fisik yang kita serukan harus didahului oleh persatuan atau kesamaan pemahaman. Pemahaman kita harus dilandasi dengan tauhid dan ittiba’ hanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan inilah makna dari firman Allah.

أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ

Tegakkanlah agama dan jangan kalian berpecah belah tentangnya. [Asy Syura : 13].

Allah melarang kita berpecah-belah, dan jangan sampai ada sesuatu yang memecah-belah kita. Allah juga melarang kita meninggalkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahukan kepada kita, bahwa pada akhir jaman nanti akan ada beberapa kaum yang mengingkari Sunnah. “Aku akan mendapati salah satu dari kalian bersandar di atas kursinya sambil berkata “Dihadapan kita ada Kitab Allah. Jika kita mendapatkan sesuatu yang halal di dalamnya, maka kita akan halalkan. Dan jika kami menemukan sesuatu yang haram, maka kami haramkan”. Ketauhilah, bahwa aku telah diberi sesuatu yang sama dengan Al Qur’an”. [HR Abu Daud dan Tirmidzi].

Kedudukan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama dengan Al Qur’an. Di dalamnya disebutkan hal-hal yang halal dan haram. Orang yang mengingkari Sunnah, hukumnya kafir, keluar dari agama. Orang yang mengingkari Sunnah, berarti mengingkari Al Qur’an.

Kita lihat, bagaimana Al Qur’an bisa sampai kepada kita? Al Qur’an sampai kepada kita dari generasi ke generasi. Para tabi’in mengambilnya dari para sahabat, dan para pengikut tabi’in mengambilnya dari para tabi’in. Begitu seterusnya, sehingga Al Qur’an bisa sampai kepada kita.

Pada masa-masa terakhir ini, telah terjadi perbedaan. Kami menemukan beberapa kaum di antara mereka ada yang mengingkari Sunnah. Di antara mereka ada yang membacanya dengan niat mencari barakah dan tidak beramal dengan sunnah. Ada sebagian orang, yang sama sekali tidak perduli sama sekali dengan Sunnah, dan dia beranggapan bahwa yang dimaksud dengan Sunnah adalah satu hukum yang tidak ada sangsinya. Demikian ini merupakan dugaan yang salah.

Sebab, para ulama, jika mengatakan “Sunnah” secara mutlak, maka maknanya tidak lepas dari dua hal.

Pertama : Sunnah, sebagai sumber syari’at (hukum). Dalam hal ini, kedudukan Sunnah sama dengan Al Qur’an, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

أَلاَ إِنِّي أُوْتِيْتُ الكِتَابَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ

Kedua : Sunnah yang berarti sebagai salah satu hukum syar’i yang lima, yang berada di bawah wajib dan di atas mubah. Berdasarkan (makna) yang kedua ini, pelakunya akan diberi pahala, dan yang meninggalkannya tidak mendapat sangsi.

Jika seseorang tidak memiliki kemampuan untuk mengambil dalil yang benar, maka lebih baik dia mengikuti jalan para sahabat, karena kebaikan hanya dari jalan mereka. Kemudian kebaikan ini diriwayatkan dan diambil oleh para tabi’in. Akan tetapi, pada jaman tabi’in, kebaikan tersebut tercampuri dengan noda dan bid’ah yang mulai muncul. Sehingga, muncullah kelompok-kelompok seperti Rafidhah, Qadariyah dan kelompok-kelompok sesat lainnya. Padahal, kebanyakan orang umumnya masih berada di atas kebaikan tersebut. Seiring dengan perjalanan waktu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan tentang keterasingan agama ini. beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Sesungguhnya agama (Islam) muncul dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing. Maka keberuntungan bagi orang-orang yang asing. Ditanyakan kepada nabi n : “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Sekelompok orang yang sedikit, yang berada di kalangan orang yang banyak. Mereka memperbaiki Sunnah-ku yang telah dirusak oleh orang.” [HR Tirmidzi]

Oleh karenanya, ketika Imam Ahmad mendengar seseorang berkata – saat fitnah banyak bermunculan, di antaranya bid’ah yang menyatakan Al Qur’an adalah makhluk dan fitnah lainnya, : “Ya, Allah. Matikanlah aku di atas Islam.” Maka Imam Ahmad berkata kepadanya : ”Katakanlah, ‘Ya, Allah. Matikanlah aku di atas Islam dan Sunnah’.”

Kita memohon dan berdo’a kepada Allah, semoga kita dimatikan di atas Islam dan Sunnah, dan semoga kata-kata terakhir dalam hidup kita ialah laa ilaaha illallah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberitahukan kepada kita, bahwa setiap satu jaman berlalu dan datang jaman lain, maka semakin berat fitnah yang melanda umat ini dan perpecahan akan semakin nampak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salalm berkata kepada sahabatnya :

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي – أي من يطول به العمر- فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا

Sesungguhnya, barangsiapa yang hidup di antara kalian (panjang umurnya), maka dia akan mendapatkan perbedaan yang sangat banyak. [HR Abu Daud].

Perpecahan tersebut telah terjadi, dan ini adalah penyakit. Dan tidak ada satu penyakit, (kecuali) pasti ada obatnya. Obat dari penyakit ini, ialah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam lanjutan hadits itu sendiri.

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ مِنْ بَعْدِي عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

Maka hendaklah kalian berpegang teguh dengan Sunnah-ku, dan sunnah para khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah (peganglah) sunnah tersebut dengan gerahammu.

Jadi, Sunnah para khulafa’ dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah satu. Karena itulah Rasulullah n bersabda : فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ مِنْ بَعْدِي , lalu setelah itu Beliau berkata “عَضُّوْا عليها” dengan lafazh satu (tersirat dalam sabda beliau ini bahwa sunnah Rasulullah dan sunnah khulafa’ Ar Rasyidin adalah satu –red) dan tidak berkata “عَضُّوْا عَلَيْهِمَا” (gigitlah keduanya, maksudnya peganglah ia dengan sekuat-kuatnya).

Pada hakikatnya, semua ini merupakan agama Allah. Karena, sebagaimana Allah memilih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusanNya dari kalangan manusia, maka Allah juga memilih untuk nabiNya sahabat-sahabat yang pilihan. Allah mengutus Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada mereka untuk mengajar dan membersihkan mereka, sebagaimana yang telah Allah firmankan :

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Dia-lah yang mengutus kepada umat yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membaca ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya berada dalam kesesatan yang nyata. [Al Jumu’ah : 2].

Orang yang mencela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti dia telah mencela Allah. Orang yang mencela sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sungguh dia telah mencela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Agama ini adalah dari Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pemahaman para salaful umah, dari para sahabat dan tabi’in, seperti difirmankan Allah.

وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang mukminin, Kami biarkan dia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu, dan Kami masukkan dia ke dalam Jahannam. Dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [An Nisaa’: 115].

Yang dimaksud jalan orang-orang mukminin, ialah para sahabat dan orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka dari kalangan para tabi’in dan pengikut tabi’in sampai hari kiamat tiba. Keberadaan mereka, akan terus ada sampai hari kiamat datang, seperti yang akan kita jelaskan, insya Allah.

Agama ini adalah agama yang nilai-nilainya dipraktekkan, bukan agama filsafat atau teori semata. Agama ini telah tegak pada masa-masa yang lalu, sejak zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, era sahabat dan para tabi’in. Apa yang menjadi agama pada masa itu, maka pada sekarang ini, hal tersebut juga merupakan bagian dari agama. Dan jika pada zaman mereka ada satu hal yang bukan dari agama, maka sekarang ini, hal tersebut juga bukan termasuk dari agama yang dicintai dan diridhai Allah.

Agama ini adalah Kitab Allah, dan Kitab Allah memerintahkan agar kita mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Rasulullah, memerintahkan kita untuk mengikuti sahabat Rasulullah. Ini semua dicintai dan diridhai Allah. Begitulah yang difahami Imam Syafi’i dan ulama lainnya.

(Suatu waktu), Imam Syafi’i datang ke Masjidil Haram di Mekkah untuk menunaikkan ibadah haji. Beliau duduk dan berkata kepada orang-orang yang ada : “Tanyalah kepadaku. Tidak ada orang yang bertanya tentang sesuatu kepadaku, kecuali aku akan menjawabnya dengan Kitabullah”.

Maka ada orang awam berdiri dan bertanya : “Wahai, imam. Ketika aku masuk Masjidil Haram, aku menginjak dan membunuh satu serangga. Padahal orang yang dalam keadaan ihram tidak boleh membunuh sesuatu. Akan tetapi, aku telah membunuh seekor serangga. Apa jawabannya dari Kitabullah ?”.

Setelah memuji Allah dan shalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Imam Syafi’i berkata : Allah berfirman :

Apa-apa yang telah diperintahkan Rasul, maka haruslah kalian mengambilnya. [Al Hasyr:8].

Sementara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ مِنْ بَعْدِي

Maka hendaklah kalian berpegang teguh dengan Sunnah-ku dan sunnah para khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk. [HR Abu Daud]

Dan di antara Khulafaur Rasyidin adalah Umar bin Khaththab. Kemudian beliau membawakan sebuah riwayat bahwa ada seseorang bertanya kepada Umar bin Khaththab tentang seseorang yang membunuh seekor serangga dalam keadaan ihram. Maka Umar menjawab, ”Tidak ada denda (sangsi) apa pun atas kamu”. Maka Imam Syafi’i berkata : “Jawabanku dari Kitabullah, wahai orang yang berbuat (seperti) itu, sesungguhnya engkau tidak mendapat sangsi apapun. Itulah jawaban dari kitab Allah.”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menceritakan kepada kita, bahwa akan terjadi perpecahan pada umat ini. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan, Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, Nashara akan terbagi menjadi 72 golongan. Dan kaum muslimin, akan terpecah menjadi 73 kelompok. Rasulullah kemudian berkata, semua kelompok itu –semuanya- akan masuk ke dalam neraka, kecuali satu kelompok saja. Ditanyakan kepadanya: “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Yaitu orang-orang yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku pada hari ini.”

Perpercahan itu juga telah dijelaskan oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para sahabat benar-benar menekuni agama ini dengan amalan nyata. Karena sesuatu yang bersifat teori, akal dan pemahaman bisa berbeda-beda. Namun, jika berbentuk praktek dan amalan, maka itu merupakan hal yang terbaik dalam menafsirkan firman Allah dan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Perbedaan seperti ini sudah ada ketika muncul para imam dan Daulah Islam. Para fuqaha (ahli fiqih) jatuh ke dalam perbedaan tersebut. Namun perbedaan yang terjadi pada di kalangan mereka memiliki ketentuan-ketentuan dan kaidah-kaidah yang sesuai dengan syar’i, sehingga tidak ada saling mencela dan perpecahan.

Para fuqaha, terutama para imam yang empat, mereka saling mencintai. Kita juga harus mencintai mereka, berlepas diri dari orang-orang yang mencela mereka. Namun kita juga yakin, di antara mereka, tidak ada satu pun yang ma’shum. Semoga Allah memberikan rahmatNya kepada mereka.

Akan tetapi, setelah itu, pada masa akhir-akhir ini muncul fanatisme dan taqlid buta kepada imam-imam tersebut. Sehingga ada sebagian orang yang bermadzhab Syafi’i berkata, bahwa orang yang bermadzhab Syafi’i tidak boleh menikah dengan wanita yang bermadzhab Hanafi. Dan orang yang bermadzhab Hanafi tidak boleh menikah dengan wanita yang bermadzhab Syafi’i. Sehingga terjadilah fanatisme yang tercela dan taqlid buta yang tidak dicintai dan diridhai Allah.

Umat ini terpecah dengan perpecahan yang sangat dahsyat. Setiap golongan umat ini tidak beribadah kepada Allah, kecuali dengan madzhab satu imam. Kemudian pemahaman agama hanya diambil dari catatan-catatan dan buku-buku ulama terdahulu tanpa kembali kepada dalil-dalil yang syar’i. Sehingga semakin menambah perbedaan dan perpecahan umat ini, karena persatuan tidak akan mungkin terwujud kecuali jika dilandasi dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seiring dengan bergulirnya waktu, maka perbedaan yang ada semakin keras dan dahsyat.

Ketika kekuatan dan kekuasaan Islam hilang, muncul sekelompok orang yang ingin memperbaiki keadaan dan mendirikan agama ini. Masing-masing kelompok menempuh metode tersendiri, sehingga terjadi perpecahan dan perbedaan yang tajam di antara mereka. Padahal ahlul haq (orang-orang yang berada di atas kebenaran) masih ada. Dan sebelumnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menceritakan tentang orang-orang tersebut dalam haditsnya :

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Masih akan terus ada satu kelompok pada umatku, mereka akan tetap berada di atas kebenaran sampai hari kiamat datang. [HR Bukhari dan Muslim].

Pada asalnya, kaum muslimin harus menjadi umat yang bersatu di atas tauhid dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti yang telah kami jelaskan. Dan juga, satu sama lain harus saling mencintai karena agama Allah. Ketika terjadi perselisihan antara seorang Muhajirin dan seorang Anshar, dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar orang Anshar berkata “Wahai orang-orang Anshar!” dan yang Muhajirin berkata “Wahai orang-orang Muhajirin!”

Sebutan Muhajirin dan Anshar adalah dua nama yang syar’i dan dicintai Allah. Allah telah menyebutkan dalam KitabNya, artinya : Dan orang-orang yang terdahulu dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan, maka Allah telah ridha kepada mereka dan mereka juga telah ridha kepada Allah. [At Taubah : 100]

Namun ketika terjadi perbedaan antara keduanya dan masing-masing memanggil kelompoknya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka : “Apakah kalian melakukan adat jahiliyah, padahal aku berada di tengah-tengah kalian?”

Sabda Beliau “kalian telah melakukan adat jahiliyah” ini ditujukan kepada orang yang mengatakan “Wahai orang-orang Anshar” dan yang berkata ”Wahai orang-orang Muhajirin”.

Jadi, seharusnya umat ini bersatu dan menjadikan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah n sebagai penentu hukum di antara mereka. Keduanya adalah agama yang diamalkan oleh para sahabat. Mengamalkan agama dengan pemahaman dan amalan para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Orang-orang yang mengikuti para sahabat akan terus ada, seperti disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Masih akan terus ada satu kelompok pada umatku, mereka akan tetap berada di atas kebenaran sampai hari kiamat datang.

Hadits ini harus kita cermati. Dengan memahaminya, maka orang akan merasa tenang, tidak goncang dan bingung. Hadits ini penting.

Berikut penjelasannya:
Pertama : Disebutkan di dalamnya “masih akan terus ada”, yang artinya “tidak akan terputus”. Maka siapa pun yang mengajak kepada kebenaran, lalu dakwahnya sampai kepada seorang tertentu, dan sebelumnya tidak ada kelompok atau jama’ah kecuali setelah orang tersebut muncul, maka dia tidak termasuk di dalam hadits ini. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : ”Masih akan terus ada pada umatku”. Dan ahlul haq tidak pernah mengajak, kecuali kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pemahaman para salafush shalih. Kelompok yang disebutkan Rasulullah n ini akan terus ada dan memiliki sanad (jalur periwayatan) yang sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua, sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam “akan tetap eksis atau menang”. Ini tidak berarti mereka haruslah golongan yang kuat atau menang dengan kekuatan materi. Akan tetapi, mereka tetap menang dengan hujjah, dalil, keterangan, penjelasan dan kaidah-kaidah para ulama. Mereka tetap teguh di atas kebenaran. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang keadaan mereka dalam sabdanya :

لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ

Tidak mempengaruhi mereka orang-orang yang tidak memperdulikan mereka.

Dan dalam riwayat Musnad Imam Ahmad:

إِلاَّ لَعْوَاءُ تُصِيْبُهُمْ

(Kecuali jika musibah yang menimpa mereka).

Maka kelompok manapun, di negeri manapun, dan kapanpun mereka berada sementara musuh-musuh mereka berhasil mengecilkan nyali dan menekan mentalnya, maka mereka ini bukan yang termasuk dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata “tidak mempengaruhi mereka orang-orang yang mencela dan mengganggu mereka”.

Kelompok yang disebutkan ini adalah yang berada di atas agama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Kelompok tersebut akan menjadi kelompok yang mendapat pertolongan dan akan menggenggam masa depan yang bagus. Allah telah menceritakan dalam KitabNya, dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Sunnah-nya yang shahih, bahwa masa depan akan menjadi milik agama ini. Dan agama ini akan menang dan merambah seluruh wilayah. Barangsiapa yang menduga bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaknya dia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah dia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya. [Al Hajj : 15].

Makna ayat ini (ialah): Wahai, seluruh manusia. Barangsiapa yang menduga Allah tidak akan menolong Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan agamanya, maka lebih baik dia menggantung dirinya dengan tali di atap rumahnya, lalu membunuh dirinya. Karena Allah benar-benar menolong Nabi dan agamaNya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salalm pernah ditanya : “Kota manakah yang lebih dulu dibebaskan, Qostantiniyah (Konstantinopel yaitu di Turki) atau Roma (ibukota Italia)?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Qostantiniyah) dahulu, kemudian Roma.”

Dan (Qostantiniyah) telah dibebaskan semenjak tahun 1543M, dibebaskan lebih dari 800 tahun setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kabar tersebut dalam haditsnya. Dan kita sedang menunggu penaklukkan kota Roma, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tsauban :

سَتَكُوْنُ فِيْكُمْ النُّبُوَّةُ مَاشَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ تَنْقَضِي, ثُمَّ تَكُوْنُ فِيْكُمْ خِلاَفَةٌ رَاشِدَةٌ مَاشَاءَ اللهُ لَهَا أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ تَنْقَضِي, ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْكُمْ مُلْكٌ مِيْرَاثِي مَاشَاءَ اللهُ لَهُ أَنْ يَكُوْنَ ثُمَّ يَنْقَضِي, ثُمَّ يَكُوْنُ لَكُمْ مُلْكٌ عَضُوْدِي –ملك جبري –مَاشَاءَ اللهُ لَهُ أَنْ يَكُوْنَ ثُمَّ يَنْقَضِي , ثُمَّ تَكُوْنُ فِيْكُمْ خِلاَفَةٌ عَلَى نَـهْجِ النُّبُوَّةِ

Akan datang pada kalian masa kenabian sesuai dengan kehendak Allah, setelah itu habis masanya. Lalu akan datang zaman Khilafah Rasyidah sesuai dengan kehendak Allah, lalu setelah itu habis masanya. Lalu datang masa kerajaan yang turun menurun sesuai dengan kehendak Allah, lalu setelah itu habis masanya. Lalu datang masa kerajaan dengan cara paksaan (peperangan) dengan kehendak Allah berdiri, lalu setelah itu habis masanya. Kemudian datang masa Khilafah yang berada di atas jalan kenabian.

Di samping Allah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pendirian khilafah yang berada di atas jalan kenabian tersebut, Allah juga mempersiapkan sebab-sebabnya. Di antara sebabnya, adalah Allah memberikan kemudahan kepada para ulama untuk menjelaskan hadits-hadits shahih dan jalan para salafush shalih dari umat ini.

Para imam-imam (ulama) tersebut yang diawali oleh Bukhari, lalu Muslim, Nasaa-i, Abu Dawud dan Ibnu Majah. Mereka semua bukanlah dari golongan bangsa Arab. Bukhari dari negeri Bukhara, Muslim dari Naisabur, Nasaa-i dari Nasaa’, Abu Dawud dari Sijistan, Ibnu Majah dari Qozwin. Mereka semua adalah orang ajam (bukan Arab). Mereka adalah para ulama hadits, muncul setelah masa para imam empat, (yaitu): Syafi’i, Malik, Abu Hanifah, dan Ahmad. Pada zaman para fuqaha, Sunnah belum dibukukan dalam satu buku, namun setelah zaman mereka.

Kemudian Allah menurunkan keutamaanNya untuk kita di negeri Syam dengan munculnya Syaikh Imam dalam ilmu hadits (yaitu) Abu Abdir Rahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh Najati Al Albani. Beliau datang dari negeri Albania, dibawa hijrah oleh ayahnya ke Damaskus guna menjaga agamanya. Kemudian diusir dari Damasqus, lalu menuju ke Yordania. Beliau tinggal (disana) lebih dari 50 tahun. Setiap hari selama lebih dari 18 jam, beliau melakukan penelitian terhadap hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , baik dari buku-buku cetakan atau dari manuskrip-manuskrip kuno. Selama itu, beliau mengarang dan menjelaskan hadits-hadits Nabi .

Setelah itu, dengan keutamaan Allah, muncul ulama-ulama sunnah di negeri-negeri kaum muslimin. Mereka mengajak untuk kembali kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sunnah para sahabatnya. Inilah tanda-tanda khilafah yang telah diceritakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang akan kembali kepada umat ini, Insya Allah. Khilafah tersebut berada di atas jalan kenabian, jalan para sahabat dan tabi’in yang datang setelah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh sebab itu, wahai saudara-saudaraku! Jika ingin menolong dan menyebarkan agama kita, maka kita harus mempelajari Al Qur’an. Karena dengan menghafal dan menjaganya, hati akan menjadi mulia. Dengan memahami dan mentadabburinya (menghayatinya), akal pikiran menjadi mulia. Kita juga harus menghafal dan menjaga hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , atsar para sahabat dan tabi’in. Mengetahui perkataan-perkataan mereka dalam menghukumi masalah-masalah. Kita juga harus selalu mempelajari agama Allah dengan dalil-dalilnya yang syar’i dan shahih. Kita jangan bersikap fanatik kepada seseorang, madzhab, kelompok dan jama’ah. Kita harus bersikap lembut, memberi nasihat, menunjukkan rasa cinta kepada saudara-saudara kita yang terjerumus ke dalam jurang fanatisme terhadap satu kelompok. Jika kamu menolak nasihat kami, maka jangan kamu berikan semua akalmu kepada yang engkau ikuti, teapi sisakan sedikit, agar kamu bisa bertadabbur dan berpikir. Jika kamu merasa berat untuk melihat kebenaran kecuali dari tempat yang sempit dan kamu merasa tertahan di tempat tersebut, maka hendaklah kamu menjaga kunci tempat tersebut di tanganmu atau di sakumu; jangan engkau buang jauh dan jangan berikan kepada orang lain. Karena, jika pada suatu saat kamu mengetahui mana yang benar, maka kamu bisa keluar dari tempat tersebut dalam keadaan tenang dan bebas. Dan kamu bisa melihat kebenaran dari tempat yang luas dengan dalilnya yang shahih dan syar’i. Akhirnya, engkau akan berjalan di atas jalan para ulama.

Dan ketahuilah dengan seyakin-yakinnya, wahai saudara-saudaraku! Sesungguhnya akhir umat ini tidak akan menjadi baik, kecuali jika mencontoh umat yang pertama. Tidak ada jalan untuk memperbaiki umat ini, kecuali dengan jalan para ulama, duduk di majlis para ulama, mempelajari agama dengan pemahaman mereka dan mengamalkannya, kemudian menyebarkannya. Maka dengan itu, kaum mukminin akan bergembira dengan pertolongan dari Allah. Saya mengharap kepada Allah, agar kita dijadikan dari salah satu sebab ditolongnya agama ini, dan sebab penyebarluasan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga Allah memberikan manfaat kepada kita dan menjadikan kita berguna bagi orang lain, juga menjadikan apa yang telah kita katakan dan kita dengar ini menjadi hujjah (pembela) untuk kita, bukan penggugat diri kita. Semoga Allah menjadikan itu semua sebagai timbangan kebaikan kita, dan menjadikan timbangan kita berat karenanya, Insya Allah.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun IX/1426H/2005M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]
_______
Footnote
[1]. Naskah ini diangkat dari ceramah Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman di Universitas Islam Negeri Malang, pada tanggal 7 Desmber 2004. Ditranskrip ulang dan diterjemahkan oleh al akh Nashiruddin.

Islam di Hongkong


Hong Kong merupakan salah satu negara terfavorit untuk tujuan wisata dunia. Dan, di negeri ini, pariwisata merupakan tonggak utama perekonomian Hong Kong dengan jumlah wisatawan mencapai 21,81 juta orang tahun 2004. Bahkan, hampir setiap tahun, jumlah wisatawan terus meningkat rata-rata 11,1 persen per tahun.

Negara yang memiliki luas wilayah sekitar 1.100 kilometer persegi ini, dihuni oleh sekitar 6.880.000 jiwa berdasarkan sensus penduduk tahun 2006 dengan kepadatan penduduk mencapai 6.254 per kilometer persegi. Di negara yang resmi diserahkan pada pemerintahan Republik Rakyat Cina (RRC) 1 Juli 1997 itu, didiami oleh berbagai komunitas agama, seperti Konghucu, Buddha, Kristen, Hindu, Katholik, dan Islam.

Dari sekitar 6,8 juta jiwa itu, sekitar 250 ribu penduduk Hong Kong menganut agama Islam. Sisanya terbagi atas Konghucu, Buddha, Kristen, Hindu, dan Katholik.

Kendati jumlah penganut Islam minoritas, namun kegiatan keagamaan di negeri ini terus menggeliat. Bahkan, dukungan dan kehadiran sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (mereka lebih senang disebut dengan Buruh Migran Indonesia, BMI) di negara ini, membuat syiar Islam makin semarak.

Dan, di beberapa distrik (kota) tersibuk di Hong Kong, syiar Islam terus berdenyut. Terdapat lima masjid yang menjadi pusat aktivitas keislaman di negeri bagian Cina ini.

Yang tertua adalah Masjid Jamia yang terletak di Shelley Street, yang dibangun pada 1890-an dan kemudian dibangun kembali pada 1905. Masjid Kowloon dan Pusat Islam di Nathan Road, dibuka pada 1984. Masjid Ammar dan Pusat Islam di Oi Kwan Road di Wan Chai dibuka pada September 1981. Pekuburan Muslim Cape Collinson turut mempunyai masjid. Selain itu, juga ada Masjid Stanley.

Azan mengalun indah di kawasan sibuk aktivitas Nathan Road, Hong Kong. Muazinnya adalah Ahmed Cheung Wong Yee–kini dikenal sebagai Imam Cheung –yang merupakan imam masjid tersebut. Sementara, kerumunan manusia terus bergerak sampai akhirnya berhenti di keset tenunan sebelum masuk masjid, mereka bersiap shalat Jumat.

Pada jam itu, semua perhatian seolah tersedot ke masjid. Para pria seperti sepakat berhenti sejenak dari pekerjaannya, berganti ‘kostum’, lalu bergerak ke masjid. Di bagian lain, seorang wanita berdiam seperti patung. Mulutnya berucap perlahan, melafalkan ayat-ayat Alquran. Begitu Imam Cheung menyudahi iqamat-nya, shalat berjamaah pun dimulai.

Aktivitas di atas merupakan sekelumit kehidupan komunitas Muslim di Hong Kong. Kota yang padat aktivitas dan memiliki kehidupan yang tidak pernah berhenti, menyisakan sebagian ruang heningnya bagi para pemeluk agama untuk beribadah. Meski bukan mayoritas, namun umat Islam di sana menikmati kebebasan menjalankan ibadah mereka.

Berdasarkan data statistik tahun 2007, jumlah warga Muslim di Hong Kong tercatat ada sekitar 250 ribu orang. Mereka saling berbagi wilayah bersama komunitas Kristen, Buddha, dan Hindu. Karena itu, mereka sangat berhati-hati untuk tidak saling mengganggu satu sama lain. Itu sebabnya, azan hanya boleh dilakukan terbatas di masjid.

Meski demikian, Imam Cheung menyebut pemerintahan Hong Kong cukup akomodatif terhadap kepentingan kelompok Muslim. ”Mereka telah memberikan daging yang disembelih sesuai hukum Islam,” ujarnya seperti dikutip dari situs IslamOnline.

Selain itu, masjid dan pusat kegiatan Islam cukup berkembang di kota ini. Setiap Jumat, Imam Cheung melayani jamaahnya di masjid Kowloon yang banyak didatangi umat Islam dari berbagai etnis. Sebagian dari mereka merupakan komunitas Cina, sisanya terbagi atas Muslim Asia Tenggara, Timur Tengah, Pakistan, India, dan Afrika.

Ribuan tahun lalu Komunitas Muslim telah ada di Cina sejak seribu tahun lalu. Dibawa oleh komunitas pedagang Arab yang membawa barang-barangnya berjualan melintasi jalur perdagangan yang dikenal sebagai ‘jalur sutra’, yang menghubungkan Cina dengan dunia Barat.

Sementara di Hong Kong, perkembangan agama Islam mencapai puncaknya pada saat kedatangan Muslim Pakistan dan India yang dipekerjakan tentara Inggris untuk menjaga kawasan ini. Hong Kong dulunya merupakan koloni Inggris sebelum diserahkan kembali ke Cina pada 1 Juli 1997.

Jumlah penganut Islam semakin berkembang pesat dengan banyaknya komunitas Cina minoritas yang masuk Islam. Kelompok Cina minoritas ini kemudian dikenal dengan nama ‘Hui’.

Imam Cheung merupakan salah satu imam yang mengurusi masjid di Hong Kong. Ia memberikan kontribusi besar bagi pengembangan ajaran Islam di kota yang dulunya merupakan koloni Inggris ini.

Ia dibesarkan dan belajar di kawasan Cina Selatan dekat pelabuhan Guangzhou, atau yang dikenal sebagai Canton. Ia menjadi imam mengikuti jejak ayah dan kakeknya yang juga seorang imam dan kini dimakamkan di sana. Hingga di usianya yang lanjut, Imam Cheung masih saja tetap menjalankan tugasnya sebagai imam Masjid. Ia juga menyebarkan ajaran Islam dan mengajarkan sejarah kehidupan Rasulullah SAW.

Sejarah mencatat, perkembangan Islam di Cina sudah berlangsung sejak berabad-abad lalu. Dimulai saat Rasulullah mengirimkan tiga sahabatnya untuk mendatangi negeri Cina untuk menyebarkan ajaran Islam. Dua di antaranya meninggal di perjalanan, sementara satu orang lainnya tiba dan membangun tiga buah masjid, yang salah satunya ada di Guangzhou. Hingga kini, masjid yang dibuat pada 627 M ini masih berdiri di Guangzhou.

Dikisahkan pada 1942, saat usianya menginjak 27 tahun, Imam Cheung diundang ke Hong Kong, berbarengan dengan pendudukan Jepang di wilayah itu. Ia kewalahan mengurusi jenazah prajurit Muslim karena keterbatasan kain dan kayu untuk peti. Bertahun-tahun kemudian, sang Imam masih menjalankan profesinya. Melayani umat Islam yang terus berdatangan ke Hong Kong.

Komunitas Muslim di Hong Kong lebih dari setengahnya merupakan orang Cina asli, dan sisanya merupakan pendatang, seperti orang Pakistan, Malaysia, Indonesia, Filipina, Arab, dan Afrika. Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana komunitas Muslim asli Hong Kong bisa terbentuk.

Namun, keberadaan komunitas Muslim Hong Kong semakin jelas sejak Hong Kong berada di bawah pemerintahan Inggris pada pertengahan abad ke-19. Inggris membawa tentara-tentara Muslimnya dari India. Datang pula bersama mereka atribut-atribut keislamannya.

Setelah itu, jumlah penganut Islam semakin banyak di Hong Kong sehingga kemudian terbentuklah komunitas Muslim. Melihat hal tersebut, pemerintah Hong Kong kemudian mengalokasikan lahan bagi komunitas Muslim ini untuk membangun masjid dan kuburan. Bertahun-tahun kemudian, lebih banyak lagi orang Islam yang datang ke Hong Kong dan menetap. Di antara mereka adalah Muslim Cina yang datang dari Cina daratan.

Salah satu komunitas Muslim yang berkembang di Hong Kong adalah mereka yang berasal dari kelompok Syiah. Mereka berjumlah 500 orang, namun mereka merupakan kelompok yang sangat kuat dan aktif menggelar dakwah Islam di wilayah itu. dia/sya/berbagai sumber

Shalat Idul Fitri di Victoria Park.*Sumber: http://ddhongkong.org/islam-in-hk/sejarah-islam/

Islam di Estonia


Sejak akhir era 80-an, telah lima kali diupayakan pembangunan masjid.
Kini, terdapat sekitar 20 ribu jiwa umat Muslim di Estonia, sebuah negara kecil di kawasan Baltik. Mereka sudah menetap di sana sejak puluhan tahun lalu, bahkan turut merasakan pahit getir penderitaan semasa rezim komunis Soviet. Akan tetapi, hingga kini, keberadaan mereka seolah belum terakomodasi. Salah satu buktinya adalah belum adanya sarana (tempat) ibadah yang representatif untuk umat Islam di Estonia.
Ya, belum ada satu pun masjid di negara pecahan Uni Soviet itu. Upaya membangun masjid sebenarnya sudah kerap dilakukan. Namun, ada banyak tantangan dan kendala yang dihadapi, mulai dari pejabat di pemerintahan, masyarakat setempat, ataupun di internal umat sendiri.
Warga Muslim masih terkenang kejadian di tahun 2003 silam. Ketika itu, dengan sokongan seorang pengusaha Muslim, mereka berniat mewujudkan harapan membangun masjid pertama. Bahkan, lebih dari itu, masjid tersebut rencananya bakal jadi yang terbesar di wilayah Balkan.
Proyek ambisius ini bakal berlokasi di Ibu Kota Tallin atau kota besar lainnya. Bila telah selesai pembangunannya–yang diperkirakan menelan dana hingga 40 juta dolar–masjid ini juga difungsikan sebagai pusat kegiatan agama dan kemasyarakatan.
Tapi, tak lama setelah program tersebut digulirkan, muncul penolakan dari berbagai pihak. Salah seorang anggota parlemen Estonia, Liina Tonisson dari Partai Pusat, mengatakan, ”Kami sebenarnya tidak bisa mencegah pembangunan masjid ini. Akan tetapi, Estonia adalah sebuah negara yang berkebudayaan Eropa dan agama Islam tidak cocok di sini,” terangnya.
Meski begitu, pejabat kota tidak berkeberatan. Juri Mois, wali kota Tallin, menilai, adanya masjid tersebut nantinya akan mampu menambah keragaman di kota itu. ”Ini akan membuat turis asing tertarik untuk berkunjung ke Estonia,” katanya.
Dukungan juga datang dari Pusat Kebudayaan Kristen Estonia. Organisasi ini bersedia bekerja sama dengan Palang Merah Islam untuk melobi para pejabat setempat ataupun komunitas umat beragama lain guna menyukseskan program itu.
Polemik terus berlanjut. Ada kekhawatiran bahwa rencana pembangunan masjid dapat memicu sentimen antitoleransi dan kekerasan agama.
Isu ini langsung ditepis mufti Estonia, Syekh Ahmed Harsinov. Islam, kata Syekh Ahmed, adalah agama damai. Dia lantas menyerukan perlunya dialog intensif antara umat beragama di negara itu sebagai upaya membangun saling pengertian dan pemahaman.
Syekh Ahmed kemudian mengingatkan bahwa umat Islam sudah ada di Estonia sejak 100 tahun lalu dan selama itu pula tidak pernah memicu kerusuhan atau kekerasan. ”Jadi, tidak ada alasan untuk merasa takut terhadap Islam dan komunitas Muslim,” tegasnya.
Sejarah pun mencatat bahwa pembangunan urung terlaksana setelah timbul permasalahan di internal umat. Mereka mempertanyakan kesanggupan Habib Gulijev, sang pengusaha, untuk memimpin proyek ini sekaligus menyediakan pendanaan yang dibutuhkan.
Terkait rencana pembangunan tersebut, Syekh Ahmed mengungkapkan perlunya umat Muslim Estonia memiliki tempat ibadah. Ini mengingat, di Ibu Kota Tallin, hanya ada sekitar 13 tempat shalat dan tak satu pun yang merupakan masjid. Dirinya mencatat, sejak akhir era 80-an, telah lima kali dilakukan upaya pembangunan masjid.
Lebih dari separuh jumlah umat Muslim menetap di Tallin. Kebanyakan dari mereka berasal dari etnis Tatar dan Azer yang datang ke kawasan ini sejak era Uni Soviet. Kini, jumlah pemeluk Islam semakin bertambah dengan kehadiran para imigran dari Timur Tengah, Afrika Utara, dan negara-negara Islam di Asia.
Bertoleransi Adalah etnis Muslim Tatar yang pertama kali hadir di negara tersebut. Mereka berstatus sebagai pengungsi setelah tanah airnya, Republik Tatar, dikalahkan tentara Kerajaan Rusia. Represi besar-besaran terjadi. Intelektual dan tokoh agama banyak yang disingkirkan.
Warga pun memilih hengkang dan mencari tempat lebih aman. Beberapa dari mereka sampai di Finlandia dan juga Estonia. Dua kota utama, Narva dan Tallin, pernah menjadi pusat konsentrasi ribuan pengungsi.
Ketika itu, Estonia belum berbentuk negara. Estonia masih merupakan provinsi miskin dan masuk wilayah Kekaisaran Rusia. Daerah ini sempat porak-poranda akibat Perang Dunia I.
Penduduk asli menerima para pengungsi dengan tangan terbuka. Mereka beragama Nasrani, tapi bertoleransi terhadap umat agama lain, terlebih para pendatang tadi sedang mengalami penderitaan.
Kedua pemeluk agama hidup berdampingan secara damai. Eksistensi umat pun diakui, misalnya diperbolehkan memiliki lahan pemakaman khusus Muslim. Tak hanya itu, agama Islam pun tercantum sebagai agama resmi dalam konstitusi sejak tahun 1928.
Mereka juga mendapat pekerjaan cukup baik di berbagai bidang profesi. Perdagangan berkembang pesat, demikian pula sektor pendidikan di mana banyak pelajar Muslim yang menimba ilmu di Universitas Tartu.
Tibalah musim semi tahun 1940. Republik kecil ini dianeksasi tentara komunis Soviet. Maka, sekali lagi, komunitas Muslim mengalami penindasan. Ribuan warga kemudian dideportasi ke Siberia. Ini merupakan bagian dari kampanye ‘Rusianisasi’ di seluruh wilayah pendudukan.
Sekitar bulan Maret 1944, pada masa Perang Dunia II, angkatan udara Soviet membombardir Tallin yang masih dikuasai Nazi Jerman. Kota itu rusak berat, termasuk kediaman komunitas warga Muslim. Sistem drainase juga porak-poranda hingga menyebabkan banjir besar yang turut menghancurkan pemakaman Muslim.
Usai PD II, dengan rezim komunis tetap bercokol, kehidupan keagamaan ditekan. Pada pertengahan tahun 80-an, umat Muslim membentuk organisasi pertama, tapi baru diakui secara resmi pada tahun 2000.
Estonia pun memperoleh kemerdekaan tahun 1991. Berdasarkan data sensus tahun 1997, jumlah penduduknya mencapai 1,7 juta jiwa, termasuk umat Islam. Sejak itu, tidak ada permasalahan berarti dalam kehidupan keseharian. Sampai timbul peristiwa 11 September yang mengubah persepsi warga Barat terhadap Islam dan umat Muslim. yus/berbagai sumber
Bangga Miliki Alquran Terjemahan
Keterbatasan sarana ibadah tak menghalangi umat Muslim Estonia untuk terus berupaya memantapkan akidah. Desember 2007 lalu menjadi momen penting bagi segenap umat setelah secara resmi diterbitkan Alquran terjemahan dalam bahasa Estonia.
Liberalisasi kebijakan imigrasi memang telah membuat peningkatan angka imigran dari negara-negara Muslim. Oleh karena itu, diperlukan pula penambahan berbagai sarana dan prasarana penunjang ibadah.
Untuk tahap awal, edisi pertama Alquran ini dicetak sebanyak tiga ribu kopi. Subhanallah, umat sangat antusias menyambut kehadiran kitab suci ini.
Dalam waktu singkat, seluruh cetakan Alquran tersebut terjual habis. Hal ini terbilang fenomenal, mengingat di negara kecil ini hanya memiliki angka tertinggi penjualan buku yang hanya mencapai lima ribu kopi. Dalam sebulan, Alquran tersebut telah menjadi best seller.
Menurut penerbitnya, Aivar Lestinski, dalam beberapa tahun belakangan, muncul kecenderungan di masyarakat Muslim untuk memperdalam agama Islam, belajar ilmu Alquran, dan lainnya. Tak mengherankan jika buku-buku tentang agama pun laris manis.
Alquran terjemahan bahasa Estonia itu adalah karya Haljand Udam (1936-2005). Penerjemahan sendiri dilakukan selama lebih dari tiga tahun.
Udam memang punya kemampuan bahasa asing yang sangat luar biasa. Dia menguasai sejumlah bahasa, seperti Arab, Farsi, Tajiki, Hindi, Urdu, dan Uzbek. Selain itu, dia pun mahir dalam beberapa bahasa Eropa, misalnya Prancis, Inggris, Rusia, dan Finlandia.
Beberapa buku dari para ulama dan pengarang terkemuka dunia telah berhasil diterjemahkan pula. Pun, karya-karya yang berupa esai, hasil penelitian, serta buku karangannya diterjemahkan sendiri ke berbagai bahasa, seperti Read and Written (1998), Ittenarary of the Orient (2001), dan Magicians, Philosophers, Politicians (2003).
Pendidikannya ditempuh di Universitas Tartu, di mana dia memperoleh gelar sarjana di bidang geologis. Akan tetapi, Udam lantas tertarik mempelajari budaya Timur dan selanjutnya belajar di Universitas Tashkent tahun 1964.
Kemudian, studinya berlanjut di Soviet Academy of Science dengan mengambil jurusan bahasa Rusia. Dua tahun setelah hijrah ke Rusia, di tahun 1971, Udam menulis tesis terkenalnya yang berjudul Semantic Features of Sufi Terminology in Persian. /berbagai sumber

Injil Barnabas Asli ada di Turki


 Turki umumkan menemukan Injil Barnabas asli

Pemerintah Turki telah  mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun.  Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW  sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.

Bahkan Alkitab rahasia ini memicu  minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin  melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini  adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12  tahun terakhir.

Seperti dikutip dari mailonline.com injil yang  ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah  bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil  ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus  kenabian setelah Yesus.

Injil kuno berusia 1.500 tahun ini  bersampu kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti  penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di  Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Sebuah fotokopi satu halaman dari naskah  kuno tulisan tangan Injil ini dihargai 1,5 juta poundsterling. Menteri  Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay mengatakan, buku tersebut  bisa menjadi versi asli dari Injil. Dan sempat tersingkir akibat  penindasan keyakinan Gereja Kristen yang menganggap pandangan sesat  kitab yang memprediksi kedatangan penerus Yesus.

Gunay juga mengatakan Vatikan telah  membuat permintaan resmi untuk melihat kitab dari teks yang  kontroversial menurut keyakinan Kristen ini. Kitab ini berada diluar  pandangan iman Kristen sesuai Alkitab Injil lain seperti Markus, Matius,  Lukas dan Yohanes.

Turki Terjemahkan Injil Berusia 1.500 Tahun

Sebuah media di Timur Tengah Alarabiyamelaporkan bahwa  pemerintah Turki akan menerjemahkan alkitab berusia 1.500 tahun.

Injil kuno yang menyebut kerasulan Muhammad SAW itu memang sempat mengundang perhatian dunia. Selain menyebut akan datangnya Nabi Muhammad, Injil itu juga menyebut bahwa Yesus adalah manusia fana dan tak pernah disalib.
Injil Barnabas yang di percaya para analis sebagai tambahan dari kitab-kitab injil asli seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes menarik perhatian awal tahun ini. Dalam kitab Yesus telah meramalkan kedatangan Nabi Muhammad.
Pada Februari lalu, Vatikan secara resmi telah meminta untuk melihat alkitab yang ditemukan Turki selama operasi penyelundupan pada tahun 2000. Pekan ini kutipan dari dokumen asli tersebut telah di terjemahkan. Dokumen yang ditulis dengan bahasa Syriac dialek Aram tersebut menyangkal Ketuhanan Yesus.
Laporan sebuah majalah online Y-Jesus yang berbasis di Amerika Serikat dalam analisisnya mengenai Injil Barnabas mengungkapkan, teks dokumen secara efektif menyangkal keilahian Yesus dan menolak konsep trinitas, kepercayaan kristen yang mendefinisikan Allah dalam tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Laporan itu juga menyatakan dalam Injil Barnabas, Yudas Iskariot disebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus.
Pernyataan dari laporan kajian terhadap Injil Barnabas tersebut menantang pesan Kristen selama ini. Pesan selama ini, kematian Yesus dikatakan sebagai pengorbanan Juru Selamat bagi dosa-dosa Kristen dan kebangkitanya sebagai harapan kehidupan kekal.

Pernyataan Injil Barnabas mendukung keyakinan Islam bahwa penyaliban Yesus tidak pernah terjadi. St Barnabas secara tradisional diidentifikasikan sebagai pendiri Gereja Siprus. Ia adalah orang Kristen pertama yang dianggap sebagai rasul bagi umat Kristen.
Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay, mengatakan, teks dari Injil Barnabas tersebut dilaporkan bernilai sekitar 22 juta dolar.

“Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Ini menolak ide dari tritunggal kudus dan penyaliban. Serta ramalan Yesus akan kedatangan Nabi Muhammad,” Kata Gunay seperti dilaporkan dalam salah satu surat kabar setempat.
Saat ini injil dijaga ketat oleh pihak berwenang Turki sebelum diserahkan pada Museum Etnografi Ankara. Rencananya teks asli injil tersebut akan dipamerkan di museum.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/06/05/m530xu-turki-terjemahkan-injil-berusia-1500-tahun

Militer Turki Jaga Ketat Injil Barnabas 

Naskah injil yang ditemukan di Turki bertuliskan bahasa Syriac dialek Aram.

 
Naskah injil yang ditemukan di Turki bertuliskan bahasa Syriac dialek Aram.

Militer Turki mengamankan secara ketat naskah kuno yang diklaim sebagai Injil Barnabas dari abad kelima masehi. Naskah itu dijaga dengan ketat agar tak lepas ke tangan yang tidak bertanggung jawab.
Media Iran Basij Press melansir, alasan di balik pengambilalihan naskah kuno oleh pihak militer itu dikarenakan adanya upaya dari kaum Zionis dan pemerintah negara-negara Barat untuk mensabotase isinya.
“Militer Turki mengambil alih kepemilikan naskah kuno itu karena Zinonis dan Barat berusaha memusnahkannya,” tulis surat kabar Iran itu seperti dilansir wnd.com.
Sebagian isi Injil kuno tersebut memang menyalahi doktrin Kekristenan pada umumnya. Bahkan pada bab 41 tertulis lafal syahadah dan pengakuan terhadap kerasulan Muhammad. “Ketika Adam berbalik, ia melihat di atas pintu gerbang surge tertulis kalimat ‘Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya’.”
Injil Barnabas itu juga menyebutkan bahwa Yesus tidak pernah disalib. Yesus juga disebut telah memprediksi kedatangan Muhammad.



Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/06/06/m56r38-militer-turki-jaga-ketat-injil-barnabas

Turunan Yahudi Tidak Ada Yang Asli di Dunia Ini


Al Hajj Ahmad Thomson sebelah kiri memakai sorban hijau

 

 

Saat ini, apakah anda mengetahui siapakah mereka yang di sebut dengan yahudi? Apa latar belakang mereka, bagaimana niat mereka untuk kuasai dunia? , berikut tulisan Ahmad Thomson, berkebangsaan Inggris, dan beliau seorang mualaf , memberikan gambaran secara jelas siapa itu yahudi.

Yahudi, yang diduga merupakan keturunan bani Israel yang menolak Isa dan Muhammad, (semoga rahmat dan kesejahteraan dilimpahkan kepada mereka), dimana penolakan mereka tersebut berlanjut hingga kini, terbagi dalam dua kelompok yaitu kaum Sephardim dan kaum Ashkenazim. Jumlah kaum Ashkenazim jauh lebih banyak dari kaum Sephardim. Asal usul mereka sangat berbeda satu sama lainnya.

Kaum Sephardim, pada umumnya adalah Yahudi yang sejak zaman dahulu telah tinggal di Afrika Utara, Timur Tengah dan Eropa Tenggara. Dan pada suatu masa mereka juga pernah tinggal di Spanyol pada zaman muslim berkuasa disana (711 A.D- 1609 A.D), namun mereka dimusnahkan ataupun terpaksa melarikan diri pada saat pendudukan Kristiani Trinitas pada tahun 1492 A.D. Setelah ini sesungguhnya tidak ada lagi kaum Sephardim yang tinggal di Spanyol, dan banyak dari mereka yang tinggal di Afrika Utara, Timur Tengah dan Eropa Tenggara dikenal sebagai Yahudi yang berasal dari Spanyol ataupun keturunannya bukan sebagai keturunan Yahudi yang tinggal di wilayah tersebut diatas sejak zaman Musa dan Isa ataupun pada masa sebelumnya dari suku bani Israel.

Sangatlah jelas bahwa asli dari ‘Yahudi Spanyol’ adalah orang-orang yang bermigrasi dari Eropa tenggara, Timur tengah dan Afrika Utara selama pemerintahan muslim di Spanyol-namun seperti yang akan kita lihat nanti, Insya Allah-kemungkinan beberapa Yahudi dari Spanyol bukanlah imigran Sephardic dari timur, melainkan Yahudi Ashknazi dari Utara. Sejak saat itu Yahudi Ashknazi dikenal sebagai Yahudi bukan keturunan bani Israel, namun keturunan dari ‘Yahudi Spanyol’ bukan Yahudi Sephardic-walaupun pada masa ini mereka dikenal dengan nama tersebut.

Ashkenazi pada umumnya adalah Yahudi dari abad ke delapan dan seterusnya tinggal di Eropa dan terakhir di Amerika. Tidak dapat disangkal bahwa Yahudi Ashkenazi bukanlah keturunan bani Israel asli. Arthur Koestler menyebut mereka, ‘bani yang ke tiga belas’ dalam bukunya

ilustrasi nabi musa bersama bani israil

Singkatnya, kisah Ashkenazi adalah sebagai berikut:

Pada abad ketujuh A.D. terdapat suku Turky yang dikenal kaya dan mempunyai kekuasaan yang besar di sekitar laut mati dan laut Kaspia. Mereka dikelilingi oleh Kristiani Eropa dari utara, dan oleh Muslim dari selatan. Untuk menjaga keamanan kerajaan mereka, dan untuk alasan kebijaksaan politik semata dan bukanlah alasan-keagamaan-pemimpin mereka memutuskan bahwa seluruh suku Khazar harus menganut agama Yahudi, dengan alasan Kristiani Eropa tidak akan mengganggu mereka jika mereka menyembah Tuhan, begitu juga kaum muslimin akan memperlakukan mereka sebagai ‘ahli kitab’, dan juga tidak akan mengganggu mereka.

Alasan lainnya, jika mereka memilih Kristiani atau Muslim, tentunya mereka akan terlibat di dalam pertikaian yang sudah ada diantara Kristiani Eropa dan Muslim-sehingga memilh agama Yahudi adalah jalan yang paling aman bagi mereka.

Michael Rice menggaris bawahi asal usul dan sejarah Khazars di dalam bukunya Keturunan Palsu, dalam kalimat berikut:

Khazar adalah salah satu suku Turki yang pindah kearah barat sebagai konsekuensi dari adanya tekanan besar di Asia, dimulai dengan menetap di sebelah Utara kerajaan Byzantine, dalam pertengahan abad pertama millennium AD. Kedatangan mereka disebabkan oleh adanya invasi Mongol. Khazar pertama kali muncul di Rusia Selatan, di wilayah antara Kaukasus, Don dan Volga; kemudian mereka mulai memperlihatkan sifat nomadennya dan mulai berusaha untuk mendapatkan kedudukan di dalam pemerintahan.

Khazar, suku ini hidup dengan makmur. Akibatnya Byzantin dan kerajaan Muslim mulai tertarik dengan mereka dan pada kenyataannya tidaklah mudah bagi satu sama lainnya untuk melakukan komunikasi.Kedua kekuatan ini baik kristiani Eropa maupun Muslim sama-sama menekan kaum penyembah berhala ini (Khazar) untuk menerima ajaran agama mereka yang masing-masing meyakini bahwa agama merekalah yang paling benar. Kaum Khazar dikenal sebagai orang-orang yang pandai, yang sangat cemas akan kondisi yang ada sehingga mereka tidak memilih salah satu agama baik dari Kristiani Eropa maupun dari Muslim.Karena jika mereka memilih salah satu dari kekuatan besar ini, artinya mereka akan mengasingkan kekuatan yang lain. Sehingga Khazar mulai mencari solusi untuk memecahkan masalah ini. Solusi tersebut adalah dengan menganut agama Yahudi dengan harapan bisa menghindarkan tekanan dari kedua kekuatan besar mereka.

Khazar melakukan penelitian secara mendalam agama apakah yang dapat diterima oleh kedua kekuatan besar Kristiani dan Muslim sebagai agama yang terhormat dimana masalah ini tertulis di dalam Korespondensi Khazar. Didalam korespondensi Khazar ini dilaporkan bahwa utusan Muslim yang datang kepada mereka untuk merubah agama mereka menjadi Islam, mereka mengajukan pertanyaan, ‘ Agama mana yang anda lebih hargai, Yahudi atau Kristiani? Tanpa ragu-ragu Muslim menjawab agama Yahudi. Sebaliknya mereka juga bertanya kepada kaum Byzantin, yang mempromosikan agama Kristen orthodox, ‘Agama mana yang anda lebih hargai, Yahudi atau Islam? Kaum Kristiani dengan serentak menjawab, ‘ Yahudi’. Oleh karena keputusan segera dibuat dan Khazars resmi menjadi Yahudi.

Karena itulah dalam waktu relatif singkat, seluruh khazar menjadi Yahudi, walaupun tidak ada satupun nenek moyang mereka yang pernah tinggal di tanah suci, dan tidak ada satupun dari mereka yang berasal dari keturunan bani Israel yang mendapatkan ajaran Musa secara langsung.

Sangat jelas bahwa kelompok Yahudi Eropa ini tidak pernah dapat mengakui bahwa mereka mempunyai garis keturunan dengan Yahudi yang pernah tinggal di tanah suci ataupun disekitarnya. Mereka sesungguhnya mempunyai posisi yang sama dengan kaum Kristen Eropa, yang menjadi Kristen karena agama dan ketaatan terhadap agama, namun bukan keturunan Kristen dari bani Israel yang pernah tinggal di tanah suci ataupun disekitarnya.

Selanjutnya, seperti lazimnya agama Kristen di Eropa yang sangat jauh dari ajaran Isa yang asli, begitu juga ajaran agama Yahudi yang dipeluk oleh Khazar bukanlah ajaran asli Musa

sumber :

Eramuslim.com | Media Islam Rujukan

Pirates of Caribbean – Captain Jack Sparrow Seorang Muslim


Captain Jack Sparrow Seorang Muslim? tahukah anda bahwa kapten jack sparrow yang diperankan oleh Johnny Depp dalam film Pirates of Caribbean adalah seorang muslim? menurut sejarah, bajak laut ini memiliki nama asli Yusuf Rais. Lihat poster Pirate of Caribbean deh. disitu jelas terlihat bahwa anting yang dipakai oleh Captain Jack sparrow merupakan simbol simbol islam.

Nama asli Jack Sparrow adalah Jack Wards atau juga dikenal sebagai Jack Birdy, dia masuk islam sekitar akhir abad ke 16. kabarnya saat dia memeluk islam, kru anggota bajak lautnya pun ikut memeluk islam. Berikut adalah Sejarah Singkat mengenai Kapten Jack Sparrow yang dikenal dengan nama islam nya Yusuf Rais.

Jack+Sparrow Captain Jack Sparrow Seorang Muslim

Perhatikan anting oval bermotif bulat sabit dan bintang dalam garis merah

Seorang pelaut Inggris mendeskripsikan ciri-ciri fisik Jack sebagai bertubuh pendek dengan rambut tipis agak putih dan botak di bagian depan; wajah agak hitam dan berjanggut. Ia irit bicara dan acap mengutuk. Sering mabuk dari pagi hingga malam. Kelakuannya tidak mengenakkan. Bodoh dan idiot dalam berniaga.

Ia menjadi bajak laut sekitar tahun 1603. Ketika itu, bersama 30 orang rekannya, Jack merampas kapal layar ukuran kecil berbobot 25 ton dari Pelabuhan Portsmouth. Rekan-rekan kemudian mendaulat Jack sebagai kapten kapal. Proses mendaulat kapten ini tercatat sebagai sejarah pertama pembajak memilih sendiri pemimpinnya.

Berbekal sebuah kapal layar kecil, Jack menangkap kapal layar bernama “Violet” saat bergerak ke Isle of Wight. Dengan armada lebih besar, ia terus melakukan aksi pembajakannya sampai menangkap lagi kapal berbendera Perancis berukuran besar. Armada Jack melanjutkan perjalanan menuju Laut Tengah yang berada di antara Eropa dan Afrika. Di sana mereka merampas kapal perang yang kemudian dinamai “The Gift”. Dengan kapal perang ini, Jack dan anak buahnya menyerang pedagang yang melintasi Laut Tengah selama dua tahun berikutnya.

Tahun 1605, The Gift merapat di Sale, Maroko. Dua orang pelaut, masing-masing, asal Inggris dan Belanda bergabung dengan komplotan Jack. Setahun kemudian Jack membuat perjanjian dengan Sultan Tunisia, Usman Dei, untuk menjadikan kota Tunis sebagai markas. Dari sini kegiatan pembajakan Jack semakin mencorong.

Sebuah kapal tua berbobot 60 ton bernama “Reniera e Soderina” berhasil dirampas Jack. Kapal ini kemudian karam saat berlayar di sekitar Yunani, menewaskan 400 awak di mana 250 orang di antaranya adalah muslim dan 150 lainnya adalah orang Inggris. Kematian ratusan muslim ini membuat rakyat Tunisia murka kepada Jack. Upaya Jack mendapatkan pengampunan dari Raja James I asal Inggris kandas. Namun Sultan Tunisia menepati janji dengan memberikan perlindungan buat Jack.

Kemurahhatian Sultan membuat Jack terpanggil menjadi orang Tunisia (ketika itu Tunisia di bawah kekuasaan Turki Ottoman). Jack lantas berganti nama menjadi Yusuf Rais, menikahi perempuan Italia sembari terus mengirim uang kepada istri tuanya di Inggris. Kisah pindah kewarganegaraan ini menginspirasi Robert Daborne dan menulis naskah berjudul “A Christian Turn’d Turk” pada tahun 1622.

Beberapa tahun selanjutnya, Jack meneruskan kegiatan pembajakan hingga mencapai kemakmuran. Sebelum pensiun dan menghabiskan usianya dengan hidup bahagia di Tunis, namanya harum karena menyelamatkan ribuan muslim dan yahudi Spanyol dalam sebuah pelayaran.

Tahun 1622, saat berusia 70 tahun, ia meninggal akibat wabah. Beberapa waktu menjelang kematian, ia beralih menjadi muslim.

Atas alasan sejarah itulah, pembuat film “Pirates of the Carribean: Stranger Tides” menyisakan sedikit ikon muslim pada diri Jack Sparrow alias Yusuf Rais. Jack memakai aksesoris dengan simbol bulan-bintang, sorban merah (tren pakaian muslim masa lalu), dan janggut. Tingkah slenge’an Yusuf Rais juga ditiru habis-habisan oleh Johny Depp saat berperan sebagai Jack Sparrow.

Sumber : Ruanghati.com

Perkampungan Muslim di Yunani


Pomak Village, Xanthi, Yunani

Kalau berbicara tentang Yunani, pasti yang ada dipikiran kita adalah negeri seribu dewa dan Hercules, ya karena 2 istilah itulah yang memang sudah melekat erat dengan negara Yunani sejak ribuan tahun silam, jika kita kaitkan dengan Islam, memang tidak bahkan hampir tidak pernah kita dengar tentang Islam di Yunani,karena Islam di Yunani sendiri identik dengan Turki, sedikit berbagi info tentang perkampungan Muslim di Yunani dan juga Etnis Pomak (Etnis Muslim di Yunani)

Kaum Minoritas Muslim Hidup di wilayah Thrace area of Greece, yang meliputi Komotini, Xanthi,Alexandroupolis dan Soufli, di Xanthi ada sebuah desa yang dihuni kaum Pomak yang juga disebut white village dengan mayoritas penduduknya muslim. Pomak sendiri adalah suku atau etnis asli slavic muslim yang ada di 4 negara, bulgaria,turki, albania dan yunani, bahasa asli mereka adalah bahasa Bulgaria, dan juga bahas aturki dan yunani sebagai bahasa kedua
Populasi suku pomak di Xanthi sendiri berkisar antara 30.000-35.000 penduduk,di wilayah Thrace area of Greece sendiri banyak dijumpai Masjid,coba saja anda ketik di google dengan keywoard “thrace greece” anda akan menemukan gambar-gambar ini

Kalau anda perhatikan gambar2 diatas, anda akan melihat bawah Masjid dan Minaret adalah salah satu landscape dari wilayah Thrace of Greece, gambar diatas adalah wilayah Rhodope dan Medousa yang memang terletak di wilayah Thrace of Greece

warga asli yunani yang beragama muslim  
Muslim Yunani di wilayah Thrace termasuk di white village Xanthi adalah warga asli Yunani yang memang beragama Islam. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya pengaruh Ottoman Empire Turki yang memang pernah berjaya di Eropa pada abad ke 15. Bermula ketika pasukan Ottoman Empire menduduki wilayah pegunungan di Xanthi,awalnya hanya 6 penduduk asli Xanthi yang beragama islam, hingga sekitar abad ke 16 dan 17 banyak penduduk Pomak yang masuk islam dan bergabung dengan Ottoman, penduduk Pomak mendatangi Pemimpin Ottoman untuk memberitahu keputusannya masuk islam,tapi pemimpin Ottoman mengirim mereka ke Greek bishop of Philippoupolis Gabriel (1636–1672). Tetapi Greek Bishop tidak bisa mengubah keputusan dan pemikiran masyarakat Pomak yang akhirnya tetap memeluk agama islam dan bergabung dengan Ottoman empire untuk berperang melawan Bulgaria yang telah menyengsarakan mereka.

Kemudian menurut tradisi lisan Yunani dari Philippoupolis, upacara khitanan massal pun diadakan di depan masjid tua di dekat gedung pemerintahan dan akhirnya para penduduk desa tersebut pun menjadi muslim.

Pomaks
*dari berbagai sumber

Sejarah Islam di Bulgaria


 

Muslim Bulgaria Peringati Tirani Komunis (2)

Komunitas muslim di Bulgaria
ISLAM adalah agama minoritas terbesar di Bulgaria. Menurut sensus penduduk tahun 2001, jumlah umat Islam di negara ini sekira 966.978, atau 12,2 persen dari populasi rakyat Bulgaria.
Menurut kriteria etnisitas, Muslim di Bulgaria dibagi ke dalam kelompok berikut: Turki — 764.000 jiwa; Muslim Bulgaria — 130.000; Roma — 100.000; dan sisanya tersebar di beberapa wilayah lainnya.
Sebagian besar Muslim di Bulgaria adalah Muslim Sunni. Ada juga dari golongan Syiah — tapi sama dengan di banyak negara lainnya, Syiah di Bulgaria dianggap sebagai bagian dari sekte Islam. Pada kenyataannya tidak seperti itu karena Syiah adalah sebuah “agama lain”, utamanya di Bulgaria.
Para pemeluk Syiah diberitakan punya toleransi yang besar, sebagai contoh, Syiah Kuzulbashi masih bersedia mempertahankan adat istiadat persekutuan, pengakuan, dan menghormati orang-orang kudus Ortodoks. Integrasi kebiasaan Ortodoks ke dalam Syiah — yang celakanya disangka sebagai Islam –memunculkan jenis sinkretisme yang hanya bisa ditemukan di Bulgaria.
Ahmadiyah juga hadir di Bulgaria. Namun meskipun Ahmadiyah hanya sebuah sekte kecil di negara ini, praktek mereka sebagai Ahmadi dilarang secara tegas oleh pemerintah Bulgaria karena perselisihan dalam kepercayaan antara kaum mayoritas Muslim.
Sejarah
Pada pertengahan abad kesembilan, sejumlah kecil Muslim di Bulgaria mulai datang, dibuktikan dengan surat dari Paus Nicholas untuk Boris dari Bulgaria bahwa Saracen harus punah. Selama masa Tsar Simeon, pengaruh Islam pada seni Bulgaria mulai muncul, meskipun diyakini bahwa ini merupakan pengaruh dari Bizantium.
Kemudian pada abad 11 dan 12, suku-suku nomaden Turki seperti Cumans dan Pechenegs masuk ke Bulgaria. Menurut ulama, sebagian dari mereka adalah Muslim. Di sisi lain, Kristen Ortodoks Gagauzes juga mengaku berasal dari Cumans dan Pechenegs yang menetap di Bulgaria utara, yang berarti bahwa nenek moyang mereka bisa jadi adalah Kristen atau mengadopsi Kristen pada saat kedatangan mereka.
Namun puncak kedatangan Muslim ke Bulgaria terjadi selama abad 13, yaitu ketika Muslim Seljuk Turki ke Dobruja. Pada tahun 1362, Ottoman Turki merebut kota Edirne dan dalam dua tahun berikutnya mereka telah meluaskan kekuasaan sampai Plovdiv. Kota Sofia jatuh pada tahun 1385, dan secara Islam ada di tanah Bulgaria pada abad ke-14 akhir di pemerintahan Utsmani dari Balkan. Menurut Grand Mufti di Sofia pada masa pemerintahan Ottoman Turki di Bulgaria ada 2.356 masjid, 142 madrasah dan 400 wakaf.

13061768961603338910

Masjid Banya Bashi di tengah-tengah kota Sofia

Setelah Perang Rusia-Turki, banyak bangunan dan peninggalan Islam dihancurkan atau disita untuk penggunaan kepentingan sipil. Namun begitu, saat ini, diperkirakan ada 1.458 masjid di Bulgaria, termasuk yang cukup banyak di sebuah negara Eropa.
Saat Ini
Seperti di banyak negara Eropa lainnya, Muslim Bulgaria menderita di bawah pembatasan kebebasan beragama oleh rezim Zhivkov Marxis-Leninis. Rezim komunis Bulgaria seenaknya mengumumkan bahwa keyakinan Muslim bertentangan dengan ideologi komunis sekuler.
Pada tahun 1989 silam, 310.000 Muslim Bulgaria lari ke Turki akibat kampanye asimilasi rezim komunis Zhivkov. Program ini, yang dimulai pada tahun 1984, memaksa semua orang Turki dan Muslim lainnya di Bulgaria untuk mengadopsi nama Bulgaria dan meninggalkan semua kebiasaan Muslim.
Umat Muslim di negara-negara Eropa terus mendapatkan diskriminasi dari penduduk lokal. Ironisnya, tak jarang pemerintah di negara-negara biru juga menekan para Muslim dengan mengeluarkan kebijakan yang merugikan umat Muslim. Hal itu terjadi di Bulgaria, negara tetangga Turki.Ya, diskriminasi terhadap umat Muslim di Bulgaria dalam satu tahun terakhir terus berkembang. Tekanan itu juga datangan dari Pemerintah Bulgaria tak bisa berbuat banyak untuk menjamin hak-hak Muslim di negara yang pernah dikuasai Kesultanan Utsmaniyah itu.

Muslim Bulgaria semakin khawatir dengan tren meningkatnya diskriminasi para anti-Muslim terhadap komunitas Muslim. Sangat sedikit langkah yang diambil pemerintah untuk membendung masalah ini. Para analis bahkan menunjukan, beberapa korban Muslim justru dibawa ke pengadilan dengan tuntutan telah melakukan tindakan hooliganisme.

Para ahli mengatakan, Muslim Bulgaria terus mengalami kekurangan akses ke berbagai aspek seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan atau perwakilan politik yang layak. Bulan lalu, Amnesti Internasional telah mengeluarkan laporan yang menyerukan pada pemerintah negara-negara Eropa untuk menghapus pandangan negatif terhadap Islam.
Sayangnya, Amenesti Internasional tersebut tidak ‘sakti’ dalam membendung diskriminasi terhadap umat Islam di negara-negara Eropa. Pada Mei 2011 misalnya, anggota sayap kanan Bulgaria dari Partai Ataka justru menyerang Muslim yang sedang melakukan shalat Jumat di masjid utama di pusat kota Sofia.

Tak hanya itu, Pemerintah Bulgaria juga menggerus hak umat Islam dalam menjalankan perintah agamanya. Salah satunya adalah pelarangan foto paspor perempuan dengan menggunakan jilbab. Selain itu, literatur keagamaan di negara tersebut dilarang berfokus pada Islam. Banyak yang memandang ini merupakan kampanye ‘kotor’ terhadap Muslim di Bulgaria.

*dari berbagai sumber

Masjid Qolsharif: Simbol Kemerdekaan Bangsa Tatar di Rusia


Masjid Qolsharif: Simbol Kemerdekaan Bangsa Tatar di Rusia

Qolsharif

Beberapa temuan sejarah menunjukkan bahwa Islam telah ada di wilayah Federasi Rusia sejak abad ke-10. Tepatnya di Kazan, ibukota Republik Tatarstan dan salah satu kota terbesar di Rusia.

Bukti kehadiran Islam di tanah Kazan ini merujuk pada penemuan sebuah masjid yang diyakini berusia seribu tahun lebih. Arkeolog menemukan reruntuhan lain berupa bebatuan putih di dekat salah satu benteng kuno. Menurut para peneliti, bangunan itu menghadap ke arah Makkah.

Temuan tersebut sekaligus membantah pandangan para sejarawan yang mengatakan bahwa Islam muncul di Kazan dan kawasan tersebut setelah abad ke 15. Menurut para ahli Rusia, kota Kazan telah ada sejak abad ke-10. Namun, dokumen-dokumen tertulis yang dimiliki kota ini berasal dari abad ke-15. Dalam periode tersebut, Kazan adalah ibukota ”Kazan Khanate”. Kota ini berkembang setelah didirikannya Kazan Khanate.

Lokasi di mana ditemukannya reruntuhan bangunan masjid tersebut kini berdiri sebuah masjid yang diberi nama Qolsharif (dalam bahasa Tatar) atau Kul Sharif (dalam bahasa Rusia). Masjid ini merupakan masjid terbesar di Rusia dan di kawasan Eropa Timur. Nama Qolsharif yang tersemat pada masjid ini mengacu kepada nama pemimpin dan ulama terkemuka di Kazan Khanate. Sejumlah literatur sejarah menyebutkan bahwa Qolsharif meninggal dengan sejumlah muridnya ketika berusaha mempertahankan Kazan dari pendudukan Rusia tahun 1552.

Untuk mengenang sang pahlawan Kazan ini, atas arahan Presiden Tatarstan Mintimer Shaymiev, maka kemudian dibangun kembali sebuah masjid yang hampir serupa, walaupun bentuknya sedikit modern. Disamping sang presiden juga berkeinginan memiliki sebuah masjid yang representatif dengan mengikuti contoh arsitketur Ottoman (Turki Usmani). Tahapan pembangunan kembali masjid tersebut dimulai sejak tahun 1996.

Diketahui bahwa bangunan masjid yang dulu pernah berdiri di lokasi tersebut memiliki dua buah menara. Kedua menara tersebut dalam bentuk kupola dan tenda. Secara keseluruhan bentuk bangunan masjid itu mengadopsi bangunan tradisional di wilayah Volga Bulgaria. Volga Bulgaria adalah sebuah negara Bulgar yang pernah eksis antara abad ke-7 hingga abad ke-13 di sekitar Sungai Volga dan Kama di Rusia. Meski mengadopsi bentuk bangunan tradisional Volga Bulgaria, namun beberapa bagian dari masjid ini menggunakan elemen aristektur Renaisans awal dan arsitektur Ottoman. Tahun 1552, selama penyerangan ke Kazan masjid ini dihancurkan oleh pasukan kekaisaran Rusia.

Simbol kemerdekaan

Bangunan Masjid Kul Sharif diresmikan pada 24 Juli 2005. Momentum pembukaan kembali masjid ini dijadikan momentum kebangkitan Kazan dan Tatarstan, karena bertepatan dengan hari berdirinya ibukota Kazan yang ke-1000. Karenanya, masjid ini dianggap sebagai salah satu simbol terpenting dari keinginan bangsa Tatar untuk merdeka dan bebas.

Peresmian tersebut dihadiri oleh ribuan warga muslim Tatarstan. Beberapa perwakilan negara Muslim, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang ikut menyumbang dalam pembangunan Masjid Kul Sharif hadir dalam acara peresmian tersebut.

Kendati bentuk bangunan lama dari masjid ini tidak lagi dipertahankan, namun penggunaan elemen arsitektur masa Renaisans awal dan Ottoman tetap dipertahankan oleh sang arsitek. Sekilas pandang, bangunan masjid ini menyiratkan kemegahan. Warna putih dan biru tampak mendominasi bagian luar masjid. Bangunan baru dari Masjid Kul Sharif ini memiliki delapan buah menara dan satu kubah utama yang dapat dilihat dari Katedral Saint Basil, Moskow. Kubah masjid berwarna putih-biru ini berdiameter 39 meter. Adapun kedelapan menaranya, masing-masing memiliki tinggi 57 meter.

Bangunan Masjid Kul Sharif ini terdiri dari dua tingkat. Lantai atas merupakan ruang shalat, sementara lantai bawah dipergunakan bagi keperluan pendidikan, museum maupun administrasi. Pada bagian halaman, terdapat dua ruang paviliun besar dan kolam berornamen Timur Tengah.

Dengan mempertahankan beberapa elemen arsiktektur pada bangunan lama, komplek Masjid Kul Sharif dianggap menjadi titik lanskap arsitektur Kazan terpenting. Selain bangunan masjid utama, juga terdapat ruang perpustakaan, ruang publikasi serta ruang khusus bagi para Imam. Lantas berapa biaya yang diperlukan untuk membangunnya? Situs Islamonline menyebut angka 375 juta rubel, yang sebagian besar berasal dari donasi masyarakat Tatarstan sendiri.

Selain karena kemegahan bangunannya, masjid yang juga terkenal di Eropa ini memiliki keunikan lainnya. Masjid ini berdampingan dengan sebuah katedral. Saat ini, bangunan masjid ini lebih sering digunakan bagi kepentingan umat muslim yang berada di Rusia serta menjadi pusat umat muslim untuk merayakan hari raya, baik Idul Fitri maupun perayaan keagamaan lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID

Masjid Jami Nairobi: Arsitektur Arab di Tanah Afrika


Masjid Jami Nairobi: Arsitektur Arab di Tanah Afrika

Masjid Jamia Nairobi

 Bangunan dengan atap berbentuk kubah berwarna perak itu tampak mencolok dan menonjol di antara bangunan-bangunan lainnya di pusat bisnis kota Nairobi, Kenya. Bangunan tersebut merupakan simbol keberadaan komunitas Islam di negara Afrika Timur ini. Bangunan yang dimaksud tak lain adalah Masjid Jamia Nairobi.

Masjid yang terletak di Kigali Road yang berada di kawasan pusat bisnis kota Nairobi merupakan masjid terbesar di Kenya dan terindah di Afrika Timur. Ruang shalat di masjid tersebut mampu menampung hingga 12 ribu orang jamaah dalam waktu bersamaan.

Meski merupakan masjid terbesar di Kenya, namun sedikit sekali sumber literatur yang mengungkapkan tentang awal mula berdirinya bangunan Masjid Jamia Nairobi ini. Beberapa sumber literatur menyebutkan Masjid Jamia Nairobi dibangun pada tahun 1925. Pencetus pendirian pertama kali masjid ini adalah Sayyid Abdullah. Setelah beberapa tahun kemudian, masjid tersebut direhab berkat dana yang disumbangkan oleh Syekh Zaid bin Sulthan Al-Nahyan selaku kepala negara Uni Emirat Arab kala itu.

Masjid Jamia Nairobi dibangun dengan gaya khas Muslim Arab, lengkap dengan kubah hiasan marmer dan tulisan ayat-ayat Alquran pada dinding bagian dalam. Namun kekhasan yang dimiliki bangunan masjid ini justru terletak pada bagian kubah. Tiga buah kubah yang terdapat pada bangunan Masjid Jamia didesain menggunakan warna perak.

Dua buah bangunan menara kembar tampak mengapit bangunan utama masjid. Kedua menara ini berada di sisi kanan dan kiri bagian depan bangunan masjid. Dinding pada bagian luar bangunan utama masjid dan menara didominasi warna abu-abu dengan ornamen dari bahan plesteran.

Kendati Islam merupakan agama minoritas di Kenya, namun Nairobi merupakan tempat bagi bangunan tempat ibadah umat Islam ini. Selain Masjid Jamia, di ibukota Kenya ini juga terdapat banyak bangunan masjid lainnya. Salah satunya adalah Masjid Khoja, yang terletak tidak jauh dari pusat perbelanjaan di kota Nairobi. Keberadaan bangunan-bangunan masjid di kota Nairobi ini tidaklah berlebihan, mengingat sekitar 10 persen dari populasi penduduk Kenya adalah Muslim.

Ajaran Islam telah masuk ke wilayah Kenya saat ini sejak abad ke-2 Masehi melalui jalur perdagangan. Adalah para pelaut dari negeri-negeri Arab yang memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Kenya. Bukti tertulis menunjukkan bahwa para pelaut Arab ini kerap melintasi Semenanjung Arab dan Pantai Timur Afrika, yang membentang dari wilayah Somalia ke Mozambik saat ini, untuk berdagang.

Beberapa di antara mereka kemudian ada yang tinggal dan menikah dengan penduduk lokal. Karenanya tak mengherankan jika penduduk Muslim di sana banyak ditemui di kawasan pesisir timur laut Kenya. Bukti awal kehadiran Islam di Kenya bisa dijumpai pada koleksi emas, perak dan koin yang disimpan di Masjid Lamu. Koleksi-koleksi tersebut berasal dari tahun 830.

Laporan lain menyebutkan bahwa Islam dibawa ke Kenya oleh dua orang kepala suku Arab asal Oman bernama Sa’id dan Sulaiman. Dikisahkan keduanya melarikan diri dari tanah kelahiran mereka, setelah menolak untuk menyerahkan diri kepada Khalifah Abdul Malik bin Marwan, penguasa kekhalifahan Islam saat itu. Turut serta dalam pelarian tersebut seluruh anggota keluarga dan pendukung keduanya. Mereka mendarat di Pate, sebuah pulau yang terletak di kepulauan Lamu, dan menetap di sana.

Pada abad ke-12 hingga abad ke-15, di wilayah timur laut Kenya mulai banyak berdiri kota-kota Islam. Kota-kota ini mengalami perkembangan pesat di bidang sosial keagamaan maupun ekonomi. Pada 1331, seorang penjelajah Muslim terkenal asal Maroko, Ibnu Batutah, mengunjungi Mombasa (kota kedua terbesar di Kenya, red) yang dijelaskan dalam sejumlah literatur sejarah sebagai sebuah kota dengan banyak jalan dan bangunan bertingkat pada masa itu.

REPUBLIKA.CO.ID

Sejarah Islam di Minahasa – Sulawesi Utara


Agama Islam yg pertama kali masuk di Minahasa, masuknya Agama Islam pada tahun 1525 melalui BELANG, dibawah oleh orang-orang Bolaang Mongondow. Kemudian lebih berkembang karena datangnya pejuang-pejuang kemerdekaan yg dibuang/ditawan oleh penjajah Belanda, antara lain Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, bersama pengikutnya. Kemudian masuk Agama Kristen yang dibawa penjajah busuk melalui Manado tua pada tahun 1563 dibawah oleh Pater Diogo Magelhaens. Selanjutnya tahun 1569 datanglah Pater Blas Polonimo, tahun 1639 dan 1621 masuk pula Pater-Pater dari Portugis dan Spanyol.

Agama Protestan dimasukkan oleh Kompeni Belanda, kemudian perkembangannya setelah kedatangan Pendeta-Pendeta dari NZG, dimana peran dari Pendeta J.G.Riedel dan J.J Schwars sangat besar didalam memajukan agama Kristen ini, melalui system penginjilannya (Zending).

Agama RK ( Roma Katolik ), mulai masuk tahun 1643 namun 2 (dua) Abad lamanya RK tidak berkembang, nanti pada tahun 1855 Misi Pastor Gaspar de Masele baru mulai berkembang, dan pada tahun 1868 Pastor de Vries datang lagi ke Minahasa Pastor Mgr.Van Velson mendirikan sekolah Kweckschol RK di Woloan.

Kyai Modjo Di Tondano – Minahasa

Kyai Modjo lahir sekitar tahun 1792 dan kemudian menjadi guru agama Pajang dekat Delanggu, Surakarta. Nama sebenarnya adalah Muslim Mochammad Khalifah.

Ayah Kyai Modjo bernama Iman Abdul Arif, yang merupakan seorang ulama dusun tersebut berada dekat Pajang dan merupakan tanah pemberian (perdikan / swatantra) Raja Surakarta kepada beliau. Belum diketahui latar belakang keluarga beliau, kecuali menurut suatu sumber (Babcock, 1989) Iman Abdul Ngarip memiliki alur keturunan dari kerajaan Pajang. Sedangkan ibu Kyai Modjo adalah saudara perempuan HB III, dan dengan demikian ditinjau dari hubungan kekerabatan Kyai Modjo adalah kemenakan Pangeran Diponegoro karena ibu Kyai Modjo (R.A Mursilah bersepupu dengan Pangeran Diponegoro.

Meskipun ibunya seorang ningrat kraton, Kyai Modjo dibesarkan di luar kraton. Setelah menunaikan ibadah haji ke Mekah dan menetap di sana selama beberapa waktu (Ali Munhanif, 2003) Kyai Modjo kemudian memimpin satu pesantren di negeri Modjo.

Kyai modjo menikah dengan R.A Mangubumi (Babcock, 1989), janda cerai dari Pangeran Mangkubumi – paman Pangeran Diponegoro dan karena perkawinan ini Pangeran Diponegoro memanggil Kyai Modjo dengan sebutan “paman”, meskipun dari garis ayah Kyai modjo adalah “kemenakan” Pangeran Diponegoro (ibu Kyai modjo (R.A Mursilah) adalah sepupu Pangeran Diponegoro).

Kyai Mojo mempelajari agama Islam dengan berguru kepada Kyai Syarifudin di Gading Santren Klaten. Setelah dewasa, ia berguru kepada kyai di Ponorogo. Disinilah Kyai Mojo mendapatkan pengajaran tentang ilmu kanuragan. Sejak saat itulah beliau terkenal akan kesaktiannya, di samping terkenal akan pendidikan agama dan pesantrennya. Ia termasuk salah seorang kepercayaan Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Paku Buwono VIPB VI).

Sepeninggal ayahnya, Kyai Modjo melanjutkan tugas ayahnya sebagai guru agama di (pesantren) Modjo di mana banyak putra dan putri dari Kraton SoloKraton Yogyakarta (baca Pangeran Diponegoro) kemungkinan membuat Pangeran Diponegoro memilih Kyai Modjo sebagai penasehat agamanya sekaligus panglima perangnya.

Dekadensi moral yang terjadi di kraton kemudian berimbas pada kehidupan masyarakat luas semakin menderita, telah menjadi sebab keluarga Iman Abdul Ngarip, khususnya Muhammad Muslim (Kyai Modjo) beserta saudara-saudaranya (Kyai Khasan Mochammad, Kyai Khasan Besari, dan Kyai Baderan) dan masyarakat luas mengangkat senjata menentang Belanda.

Setelah di tangkap oleh Belanda pada 17 Nopember 1828 di dusun Kembang Arum, Jawa Tengah, Kyai Modjo dibawa ke Batavia dan selanjutnya diasingkan ke TondanoMinahasa (Sulawesi Utara) hingga wafat di sana pada tanggal 20 Desember 1849 dalam usia 57 tahun.

Ikut bersama beliau dalam pengasingan di Tondano adalah satu putranya (Gazaly), 5 orang kerabat dekat – ada pertalian darah (Tumenggung Reksonegoro Kyai Pulukadang, Tumenggung Zess Pajang, Ilyas Zess, Wiso/Ngiso Pulukadang, dan Kyai Baderan/Kyai Sepuh) serta lebih dari 50 orang pengikut lainnya yang semuanya laki-laki. Istri beliau menyusul ke Tondano setahun kemudian.

Kecuali Kyai Modjo, hampir semua pengikutnya menikah dengan wanita Tondano (Tombokan, Walalangi, Tumbelaka, Rumbayan, dan lain-lain) dan dari perkawinan ini lahir beberapa keluarga yang dewasa ini dikenal dengan nama keluarga (marga atau fam) antara lain “Pulukadang”, “Modjo”, “Baderan”, “Zess”, “Kyai Demak”, “Suratinoyo”, “Nurhamidin”, “Djoyosuroto”, “Sutaruno”, “Kyai Marjo”, dan lain-lain.

Kyai Modjo merupakan pendiri Kampung Jawa Tondano di Minahasa dan menjadi cikal bakal masuknya Agama Islam di Minahasa. Di Tondano beliau menyalurkan ilmu kesaktiannya (yang dipelajarinya di Ponorogo) kepada pengikutnya dalam bentuk ilmu bela diri dan kemudian menjadi cikal bakal pencak silat.

Makam Kyai Modjo terletak disebuah bukit di Kampung Jawa Tondano. Disamping makamnya, terdapat juga makam dari para pengikutnya yang kini menjadi salah satu obyek tujuan wisata di Kabupaten Minahasa – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),-

Pejuang Islam yg terasing di tanah minahasa


Banyak yang tidak mengetahui, di ujung utara pulau sulawesi dimana mayoritas penduduknya beragama non-muslim terdapat Oase terakhir para pejuang-pejuang islam yang diasingkan oleh penjajah karena perjuangan mereka pada Abab ke-18 dalam menegakkan syariat islam dan melawan penindasan oleh penjajah pada masa itu.

Mereka berasal dari daerah yang sekarang ini disebut Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan dan Sumtera Utara (Aceh). Meskipun total jumlah mereka tidak sebanyak kelompok Kyai Modjo yang telah diasingkan sebelumnya, namun keberadaan mereka di Oase terakhir yang sekarang  disebut Kampung Jawa Tondano yang terletak di tengah kota Tandano, kab.Minahasa, Sulawesi Utara telah turut mempengaruhi budaya masyarakat kampung Jawa Tondano dikemudian hari.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat perjuangan para pendahulunya dan tidak ada salahnya para pejuang-pejuang terasing yang mungkin kurang dikenal ini kita kenang sebagai penghormatan terhadap perjuangan mereka dan semoga menjadi suri teladan buat anak cucu kita nantinya agar perjuangan tidak berhenti untuk menegakkan syariat islam dan membangun bangsa ini.

Para pejuang yang diasingkan ke Kampung Jawa Tondano setelah Kyai Modjo tersebut adalah:

Tahun 1846 : Kyai Hasan Maulani (Asal Lengkong Cirebon)

Pada seperempat abad 18 tarekat syattariyah adalah tarekat yang paling tersebar luas di daerah Banyumas. Diperkirakan, tarekat ini bersumber dari murid-murid Syekh Abdul Mukhyi, Garut, seorang mursyid tarekat Syattariyah yang mendapatkan ijazah irsyad-nya dari Syekh Abdurrauf Singkel, Aceh. Di Banyumas, Syattariyah menciptakan varian baru yang menggabungkan beberapa ajaran tarekat lain, seperti Rifaiyah dan Naqsabandi-Qodiriyah. Tarekat ini dikenal dengan nama tarekat Akmaliyah/Kamaliyah. Kyai Hasan Maulani adalah guru sekaligus pendiri tarekat Akmaliyah di Cirebon.

Mendasarkan pada studi Drewes, Bruinessen dan Steenbrink menyatakan bahwa Akmaliyah merupakan tarekat yang kental dengan ajaran wahdatul wujud dan sinkretisme Jawa.

Banyaknya pengikut tarekat Akmaliyah menakutkan penguasa saat itu. Hal ini mendorong Belanda membuang Kyai Hasan Maulani ke Tondano pada tahun 1846.

 

Tahun 1848 : Pangeran Ronggo Danupoyo (Asal Surakarta Jawa tengah)

Pangeran Ronggo Danupoyo adalah anak dari Pangeran aryo Danupoyo atau cucu dari Sunan Pakubuwono IV di Surakarta Jawa Tengah. Beliau menentang kebijakan Belanda, dank arena itu ia dibuang ke Tondano. Di kampung Jawa Tondano Ronggo Danupoyo menikah dengan putri dari Suratinoyo dan memperoleh 6 orang anak, satu anaknya kembali ke Jawa sedangkan 5 anaknya yang lain (2 laki dan 3 perempuan) tetap tinggal di kampong Jawa Tondano. Dari 2 orang anak laki-lakina (Raden Glemboh dan Raden Intu) menurunkan keluarga (fam) Danupoyo sekarang ini.

Tahun 1850-an : Imam Bonjol (Asal Sumatra Barat)

Peto Syarif yang kemudian lebih dikenal dengan Tuanku Imam Bonjol dilahirkan pada tahun 1772 di Kampung Tanjung Bunga, Kabupaten Pasaman Sumatra Barat. Ia dilahirkan dalam lingkungan agama. Mula-mula ia belajar agama dari ayahnya, Buya Nudin. Kemudian daribeberapa orang ulama lainya, seperti Tuanku Nan Renceh. Imam Bonjol adalah pendiri negeri Bonjol. Dia adalah pemimpin yang paling terkenal dalam gerakan Padri di Sumatra, yang pada mulanya menentang perjudian, adu ayam, penggunaan opium, minuman keras, tembakau, dll., tetapi kemudian mengadakan perlawanan terhadap penjajahan Belanda, yang mengakibatkan perang Padri (1821-1838).

Pada tahun 1837, desa Imam Bonjol berhasil diambil alih oleh Belanda, dan Imam Bonjol akhirnya menyerah. Dia kemudian diasingkan di beberapa tempat, dan pada akhirnya dibawa ke Minahasa. Di sana Tuanku Imam Bonjol wafat tanggal 6 Nopember 1864 dalam usia 92 tahun, dikebumikan di Desa Lotak Pineleng berjarak 25 km dari Tondano ke arah Manado.

Bebrapa pengikut Imam Bonjol kemudian menikah dengan wanita kampung Jawa Tondano adalah; Malim Muda (menikah dengan cucu Kyai Demak), Haji Abdul Halim (menikah dengan Wonggo-Masloman), Si Gorak Panjang (menikah dengan putri Nurhamidin), dan Malim Musa. Dari (diantara) mereka menurunkan keluarga (fam) Baginda di Minahasa dewasa ini.

Tahun 1861 : K.H. Ahmad Rifa’i (Asal Kendal, Jawa Tengah)

Kiai Haji Ahmad Rifai dilahirkan pada 9 Muharam 1200 H atau1786 di desa Tempuran Kabupaten Semarang. Beliau sorang ulama keturunan Arab, memimpin suatu pesantren di Kendal Jawa Tengah. Setelah beberapa kali keluar masuk penjara Kendal dan Semarang karena dakwahnya tegas, dalam usia 30 tahun.

Tahun 1272 H ( 1856 ) adalah merupakan tahun permulaan krisis bagi gerakan Kiai Haji Ahmad Rifai . Hal ini disebabkan hampir seluruh kitab karangan ( dan Hasil tulisan tangan beliau ) disita oleh pemerintah Belanda , disamping itu para murid dan Ahmad Rifai sendiri terus – menerus mendapat tekanan Belanda . Sebelum Haji Ahmad Rifai diasingkan dari kaliwungu Kendal Semarang , tuduhan yang dikenakan hanyalah persoalan menghasut pemerintah Belanda dan membawa Haji Ahmad Rifai dipenjara beberapa hari di Kendal , Semarang dan terakhir di Wonosobo .

Tahun1859 Ahmad Rifa’i diasingkan Belanda ke Ambon, kemudian diasingkan lagi ke Tondano pada tahun 1861 bergabung dengan group Kyai Modjo. Di Kampung Jawa Tondano K.H Ahmad Rifa’i menciptakan kesenian terbang (rebana) disertai dengan lagu-lagu, syair-syair, nadzam-nadzam yang diambil dari kitab karangannya.

K.H Ahmad Rifa’i wafat di Kampung Jawa Tondano pada Kamis 25 Robiul Akhir 1286 H atau tahun 1872 (usia 86 tahun) dan dimakamkan dikomplek makam Kyai Modjo.

Tahun 1880: Sayid Abdullah Assagaf (Asal Palembang, Sumatra selatan).

Sayed Abdullah Assagaf adalah orang Arab yang lahir di Palembang, Sumatra Selatan. Belanda mengasingkannya ke Tondano pada tahun 1880 kerana menganggapnya menghasut masyarakat untuk melawan Belanda. Di Palembang Assagaf konon ia menikah dengan wanita Belanda (Nelly Meijer) putri Residen Bengkulu. Dari perkawinannya dengan wanita Belanda ini ia memperoleh satu orang anak laki-laki (Raden Nguren/Nuren). Sebelum nenikah dengan Assagaf, Nelly Meijer adalah janda beranak satu dari perkawinannya dengan adik Sultan Palembang (Mahmud Badaruddin II). Nelly Meijer dan kedua anaknya kemudian menyusul ke Kampung Jawa Tondano dan Raden Nuren kemudian menikah dengan wanita Minahasa asal Remboken. Anak Nelly Meijer yang satunya lagi (hasil perkawinan dengan adik sultan Palembang) menikah di Kampung Jawa Tondano dan menurunkan keluarga (fam) Catradiningrat.

Di Kampung Jawa Tondano Sayed Abdullah Assagaf menikah (lagi) dengan Ramlah Suratinoyo dan memiliki 7 orang anak, dan dari mereka menurunkan keluarga (fam) Assagaf di Kampung Jawa Tondano.

Keberadaan Abdullah Assagaf di Kampung Jawa Tondano telah men”distorsi” budaya kampung Jawa Tondano yang semula sangat kental dengan budaya jawa. Abdullah Assagaf berhasil mentransfer dan mengawinkan budaya Arab-Sumatra dengan budaya jawa dan melahirkan budaya jaton generasi ketiga.

Tahun 1884:Gusti (Pangeran) Perbatasari (Banjarmasin, Kalimantan).

Pangeran Perbatasari melakukan pemberontakan terhadap Belanda namun kemudian ia tertangkap di daerah Kutai ketika dalam perjalanan membeli persenjataan dan tahun 1884 diasingkan ke kampung Jawa tondano.

Di Kampung jawa Tondano Pangeran Perbatasari menikah dengan dengan wanita JATON. Satu orang saudara laki-lakinya (Gusti Amir) kemudian menyusul ke Kampung Jawa Tondano dan menikah dengan wanita JATON (fam.Sataruno).

Tahun 1889 : Banten Group.

Pada tanggal  9 Juli 1888 di Cilegon (Banten – Jawa Barat) meletus perlawanan rakyat (disebut Geger Cilegon) terhapap pemerintah colonial Belanda. Geger Cilegon dipimpin oleh pemuka islam Cilegon antara lain Haji Abdul karim (pemimpin tarekat di Lempuyang), Haji Tubagus Ismail, Haji Marjuki, dan Haji Wasid (pemimpin pesantren di Beji-Bojonegara, beliau murid Syekh Nawawi Al Bantani). Pada saat itu Banten sedang dihadapi bencana besar. Setelah meletusnya Gunung Karakatau pada tahun 1883 yang merenggut 20.000 juta jiwa lebih, disusul dengan berjangkitnya wabah penyakit hewan (1885) pada saat itu masyarakat banyak yang percaya pada tahayul dan perdukunan.

Di desa Lebak Kelapa terdapat satu pohon besar yang sangat dipercaya oleh masyarakat memiliki keramat. Berkali-kali H. Wasid memperingati masyarakat. Namun bagi masyarakat yang tidak mengerti agama, fatwanya itu tidak diindahkan.H. Wasid tidak dapat membiarkan kemusrikan berada didepan matanya. Bersama beberapa muridnya, beliau menebang pohon besar tersebut. Kejadian inilah yang menyebabkan beliau dibawa ke pengadilan (18 Nopember 1887), belaiu didenda 7,50 gulden. Hukuman tersebut menyinggung rasa keagamaan dan harga diri murid-murid dan para pendukungnya.

Selain itu, penyebab terjadinya persitiwa berdarah, Geger Cilegon adalah dihancurkannya menara langgar di desa Jombang Wetan atas perintah Asisten Residen Goebel. Goebel menganggap menara tersebut mengganggu ketenangan masyarakat, karena kerasnya suara. Selain itu Goebel juga melarangang Shalawat, Tarhim dan Adzan dilakukan dengan suara yang keras.

Kelakuan kompeni yang keterlaluan membuat rakyat melakukan pemberontakan. Pada hari Senin tanggal 9 Juli 1888 diadakan serangan umum. Dengan memekikan Takbir para ulama dan murid-muridnya menyerbu beberapa tempat yang ada di Cilegon. Pada peristiwa tersebut Henri Francois Dumas - juru tulis Kantor Asisten residen – dibunuh oleh Haji Tubagus Ismail. Demikian pula Raden Purwadiningrat, Johan Hendrik Hubert Gubbels, Mas Kramadireja dan Ulrich Bachet, mereka adalah orang-orang yang tidak disenangi oleh masyarakat. Cilegon dapat dikuasai oleh para pejuang “Geger Cilegon”. Tak lama kemudian datang 40 orang serdadu kompeni yang dipimpin oleh Bartlemy. Terjadi pertempuran hebat dengan persenjataan yang tak seimbang antara para pejuang dengan serdadu kompeni. hingga akhirnya pemberontakan tersebut dapat dipatahkan.

Haji Wasid dihukum gantung. Sedangkan yang lainnya dihukum buang. Diantaranya adalah Haji Abdurrahman dan Haji Akib dibuang ke Banda. Haji Haris ke Bukittinggi Haji Arsyad thawil ke Gorontalo, Haji Arsyad Qashir ke Buton, Haji Ismail ke flores, selainnya dibuang ke Tondano, Ternate, Kupang, Manado, Ambon dan lain-lain. Semua pemimpin yang dibuang berjumlah 94 orang.

Dari jumlah tersebut ada 4 orang yang dibuang ke kampung Jawa Tondano dan kemudian menikah dengan wanita Jaton, mereka adalah Haji Abdul Karim (menikah dengan fam Haji Ali) keturunannya menggunakan fam Aslah, Haji Muhammad Asnawi (menikah dengan fam Haji Ali) , Haji Jafar (menikah dengan fam Maspekeh) dan Haji Mardjaya. Keturunan mereka menggunakan fam Tubagus.


Tahun 1895: Tengku Muhammad / Umar (Asal Aceh).

Tengku Muhammad atau Tengku Umar (bukan Tengku Umar pahlawan Aceh) diketahui tidak mempunyai keturunan di jaton.

Tahun 1900: Haji Saparua (Asal Maluku).

Haji saparua menikah di Tondano (Babcock, 1989) namun tidak ada catatan mengenai keturunannya.

Banggalah Terhadap Bangsa Sendiri Meski Bukan Pada Pemerintahnya


Krisis Eropa Lebih 'Mematikan' Daripada Krisis Timur Tengah

Krisis Eropa

Jangan pernah meniru bangsa asing dan bangga dengan konsep kapitalisme dan gaya liberalismenya, jadilah bangsa indonesia sejati yang rahmatan lil alamin. Siapa bilang bangsa asing itu digdaya? buat saya bangsa asing itu tidak lebih dari bangsa penjajah dari dahulu sampai sekarang walau caranya berbeda. Yang merampas sumber daya alam kita untuk menikmati hidup bermewah-mewah.

Lihat sekarang apa yang terjadi di Eropa, akibat hidup mereka yang bermewah-mewah akan konsep kapitalismenya, alam menjadi murka (climate change) dan bangsa mereka menjadi bangkrut karena krisis ekonomi di Eropa dan USA. Pada saat pemimpinnya mengajak hidup sederhana dan tidak berlebihan dengan menghemat anggaran negara akibat hutang yang tidak dapat dilunasi, sebagian rakyatnya tidak siap untuk hidup sederhana, karena sudah terlalu lama hidup bermewah-mewah diatas penderitaan negara-negara miskin dan berkembang yang mereka hisab kekayaannya sejak dahulu.

Allah Swt Maha Adil, saat ini mereka dilanda ketakutan (atas kemiskinan), mereka berkhayal mampu bangkit kembali dengan cara meng-hisab kembali negara2 miskin, tetapi mereka lupa bahwa kita bisa bangkit, Cina, India, Brasil, Indonesia, semua akan bangkit melawan penjajahan bangsa asing tsb. Kita tidak perlu menjadi bangsa bedebah seperti mereka, bangsa ini cukup baik dan mulia untuk tidak menjadi bangsa pendendam.

Saatnya kita menjadi bangsa yg rahmatan lil alamin (ramah lingkungan). Kita tidak perlu berlomba membuat mobil super atau membuat istana dan hidup dengan bermewah-mewah. Kita cukup hidup ramah lingkungan dan memberi oksigen untuk dunia, maka kita akan tetap menjadi bangsa yang mulia.

Putra Hermanto

Sejarah Islam di India


Dinasti-Dinasti Islam di Negeri Hindustan (3)

Peta Hindustan (ilustrasi).

Ajaran Islam semakin menyebar luas di anak Benua India setelah munculnya dinasti-dinasti Islam. Dengan munculnya kesultanan Islam di negeri Hindustan, para penguasa Muslim berhasil menguasai beberapa wilayah, sekaligus menundukkan dan mengislamkan raja-raja di tanah para ‘dewa’ itu. Berikut ini dinasti-dinasti Islam yang pernah hadir di wilayah itu. Dinasti Ghaznawiyah 977-1186 M Dinasti Ghaznawiyah muncul 977 M. Kerajaan Islam yang menguasai wilayah Khurasan, Afghanistan, dan India Utara itu untuk pertama kali dipimpin oleh Nashir Ad-Dawlah Sebuktigin, gubernur atas nama Dinasti Samaniyah. Pusat pemerintahannya berada di Kota Ghazna. Dinasti ini berhasil menyebarkan Islam pada gelombang ketiga ke India.
Pada masa kekuasaannya, dinasti ini menghancurkan berhala-berhala, mengganti kuil menjadi masjid dan berjaya selama lebih dari 200 tahun. Setelah Sebuktigin meninggal, ia digantikan anaknya Sabaktakin. Di bawah pemerintahannya, Sabaktakin menguasai daerah Pesyawar, Kabul, dan India.
Ia juga berhasil menyatukan bangsa Turki dan Afghanistan yang merupakan satu mazhab. Sabaktakin digantikan putranya, Mahmud Ghaznawi. Pada masa pemerintahannya, dinasti tersebut diwarnai banyak peperangan sebagai upaya memperluas wilayah kekuasaan, terutama ke India. Mahmud menaklukkan Kabul, Multan, dan Kashmir. Di setiap daerah yang dikuasainya, ia selalu menyebarkan ajaran Islam sehingga ajaran Brahmanisme terkikis dari masyarakat. Ia menguasai Punjab, Kangra, Balucistan, Delhi, Sind, Makran, Kirman, dan Gujarat pada1006. Butuh 24 tahun bagi Mahmud untuk menaklukkan India.
Ketika kekuasaan beralih ke tangan Masud, dinasti yang masih mengatasnamakan atau mewakili Dinasti Samaniyah itu mengalami kemunduran. Khurasan dan Khawarizm, wilayah kekuasaan dinasti itu direbut bangsa Seljuk. Pada awal abad ke-12, Sultan Seljuk banyak mencampuri urusan Ghaznawiyah. Dinasti itu digulingkan penguasa Ghuriyyah pada 1150. Dinasti Ghuriyyah 1000-1215 M Kehancuran Kesultanan Seljuk memberi jalan bagi Ghuriyyah untuk membangun sebuah kekaisaran yang membentang dari Laut Kaspia hingga India Utara. Kesuksesan dinasti ini diperoleh dari usaha dua bersaudara, Ghiyatsuddin dan Muizzuddin Muhammad.
Mereka mengembangkan kekuasaan Ghuriyyah di barat dan India. Dengan pasukan budak Turki dan bangsa Ghuri, Ghiyatsuddin menghadapi Khwarazm Syah dan Qara Khitay. Sayangnya, pasukan tentara Ghuriyyah tidak memadai untuk mempersatukan kekaisaran tersebut. Musuh Ghuriyyah, Khwarazmi, dengan leluasa memperoleh pasukan dari stepa-stepa di Asia tengah.

2

Sepeninggalnya Muizzuddin, dinasti ini mengalami pertikaian internal. Sekelompok prajurit Turki Ghuriyyah memerdekakan diri di Ghazna, dan Khwarazm Syah mempersatukan wilayah hukum Ghuriyyah ke dalam kekaisarannya sendiri.
Akan tetapi, dominasi Khwarazm tersebut tidak berlangsung lama karena dunia Islam bagian timur segera dikuasai oleh Jengis Khan. Jenderal-jenderal Turki yang pernah bekerja di bawah pimpinan Muizzuddin juga tetap menjalankan kebijaksanaan dan tradisi Ghuriyyah di India bagian utara. Kesultanan Delhi 1206-1555 M Menurut CE Bosworth dalam Dinasti-Dinasti Islam, Kesultanan Delhi mengacu pada penguasa Muslim yang memerintah melalui Delhi. Turki Ghaznawiyah pertama kali membawa militer Muslim ke India utara dan menumbangkan dinasti setempat. Kepentingan Ghaznawiyah di India utara lebih bersifat finansial.
Dalam perekrutan tentara dari orang-orang India, peralihan keyakinan ke agama Islam bukanlah menjadi syarat utama. Pasukan India merupakan elemen penting dalam ketentaraan Ghaznawiyah. Setelah kehancuran dinasti itu, Ghuriyyah menguasai India Utara.
Kesultanan Delhi pun jatuh ke tangan salah satu jenderal Ghuriyyah, Quthbudin Aibak. Di bawah kepemimpinan Quthbudun, dinasti ini sering disebut dengan Dinasti Budak karena rajanya merupakan budak yang dibebaskan majikannya.
Wilayah kesultanan Delhi terbentang dari Bengal di timur dan Deccan di selatan. Kesultanan ini mendapatkan ancaman besar dari daerah barat laut dan juga tekanan politik internal para bangsawan. Terjadi ketidakstabilan dalam kesultanan ini karena ada lima dinasti yang berganti dengan cepat, yaitu Dinasti Budak, Khiliji, Tughlaq, Sayyid, dan Lodi.
Setelah kejatuhan Dinasti Budak, kesultanan menjadi lebih rapuh dan tidak stabil karena banyaknya revolusi dan agresi internal. Dinasti Khiliji dimulai dengan penobatan Jalaluddin Khiliji oleh para bangsawan sekitar tahun 1290.
Ketika Jalaludin meninggal, dinasti tersebut dilanjutkan oleh Alaudin yang di bawah pimpinannya dinasti tersebut mencapai masa keemasannya. Dinasti ini bertahan selama 30 tahun.
Keruntuhan dinasti ini disebabkan ketika seorang Gujarat, Khusraw Khan, keluar dari Hinduisme dan Mubarak Syah keluar dari Islam dan merebut takhta di Delhi. Kekuasaan Islam di India ditegakkan kembali oleh panglima Ghazi Malik Tughlaq dengan mendirikan Dinasti Tughlaqiyyah (1321-1412). Ia berusaha memulihkan kembali stabilitas ekonomi dan administratif kesultanan dan menerapkan kembali kekuasaan Muslim di Deccan.

3

Dinasti Tughlaq berakhir ketika Dinasti Sayyid muncul pada 1414. Khizar Khan memenangkan peperangan dengan Mahmud Syah, raja terakhir Dinasti Tughlaq. Di bawah dinasti ini beberapa wilayah di kesultanan Delhi menyatakan kemerdekaannya.
Hal ini menyebabkan kesultanan tersebut berkurang hanya menjadi Sind, Punjab bagian barat, dan Uttar Pradesh. Dinasti ini berakhir ketika Bahlul Khan menyatakan berdirinya Dinasti Lodi (1450-1526).
Dinasti yang dipimpin Bahlul ini sama kuatnya dengan Dinasti Tughlaq. Misinya juga ingin kembali menegakkan kembali reputasi Muslim di India. Pertempuran Panipat adalah sebuah peristiwa yang menandari akhir dari Dinasti Lodi dan awal dari Dinasti Mughal. Pertempuran ini terjadi antara penguasa terakhir Dinasti Lodi, Ibrahim Lodi, dan penguasa Kabul, Babur. Kesultanan Bengal 1336-1576 Memerintah wilayah Bengal selalu menjadi masalah bagi Sultan Delhi. Kekayaan yang dimilikinya dan lokasinya yang jauh dari ibukota mendorong gubernurnya untuk memberontak. Ketika Ghiyatsudin Tughlaq menguasai kembali Delhi, ia membagi Bengal menjadi dua bagian, daerah timur dengan pusat di Sonargaon dan daerah barat dengan pusat Lakhnawati.
Ketika Ghiyatsudin meninggal, Bengal jatuh ke tangan Fakhrudin Mubarak di timur dan Alaudin Ali barat. Selama dua setengah abad berikutnya, Bengal diperintah oleh sultan independen. Selama masa ini, banyak sekali orang Hindu kelas rendah yang berpindah ke agama Islam sehingga kebanyakan masyarakat di daerah ini merupakan Muslim.
Sultan Syamsudin Ilyas menyatukan Bengal di bawah satu penguasa. Di bawah pemerintahan dinasti ini, ilmu dan seni Islam berkembang pesat. Pada awal abad ke-15, Ghiyatsudin Azham memperbarui ikatan diplomatik dan budaya lama dengan Cina.
Pemerintahan Ilyas terputus selama lebih dari 20 tahun karena berkuasanya Raja Ganesa, seorang tuan tanah Hindu Bhaturya. Ia merebut kekuasaan untuk diberikan kepada anaknya Jadu yang masuk Islam dan memerintah dengan nama Jalaludin Muhammad. Meskipun berasal dari bangsa Hindu, Ganesa dapat memerintah dengan dukungan Muslim.
Pemimpin Afghan Syir Syah Sur mengambil alih Bengal dan menjadikannya pangkalan untuk mengusir penguasa Mughal, Humayun, dari India. Akan tetapi, Mughal berkuasa di Lahore dan Bengal akhirnya menjadi bagian dari kekaisaran Mughal pada tahun 1576. Kesultanan Kashmir 1346-1589 M Karena lokasinya yang dipisahkan oleh gunung dari padang-padang di India utara, Kashmir terlindung dari serangan Muslim sehingga Kashmir tetap berada di bawah kepemimpinan penguasa Hindu. Mahmud Ghazna dua kali melakukan ekspedisi militer untuk menguasai Kashmir, yakni pada 1015 dan 1021 M.
Kedua ekspedisi itu tak berhasil. Masuknya serdadu Turki sewaan yang digunakan raja-raja Hindu menyebabkan terjadinya proses islamisasi. Bahkan kini, Kashmir adalah daerah yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

4

Pada 1335, kekuasaan Kashmir dikendalikan Syah Mirza Swati, seorang petualang. Ia menjaga hubungan baik dengan Hindu. Namun penerusnya, Sikandar, adalah seorang Muslim yang fanatik. Ia menghancurkan kuil-kuil di wilayah kekuasaannya.
Ketika tampuk kekuasaan berada di tangan anaknya, Zainal Abidin, pemerintahan pun berlangsung dengan lebih baik. Ia tidak meneruskan kebijakan ayahnya yang keras. Kesultanan Kashmir mencapai era keemasan di masa kepemimpinan Zainal.
Sayangnya, keturunan Zainal bertikai satu sama lain. Berbagai pemimpin provinsi memanfaatkan daerah pegunungan yang sulit dijangkau untuk menegakkan kemerdekaan. Pangeran Mughal, Haydar Dughlat, menyerbu Kashmir tahun 1540 dan memerintah di sana atas nama Humayun selama 10 tahun. Sejak saat itu, provinsi ini menjadi wilayah kekuasaan Mughal.
Kesultanan Gujarat 1392-1583 Karena hubungan kelautan dan perdagangannya dengan pantai lain di Samudra Hindia, Gujarat menjadi provinsi yang kaya. Pada abad ke-14, Gujarat diperintah oleh gubernur yang ditugaskan oleh Sultan Delhi dan pada tahun 1391 Muhammad III menugaskan Zhafar Khan. Ketika Dinasti Taghluq runtuh, Gujarat memperoleh kemerdekaan dan mendirikan kerajaan sendiri.
Kesultanan baru tersebut disibukkan dengan perang melawan dinasti Raja Hindu dan kesultanan Muslim di Malwa, Khandesh, dan Deccan. Sultan Ahmad I membangun ibu kota baru untuk Gujarat bernama Ahmadabad. Di bawah Mahmud Begra, kesultanan ini mencapai masa kejayaannya.
Menjelang akhir pemerintahan Mahmud, muncul faktor baru dalam politik India Barat, yaitu Portugis. Portugis mengalihkan banyak perdagangan di Samudra India ke tangan mereka dan memberikan jalan simpang bagi pedagang Mesir dan Gujarat. Karena hal inilah, Mahmud bersekutu dengan Sultan Mamluk.
Sultan besar terakhir Gujarat adalah Bahadur Syah yang menyerang kaum Hindu dan menaklukkan Malwa. Setelah kematian Bahadur, Kesultanan Gujarat mengalami kehancuran. Pertikaian antar anggota dinasti pun terjadi dan kerajaan terbagi antara beberapa bangsawan. Akhirnya, Gujarat pun jatuh ke tangan Mughal.
Dinasti Mughal 1526-1858 M Dinasti Mughal (1256-1858 M) merupakan salah satu dinasti yang berkuasa cukup lama di anak Benua India. Dinasti ini didirikan oleh Zahiruddin Babur, seorang Mongol. Ia merupakan salah satu cucu Timur Lenk. Ayahnya Umar Syekh bin Abi Sa’ad merupakan penguasa kesultanan Farghana dan ibunya merupakan keturunan Jengis Khan.
Kata “Mughal” berasal dari bahasa Persia yang merupakan panggilan bagi bangsa Mongol. Babur mewarisi daerah Ferghana dari ayahnya ketika ia berusia 11 tahun. Ia memiliki ambisi untuk menaklukkan Samarkand yang menjadi kota penting di Asia Tengah pada masa itu.
Ia berhasil menaklukkan Samarkhand pada 1492 dan menduduki Kabul pada 1504. Ia meneruskan ekspansinya ke India yang pada saat itu sedang mengalami masa krisis. Pada 1525, Babur berhasil menguasai Punjab dan ibukotanya, Lahore. Setelah itu, ia memimpin tentara menuju Delhi dan menjadikannya sebagai ibukota.

5

Berdirinya Dinasti Mughal menyebabkan bersatunya raja-raja Hindu Rajputh di seluruh India dan menyusun angkatan perang yang besar untuk menyerang Babur.
Akan tetapi, gabungan ini dapat dikalahkan. Dinasti ini juga mendapat pertentangan dari golongan yang setia kepada Dinasti Lodi di Afghanistan. Dan golongan ini juga berhasil dikalahkan.
Ketika Babur meninggal pada usia 48 tahun, kekuasaan diserahkan kepada anaknya, Humayun, pada tahun 1530. Di bawah pemerintahan Humayun, kondisi negara tidak stabil karena menghadapi perlawanan dari musuh-mushnya. Salah satunya pemberontakan penguasa Gujarat yang berusaha memisahkan diri dari Delhi, Bahadur Syah.
Pada tahun 1540 terjadi pertempuran dengan Sher Khan di Kanauj. Kekalahan memaksa Humayun melarikan diri ke Kendahar lalu ke Persia. Di pengasingan, ia menyusun kekuatan dan berkenalan dengan tradisi Syiah. Setelah merasa kekuatannya cukup, ia menyerang kembali musuh-musuhnya dengan bantuan raja Persia.
Ia kembali menduduki takhta kerajaan Mughal pada tahun 1555. Humayun digantikan anaknya, Akbar Khan, setahun kemudian. Pada saat itu, Akbar masih berusia 15 tahun sehingga urusan kenegaraan diserahkan pada Bairam. Ia harus menghadapi sisa pemberontakan keturunan Sher Khan yang masih berkuasa di Punjab. Selain itu juga masih ada pemberontakan yang dilakukan oleh Gwalior dan Agra. Pertempuran antara mereka disebut Pertempuran Panipat II.
Akbar dewasa berusaha menyingkirkan Bairam Khan yang telah memiliki pengaruh kuat dan memaksakan kepentingan Syiah dalam pemerintahan. Setelah Bairam dikalahkan, ia mengadakan perluasan wilayah kekuasaan di Chundar, Ghond, Chritor, Ranthabar, Gujarat, Surat, Bengal, Kashmir, Deccan, Narhala, dan Ashgar.
Melalui sistem pemerintahan militer, stabilitas politik berhasil diciptakan. Sistem pemerintahan ini juga mendukung kemajuan ekonomi, ilmu pengetahuan dan peradaban secara umum. Aurangzeb merupakan sultan besar terakhir yang memerintah di Mughal.
Ia banyak mengubah kebijakan yang telah dirintis pendahulunya, khususnya terkait hubungan dengan orang Hindu. Ia membalik kebijakan konsiliasi dengan Hindu. Ia juga melarang minuman keras, perjudian, dan penggunaan narkotika. Ia juga melarang seorang janda untuk melakukan ritual satidaho, yaitu pembakaran diri setelah ditinggal mati suaminya, tanpa kemauan yang bersangkutan.
Meninggalnya Aurangzeb menandai kemunduran dinasti ini. Sultan-sultan berikutnya tidak dapat mempertahankan eksistensi Kesultanan Mughal.

REPUBLIKA.CO.ID

Sejarah Islam di Burundi – Afrika Tengah


Berkas:LocationBurundi.png

Burundi dikenal sebagai salah satu negara termiskin di dunia, namun kaya konflik. Di tengah berbagai keterbatasan itu, umat Islam Burundi masih berupaya untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Musim Haji 1432 H, ada 44 Muslim dari negeri yang terletak di Afrika Timur itu yang berkesempatan untuk bertamu ke Rumah Allah SWT.

 
‘’Ini adalah kesempatan sekali dalam seumur hidup. Ketika jamaah haji kembali, kita berharap mereka akan menjadi Muslim yang sebenarnya, karena mereka mendapatkan kesempatan untuk bertobat selama perjalanan,’’ ujar  Mufti Abdul Karim Gahutu, seperti dikutip laman allafrica.com. Para jamaah haji dari Burundi itu mengaku sangat bahagia bisa menunaikan rukun Islam yang kelima. Betapa tidak. Untuk bisa melakukan perjalanan yang menghabiskan biaya 2.950 dolar AS atau 26,5 juta itu mereka harus menunggu cukup lama.  ‘’Kami yakin akan semakin dekat dengan Allah. Semoga sepulang dari haji, saya bisa memulai kehidupan yang baru,’’ tutur Isaac Munyakazi, salah seorang jamaah. Ya, bisa menunaikan ibadah haji ke Makkah adalah impian setiap Muslim, di manapun berada.     Jika tahun ini ada 220 ribu umat Islam dari Indonesia yang bisa menunaikan ibadah haji, dari Burundi hanya ada 44 Muslim saja yang bisa bertamu ke Rumah Allah SWT.  Bisa dimaklumi, karena selain negara itu tergolong miskin, Islam juga menjadi minoritas di negara yang berbentuk republik itu,
***

Islam di Burundi: Geliat Islam di Tengah Konflik

Islam di Burundi

Menurut data pada Pew Research Center, pada 2009 jumlah Muslim di Burundi hanya mencapai 180 ribu jiwa atau dua persen dari total populasi negera itu. Namun, berdasarkan data The World Factbook dalam situs CIA yang diperbarui setiap pekan,  populasi Muslim di Burundi mencapai 10 persen dari total penduduk.
Agama mayoritas di negara itu adalah Kristen yang mencapai  67 persen. Sisanya adalah agama pribumi, yang dipeluk oleh 23 persen penduduknya. Meski minoritas, umat Islam di Burundi sudah mulai merasakan nikmatnya libur di hari raya Idul Fitri.
Sejak Idul Fitri 1426 H bertepatan dengan 2005, hari raya umat Islam itu untuk pertama kalinya ditetapkan sebagai hari libur nasional Burundi, setelah negara itu merdeka selama 43 tahun. Sejatinya, kehidupan Islam telah berdenyut lebih dari dua abad kehidupan Islam di negara Afrika Timur itu.
Republik Burundi itu adalah negara tanpa wilayah laut di wilayah Great Lakes Afrika Timur. Ia berbatasan langsung dengan Rwanda di sebelah utara, Tanzania di timur dan selatan, dan Kongo di sebelah barat. Luas wilayahnya kurang dari 27.834 km2 dengan perkiraan populasi 10.216.190 jiwa (perkiraan Juli 2011, CIA). Meski berada di wilayah Afrika Timur, posisinya di Benua Afrika membuatnya kerap dianggap sebagai bagian dari Afrika Tengah. Burundi merdeka dari kolonialisasi Belgia pada 1 Juli 1962.
***

                                                  Bujumbura mosque

Burundi adalah negeri seribu masalah. Kelaparan, HIV/AIDS, kemiskinan, dan konflik etnis pada 1990-an yang menewaskan ratusan ribu rakyat sipil adalah masalah besar yang tengah melilit negara itu. Lalu bagaimana kehidupan umat Islam di negara itu?
Insani Yardim Vakfi, sebuah yayasan kemanusiaan  berbasis di Turki, mengungkap, pada 2007 pendidikan masih menjadi permasalahan signifikan di Burundi, terutama di kalangan umat Islam. Sedangkan pedidikan non-Islam lebih baik karena ditunjang berbagai bantuan dari para misionaris.
Sayangnya, kaum Muslim di Burundi tidak memiliki dukungan yang signifikan dari dunia Islam di bidang tersebut. Karena itu, keberadaan sekolah Islam di sana teramat sedikit. Itupun dengan kondisi yang serba terbatas, seperti bangunan sekolah yang setengah jadi atau dibangun sekadarnya, serta jumlah buku ajar dan Alquran yang terbatas.
Kebanyakan anak Muslim belajar di sekolah negeri, di mana kurikulum pendidikan agama hanya membidik murid-murid Kristen. Selain sekolah negeri, sekolah-sekolah Katolik adalah pilihan lainnya.
Xavier Luffin, seorang guru bahasa Arab di Vrij Universiteit, Belgia, dalam artikel berjudul Muslims in Burundi: Discretion and Neutrality (1999) menuliskan, Muslim Burundi memiliki hubungan dekat dengan Kiswahili, bahasa suku Bantu yang memiliki sejumlah kosakata penting dari bahasa Arab. Jarang ditemukan Muslim Burundi yang tidak bisa berbicara bahasa ini. Karena itu, istilah “Swahili” sering digunakan untuk menyebut Muslim di Burundi.
Di Burundi, doa dan bacaan shalat dilafalkan dalam bahasa Arab sebagaimana pembacaan Alquran, meski banyak pula Muslim yang membaca Alquran terjemahan dengan bahasa Kiswahili. Pada akhir abad 20, Alquran juga diterjemahkan ke dalam bahasa Kirundi, bahasa Resmi Burundi. Alquran berbahasa Kirundi itu juga dipublikasikan di Kenya atas dana dari Arab Saudi.
Pada masa yang sama, perpindahan agama ke Islam di Burundi (dan juga di negara tetangganya, Rwanda) meningkat. Luffin mengatakan, hal itu didasari kebutuhan mendasar atas spiritualitas pasca-tragedi konflik etnis pada 1993 dan 1995-1996.
*** Muslim Burundi kebanyakan tinggal di beberapa kota seperti Gitega, Rumonge, Nyanza, Muyinga, dan Makamba. Sedangkan komunitas Muslim terbesar ada di Bujumbura, ibukota Burundi. Di kota ini, masjid utama Burundi dan Islamic Cultural Center yang dibangun pemerintah Libia (di bawah pimpinan Presiden Bagaza) berada.
Muslim Burundi berasal dari suku dan bangsa yang beragam. Selain penduduk asli Burundi (Hutu dan Tutsi, konon telah berada di Burundi sejak abad 15), Muslim Burundi juga berasal dari Rwanda. Selain itu, ada pula Warabu (sebutan bagi pedagang Arab dan Oman yang telah tinggal di Burundi), serta Bahindi (orang-orang India dan Pakistan yang juga telah lama bermukim di Burundi).
Selain mereka, orang-orang Afrika Barat juga memasuki Burundi dalam beberapa dekade terakhir. Mereka adalah para pedagang dari Mali, Senegal, dan Pantai Gading yang datang untuk mengimpor pakaian dan kain atau bertransaksi emas yang ditambang dari Kongo. Banyak dari mereka kemudian meninggalkan Burundi saat konflik pecah pada 1993. Sisanya tetap tinggal dan membuka toko-toko kecil di pasar pusat atau di Bwiza.
Dalam Muslims in Burundi: Discretion and Neutrality, dikisahkan bahwa Islam mula-mula diperkenalkan oleh para pedagang Arab dan Swahili yang tiba di Burundi sejak awal abad 19, melalui Samudera Hindia melewati Ujiji (sekarang wilayah di Tanzania) untuk mencari gading dan juga budak.

Sekitar tahun 1850, mereka membuat koloni di Uvira. Ujiji dan Uvira kemudian menjadi titik pertemuan para kafilah dan para pedagang (orang-orang Arab dan Afrika). Dari sana, mereka lalu mulai bertukar produk atau barang dagangan dengan Nyanza dan Rumonge, dua kota tepi danau di Burundi.
Sedikit demi sedikit, Islam mulai masuk ke Burundi. Tahun 1885, gubernur Ujiji, Mohammed bin Khalfan memutuskan untuk memperluas kekuasaannya ke selatan dengan tujuan memperoleh lebih banyak gading dan budak belian. Bin Khalfan merupakan bagian dari Barwani, sebuah keluarga Oman yang masyhur dan telah bermukim di Afrika Timur.

Ia berkali-kali mengirim serangan ke wilayah tepian danau di Burundi. Namun pertahanan Raja Mwami Mwezi IV Gisabo Bikata-Bijoga (raja Burundi yang berkuasa pada 1852-1908) berhasil menahan serangan-serangan tersebut sehingga Bin Khalfan gagal menguasai Burundi.
Pada 1890, rombongan misionaris pertama tiba di daerah yang sekarang menjadi Kota Burundi. Di sana, mereka menemukan Wangwana, nama yang diberikan pada Muslim Afrika di Afrika Tengah. Dengan kata lain, Muslim telah tiba lebih dahulu daripada Kristen. Saat Perang Dunia I pecah pada 1914, mayoritas populasi Bujumbura memeluk Islam.

Selanjutnya, Islam di Bujumbura meningkat dengan kolonisasi yang dilakukan oleh Jerman yang sebagian tentara kolonialnya beragama Islam. Pada waktu yang sama, para pedagang India dan Arab berduyun-duyun memasuki Bujumbura demi meraup keuntungan berdagang yang lebih besar dari kota yang sedang berkembang tersebut.
Kala itu, Jerman memasukkan orang-orang Swahili dan Banyamwezi dalam satuan polisi dan administrasi, dan Kiswahili menjadi bahasa resmi Jerman Afrika Timur (nama untuk wilayah kolonial Jerman di Afrika Timur).
Pada masa kolonisasi Belgia yang dimulai pada 1919, penduduk Burundi mulai tinggal di Bujumbura. Namun hingga 1957, orang-orang Burundi tidak lebih dari 27 persen dari total penduduk Bujumbura. Selain mereka, terdapat lebih dari 80 suku yang berbicara dalam 34 bahasa berbeda. Saat itu, Muslim berjumlah 35,6 persen dari seluruh populasi yang beragam itu.

REPUBLIKA.CO.ID

Populasi Muslim di Dunia (Muslim population in the world)


Populasi Muslim Dunia ( Part 1 ) : Hampir Seperempat Penduduk Dunia Adalah Muslim

Awal bulan Oktober ini, The Pew Forum on Religion & Public Life , sebuah lembaga riset dan survei  terkemuka Amerika Serikat yang nonpartisan dan nonadvokasi , merilis laporan penelitiannya tentang Mapping the Global Muslim Populatian : A Report on the Size and Distribution of the World’s Muslim Population. Laporan ini merupakan sebuah studi demografis yang komprehensif dari 232 negara dan wilayah  ( territory) selama tiga tahun. Hasil penelitian ini  menunjukkan jumlah 1,57 milyar penduduk Muslim di dunia saat ini, merepresentasikan  23 % dari penduduk dunia yang pada 2009 diperkirakan berjumlah sekitar 6,8 milyar. Dengan demikian, sekarang ini hampir satu dari setiap empat penduduk dunia  beragama Islam atau hampir seperempat penduduk dunia adalah Muslim.

Dalam estimasi-estimasi sebelumnya, penduduk Muslim dunia diperkirapakn sekitar 1 sampai 1,8 milyar jiwa. Tetapi estimasi-estimasi ini lebih merupakan dugaan-dugaan tanpa sumber-sumber spesifik atau  penjelasan tentang asal dan dan dasar estimasi.

Laporan ini berdasarkan penelitian yang melibatkan konsultan sekitar 50 demografer dan ahli sosial dari universitas dan pusat riset seluruh dunia. Para peneliti Pew Forum ini mengumpulkan dan menganalisis sekitar 1.500 sumber dan data kependudukan.

Populasi Muslim saat ini, 60 % lebih hidup di benua Asia, dan sekitar 20% di Timur Tengah dan Afrika Utara. Tapi, Timur Tengah dan kawasan Afrika Utara memiliki pesentase tertinggi dari negara-negara mayoritas penduduknya Muslim. Setengahnya lebih dari 20 negara dan wilayah di kawasan ini memiliki populasi sekitar 95 % atau lebih penduduknya Muslim.

Dua pertiga umat Muslim dunia tinggal di 10 negara. Dari kesepuluh negara ini, enam di Asia ( Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, Iran, dan Turki ), tiga di Afrika Utara ( Mesir, Algeria, dan Maroko ) dan satu negara di Sub-Sahara Afrika ( Nigeria ). Dari semua itu, Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, menurut estimasi  berjumlah 202.867.000 jiwa, 88,2% dari seluruh penduduk negeri ini, atau 12,9% dari populasi Muslim dunia.

Pakistan , di urutan ke dua, berpenduduk 96,3% Muslim, yaitu 174.082.000 jiwa, atau 11,1% dari populasi Muslim dunia. Dan ke tiga, adalah India. Walaupun persentasenya hanya 13,4 % tapi jumlahnya ketiga terbesar dunia, yaitu 160.945.000 jiwa, atau 10,3% dari jumlah Muslim dunia.

Sementara itu, Bangladesh berpenduduk 145.312.000 Muslim, 89,6% dari keseluruhan penduduknya, atau 9,3% dari populasi Muslim dunia. Sedangkan dua negara Afrika menduduki urutan ke lima dan ke enam, yaitu Mesir dan Nigeria. Mesir berpenduduk 94,6% Muslim, yaitu 78.513.000 jiwa, atau 5,0% dari penduduk Muslim dunia. Dan Nigeria, 78.056.000 penduduknya Muslim, yaitu 50,4% atau 5,0% dari keseluruhan Muslim di dunia.

Dua negara Asia lainnya yang penduduk Muslimnya menduduki urutan ke tujuh dan ke delapan, yaitu Iran dan Turki. Iran berpenduduk 99,4% Muslim, yaitu 73.777.000 jiwa, atau 4,7% Muslim dunia. Sedangkan Turki jumlahnya hampir sama dengan Iran, yaitu 73.619.000 jiwa, hampir 98% dari seluruh penduduknya, dan 4,7% dari penganut Islam dunia.

Jumlah penduduk Muslim terbesar ke-9 dan ke-10 ditempati oleh dua negara Afrika Utara, yaitu Algeria dan Maroko. Algeria berpenduduk 98,0% Muslim atau 2,2% dari seluruh Muslim dunia, yaitu 34.199.000 jiwa. Sedangkan Maroko penduduknya hampir 99% adalah Muslim, yaitu 31.993.000 jiwa, tapi persentase dari populasi Muslim dunia kurang dari 2%.

Dari data-data tersebut, mungkin sebagian kalangan Muslim merasa senang dengan jumlah populasi yang begitu besar, karena secara demografis tidak bisa begitu saja diabaikan. Sebaliknya kalangan non-Muslim dan negara-negara tertentu, di Barat maupun di Asia merasa khawatir dengan jumlah yang besar itu, bahkan diperkirakan akan terus bertambah lebih besar.

Sementara itu, kita diingatkan oleh kekhawatiran Rasulullah SAW tentang jumlah Muslim yang begitu banyak tapi bagaikan buih di lautan , terombang-ambing tanpa arah, tidak jelas eksistensinya. Dan hal itu kita rasakan sekarang ini.

Hampir setiap negara Muslim saat ini menghadapi masalah besar dalam berbagai bidang kehidupan,  baik bidang pendidikan, ekonomi, sosial politik, maupun keamanan. Dan semua itu mempengaruhi kulitas umat Muslim. Jadi jumlah populasi yang besar tidak sejalan dengan kualitas hidup penduduknya.

Untuk itu perlu diupayakan berbagai langkah besar agar populasi yang besar itu bisa sejalan dengan peningkatan kualitas hidup umat dalam segala aspek kehidupan. Dan itu semua menjadi tanggung jawab kaum Muslim sendiri, bukan siapa-siapa.

Populasi Muslim Dunia ( Part 2 ) : Muslim Sebagai Mayoritas dan Minoritas

Sebaran populasi Muslim dunia tidak terkonsentrasi  di    kawasan   ( region )  tertentu.  Pew Forum, dalam laporan setebal 62 halaman itu, tidak menyebutkan apakah ada suatu negara yang tidak terdapat penduduk Muslimnya. Vatican City , misalnya, di dalam laporan itu tidak disebutkan berapa jumlah Muslimnya, tapi persentasenya kurang dari 0,1% ( World Religion Database, 2005 ). Jadi di sana pun terdapat warga Muslim, walau sekecil apa pun jumlahnya .

Kawasan dengan jumlah populasi Muslim terbesar terdapat di negara-negara Asia-Pasifik. Menurut estimasi tahun ini sebesar 972.537.000 jiwa, 24,1% dari jumlah penduduk di kawasan ini, atau 61,9% dari populasi Muslim dunia.

Sementara itu, Timur Tengah dan Afrika Utara, yang sebagian besarnya termasuk dalam kawasan Dunia Arab, terdapat 315.322.000 warga Muslim. Persentasenya sangat tinggi, yaitu 91,2% dari jumlah penduduknya, tapi hanya 20,1% dari total populasi Muslim dunia.

Negara-negara di kawasan Sub-Sahara Afrika memiliki jumlah penduduk Muslim yang sangat besar juga. Kawasan ini berpenduduk 240.632.000 umat islam, 30,1% dari keseluruhan penduduknya, atau 15,3% dari populasi Muslim dunia.  Sedangkan negara-negara Eropa yang sering dipersepsikan sebagai negara-negara yang Muslimnya sedikit, ternyata memiliki jumlah warga Muslim yang cukup besar. Di kawasan ini tinggal 38.112.000 warga Muslim, atau 5,2% penduduk Eropa adalah Muslim. Dengan jumlah sebanyak itu, di Eropa tinggal 2,4% dari keseluruhan populasi Muslim di muka bumi ini.

Benua Amerika merupakan kawasan yang paling sedikit populasi Muslimnya. Jumlah Muslim keseluruhan di kawasan ini sebesar 4.596.000 jiwa. Hanya 0,5% penduduk kawasan ini yang beragama Islam, dan 0,3% dari total penduduk Muslim di  dunia ini. Amerika Serikat  memiliki jumlah Muslim terbesar di benua ini yaitu 2.454.000, tapi persentasenya hanya 0,8% saja. Suriname memiliki persentase terbesar, yaitu 15,9%. Namun penduduk Muslim Suriname ini hanya 83.000 jiwa.

Dari 1.571.198.000 populasi Muslim di muka bumi ini, 80%-nya tinggal di negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim. Sedangkan , dengan jumlah yang cukup signifikan, sisanya ( 20%) tinggal sebagai warga minoritas di negaranya. Diperkirakan sekitar 317 juta umat Muslim tinggal sebagai minoritas, dan sekitar 240 juta tinggal di lima negara , yaitu India ( 161 juta ), Ethiopia ( 28 juta ), China ( 22 juta ),  Russia  ( 16 juta ) dan Tanzania  ( 13 juta ). Dua dari sepuluh negara dengan jumlah Muslim terbesar tinggal sebagai warga minoritas di Eropa, yaitu Russia (  16 juta )  dan  Jerman ( 4 juta ).

Ada juga negara yang Muslimnya minoritas , tapi populasinya sangat besar. India, misalnya, negara yang mayoritas penduduknya Hindu, memiliki populasi Muslim terbesar ke tiga di dunia. Populasi Muslim Ethiopia sebesar Afghanistan, 28 juta jiwa. China memiliki umat Muslim lebih besar dari Syria. Sementara itu, di Russia tinggal warga Muslim dengan jumlah lebih besar dari Jordan dan Libya digabungkan. Sedangkan Jerman memiliki penduduk Muslim lebih besar dari Lebanon.

Negara-negara dengan jumlah umat Muslim yang besar tapi merupakan warga  minoritas adalah India ( 160.945.000 ),  Ethiopia ( 28.063.000 ),  China   21.667.000 ), Russia    ( 16.482.000 ),  Tanzania ( 13.218.000 ),  Ivory Coast ( 7.745.000 ), Mozambique ( 5.224.000 ),  Philippines ( 4.654.000 ),  Jerman ( 4.026.000 ),  dan Uganda ( 3.958.000 ).

Dari 232 negara dan wilayah yang tercakup dalam penelitian ini, terdapat 50 negara mayoritas Muslim. Tapi dari semua itu, lebih 62% memiliki populasi Muslim lebih kecil daripada populasi Muslim Russia atau China.

Kawasan  Timur Tengah dan Afrika Utara merupakan negara-negara mayoritas Muslim dengan pesentase tertinggi dibandingkan dengan kawasan lain. Dari 20 negara dan wilayah di kawasan ini, 17 negara memiliki populasi Muslim lebih dari 75%. Tiga negara lainnya kurang dari 75% , yaitu Lebanon  ( 59,3% ), Israel (16,7%), dan Sudan ( 71,3%). Bandingkan dengan hanya 12 dari 61 negara di Asia, 10 dari 50 negara di Sub-Sahara Afrika dan dua dari 50 negara di Eropa ( Kosovo dan Albania ) adalah 75% atau lebih umat Muslim.

Negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara yang mayoritas penduduknya Muslim adalah Algeria ( 98,0% ),  Bahrain ( 81,2%),  Mesir (94,6%),  Iraq ( – 99%),  Jordan (98,2%),  Kuwait  ( – 95%), Libya (96,6%),  Maroko ( – 99%) ,  Oman (87,7%),  Palestina     ( – 98%),  Qatar  (77,5%),  Saudi Arabia ( – 97%),  Syria ( 92,2%),  Tunisia ( 99,5%),  Uni Emirat Arab ( 76,2%),  Sahara barat (99,4%),  dan Yaman (99,1%).

Di Asia yang warga negaranya mayoritas Muslim adalah Afghanistan  (99,7%), Azerbaijan (99,2%),  Bangladesh (89,6%), Indonesia (88,2%),  Iran (99,4%), Kyrgyzstan (86,3%),  Maldives (98,4%),  Pakistan (96,3%), Tajikistan (84,1%), Turki  ( -98%), Turkmenistan (93,1%),  dan Uzbekistan (96,3%).

Di Sub-Sahara Afrika yang negaranya berpenduduk mayoritas Muslim adalah Comoros (98,3%),  Djibouti (96,9%), Gambia   ( – 95%), Guinea ( 84,4%), Mali (92,5%), Mauritania ( 99,1%),  Mayotte (98,4%),  Niger  (98,6%),    Senegal    ( 96,0%), dan Somalia (98,5%).

Sedangkan di Eropa ada dua negara yang berpenduduk Muslim dan merupakan mayoritas yaitu Albania ( 79,9%) dan Kosovo (89,6%).

Populasi Muslim Dunia ( Part 3 ) : Muslim Sunni dan Syi’ah

Populasi Muslim dengan mayoritas yang besar sekali adalah Sunni, sementara berdasarkan  estimasi 10-13% adalah Syi’ah. Laporan Pew Forum ini memperkirakan ada 154 sampai 200 juta jiwa Muslim Syi’ah di dunia saat ini. Diperkirakan antara 116 sampai 147 juta Syi’ah tinggal di Asia, merepresentasikan sekitar tiga per empat dari populasi Syi’ah sedunia. Iran yang dikenal dengan mayoritas Syi’ahnya  berada di kawasan Asia-Pasifik. Sementara itu, seperempat warga Syi’ah dunia ( 36 – 44 juta ) tinggal di kawasan Timur Tengah—Afrika Utara.

Sekitar 12-15% populasi Muslim kawasan Asia-Pasifik adalah Syi’ah, dan 11-14% dari populasi Muslim di kawasan Timur Tengah—Afrika Utara. Jumlah komunitas Syi’ah pada umumnya diberikan dalam rentang perkiraan , karena keterbatasan di dalam data sumber-sumber sekunder.

Kebanyakan Syi’ah ( antara 68 dan 80%) tinggal di empat negara : Iran, Pakistan, India , dan Irak. Iran memiliki 66-70 juta Syi’ah. Atau 37-40 % total populasi Muslim Syi’ah dunia. Irak, India, dan Pakistan, masing-masing sekurang-kurangnya dihuni 16 juta komunitas Syi’ah.

Muslim Sunni dan Syi’ah ( Shiites) merupakan  dua sekte utama ( main sects) dalam Islam. Sunni dan Syi’ah awalnya terbentuk karena terjadinya perselisihan tentang suksesi kepemimpinan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW tahun 632 M. Kemudian, perpecahan  politik antar dua kelompok ini meluas mencakup perbedaan theologis dan juga perbedaan dalam praktek-praktek keagamaan .

Sementara  itu, kedua kelompok ini memiliki kesamaan dalam banyak hal, tapi mereka berbeda konsepsi dan interpretasi dalam otoritas keagamaan, begitu juga peran politik keluarga Nabi saw, misalnya.

Tidak ada estimasi yang membedakan Sufi, apakah Sunni atau Syi’ah. Juga tidak diketahui secara  meyakinkan tentang berapa banyak Muslim yang menjalani praktek Sufisme.

Jumlah Syi’ah yang besar ( 1 juta atau lebih ) terdapat di Turki, Yaman , Azerbaijan, Afghanistan, Syria, Saudi Arabia, Lebanon, Nigeria, dan Tanzania. Pengikut Syi’ah persentasenya relatif kecil dari populasi Muslim di seluruh dunia. Sekitar 300.000 orang Syi’ah tinggal di Amerika Utara, termasuk AS dan Canada, sekitar 10% dari populasi Muslim di kawasan Amerika Utara.

Di empat negara, Iran, Azerbaijan, Bahrain, dan Irak, Syi’ah merupakan mayoritas dari total populasi, karena persentasenya tertinggi.

Di Iran, Syi’ah berjumlah sekitar 66-70 juta atau 90 -95% dari seluruh populasi dengan persentase 37-40% jumlah komunitas Syi’ah sedunia. Selanjutnya, Azerbaijan ( 65-75%), tapi hanya 5-7 juta jiwa. Bahrain, mencapai 65-75% dari jumlah penduduk negera itu, tapi jumlahnya hanya 400.000 – 500.000 jiwa. Sedangkan Irak berpenduduk Syi’ah sekitar 65-70% atau sekitar 19-22 juta jiwa.

Bila dilihat dari jumlah komunitas Syi’ah tertinggi berada di Iran dengan jumlah populasi antara 66 s.d. 70 juta jiwa. Kemudian Pakistan, sekitar 17 – 26 juta jiwa. Disusul India , yaitu antara 16 s.d 24 juta jiwa adalah komunitas Syi’ah. Irak menempati urutan berikutnya, yaitu sekitar 19 – 22 juta jiwa. Sedangkan Turki berpenduduk Syi’ah sekitar 7 -11 juta jiwa, dan di Yaman tinggal komunitas Syi’ah sekitar 8 – 10 juta jiwa.

Negara-negara di Timur Tengah yang persentase populasi Syi’ahnya cukup tinggi tapi jumlah populasinya sedikit adalah Lebanon ( 45-55%), Kuwait ( 20-25%), Syria ( 15-20%), dan Saudi Arabia (10-15%).

Sedangakn di negara Eropa- Amerika yang persentasenya cukup tinggi adalah Latvia ( 25-35%), Swedia ( 20-40%), Georgia ( 15-25%), dan Lithuania (10-20%). Sedangkan Inggris,  AS, Bulgaria, Jerman, dan Yunani, masing-masing sekitar 10-15% dari jumlah komunitas Muslimnya.

Bagaimana dengan Syi’ah di negeri kita ? Walaupun, konon jumlahnya semakin meningkat, tapi Pew Forum dalam laporannya memberikan estimasi kurang dari satu persen dari seluruh populasi Muslim di negara kita ini.

Populasi Muslim Dunia ( Part 4 of 4 ) : Lebih dari Separuh Muslim Eropa Adalah Penduduk Asli

Selama ini orang selalu beranggapan bahwa populasi Muslim Eropa adalah para imigran yang berasal dari negara-negara bekas jajahan. Memang ada benarnya, tapi itu hanya di Eropa bagian barat saja. “Sisanya di Russia, Albania, Kosovo, dan yang lainnya, adalah penduduk asli. Lebih dari separuh Muslim di Eropa adalah penduduk asli”, kata Allan Cooperman, Associate Director Pew Forum.Di Eropa Barat , komunitas Muslim merupakan imigran dan juga anak-anaknya yang lahir dan besar di Eropa. Mereka berdatangan dari Turki, Afrika Utara, dan Asia Selatan.

Pertumbuhan populasi Muslim dunia tercepat terjadi di benua Eropa, yang kini memiliki 38.112.000 penganut Islam atau sekitar 5,2 % dari total penduduk Eropa. Jumlah ini merupakan 2,4 % dari populasi Muslim dunia.

Jerman merupakan negara Eropa Barat dengan penduduk Muslimnya terbesar, yaitu 4.026.000 jiwa. Jumlah Muslim Jerman ini hampir menyamai populasi Muslim di seluruh negara benua Amerika, yaitu 4.596.000 jiwa, yang  kebanyakan tinggal di Amerika Serikat , sebesar 2.454.000 jiwa.

Muslim Jerman juga jumlahnya lebih banyak dari Lebanon ( 2.504.000 jiwa ), sebuah negara Arab di Timur Tengah.  Jerman juga berada pada urutan ke-9  dari sepuluh negara yang jumlah Muslimnya terbesar tapi merupakan warga minoritas.

Sedangkan Russia ( 16.482.000 jiwa ) di Eropa Timur merupakan yang terbesar jumlah Muslimnya di seluruh Eropa. Jumlah sebesar ini merupakan 43,2 % dari total Muslim Eropa. Muslim Russia lebih banyak dari gabungan jumlah Muslim Jordan ( 6.202.000 jiwa  ) dan Libya  (  6.203.000 jiwa ), yang kedua-duanya termasuk negara Arab.

Russia berada pada urutan ke-4 terbesar, setelah India (160.945.000 jiwa ),Ethiopia ( 28.063.000 jiwa),  dan China ( 21.667.000 ) dalam urutan sepuluh negara yang jumlah Muslimnya terbesar tapi sebagai warga minoritas.

Dari keseluruhan jumlah Muslim di Eropa , sekitar 60% adalah penduduk asli negara-negara tersebut. Kebanyakan Muslim di Russia, Albania, Kosovo, Bosnia-Herzogovina, dan Bulgaria adalah warga asli di negaranya.

Sedangkan Prancis memiliki persentase yang lebih tinggi daripada Jerman, namun warga Muslimnya hanya 3.554.000. Sekitar 6% warga Prancis adalah Muslim, dan Jerman hanya sekitar 5%. Sedangkan di Inggris tinggal komunitas Muslim kurang dari 2 juta jiwa, kurang dari 3% dari total populasi warga Inggris.

Negara-negara Eropa dengan tingkat konsentrasi Muslim tertinggi berada di Eropa bagian timur dan tengah, yaitu Kosovo ( 90%), Albania (80%), Bosnia-Herzogovina  (40%) , Republik Macedonia ( 33%), Bulgaria ( 12% lebih ), dan Russia ( hampir 12%).

Beberapa bulan yang lalu, Daily Telegraph Inggris melaporkan tentang prediksi para ahli demografis tentang populasi Muslim di Eropa pada tahun 2050 yang diperkirakan mencapai 20% dari seluruh populasi benua itu.

Data demografis tentang tingkat pertumbuhan Muslim memperlihatkan bahwa meningkatnya jumlah populasi Muslim di negara-negara non-Muslim disebabkan terutama oleh imigrasi ( di negara-negara barat ) dan angka kelahiran yang lebih tinggi di seluruh dunia. Negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim memiliki angka pertumbuhan penduduk rata-rata 1,8% per tahun. Sedangkan angka pertumbuhan penduduk dunia hanya 1,12% per tahun.

Selain dua faktor di atas, pertumbuhan populasi Muslim juga disebabkan semakin banyaknya orang yang masuk agama Islam. Namun data mualaf ini sulit untuk diverifikasi.

New York Times pernah mengklaim bahwa 25% Muslim Amerika adalah mualaf. Di Inggirs juga ada klaim bahwa sekitar 10.000 sampai 20.000 orang menjadi Muslim tiap tahunnya.

Itulah barangkali yang menyebabkan berbagai pihak di negara-negara Barat melakukan berbagai upaya untuk mengurangi laju pertumbuhan jumlah Muslim dan upaya untuk melemahkan posisi komunitas Muslim secara politis, sosial, budaya maupun ekonomi.

Upaya itu dilakukan dengan cara-cara yang halus , vulgar, juga pembunuhan seperti beberapa waktu lalu di Jerman, bahkan penghancuran negara-negara Muslim , seperti Irak dan Afghanistan oleh rezim George W. Bush.

Walupun terus-menerus dilakukan propaganda negatif terhadap Islam, alih-alih masyarakat dunia takut terhadap Islam, yang terjadi justru sebaliknya. Sejak peristiwa 9/11, mereka semakin penasaran ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam. Dan, al-hamdulillah, banyak di antara mereka yang mendapatkan hidayah dan menjadi Muslim. Menariknya, selama George Bush berkuasa , data di Amerika menunjukkan populasi Muslim semakin bertambah .

Gambar : Warga asli Jerman yang beralih memeluk Islam menjalankan shalat.                                        ( IslamOnline.net )

Sejarah Islam di Turki dan Sebab – Sebab Keruntuhan Kekhalifahan Turki Utsmani


TURKI USMANI
Sultan Muhammad Al-Fatih pada 29 Mei 1453 dalam “Film Fateh 1453″
Sejarah Berdirinya Turki Usmani
Sejak zaman dulu disebelah barat gurun Gobi terdapat sebuah suku yang bernama Turki. Suku ini hidup secara nomaden. Pada saat perkembangan periode Islam, mereka dikalahkan oleh bangsa Tartar. Sehingga mereka pindah ke barat hingga di tepi Laut Tengah (kini dikenal dengan sebutan Anatolia). Di sebelah selatan daerah ini terdapat suku bangsa Arab. Mereka bersentuhan dengan masyarakat Arab yang telah beragama Islam. Dengan komunikasi tersebut mereka mulai memeluk agama Islam sekitar abad ke-9. Suku bangsa Turki tersebut ahli perang, pintar berdiplomasi, dan akhirnya dengan waktu yang relatif singkat menjadi sebuah kekuatan politik yang besar.
Bangsa Turki terbagi dalam berbagai suku. Diantara suku-suku tersebut, terdapat sebuah suku yang bernama suku Oghuz. Suku ini terbagi menjadi 24 sub-suku. Dari salah satu sub-suku tersebut lahirlah sultan pertama dinasti Turki Usmani, yakni Usman. Pada saat bangsa Mongol dan Kristen ingin memberantas Islam, bangsa Turki muncul sebagai pelindung Islam, bahkan mereka membawa panji Islam hingga ke tengah-tengah daratan Eropa.
Pada abad ke-13 M saat Jengis Khan mengusir orang-orang Turki dari Khurasan dan sekitarnya, Sulaiman Syah (kakek dari Usman) bersama pengikutnya kemudian bermukim di Asia kecil. Sulaiman mempunyai empat orang putra, yaitu Shunkur, Gundogdur, Al-thugril , dan Dun Dar. Kemudian Sulaiman Syah dan pengikutnya berpindah lagi ke Syam (Asia kecil). Dalam perjalanan menuju Syam tersebut Sulaiman Syah meninggal karena tenggelam di sungai Eufrat. Karena kecelakaan tersebut rombongan itu terpecah menjadi dua, sebagian kembali ke daerah asalnya yang dipimpin oleh dua putra Sulaiman yang pertama. Sementara rombongan yang kedua, yang di dalamnya terdapat dua putra Sulaiman yang terakhir, melanjutkan perjalanan ke Syam. Rombongan yang melanjutkan perjalanan ini dipimpin oleh Al-thugril. Akhirnya mereka berhasil mendekati Sultan Saljuk yang bernama Sultan Alauddin II di Kunia.
Ketika Saljuk diserang Byzantium, Al-thugril membantu Sultan Alauddin II sehingga berhasil mematahkan serangan Byzantium. Sebagai balas jasa, Sultan Aluuddin memberikan daerah Iski Shahr dan sekitarnya (wilayah yang berbatasan dengan Byzantium) kepada Al-thugril. Mereka terus membina wilayah tersebut dan akhirnya memilih Syukud sebagai ibukota. Disanalah lahir putranya yang pertama yaitu Usman. Pada 1258 M Al-thugril meninggal dunia. Selanjutnya Usman mendeklarasikan dirinya sebagai Sultan, Maka berdirilah dinasti Turki Usmani. Usman memindahkan Ibu kota ke Yeniy. Pada 1300 M Sultan Alaudin meninggal, maka Usman mengumumkan diri sebagai Sultan yang berdaulat penuh, ia mengkampanyekan dirinya dengan mencetak mata uang dan pembacaan khutbah atas nama dirinya. Kekuatan militer yang dimiliki oleh Usman menjadi banteng pertahanan bagi kerajaan-kerajaan kecil dari serangan Mongol. Dengan demikian secara tidak langsung mereka mengakui Usman sebagai penguasa tertinggi.

Lukisan Sultan Muhammad Al-Fatih pada 29 Mei 1453

Sejak mundur dan berakhirnya era Abbasiyah, keadaan politik umat Islam mengalami kemajuan kembali oleh tiga kerajaan besar: Usmani di Turki, Mughal di India, dan Safawidi Persia. Dari ketiganya, Turki Usmani, adalah yang terbesar dan terlama. Turki Utsmani runtuh dan berubah menjadi Republik Turki pada tahun 1924M.

ottomanlargest

KERAJAAN TURKI UTSMANI (1300-1900 M) Pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari kabilah Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina. Dalam jangka waktu kira-kira tiga abad, mereka pindah ke Turkis­tan kemudian Persia dan Irak. Mereka masuk Islam sekitar abad ke sembilan atau ke sepuluh, ketika mereka menetap di Asia Tengah. Di bawah tekanan serangan-serangan Mongol pada abad ke­13 M, mereka melarikan diri ke daerah barat dan mencari tempat pengungsian di tengah-tengah saudara-saudara mereka, orang-orangTurki Seljuk, di dataran tinggi Asia Kecil. Di sana, di bawah pimpinan Ertoghrul, mereka mengabdikan diri kepada Sultan Alauddin II, Sultan Seljuk yang kebetulan sedang berperang melawan Bizantium. Berkat bantuan mereka, Sultan Alauddin mendapat kemenangan. Atas jasa baik itu, Alauddin menghadiahkan sebidang tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Bizantium. Sejak itu mereka terus membina wilayah barunya dan memilih kota Syukud sebagai ibu kota.

Era 1300 – 1400 M

Ertoghrul meninggal dunia tahun 1289 M. Kepemimpinan dilanjutkan oleh puteranya, Usman. Putera Ertoghrul inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Usmani. Usman memerintah antara tahun 1290 M dan 1326 M. Sebagaimana ayahnya, ia banyak berjasa kepada Sultan Alauddin II dengan keberhasilannya menduduki benteng-benteng Bizantium yang berdekatan dengan kota Broessa. Pada tahun 1300 M, bangsa Mongol menyerang kerajaan Seljuk dan Sultan Alauddin terbunuh. Kerajaan Seljuk Rum ini kemudian terpecah-pecah dalam beberapa kerajaan kecil. Usman pun menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya. Sejak itulah kerajaan Usmani dinyatakan berdiri. Penguasa pertamanya adalah Usman yang sering disebut juga Usman I.

Setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai Padisyah AI Usman (raja besar keluarga Usman) tahun 699 H (1300M) setapak demi setapak wilayah kerajaan dapat diperluasnya. Ia menyerang daerah perbatasan Bizantium dan menaklukkan kota Broessa tahun 1317 M, kemudian pada tahun 1326 M dijadikan sebagai ibu kota kerajaan.

Pada masa pemerintahan Orkhan (726H/1326M­761H/1359M) Kerajaan Turki Usmani ini dapat menaklukkan Azmir (Smirna) tahun 1327 M, Thawasyanli (1330M), Uskandar (1338M), Ankara (1354M), dan Gallipoli (1356M). Daerah ini adalah bagian benua Eropa yang pertamakali diduduki kerajaan Usmani.

Faktor penting yang mendukung keberhasilan ekspansi adalah keberanian, keterampilan, ketangguhan dan kekuatan militernya yang sanggup bertempur kapan dan di mana saja.

Untuk pertama kali, kekuatan militer kerajaan ini mulai diorganisasi dengan baik dan teratur ketika terjadi kontak senjata dengan Eropa. Ketika itu, pasukan tempur yang besar sudah terorganisasi. Pengorganisasian yang baik, taktik dan strategi tempur militer Usmani berlangsung tanpa halangan berarti. Namun, tidak lama setelah kemenangan tercapai, kekuatan militer yang besar ini dilanda kekisruhan. Kesadaran prajuritnya menurun. Mereka merasa dirinya sebagai pemimpin-pemimpin yang berhak menerima gaji. Akan tetapi keadaan tersebut segera dapat diatasi oleh Orkhan dengan jalan mengadakan perombakan besar-besaran dalam tubuh militer.

Pembaruan dalam tubuh organisasi militer oleh Orkhan, tidak hanya dalam bentuk mutasi personil-personil pimpinan, tetapi juga diadakan perombakan dalam keanggotaan. Bangsa-bangsa non-Turki dimasukkan sebagai anggota, bahkan anak-anak Kristen yang masih kecil diasramakan dan dibimbing dalam suasana Islam untuk dijadikan prajurit. Program ini ternyata berhasil dengan terbentuknya kelompok militer baru yang disebut pasukan Jenissari atau Inkisyariah. Pasukan inilah yang dapat mengubah negara Usmani menjadi mesin perang yang paling kuat, dan memberikan dorongan yang amat besar dalam penaklukkan negeri-negeri non muslim.

Di samping Jenissari, ada lagi prajurit dari tentara kaum feodal yang dikirim kepada pemerintah pusat. Pasukan ini disebut tentara atau kelompok militer Thaujiah. Angkatan laut pun dibenahi, karena ia mempunyai peranan yang besar dalam perjalanan ekspansi Turki Usmani.

Ketika Murad I, pengganti Orkhan, berkuasa (761H/1359 M ­ 789H/1389 M), selain memantapkan keamanan dalam negeri, ia melakukan perluasan daerahke Benua Eropa. Ia dapat menaklukkan Adrianopel -yang kemudian dijadikannya sebagai ibu kota kerajaanyang baru -, Macedonia, Sopia, Salonia, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Merasa cemas terhadap kemajuan ekspansi kerajaan ini ke Eropa, Paus mengobarkan semangat perang. Sejumlah besar pasukan sekutu Eropa disiapkan untuk memukul mundur Turki Usmani. Pasukan ini dipirnpin oleh Sijisman, raja Hongaria.

Sultan Bayazid I ( 1389- 1403 M), pengganti Murad I, dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropa tersebut. Peristiwa ini merupakan catatan sejarah yang amat gemilang bagi umat Islam.

Ekspansi kerajaan Usmani sempat terhenti beberapa lama. Ketika ekspansi diarahkan ke Konstantinopel, tentara Mongol yang dipimpin Timur Lenk melakukan serangan ke Asia Kecil. Pertempuran hebat terjadi di Ankara tahun 1402 M. Tentara Turki Usmani mengalami kekalahan. Bayazid bersama puteranya Musa tertawan dan wafat dalam tawanan tahun 1403 M.

Era 1400 – 1500 M

Kekalahan Bayazid di Ankara itu membawa akibat buruk bagi Turki Usmani. Penguasa-penguasa Seljuk di Asia Kecil melepaskan diri dari genggaman Turki Usmani. Wilayah-wilayah Serbia dan Bulgaria juga memproklamasikan kemerdekaan. Dalam pada itu putera-putera Bayazid saling berebut kekuasaan.

Suasana buruk ini baru berakhir setelah Sultan Muhammad I (1403-1421 M) dapat mengatasinya. Sultan Muhammad berusaha keras menyatukan negaranya dan mengembalikan kekuatan dan kekuasaan seperti sediakala.

Setelah Timur Lenk meninggal dunia tahun 1405 M, kesultanan Mongol dipecah dan dibagi-bagi kepada putera-puteranya satu samalain saling berselisih.Kondisi ini dimanfaatkan oleh penguasa Turki Usmani untuk melepaskan diri dari kekuasaan Mongol. Namun, pada saat seperti itu juga terjadi perselisihan antara putera-putera Bayazid (Muhammad, Isa, dan Sulaiman).

Setelah sepuluh tahun perebutan kekuasaan tedadi, akhirnya Muhammad berhasil mengalahkan saudara-saudaranya. Usaha Muhammad yang pertama kali ialah mengadakan perbaikan-perbaikan dan meletakkan dasar-dasar keamanan dalam negeri.

Usahanya ini diteruskan oleh Murad II ( 1421-1451M), sehingga Turki Usmani mencapai puncak kemajuannya pada masa Muhammad II atau biasa disebut Muhammad al-Fatih (1451-1484M).

Sultan Muhammad al-Fatih dapat mengalahkan Bizantium dan menaklukkan Konstantinopel tahun 1453 M. Dengan terbukanya Konstantinopel sebagai benteng pertahanan terkuat Kerajaan Bizantium, lebih mudahlah arus ekspansi Turki Usmani ke Benua Eropa.

oeeur1450s

Era 1500 – 1600 M

Ketika Sultan Salim I (1512-1520M) naik tahta, ia mengalihkan perhatian ke arah timur dengan menaklukkan Persia, Syria dan dinasti Mamalik di Mesir.

Usaha Sultan Salim I ini dikembangkan oleh Sultan Sulaiman al-Qanuni(1520 -1566M.). Ia tidak mengarahkan ekspansinya ke salah satu arah timur atau barat, tetapi seluruh wilayah yang berada di sekitar Turki Usmani merupakan obyekyang menggoda hatinya. Sulaiman berhasil menundukkan Irak, Belgrado, Pulau Rodhes, Tunis, Budapest, dan Yaman. Dengan demikian, luas wilayah Turki usmani pada masa Sultan Sulaimanal-Qanuni mencakup Asia Kecil, Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis, dan Aljazair di Afrika; Bulgaria,Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria,dan Rumania di Eropa.

oeeur1500s

Pada abad ke 16 angkatan laut Turki Usmani mencapai puncak kejayaannya. Kekuatan militer Turki Usmani yang tangguh itu dengan cepat dapat menguasai wilayah yang amat luas, baik di Asia, Afrika, maupun Eropa. Faktor utama yang mendorong kemajuan di lapangan kemiliteran ini ialah tabiat bangsa Turki itu sendiri yang bersifat militer, berdisiplin,dan patuh terhadap peraturan.Tabiat ini merupakan tabiat alami yang mereka warisi dari nenek moyangnya di Asia Tengah.

Keberhasilan ekspansi tersebut dibarengi pula dengan terciptanya jaringan pemerintahan yang teratur. Dalam mengelola wilayah yang luas sultan-sultan Turki Usmani senantiasa bertindak tegas. Dalam struktur pemerintahan,sultan sebagai penguasa tertinggi, dibantu oleh shadr al-a’zham (perdanamenteri), yang membawahi pasya (gubernur). Gubernur mengepalai daerah tingkat I. Di bawahnya terdapat beberapa orang al-zanaziq atau al-’alawiyah (bupati).

Untuk mengatur urusan pemerintahan negara, di masa Sultan Sulaiman I disusun sebuah kitab undang-undang(qanun). Kitab tersebut diberi nama Multaqa al-Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Turki Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke-19. Karena jasa Sultan Sulaiman I yang amat berharga ini, di ujung namanya ditambah gelar al-Qanuni.

Pada masa Sulaiman ini di kota-kota besar dan kota-kota lainnya banyak dibangun nmesjid, sekolah, rumah sakit, gedung, makam, jembatan, saluran air, villa, dan pemandian umum. Disebutkan bahwa buah dari bangunan itu dibangun di bawah koordinator Sinan,seorang arsitek asal Anatolia.

Sebagai bangsa yang berdarah militer, Turki Usmani lebih banyak memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran, sementara dalam bidang ilmu pengetahuan, mereka kelihatan tidak begitu menonjol.

Bangsa Turki juga banyak berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan mesjid yang indah, seperti Masjid Al-Muhammadi atau Mesjid Jami’  Sultan Muhammad Al-fatih, Mesjid Agung Sulaiman dan Mesjid Abi Ayyub al-Anshari.Mesjid-mesjidtersebut dihiasi pula dengan kaligrafi yang indah. Salah satu mesjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya adalah mesjid yang asalnya gereja Aya Sopia. Hiasan kaligrafi itu, dijadikan penutup gambar-gambar Kristiani yang ada sebelumnya.

Pada masa Turki Usmani tarekat mengalami kemajuan. Tarekat yang paling berkembang ialah tarekat Bektasyi dan Tarekat Maulawi. Kedua tarekat ini banyak dianut oleh kalangan sipil dan militer

Di pihak lain, kajian-kajian ilmu keagamaan, Asy’ariyah mendapatkan tempatnya. Selain itu para ulama banyak menulis buku dalam bentuk syarah (penjelasan) dan hasyiyah (semacam catatan) terhadap karya­karya masa klasik.

Setelah Sultan Sulaiman al-Qanuni wafat (1566 M), kerajaan Turki Usmani mulai memasuki fase kemundurannya. Akan tetapi, sebagai sebuah kerajaan yang sangat besar dan kuat, kemunduran itu tidak langsung terlihat. Sultan Sulaiman al-Qanuni diganti oleh Salim II ( 1566-1573M). Di masa pemerintahannyaterjadi pertempuran antara armada laut Kerajaan Usmani dengan armada laut Kristen yang terdiri dari angkatan laut Spanyol, angkatan laut Bundukia, angkatan laut Sri Paus, dan sebagian kapal para pendeta Malta yang dipimpin Don Juan dari Spanyol. Pertempuran itu terjadi di Selat Liponto (Yunani). Dalam pertempuran ini Turki Usmani mengalami kekalahan yang mengakibatkan Tunisia dapat direbut oleh musuh. Baru pada masa Sultan berikutnya, Sultan Murad III, pada tahun 1575 M Tunisia dapat direbut kembali.

Sultan Murad III (1574-1595 M) berkepribadian jelek dan suka memperturutkan hawa nafsunya, namun Kerajaan Usmani pada masanya berhasil menyerbu Kaukasus dan menguasai Tiflis di Laut Hitam (1577 M), merampas kembali Tabnz, ibu kota Safawi, menundukkan Georgia, mencampuri urusan dalam negeri Polandia, dan mengalahkan gubernur Bosnia pada tahun 1593 M. Namun kehidupan moral Sultan yangjelek menyebabkan timbulnya kekacauan dalam negeri.

Kekacauan ini makin menjadi-jadi dengan tampilnya Sultan Muhammad III (1595-1603M), pengganti Murad III, yang membunuh semua saudara laki-lakinya berjumlah 19 orang dan menenggelamkan janda-janda ayahnya sejumlah 10 orang demi kepentingan pribadi. Dalam situasi yang kurang baik itu, Austria berhasil memukul Kerajaan Usmani.

Era 1600 – 1700 M

Sultan Ahmad I (1603-1617 M), pengganti Muhammad III, sempat bangkit untuk memperbaiki situasi dalam negeri, tetapi kejayaan Kerajaan Usmani di mata bangsa-bangsa Eropa sudah mulai memudar.

Sesudah Sultan Ahmad I ( 1603-1617 M), situasi semakin memburuk dengan naiknya Mustafa I (masa pemerintahannya yang pertama(1617-1618 M) dan kedua, (1622-1623 M). Karena gejolak politik dalam negeri tidak bisa diatasinya, Syaikh al-Islam mengeluarkan fatwa agar ia turun dari tahta dan diganti oleh Usman II (1618-1622 M). Namun yang tersebut terakhir ini juga tidak mampu memperbaiki keadaan. Dalam situasi demikian bangsa Persia bangkit mengadakan perlawanan merebut wilayahnya kembali. Kerajaan Usmani sendiri tidak mampu berbuat banyak dan terpaksa melepaskan wilayah Persia tersebut.

Langkah-langkah perbaikan kerajaan mulai diusahakan oleh Sultan Murad IV (1623 – 1640 M). Pertama-tama ia mencoba menyusun dan menertibkan pemerintahan. Pasukan Jenissari’ yang pernah menumbangkan Usman II dapat dikuasainya. Akan tetapi, masa pemerintahannya berakhir sebelum ia berhasil menjernihkan situasi negara secara keseluruhan.

Situasi politik yang sudah mulai membaik itu kembali merosot pada masa pemerintahan Ibrahim (1640-1648 M), karena ia termasukorang yang lemah. Pada masanya ini orang-orang Venetia melakukan peperangan laut melawan dan berhasil mengusir orang-orang Turki Usmani dari Cyprus dan Creta tahun 1645 M. Kekalahan itu membawa Muhammad Koprulu (berasal dari Kopru dekat Amasia di Asia Kecil) ke kedudukan sebagai wazir atau shadr al-a’zham (perdana menteri) yang diberi kekuasaan absolut. Ia berhasil mengembalikan peraturan dan mengkonsolidasikan stabilitas keuangan negara. Setelah Koprulu meninggal (1661 M), jabatannya dipegang oleh anaknya, Ibrahim.

Ibrahim menyangka bahwa kekuatan militernya sudah pulih sama sekali. Karena itu, ia menyerbu Hongariadan mengancam Vienna. Namun, perhitungan Ibrahim meleset, ia kalah dalam pertempuran itu secara berturut-turut. Pada masa-masa selanjutnya wilayah Turki Usmani yang luas itu sedikit demi sedikit terlepas dari kekuasaannya, direbut oleh negara-negara Eropa yang baru mulai bangun.

oeeur1648s

Pada tahun 1699M terjadi “Perjanjian Karlowith” yang memaksa Sultan untuk menyerahkan seluruh Hongaria, sebagian besar Slovenia dan Croasia kepada Hapsburg; dan Hemenietz, Padolia, Ukraina, Morea, dan sebagian Dalmatia kepada orang-orang Venetia.

Era 1700 – 1800 M

Pada tahun 1770M, tentara Rusia mengalahkan armada kerajaan Usmani di sepanjang pantai Asia Kecil.

Akan tetapi, tentara Rusia ini dapat dikalahkan kembali oleh Sultan Mustafa III (1757-1774 M) yang segera dapat mengkonsolidasi kekuatannya.

oeeur1740s

Sultan Mustafa III diganti oleh saudaranya, Sultan Abd al-Hamid (1774-1789 M), seorang yang lemah. Tidak lama setelah naik tahta, di Kutchuk Kinarja ia mengadakan perjanjian yang dinamakan “Perjanjian Kinarja” dengan Catherine II dari Rusia. Isi perjanjian itu antara lain

(1) Kerajaan Usmani harus menyerahkan benteng-benteng yang berada di Laut Hitam kepada Rusia dan memberi izin kepada armada Rusia untuk melintasi selat yang menghubungkan Laut Hitam dengan LautPutih, dan

(2) Kerajaan Usmani mengakui kemerdekaan Kirman (Crimea).

Demikianlah proses kemunduran yang terjadi di Kerajaan Usmani selama dua abad lebih setelah ditinggal Sultan Sulaiman al-Qanuni. Satu persatu negeri-negeri di Eropa yang pernah dikuasai kerajaan ini memerdekakan diri. Bukan hanya negeri-negeri di Eropa yang memang sedang mengalami kemajuan yang memberontak terhadap kekuasaan Kerajaan Usmani, tetapi juga beberapa daerah di Timur Tengah mencoba bangkit memberontak.

Di Mesir, kelemahan-kelemanan Kerajaan Usmani membuat Mamalik bangkit kembali. Di bawah kepemimpinan Ali Bey, pada tahun 1770 M, Mamalik kembali berkuasa di Mesir, sampai datangnyaNapoleon Bonaparte dari Perancis tahun 1798 M.

Di Libanon dan Syria, Fakhral-Din, seorang pemimpin Dntze, berhasil menguasai Palestina, dan pada tahun 1610 M merampas Ba’albak dan mengancam Damaskus. Fakhr al-Din baru menyerah tahun 1635 M.

Di Persia, Kerajaan Safawi ketika masih jaya beberapa kali mengadakan perlawanan terhadap Kerajaan Usmani dan beberapa kali pula ia keluar sebagai pemenang.

Sementara itu, di Arabia bangkit kekuatan baru, yaitu aliansi antara pemimpin agama Muhammad ibn Abd al-Wahhab yang dikenal dengan gerakan Wahhabiyah dengan penguasa lokal Ibn Sa’ud. Mereka berhasil menguasai beberapa daerah di jazirah Arab dan sekitarnya di awal paroh kedua abad ke-18 M.

Era 1800 – 1900 M

Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di Kerajaan Usmani ketika sedang mengalami kemunduran. Gerakan-gerakan seperti itu terus berlanjut hingga abad ke-19 dan ke-20 M.

oeeur1812s

oeeur1840s

oeeur1881s

oeeur1908s

Kerajaan Usmani berakhir dengan berdirinya Republik Turki pada tahun 1924M.

oeeur1920s

.

Peta Turki saat ini di tahun 2008,

turkisekarang

Khilafah Islamiyah sejak jaman Khulafaur Rosyidin berdiri dengan kokoh  sampai pada Khilafah Utsmaniyah. Eksistensi khalifah sendiri adalah  sesuatu yang penting di dalam Islam. Hal ini tergambar dalam kesibukan  sahabat Muhajirin dan Anshor untuk menentukan khalifah pengganti  Rasulullah SAW di perkampungan bani Saqifah, sementara jenazah  Rasulullah sendiri belum dikuburkan. Kekhalifahan dalam Islam mengalami  pasang surut antara kejayaan, keemasan dan kadang kemunduran. Salah satu  kekhalifahan yang mempunyai rentang waktu panjang dan kejayaan yang  mengagumkan adalah Kekhalifahan Utsmaniyah di Turki . Kesukseskan  terbesar kekhalifahan Utsmaniyah diantaranya adalah penaklukkan  Konstantinopel pada tahun 1453. Hal ini mengukuhkan status kesultanan  tersebut sebagai kekuatan besar di Eropa Tenggara dan Mediterania Timur.  Hingga hampir dikatakan, semua kota penting yang sangat terkenal sejak  jaman dahulu masuk ke dalam wilayah kekhalifahan Utsmaniyah. Pada saat  itu seluruh Eropa gemetar dengan kekuasaan Utsmaniyah, Raja-raja Eropa  berada dalam jaminan keselamatan yang diberikan khalifah Utsmaniyah. Semua hal inilah yang menjadikan raja-raja Eropa menyimpan dendam  sekaligus hasrat yang membara untuk meluluhlantakkan Khalifah  Utsmaniyah. Mereka menunggu kesempatan dan menyusun rencana yang  benar-benar matang. Bahkan disebutkan bahwa para pemikir, filosof, raja,  panglima perang dan pastur bangsa Eropa ikut terlibat dalam penyusunan  rencana tersebut. Tak kurang dari perdana menteri Romawi Dubuqara  menulis buku yang berjudul Seratus Kiat untuk Menghancurkan Turki.

Sebab-sebab Keruntuhan Kekhalifahan Utsmaniyah Turki

Pemerintahan Kekhalifahan Utsmaniyah berakhir pada 1909 H, dan kemudian  benar-benar dihapuskan pada 1924 H. Setidaknya ada tiga sebab yang  melingkupi keruntuhan kekhilafahan kebanggaan kaum muslimin ini, antara  lain :

Pertama : Kondisi Pemerintahan yang Lemah dan Kemorosotan Akhlak

Turki mulai mengalami kemunduruan setelah terjangkit penyakit yang  menyerang bangsa-bangsa besar sebelumnya, yaitu : cinta dunia dan  bermewah-mewahan, sikap iri hati, benci membenci, dan penindasan.  Pejabat pemerintahan terpuruk karena suap dan korupsi. Para wali dan  pegawai tinggi memanfaatkan jabatannya untuk jadi penjilat dan penumpuk  harta. Begitu pula rakyat yang terus menerus tenggelam dalam kemewahan  dan kesenangan hidup, meninggalkan pemahaman dan semangat jihad.

Kedua : Serangan dan Pertempuran Militer dari Eropa

Sebelum terjadinya Perang Dunia I yang menghancurkan Turki, upaya  penyerangan dari Raja Eropa ke Turki sebenarnya sudah dimulai pada akhir  abad 16, dimana saat itu keluar statement yang menyatakan bahwa : ” Sri  Paus V, raja Perancis Philip dan republik Bunduqiyah sepakat untuk  mengumumkan perang ofensif dan defensif terhadap orang-orang Turki untuk  merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai Turki seperti Tunisia,  Al-Jazair dan Taroblush”. Sejak itulah Turki melemah karena banyaknya  pertempuran yang terjadi antara mereka dan negara-negara Eropa. Puncak dari semua itu adalah keterlibatan Turki dalam Perang Dunia I  pada 2 Agustus 1914 atas rencana busuk dari Mustapa Kamal, dan  mengakibatkan Turki kehilangan segala-galanya, dimana militer penjajah  akhirnya memasuki Istambul.

Ketiga : Gerakan Oposisi Sekuler dan Nasionalis

Selain serangan konspirasi dari luar,  kekhalifahan Utsmaniyah juga  menerima perlawanan oposisi dari organisasi sekuler dan nasionalis yang  sempit, seperti Organisasi Wanita Turki dan Organisasi Persatuan dan  Kemajuan yang digawangi oleh Mustafa Kemal Ataturk keturunan jahudi dan bonekanya Inggris. Dalam perjuangannya,  mereka banyak bekerja sama dengan negara Eropa untuk mewujudkan  keinginan mereka menghilangkan kekhalifahan. Puncaknya apa yang terjadi pada tahun 1909 H, dengan dalih gerakan mogok  massal, organisasi Persatuan  dan Kesatuan berhasil memasuki Istambul,  menyingkirkan khalifah Abdul Hamid II dan melucutinya dari pemerintahan  dan keagamaan dan tinggal menjadi simbol belaka. Tidak cukup itu, pada 3  Maret 1924, badan legislatif mengangkat Mustafa Kamal sebagai  presiden  Turki keturunan jahudi antek-anteknya inggris dan membubarkan khilafah islamiyah. Tidak lama setelah itu,  Khalifah Abdul Hamid dan keturunannya diusir dari Turki dan aset  kekayaannya disita. Semoga kita mampu mengambil pelajaran.

Sumber: Disadur dari,

Dr. Badri Yatim, MA., Sejarah Peradaban Islam, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2003

Sumber peta: http://www.zum.de/whkmla/histatlas/asmin/haxottoman.html

Bahaya Fitnah Aliran AL-AHBASH Sama Dengan Syiah


*(Buku di atas ini hanya dipenuhi dgn fitnah)

Tulisan di bawah ini bukanlah bantahan terhadap buku di atas, namun hanyalah pendedahan tentang pegangan dan akidah guru kepada penulis di atas) Hasan As-Saqqaf mungkin ramai yang sudah kenal, guru kepada Zamihan Mat Zin Al-Ghari penulis buku di atas. Kononnya Hasan As-Saqqaf merupakan seorang pembela Ahli Sunnah Wal Jamaah Al-Asya’irah, Namun jika kita lihat video tersebut, kita akan dapati pandangan beliau bercanggah dengan akidah ahli sunnah wal jamaah, malah beliau membela pula akidah Muktazilah serta merendah-rendahkan Abul Hasan Al-Asy’ari rahimahullah. Beliau (As-Saqqaf) berkata dalam video tersebut: الحقيقة يا سيدي, Sebenarnya wahai Sidi أن بعض المسائل وافق فيه العبد الفقير ما يقوله المعتزلة و غير المعتزلة Sebahagian masalah yang mana hamba yg fakir ini (Saqqaf) menyetujui apa yang dikatakan Muktazilah dan selain Muktazilah و أنا بينت في شرح الطحاوية أن هذه المسائل قال بها جماعة من أهل السنة فهم عبارة عن إشاعات و دعايات فقط لتنفير الناس عني Dan aku telah syarahkan didalam Syarah Tohawiyah, bahawa masalah-masalah ini telah dikatakan oleh sekumpulan Ahli Sunnah, maka mereka ibarat berita angin dan propaganda semata supaya menjauhkan orang ramai dariku. و مع ذلك أقول بأن المعتزلة ليسوا على الباطل, المعتزلة, بسبب سياسي, كان في عصور السابقة, في العصر الدولة العباسية, أسباب السياسة و عداء الخلفاء للمعتزلة هو الذي جعل كثير من العلماء يذكرون في كتبهم خلاف المعتزلة و يردون عليه , Namun demikian aku katakan: Muktazilah bukanlah diatas kebatilan, Muktazilah, disebabkan politik, adalah dizaman dahulu, zaman Daulah Abasiyah, disebabkan politik dan permusuhan khalifah-khalifah terhadap Muktazilah, inilah yang menjadikan ramai ulama menyebutkan di dalam kitab-kitab mereka khilaf Muktazilah lalu menolak kata-kata mereka. و مع أن كثير مما يردون عليه, و مع أن كثير مما يردون على المعتزلة غير صحيح Sedangkan kebanyakan yang mereka tentang, kebanyakan yang mereka tolak dari Muktazilah tidak sohih. Contohnya: Mereka menuduh bahawa Muktazilah menafikan azab kubur, dan ini adalah pembohongan terhadap Muktazilah. Jika kita rujuk kitab-kitab Muktazilah, kita akan dapati mereka semuanya bersepakat menetapkan azab kubur. Berkata Qadi Abdul Jabbar,, di dalam ‘Syarah Usul al-Khamsah’, dan beliau adalah salah seorang Imam Muktazilah, “Tiada khilaf tentangnya dikalangan seorangpun dari umat ini, melainkan sesuatu yang diceritakan dari Dhirar bin A’mru, dan ini tidak diterima oleh Muktazilah,” Dan beliau ini dulu Muktazilah kemudian keluar darinya. Dan ini termasuk memburuk-burukkan lawan, maka mereka menuduh mereka dengan tuduhan-tuduhan yang lawan bebas darinya, atau dengan tuduhan-tuduhan yang memang dikatakan mereka, tetapi tiada apa-apa (kesalahan) disitu. (Kata-kata) Al-Quran itu Makhuk bukan Muktazilah sahaja yang mengatakannya, Asyairah menyetujui mereka, Ibadhiyah menyetujui mereka, Zaidiyah menyetujui mereka, Imamiyah menyetujui mereka, [pent: Semua mereka sepakat kecuali Ahlul Hadith!] Lihat wahai Sidi! Aku berkata: Khilaf kita terhadap Wahabiyah lebih besar dan mendalam dari khilaf kita dengan Muktazilah, Muktazilah, asalnya, asalnya, Yang mengasaskan mazhab yang mereka namakan Asyairah secara tahqiq ialah Imamul Haramain dan Ghazali, bukan Abul Hasan Al-Asya’ri Kerana Abul Hasan Al-Asya’ari dan Baqilani misalnya, mereka berdua berkata dalam kitab-kitab mereka: Kami tidak katakan bahawa Istawa (bersemayam/meninggi) bermakna Istawla (menguasai), bahawa tangan bermakna qudrat (kuasa).” Tetapi Ghazali dan Baqilani berkata: Istiwa ialah Istila’, tangan ialah qudrat, inilah kata-kata Muktazilah yang sama! Maka Abul Hasan Al-Asya’ari dan Baqilani, engkau dapati dalam kitab-kitab mereka mengutuk Muktazilah, mereka berkata bahawa Muktazilah mentakwilkan sifat tangan kepada qudrat, sedangkan kami tidak katakan bahawa tangan itu qudrat, tapi kami mengithbatkan (menetapkan) bagi Allah sifat tangan, yang layak dengan keagunganNya, yang bukan anggota, tetapi ia sifat bagi Allah Ta’ala… hingga akhirnya.. Dan kata-kata ini disisi kita tertolak seratus peratus.. Dan kata-kata ini yang dikatakan Al-Asya’ri dalam kitab-kitabnya… Allah mempunyai dua mata, Ini Tajsim!.. Tajsim belaka. Allah tidak katakan Dia ada dua mata, Allah berkata: Sesungguhnya engkau dengan mata-mata Kami, contohnya, maka bagaimana kita boleh katakan Allah ada dua mata sedangkan Allah tidak sebut dalam kitabNya yang mulia bahawa Dia ada dua mata? Allah hanya sebutkan satu mata dan mata-mata. Sebab itu datang imam-imam Asyairah yang sebenarnya, yang telah mengasaskan mazhab Asy’ari, mereka itulah Imam Ghazali dan sy3ikhnya Imam al-Haramain. mereka berkata dalam kitab-kitab mereka bahawa: istiwa itu istila.. Allah tiada dua mata, tangan itu qudrat, dan inilah yang dikatakan oleh mereka-mereka yang datang selepas mereka dikalangan Asya’irah. Inilah yang mereka setujui Muktazilah. Muktazilah adalah manusia-manusia yang terhormat, datangkan dalil mereka bukan manusia terhormat! Mereka adalah satu jama’ah yang mensucikan (Allah). Mereka gunakan akal, bukan seperti golongan Muhadithin yang gila… Hatta dalam masalah penciptaan perbuatan (خلق الأفعال), Imam Haramain dan Ghazali berkata dengan kata-kata Muktazilah. Imam Subki telah mengaku hal demikian, beliau berkata: “Mereka berkatakata dengan mazhab yang mendekati sedekat-dekatnya dengan Muktazilah, tapi ia bukannya ia.” (Selesai ucapan As-Saqqaf, sila lihat videonya dalam youtube) Semoga Allah membuka hati-hati umat Islam dan memberi hidayah kepada mereka yang terkeliru dengan fahaman golongan pelampau (Ghuluw) Asya’irah melebihi pengasasnya (*) sendiri yang bertebaran di Malaysia sekarang. Allahumma Amin. (*) Golongan Asya’irah menisbahkan diri mereka kepada Abul Hasan Al-Asy’ari dalam akidah, menyelisihi pendapat As-Saqqaf. Beliau sendiri mengaku di dalam ucapannya di atas, bahawa Abul Hasan Al-Asy’ari bukan pengasas Asya’irah secara tahqiq, tetapi menurut beliau pengasasnya adalah Al-Haramain dan Imam Ghazali. Maka beliau sepatutnya tidak layak menyandarkan diri beliau kepada Asya’irah atau Asy’ariyyah, kerana pendapat Abul Hasan ‘Asy’ari sendiri bercanggah dengan pendapat mereka dalam masalah sifat Khabariyyah Allah Ta’ala. Beliau (As-Saqqaf) sendiri telah mengiktiraf yang Abul Hasan Asy’ari tidak mentakwilkan sifat Istiwa (Bersemayam/Meninggi) kepada Istawa (Menguasai), dan menurut beliau pandangan demikian seratus-peratus bertentangan dengan pandangan/keyakinan mereka (golongan Asya’irah). Maka jelaslah bahawa golongan Asya’irah pada hari ini menyelisihi Imam Abul Hasan Al-Asy’ari. Wallahua’lam

Sumber: Youtube dan Al-Fikrah

http://ahbash-sesat.blogspot.com/

Bahaya Aliran Ahbash dan Muslim Ethiopia Kecam Pemerintah yang Paksakan Ajaran Sesat “Ahbash”Abdullah al-Harari al-Shafi’iy al-Rifa’iy


Ratusan ribu umat Islam Ethiopia turun ke jalan untuk memprotes penindasan pemerintah terhadap komunitas dan campur tangan dalam urusan agama mereka.

“Ini adalah pertama kalinya saya melihat Ethiopia Muslim bersatu melawan musuh bersama mereka,” kata Temam Muhammad, salah satu demonstran.

“Para pemimpin ‘Majlis’ pikir mereka bisa memaksakan kebijakan mereka yang jahat pada kita dengan menggunakan kekerasan,” katanya, mengacu pada Dewan Tertinggi Urusan Islam.

Ribuan umat Islam melakukan aksi protes di ibukota Addis Ababa setelah shalat Jumat lalu untuk memprotes penindasan terhadap komunitas Muslim.

Meneriakkan “Kami ingin hak-hak kami” dan “Allahu Akbar”, para demonstran mengutuk pembatasan pemerintah terhadap komunitas Muslim.

Para demonstran mengatakan pemerintah adalah ujung tombak kampanye yang bekerja sama dengan Majlis untuk mengindoktrinasi umat Islam dengan ideologi dari sebuah sekte yang disebut “Ahbash”.

Pemerintah perdana menteri Ethiopia Meles Zenaw telah menempatkan Ahbas yang bertanggung jawab atas urusan agama umat Islam Ethiopia.

Muslim mengatakan langkah pemerintah tersebut telah melanggar konstitusi, yang mencegah campur tangan pemerintah dalam urusan agama.

Muslim juga menuduh Ahbash meluncurkan “Program indoktrinasi” di daerah mayoritas Muslim, memaksa orang untuk menghadiri kamp “pelatihan agama” atau mendapat interogasi polisi serta kemungkinan ditangkap.

“Mereka pikir mereka dapat menarik garis antara” Sufi “dan” Salafi “dan memenuhi kepentingan Ahbash yang merupakan sekte menyimpang yang termotivasi bisnis dan ingin memperluas kerajaannya dengan memecah belah masyarakat,” kata Muhammad.

“Tapi kami cukup cepat untuk mengetahui agenda tersembunyi mereka dan segera memperkuat ikatan persaudaraan di antara masyarakat Muslim. Itulah mengapa Anda melihat adanya massa yang besar datang ke sini untuk menuntut haknya.”

Didirikan oleh ulama Ethiopia-Libanon Syaikh Abdullah al-Harari, Ahbash dipandang oleh Barat sebagai “alternatif ramah” daripada ideologi “Wahabi”, yang melihat Barat sebagai ekstrim dan militan.

Muslim mengatakan imam Ahbash dibawa dari Libanon untuk mengisi Majlis dan mengajari muslim Ethiopia bahwa “Wahabi” adalah non-Muslim.(fq/oi)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/muslim-ethiopia-kecam-pemerintah-yang-paksakan-ajaran-sesat-ahbash.htm

fatwa menyeleweng AL HARARI

Fatwa Syirik
Al-Harari dalam fatwanya menyatakan boleh seseorang itu menggunakan harta atau duit yang dicuri untuk membeli barang-barang dan barang tersebut akan menjadi halal. al-Harari juga menfatwakan bolehnya mengambil riba dan berjudi. dia juga terkenal menggunakan helah di dalam agama dengan menukarkan sesuatu yang haram menjadi halal.
Pengikut-pengikut al-harari beri’tiqad bahawa si al-Harari boleh terbang dan kahak yang keluar dari mulut al-Harari itu berbau harum. dan al-Harari ini boleh bercakap dengan Nabi s.a.w.

Ditanya kepada Abdullah al-Harari tentang hukum orang yang memohon pertolongan kepada mayat di dalam kuburdan menyeru mereka di dalam kubur seperti dia berkata Wahai Syed Badawi (orang dah mati) tolonglah aku Al-Harari menjawab: Ya Semua itu dibolehkan. Dibolehkan bagi seorang berkata: Tolonglah aku wahai Badawi, bantulah aku wahai Badawi. Ditanya kepada Abdullah al-Harari: Roh-roh berada di alam barzakh bagaimana nak memohon pertolongan daripada mereka sedangkan mereka itu jauh? Al-Harari menjawab: Allah Ta’ala memuliakan mereka dengan memperdengarkan mereka suara dari jauh sedang mereka berada di dalam kubur, maka mereka berdoa kepada yang memohon dan menyelamatkannya. Kadang-kadang mereka keluar dari kubur-kubur mereka dan menunaikan segala hajat orang yang memohon pertolongan daripada mereka kembali kembali semula ke kubur-kubur mereka… comment hannats firqoh al ahbash aL said… Abdullah Al Harary adalah Mujtahid Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan beliau adalah salah satu pengikut al Imam Abu Hasan Al Asy’ary, Pembahasan ttg Allah bersemayam di atas ‘Arsy itu adlh perkataan yg menyudutkan Imam Abdullah Al Harary. jd org yg menghina Abdullah Al Harary berarti dia telah menghina kaum Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. bahkan Wahabi-lah yg menghina ALLAH SWT yg mengatakan ALLAH SWT bersemayam di atas ‘Arsy, jika ALLAH SWT bersemayam di atas ‘Arsy, berarti ALLAH SWT bertempat sebagai mana makhluk butuh terhadap tempat. Al Imam Abu Hasan Asy’ary berkata: “ALLAH MAWJUDUN BILA MAKAN” yang artinya ALLAH SWT ada tanpa bertempat, jika beliau mengatakan begitu knp Wahabi berkata ALLAH Bersemayam di atas ‘Arsy…! Sayyidian al Imam Ali bin Abi Thalib berkata: : ALLAH SWT menciptakan ‘Arsy ( makhluk ALLAH SWT yg paling besar) hanya untuk menunjukkan kekuasaan-Nya, bukan untuk menjadikan tempat tinggal bagi Dzat-Nya”. jd jk ad yg mengatakan ALLAH SWT itu ada di langit, di mana2 bahkan di atas ‘Arsy, maka beliau tidak tahu kakekat ALLAH SWT yang mana dia sembah bahkan Imam Ahmad ib Hambal berkata : “Siapa yang menshifati ALLAH SWT dengan salah satu sifat makhluk, maka sesungguhnya dia telah kafir” Wahabilah yang KAFIR MUTLAK http://bankwahabi.wordpress.com Penjelasan بسم الله الرحمن الرحيم إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له .وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. أما بعد Sebulan yg lalu ana dikejutkan oleh sebuah tabloid agama yg memuat topik tajam berjudul ahlus sunnah vs wahabi dimana makar dan propaganda yg terkandung didalam artikel tersebut memiliki muatan syubhat yg luar biasa. bayangkan ahlus sunnah dibenturkan dgn wahabi yg mengakibatkan perseteruan tolabul ilmi dalam menyikapi merebaknya fitnah dimana setiap i’tiqod dan amalan yg berlandaskan dalil diobrak abrik sehingga ahlu hawa wal bid’ah yg merasa merekalah sebenarnya ahlu sunnah wal jamaah…. dan saat ini muncul firqoh yg sangat dahsyat yg ingin membunuh dakwah salaf dgn berbajukan dan mengaku2 ahlus akan tetapi ingin meluluh lantakkan dakwah salaf dan menyebar kebencian ditengah umat. alhamdulillah puji syukur kepada Allah Subhanuhu wata’ ala membukakan semua niat busuk musuh2 dakwah yg hendak memadamkan cahaya Allah Subhanahu wata’ala dibumi ini…. SEKILAS BIOGRAFI TENTANG FIRQOH AL-AHBASH Pengasas firqah ini bernama Abdullah bin Muhammad Asy-Syaibani Al-Badri. Dia dilahirkan di kota Harowi, Habasyah (Ethiopia). Penyimpangan dan keanehannya mulai nampak ketika berguru kepada Syaikh Syarif di daerah Jummah. Di tempat inilah dia di bai’at ala Thariqah Tijaniyah. Kemudian dia di bai’at lagi menurut Thariqah Rifa’iyyah setelah berguru kepada Mufti As-Siraj. Dia berhijrah ke Lebanon, Syria dari negaranya, Habasyah pada tahun 1969M, atau pada tahun 1950M –menurut para pengikutnya-. Di sana, ia dikenal sebagai Syaikhul Fitnah atau Syaikhul Fattaan. Yang artinya penebar fitnah. Ini disebabkan ia melakukan kerjasama dengan penguasa zalim yang bernama Nizham Hilasiilasi, untuk menangkap para da’i dan syeikh yang ada di Syria. Karenanya banyak para da’i dan masyayikh yang terpaksa melarikan diri ke Mesir atau ke Saudi Arabia. Sementara keberadaannya di Lebanon, dia banyak menebarkan permusuhan, kebencian dan fitnah di antara kaum Muslimin. Dia menyebarkan aqidah yang rosak, dipenuhi dengan kesyirikan. Juga mengajarkan pemikiran Jahmiyah dalam mentakwilkan sifat-sifat Allah. Selain itu, menyemaikan ajaran Murji’ah, Jabariyah, Shufiyah, Bathiniyah, Rafidah, mencela para sahabat, menuduh Aisyah R.A berbuat maksiat, dan berbagai fatwa-fatwa lain yang menyimpang.Pada akhirnya, ajaran-ajaran itu banyak melahirkan orang-orang yang ta’ashub (fanatik buta). Sehingga mereka tidak melihat seseorang sebagai muslim, jika orang tersebut belum mengikhlaskan diri dan tunduk kepda aqidah guru dan kelompok mereka.Mereka bersungguh menyebarkan ajarannya. Yaitu dengan cara mengetuk pintu setiap rumah penduduk, mendesak orang-orang untuk mempelajari aqidah mereka yang sesat tersebut. Bahkan juga dengan membagikan buku-buku guru-guru mereka secara percuma .Penyebaran firqah ini sangat luas, menyebar dan berkembang di daerah Lebanon, Eropah, Amerika, Kanada, Australia, Sweden dan Denmak. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz mengingatkan kita dengan perkataan beliau rahimahullah, bahwa Al-Ahbash merupakan kelompok sesat, dengan pemimpinnya yang bernama Abdullah Al-Habasyi, yang terkenal dengan penyempangan dan kesesatannya. Wajib bagi kita untuk memutuskan diri dan mengingkari aqidah mereka yang batil, serta memperingatkan orang-orang darinya, untuk tidak mendengar dan tidak menerima apa yang mereka katakan PEMIKIRAN DAN AQIDAH FIRQOH AL-AHBASY [1]. Mereka mengaku berada di atas madzhab Imam Syafie, baik dalam masalah aqidah ataupun fiqh. Tetapi pada kenyataannya, mereka sangat jauh dengan pengakuan yang mereka katakan. Bahkan mereka berani mentakwilkan sifat-sifat Allah dengan tanpa kaidah yang benar menurut syar’i. Mereka menatkwilkan istiwa Allah dengan istiilaa sebagaimana takwil yang telah dilakukan oleh orang-orang Mu’tazilah dan Jahmiyah. [2]. Mereka mengatakan, bahwa lafazh Al-Qur’an adalah dari Jibril, bukan dari Allah. Anggapan yang sembrono ini tercantum dalam kitab mereka yang berjudul ‘Izharul Aqidah As-Suniyah, halaman 591. [3]. Dalam masalah iman, mereka mengatakan bahwa iman seseorang selamanya akan sempurna dan tidak akan pernah rosak, walaupun orang tersebut tidak pernah menegakkan rukun-rukun Islam yang ada. Pendapat seperti ini termasuk dari aqidah Murji’ah Jahmiyah. [4]. Dalam bab Tauhid, mereka seperti Jabriyah yang meyakini bahwa Allah lah yang telah mendorong orang kafir melaksanakan kekafirannya. Seorang hamba tidak mempunyai kuasa atau kemampuan untuk menolaknya. Pendapat seperti ini, jelas sangat keliru, karena menurut pandangan Ahlus sunnah wal Jama’ah, setiap manusia mempunyai kehendak untuk memilih jalan kebenaran dan kesesatan, sebagaimana manusia juga bisa memilih yang baik untuk kehidupan dunia mereka .[5]. Mereka menganjurkan kepada manusia untuk beribadah ke kuburan, meminta pertolongan dan hajatnya kepada orang-orang yang telah meninggal. Bahkan firqah Al-Ahbasy ini berkeyakinan, bahwa orang yang telah meninggal akan keluar dari kuburan untuk menolong manusia, kemudian akan kembali lagi setelahnya. Disamping itu, firqah sesat ini juga membolehkan manusia untuk meminta perlindungan kepada selain Allah dan meminta barakah kepada batu. [6]. Kelompok ini banyak merajihkan hadits palsu untuk menguatkan madzhab mereka dan sebaliknya, mereka melemahkan hadis shahih yang bertentangan dengan ajaran mereka. [7]. Mereka banyak mencela para sahabat Nabi S.a.w, seperti Muawiyah, Aisyah, Khalid bin Walid. Menurut anggapan kelompok ini, orang-orang yang ikut bersama Mu’awiyah untuk melawan Ali, maka mereka meninggal dalam keadaan Jahiliyyah. [8]. Mereka juga mengkafirkan banyak para ulama. Misalnya : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim. Ibnu Kathir, Imam Adz-Dzahabi, Muhammad bin Abdul Wahhab, Syaikh Nashiruddin Al-Albani, dan sebagainya. [9]. Mereka juga banyak mengeluarkan fatwa-fatwa yang menyempang. Sebagai contoh : melihat, berikhtilat, dan berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram adalah halal, wanita yang berhias dan tabarruj boleh keluar rumah walaupun tidak dizinkan oleh suaminya.Dan masih banyak lagi kesesatan dan penyimpangan mereka yang harus diwaspadai SUMBER PEMIKIRAN DAN AQIDAH FIRQAH AL-AHBASY [1]. Dalam masalah sifat-sifat Allah, firqah ni menganut mazhab Al jahmiyah. [2]. Dalam masalah iman, mereka menganut pemikiran Murji’ah dan Jahmiyah [3]. Dalam beribadah, mereka menggunakan nama-nama thariqah yang ada ada dalam Islam, semisal thariqah Ar-rifa’iyah dan Naqsabandi tetapi menyelewngkannya. [4]. Mereka juga memiliki aqidah Ja’fariyah Al-Bathiniyah. [5]. Pemikiran mereka juga diambil dari berbagai sumber dan macam aliran lain, yang bertujuan untuk menipu dan mengoyak persatuan umat Islam, baik dari sisi aqidah dan manhaj yang benar, yaitu menhajnya para Salafush Shalih, manhaj Rasulullah dan para sahabatnya.Contoh pendapat Abdullah al-Harari yang menyeleweng : Ditanya kepada Abdullah al-Harari tentang hukum orang yang memohon pertolongan kepada mayat di dalam kubur dan menyeru mereka di dalam kubur seperti dia berkata Wahai Syed Badawi (orang dah mati) tolonglah aku Al-Harari menjawab: Ya Semua itu dibolehkan. Dibolehkan bagi seorang berkata: Tolonglah aku wahai Badawi, bantulah aku wahai Badawi. Ditanya kepada Abdullah al-Harari: Roh-roh berada di alam barzakh bagaimana nak memohon pertolongan daripada mereka sedangkan mereka itu jauh? Al-Harari menjawab: Allah Ta’ala memuliakan mereka dengan memperdengarkan mereka suara dari jauh sedang mereka berada di dalam kubur, maka mereka berdoa kepada yang memohon dan menyelamatkannya. Kadang-kadang mereka keluar dari kubur-kubur mereka dan menunaikan segala hajat orang yang memohon pertolongan daripada mereka kembali kembali semula ke kubur-kubur mereka… Tidakkah mereka membaca firman-firman Allah Ta’ala di dalam al-Quran supaya memohon doa pertolongan hanya kepada Allah??? Memohon kepada makhluk yang dah mati di dalam kubur merupakan kesesatan yang nyata dan syirik kepada Allah Ta’ala. Mayat itu sendiri tidak boleh memberi manfaat untuk dirinya sendiri dan tidak mampu menolak mudarat dari terkena kepada diri mereka sendiri bagaimana mungkin boleh member dan menunaikan hajat orang yang hidup…. Aqal yang sihat pun tidak boleh menerimanya kecuali mereka yang mempunyai aqal fikiran yang sempit dan bebal… Ahbash lah yang sebenarnya musyabbihah, menyamakan Allah dengan makhluk, kerana hanya yang boleh memberi manfaat dan mendatangkan mudarat itu adalah Allah, jika sekiranya anda menyatakan makhluk juga boleh menunaikan hajat makhluk yang lain anda TELAH MENYAMAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK…wal ‘iyazubillah Demikian penjelasan singkat tentang firqah yang sesat ini. Semoga Allah melindungi kita dari tipu daya dan muslihatnya. Wallahul Musta’an. Ust. Mohd Redha (Ahli Jawatankuasa Dewan Ulamak PAS Negeri Pahang) Difailkan dalam: BERITA PAHANG, FIQAH ISLAM, PENDAPAT disadur dari http://dupahang.wordpress.com/2008/11/18/bahaya-al-ahbash/ Kelompok ini dinisbahkan kepada syaikhnya Abdullah al-Harari al-Shafi’iy al-Rifa’iy, tetapi lebih populer di kalangan ‘musuh’nya sebagai Ahbash. Informasinya di internet bisa disearch di bawah kata ‘Ahbash’ atau ‘Habashi’ Insya-Allah. Kurang lebih, apa yang ana fahami ialah firqah ini -dalam Tawhid Asma’ was Sifat memakai manhaj Asya’irah Ekstrem -dalam fiqh bermazhab Syafie -dalam akhlak memakai tariqat tasawuf tetapi cuma 3 tariqat sahaja dibilang sebagai Ahlullah yakni sufi sebenar: Rifa’iyyah, Qadiriyah,Ahmadiyyah(?) -dalam imamah mengutamakan Ahl Bait dan mengatakan Mu’awiyyah R.A sebagai Ahl Nar yang menjual berhala, Naudzubillah! -juga banyak mengkafirkan para ulama’ tidak terkecuali Syaikhul Islam Imam Ibn Taymiyyah, Imam Muhammad Abdul Wahhab, al-Albani dan Imam Bin Baz, contoh Imam al-Albani difatwakan sebagai ‘orang yang nggak bisa mati sebagai Muslim’! – firqah lain yang nggak bersetuju dengan pendapatnya mereka juga udah dikafirkan termasuk Harakiyyun Ikhwaniyyun (Sayyid Quthb, Fathi Yakan dsb) dan Sufi yang bertariqat selain ‘Ahlullah’ (seperti Nazim al-Haqqani al-Naqsyabandi)… Firqah ini sudah mulai masuk ke Malaysia tetapi tidak memakai namanya yang resmi Jama’iyyah al-Mashari’ al-Khayriyyah al-Islamiyyah atau Associations For Islamic Charitable Projects (AICP) , bisa diakses di http://www.aicp.org. Tambah kaget ana, apabila terjumpa maqalatnya bertajuk ‘Allah wujud Tidak Bertempat’ sudah diterjemah ke dalam Bahasa Indonesia. Versi PDFnya bisa dilihat di : http://www.aicp.org/IslamicInformation/IslamicInformationinIndonesian.htm Di sini mereka memakai nama ‘Ponpes ASWJ’? Maqalatnya kok diberi kata sambutan oleh ulama NU ?

Sumber : http://eriekun.multiply.com/reviews/item/30?&show_interstitial=1&u=%2Freviews%2Fitem

Etnis Muslim Roma


Mereka bukan Muslim yang bermukim di kota Roma, ibukota Italia. Roma adalah sesosok etnis minoritas di daratan Eropa yang selama ini dikenal dengan nama Gypsi. Mereka tersebar di hampir seluruh negara Eropa, Amerika, dan Asia Tengah.

X – Xanthi, Greece

a mosque in xanthi

Jika Anda seorang Muslim Roma dan tinggal di salah satu kota di dekat Athena, ibukota Yunani, atau di kota-kota lain, jangan berharap dapat mendirikan masjid atau menunaikan shalat Jumat berjamaah. Kalau pun ingin melakukannya Anda harus menempuh jarak sekian ratus kilometer untuk sampai ke bagian barat propinsi Thrace, dekat perbatasan Yunani-Bulgaria. Hanya di tempat ini, terutama di kota kecil Xanthi, atau Xantini, Komotini, dan Dhidhimotikhon, Anda bisa melakukan kegiatan ritual Islam secara bebas. Masjid banyak berdiri di pemukiman-pemukiman, pelajaran bahasa Arab, dan pengajian Alquran menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari.

Map of Xanthi

Xanthi, Greece

Di tempat ini pula Muslim Roma hidup berdampingan bersama dua etnis minoritas pemeluk Islam lainnya di Yunani; Pomak dan Turki. Mereka juga ‘relatif’ bisa berbaur dengan kelompok minoritas non-Muslim lainnya; etnis Turki dan Roma pemeluk Kristen Orthodox, dan lainnya. Tidak ada angka pasti berapa jumlah Muslim Roma di ‘kantong’ mereka di sini. Hugh Poulton mengatakan jumlah Athingani, begitu orang Yunani menyebut mereka, sekitar 20 ribu. Angka resmi pemerintah Yunani menyebutkan jumlah Muslim Roma di Thrace Barat sekitar 15 persen dari 338 ribu pemeluk Islam di tempat ini.

Di luar propinsi Thrace Barat, lebih tepatnya di seluruh Yunani, jumlah etnis Roma mencapai 350 ribu atau 3 persen dari seluruh penduduk negeri yang melahirkan konsep Trinitas Kristen ini. Sebagian besar relatif bermukim secara pernamenen di kota-kota di sekitar Athena Raya, dan lainnya masih berpola hidup nomadik, atau berpindah dari satu ke lain tempat.


 
 
 Provinsi Thrace


 

Secara umum mereka terbagi ke dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama disebut Ficira atau Bacora. Mereka menjadi termarjinalisasi sebagai akibat krisis sektor pertanian yang menyebabkan mereka terbuang dari pasar tenaga kerja. Kesempatan kerja bagi kelompok ini juga menjadi berkurang setelah masuknya pekerja asing ke pasar gelap.

Kelompok kedua memiliki banyak nama; Filipijie, Handura, Kalpazaj, atau Rumelie. Dibanding kelompok pertama, komunitas kedua ini berbicara bahasa Yunani dan Romani. Mereka relatif mapan secara ekonomi, dan sukses di sektor perdagangan. Serta, ini yang lebih penting, rata-rata memiliki pendidikan cukup baik. Tanpa harus memisahkan mereka menjadi dua kelompok, orang Roma telah ada di Yunani sejak sekian ratus tahun lampau. Selama itu pula mereka, bersama etnis minoritas lainnya, mengalami berbagai bentuk pelecehan dan diskriminasi. Mereka tidak memiliki akses untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, pemukiman, dan menjalankan ibadah sesuai agama yang mereka anut.

Berbeda dengan etnis Turki, orang-orang Roma tidak memiliki ‘negara induk’. Perlakukan buruk sekecil apa pun terhadap etnis Turki di Thrace Barat akan menimbulkan kemarahan pemerintah Istambul. Namun, negara mana yang mau peduli ketika orang-orang Roma yang bermukim di kota-kota kecil di Yunani diperlakukan tidak manusiawi, dan hak-hak mereka dirampas.

Muslim Roma Siapa Mereka? (I)

muslim roma
Tahun 1923, usai perang Turki-Yunani 1920-22, banyak orang-orang Roma di Thrace Barat mengidentifikasi diri sebagai orang Turki. Cara ini dilakukan karena Perjanjian Laussane 1923 — yang mengakhiri perang kedua negara — mengakui eksistensi minoritas Muslim di Thrace Barat dan menjamin hak-haknya.Tidak mudah bagi orang-orang Roma melakukan semua itu. Pemerintah Yunani hanya mengakui minoritas Muslim di Thrace adalah etnis Turki, bukan Roma atau lainnya. Akibatnya, upaya orang-orang Roma mengidentifikasi diri mereka sebagai entis Turki gagal total.Selama sekian puluh tahun mereka menjadi sesosok etnis tanpa negara, tanpa hak memperoleh pendidikan, kesehatan, dan melakukan kegiatan ritualnya dengan bebas. Di Komotini, sejumlah etnis Roma yang telah berasimilasi dengan etnis Turki gagal memperoleh status kewarganegaraan. Bahkan, pemerintah Yunani berupaya mengeluarkan orang-orang Roma dari komunitas Turki.Perubahan baru tejadi tahun 1970, ketika pemerintah Yunani mengumumkan Muslim dan Kristen Roma yang orangtuanya lahir di Yunani berhak mendapatkan status kewarganegaraan Yunani. Tapi, tidak banyak dari mereka yang bisa membuktikan bahwa orang tua mereka lahir di Yunani. Tidak heran jika orang-orang Ficira atau Bacora tidak memiliki kartu identitas kewarganegaraan.Ini pula yang menyebabkan mereka sulit memperoleh jaminan pendidikan, kesehatan, dan perumahan, atau apa pun yang mereka harus dapatkan sebagai warga negara Yunani. Kalau pun mereka memiliki sekeping tanah di pinggir kota, jangan berharap memperoleh izin pembangunan rumah. Mereka juga tidak akan berpikir memperoleh lisensi mengendari mobil sebagai bekal menjadi sopir.A mosque in a mountain village XanthiGreek Helsinki Monitor (GHM) dan European Center for Roma Right memiliki laporan menarik mengenai semua ini. Sepanjang tahun 1997, misalnya, sejumlah pemerintahan lokal — propinsi atau kotamadya — sepakat mengusir orang-orang Roma dari daerah jurisdiksi mereka. Ancaman ini berlanjut sampai tahun berikutnya. Pertengahan 1998, sebanyak 3500 etnis Roma — kebanyakan Muslim — diusir dari Evosmos, dekat Salonica.Pemerintah Yunani segera bertindak dengan menyediakan tempat bekas di kamp latihan militer untuk menampung mereka. Namun, empat wali kota berupaya mencegah mereka bermukim di situ. Sekian lama mereka terkatung-katung. Hidup di bawah tenda-tenda tanpa fasilitas apa pun. Pejabat pemeritahan kota yang dekat penampungan sementara mereka selalu mencegah masuknya kontraktor sarana umum. Mereka juga ditolak di tiga tempat lainnya. Sampai akhirnya mereka terdampar di pinggir sungai. Pengusiran juga terjadi di sejumlah kota dan desa-desa, meski mereka telah tinggal 40 sampai 50 tahun lalu.Semua dilakukan secara sistematis; lewat isu yang mengaitkan setiap peristiwa kejahatan apa pun dengan etnis Roma. Atau, dengan identifikasi-identifikasi buruk lainnya. Laporan juga menyebutkan sangat sedikit jumlah anak-anak Roma yang bersekolah. Sofia Nikolaidou dari GHM mencatat penyebab utamanya adalah rasisme. Banyak anak-anak Roma yang mengikuti pelajaran di sekolah Yunani mengatakan mereka tidak tahan dicemooh dengan kata-kata fuck your Turkey, atau go away, your are turks.

Pada saat pelajaran agama Kristen Orthodox, anak-anak Muslim Roma dilarang keluar. Mereka dipaksa mengikuti pelajaran sampai selesai. Atau mereka harus menghadiri misa pagi sebelum sekolah dimulai. Rasisme juga semakin nyata di beberapa desa lainnya di dekat Thrace Barat. Komunitas non-Muslim lebih suka mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah yang banyak anak-anak Muslim Roma. Akibatnya terjadi eksklusivitas di antara mereka.

Persoalan juga terjadi di sekolah-sekolah yang menampung anak-anak Muslim Roma. Di salah satu desa di dekat Xanthi, misalnya, jumlah anak yang terdaftar 240 orang. Namun, pada saat sekolah dimulai hanya 170 orang saja yang datang. Jumlah ini menyusut menjadi 120 orang saja pada Maret sampai April, karena anak-anak itu harus membantu orang tuanya yang sibuk panen asparagus.
Di sejumlah kota dan desa, banyak komunitas kecil Muslim Roma gagal mengatasi keadaan ini. Laporan GHM menyebutkan beberapa jumlah kecil keluarga Roma mengaku pindah agama untuk mendapatkan kesempatan hidup yang layak. Namun, kata laporan itu, mereka tetaplah Roma yang tidak pernah diakui oleh lingkungan mereka.
Tidak hanya rasisme yang harus mereka hadapi. Intervensi pemerintah terhadap pemilihan mufti — pemimpin komunitas Islam di satu kota — kerap kali terjadi. Selain itu, pemerintah juga mengenakan pajak pada tanah-tanah wakaf. Jika sampai beberapa tahun tidak membayar pajak, tanah wakaf akan disita. Intervensi pemilihan mufti menyebabkan terpecahnya komunitas Muslim di dan di luar Thrace Barat. Sedangkan pengenaan pajak terhadap tanah-tanah wakaf mengakibatkan lemahnya kemampuan finansial mereka. Catatan nasib buruk ini mungkin terlalu sedikit dibanding apa yang mereka alami sehari-hari, atau dibanding yang dicatat sejumlah LSM di Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID

Unik Suku Mosuo Penganut Polyandri di Daratan China


Saya berasal dari suku Minangkabau, Suku Minangkabau di Indonesia juga menganut budaya matriarkal dengan sistem kekerabatan matrilineal seperti orang suku Mosuo. Jika ingin mempelajari lebih jauh tentang budaya, saya rasa ada hubungan sangkut pautnya antara Minangkabau dan Mosuo. Akan Tetapi dalam hal Polyandri suku minangkabau tidak menerapkan itu, oleh karena suku minangkabau mayoritas beragama islam dan menentang Polyandri. Budaya Mosuo adalah budaya matrilineal, di mana posisi wanita lebih dominant dalam masyarakat dan di mana seorang anak akan mewarisi nama dari ibunya, demikian juga dengan suku Minangkabau di Sumatera Barat – Indonesia.
 

Perempuan Suku Mosuo dan Perempuan Suku Minangkabau
Adalah sebuah daerah terpencil di perbatasan China dan Tibet, tinggal sekelompok masyarakat etnik minoritas penganut matriakh dan sekaligus pelaku poliandri yang legal dan sah, suku minoritas tersebut adalah suku Mosuo, yang merupakan suku dari minoritas etnik Naxi, yang juga adalah salah satu dari 55 suku minoritas di China. Sampai sekarang sistem matriakal masih dipraktekkan di suku tersebut.
Danau Lugu di Pemukiman Suku Mosuo
Suku terasing ini tinggal di sekitar wilayah danau Lugu kira-kira 2,700 meter di atas permukaan laut. Danau yang maha indah dan masih sangat perawan ini dikelilingi oleh hutan lebat dan gunung-gunung. Masyarakat yang merupakan tight knit community masih berpegang teguh adat turun temurun selama ribuan tahun. Penduduk Mosuo juga merupakan penganut salah satu sekte agama Budha yang menganggap Lama sebagai pimpinan tertinggi. Lamaism. Peran Lama sangat penting di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Yang menarik di suku Mosuo adalah peran utama kaum wanita. Peran perempuan di suku Mosuo ini sangat erat dan kental, wanita berperan sebagai kepala rumah tangga yang mengatur segala tetek bengek urusan domestik.  Biasanya di setiap keluarga terdiri dari sepuluh anggota, walau tidak jarang satu keluarga terdiri dari 20 atau 30 orang.
Sang kepala keluarga merupakan wanita yang sangat dihormati dan dituakan oleh segenap anggota keluarga. Seluruh keputusan yang berurusan dengan keluarga di tangan sang ibu kepala rumah tangga. Jumlah keseluruhan masyarakat suku Mosuo sekitar 50 ribu orang dan semua tinggal di sekitar danau Lugu. Rumah suku Mosuo sanggat khas dan hampir di setiap rumah mereka menyediakan ruangan khusus sebagai balai pertemuan keluarga atau juga berfungsi untuk ritual-ritual agama. Rata-rata rumah suku Mosuo beratap rendah dan tidak ada ventilasi sama sekali sehingga memberi kesan sangat akrab dan keintiman antar keluarga sangat terjaga .
Salah satu cahaya yang masuk ke dalam rumah berada di sebuah kamar khusus dimana sebuah perapian selalu menyala dan sebuah altar pemujaan berada. Altar berupa batu ini merupakan simbol leluhur sebuah keluarga. Dipercaya arwah para leluhur masih menempati batu tersebut sehingga api harus tetap menyala untuk menghangatkan mereka para arwah. Api yang dibiarkan terus menyala juga sebagai lambang kesejahteraan suatu keluarga.
“When it comes to seduction, they completely change. The women act shy, look at the floor, sing softly to themselves and blush.”
Kehidupan perkawinan suku Mosuo sangat menarik dan langka, dan saking langkanya, menarik banyak minat para peneliti dari berbagai belahan dunia dan sekitar dua dekade  terakhir membuat nama Mosuo menjadi terkenal di seluruh dunia. Daerah mereka yang perawan nan alami, kini mulai banyak dikunjungi turis dari Amerika, Eropa, dan juga negara-negara Asia lainnya juga masyarkat China sendiri. Perempuan Mosuo masih memegang tradisi turun temurun mereka, salah satunya adalah dalam hal perkawinan, ada tiga jenis perkawinan, yang pertama sistem Axia yang berarti visiting marriage,  kedua adalah : axia cohabitation dan yang terakhir adalah monogamy.
Ilustrasi :
Malam telah turun, gelap dan sunyi. Hanya suara binatang malam yang sekali-kali terdengar. Gadis muda itu diam-diam membuka jendela kamarnya, dan membiarkan angin malam menyusup ke dalam kamarnya yang sempit. Dihirupnya udara malam dalam-dalam. Hatinya mulai deg-degan, tubuhnya sedikit gemetar. Sebentar-sebentar pandangannya di arahkan ke jendelanya yang sedikit terbuka. Rasa penat tubuhnya akibat pesta seharian tidak membuatnya ingin segera tidur, malam inilah malam istimewa baginya.  Hatinya makin tambah deg-degan. Suara halus sedikit saja mampu membuatnya terlonjak. Penantaian gadis tersebut tidak lama, karena sekitar sepuluh menit kemudian telinganya mendengar langkah-langkah halus menuju ke arah jendelanya. Kekasihnya sudah datang, dan dengan isyarat ketukan khusus, minta ijin untuk masuk kamarnya. Tanpa menunggu waktu, dia segera membalas dengan isyarat khusus pula, sejenak kemudian dua makhluk berbeda kelamin itu sudah berada dalam satu ruangan dan…..
“When they have kids, the children are theirs only — the men don’t play a role.”
Monogamy hanya ada di masyarakat urban suku mosuo artinya mereka yang melakukan pernikahan dengan sistem monogamy adalah mereka yang sudah terpengaruh oleh kaum urban yang datang ke daerah tersebut. Sementara itu, etnik-etnik Mosuo lainnya masih mempraktekkan pernikahan Axia marriage terutama di daerah Yongning dan danau Lugu.
Perkawinan Axia adalah perkawinan yang bersifat bebas tanpa ikatan. Kaum lelaki Mosuo menyebut para perempuan mereka Axia yang berarti : teman intim dan para perempuan menyebut kaum lelaki atau kekasih sebagai Azhu. Mereka tidak terikat dengan perkawinan seperti pasangan-pasangan di belahan bumi manapun,  namun mereka tetap  tinggal di rumah sendiri dan biasanya di rumah ibu mereka, sepanjang hayat. Setiap gadis yang sudah dianggap akil balig biasanya mempunyai seorang Azhu. Mereka mempunyai kamar tersendiri dimana sang kekasih bisa berkunjung setiap saat.  Kunjungan rahasia ini dilakukan saat malam hari. Dan keesokan harinya di pagi yang masih buta sang kekasih harus meninggalkan rumah sang gadis.
Jika seorang gadis sudah mulai bosan dan tidak ingin melanjutkan hubungan dengan kekasihnya, sebagai tanda penolakan, dia akan menutup pintu kamarnya atau pintu jendela, dan kekasihnya begitu tahu si gadis menutup pintu, akan berhenti mengunjunginya. Di sini tidak ada ikatan apapun, semua bebas merdeka. Hubungan lebih bersifat mutual dan kasih sayang, keinginan atau hasrat seorang perempuan sangat dihormati. Jika hasil dari cohabitation ini menghasilkan anak, maka anak tersebut akan menjadi milik keluarga sang ibu dan mewarisi nama keluarga si ibu.  Anak ini dibesarkan dan di asuh oleh keluarga besar si gadis dan tidak diperkenalkan dengan ayah kandungnya sampai menjelang upacara akil baliq.
Upacara akil balig seorang gadis dilangsungkan ketika seorang anak mencapai usia 13 tahun , dan ritual ini dilakukan saat tahun baru. Di hari yang istimewa ini sang gadis diberi pakaian nan indah dan dihias secantik mungkin, dan juga dihiasi perhiasan-perhiasan tradisional. Upacara ini menandai bahwa seorang gadis sudah dewasa. Dengan kata lain, sang gadis sudah boleh memiliki seorang Azhu atau kekasih. Sebanyak yang dia inginkan…bebas memilih tanpa bebas moral apapun.
The Mosuo people are having a festival
Tradisi kuno masyarakat matriakhal di China ini, sangat menarik bagi kaum wisatawan asing, karena dianggap unik dan langka. Terlebih adat istiadat yang menyangkut hubungan antara lelaki dan perempuan Mosuo yang dianggap sangat promiscious, Khususnya bagian dimana para perempuan Mosuo bebas memilih pasangan dan berganti-ganti pasangan seksual, ironisnya daya tarik inilah yang sering disalah gunakan para turis yang ingin mencoba-coba to experience its apparent promiscuity. Suku mosuo dipercaya sudah tinggal di perbatasan Tibet ini  mampu menjaga adat istiadat turun temurun selama ribuan tahun. Ketika sebagian besar masyarakat di China menyia-siakan anak perempuan, Mosuo menempatkan perempuan di kursi tertinggi.
Di China yang berlaku pomeo “it is better to have a dog than a daughter” , dan dimana perempuan diperlakukan sebagai masyarakt kelas dua, di Mosuo berlaku sebaliknya. Bahkan mereka bisa berganti-ganti pasangan setiap malam. Dan this is a palce where  women rule the world. Seorang perempuan Mosuo bebas menentukan apakah pasangannya akan langgeng selamanya,atau hanya beberapa tahun, atau beberapa bulan, atau juga hanya beberapa hari atau bahkan hanya semalam saja.
Ketika seorang gadis sudah menjalani upacara akil balik, dia akan diberikan sebuah kamar terpisah. Dan ketika malam telah turun, dia akan siap menerima kunjungan sang kekasih, Dulu dengan bahasa isyarat seperti ‘meremas’ khusus salah satu jari-jari di permukaan tangan menunjukkan bahwa lelaki tersebut boleh mengunjungi sang gadis. Kaum lelaki suku ini yang perannya lebih pasive dari perempuan, tugas nya adalah mencari ikan di danau Lugu. Urusan domestik lainnya adalah urusan perempuan.
“They don’t know feelings of guilt or rage — it is simply shameful to fight. They are ashamed if they do and it even can threaten their social standing.”
Menurut pengakuan salah seorang nelayan Ai Le Shan Ma 38 tahun, hubungan walking marriage seperti ini mengurangi stress perkawinan. Sehingga perkawinan model walking marriage sangat menguntungkan. Masih menurut pengakuan Shan Ma, dia  atau lelaki Mosuo lainnya cukup happy hanya bisa mengunjungi sang ‘istri’ pada malam hari, dia bisa datang kapan saja sesuai dengan suasana hatinya. Semua bebas tanpa beban.  Jika terjadi ketidak cocokan antar pasangan, tiada sakit hati, masing-masing akan mencari pasangan lainnya.
Mosuo tidak mengenal istilah zina, anak haram, perawan, janda, rasa cemburu , single mother ataupun monogami. Alasan cukup simple, istilah ini memang tidak ada dan diada-adakan. “Danau Lugu merupakan tanah of free love”, tulis seorang explorer Russia Peter Goullart dalam bukunya : Forgotten Kingdom. Ketika sebuah karavan Tibet lewat,  di sebuah desa, para perempuan Mosuo secara bisik-bisik mulai menentukan lelaki mana yang akan dipilih untuk menemani malam yang dingin. Ibu dan anak akan menjamu tamu dan menari untuk menghibur tamu. Setelah itu sang matriakh  yang dianggap sesepuh akan menyuruh lelaki tersebut untuk memilih perempuan mana yang akan menjadi kekasihnya malam itu.
Dewasa ini, bukan lagi karavan yang di harapkan melainkan para turis. Dan rupanya sensasi inilah yang menarik para wisatwan untuk datang ke Danau Lugu. Semenjak daerah ini menjadi obyek wisata banyak wisatawan China datang ke Mosuo selain menikmati keindahan alam juga berharap bisa dipilih oleh salah stau gadis Mosuo untuk menemani dinginnya malam secara gratis tis. Di sisi lain,  tidak dapat dipungkiri juga kehadiran turis ke Danau Lugu membantu perekonomian masyarakat  Mosuo.
“It simply doesn’t make sense to the Mosuo women to solve conflicts with violence. Because they are in charge, nobody fights.”
Seperti daerah-daerah turis lainnya, lambat laun keindahan Danau Lugu tercemar dengan banyaknya turis yang datang, mereka membuang sampah sembarangan. Dan pesona keindahan Danau Lugu semakin pudar dengan arus komersialisasi tempat ini.
“By the lake I see piles of plastic bags and beer bottles. I can hardly bear to go home.”  Demikian menurut pengakuan seorang entertainer dunia Yang Erche Namu.  Wanita asli suku Mosuo. Namu seorang bekas model dan seorang entertainer yang berdomosili di Beijing adalah produk Danau Lugu asli. Namu yang memulai karirnya sebagai pemenang kontes nyanyi nasional di China, namanya kemduianberkibar di dunia hiburan dunia, terlebih setelah dia berkarier sebagai model. Namu yang pernah tinggal di berbagai dunia  seperti New York, San Fransisco dan Canada saat ini  menikah dengan salah seorang diplomat Norwegia. Konon Namu terang-terangan  pernah melamar presiden Perancis Nicholas Sarvosky sebelum Nicholas menikah dengan Carla Bruni, dalam bukunya Leaving Mother Lake  Namu secara apik dan terkesan lugu, menceritakan secara detail mistik adat istiadat Musuo termasuk upacara akil baliq nya dan saat pertama menantikan sang Azhu, walau kemudian dia menolak Azhu dari lelaki Mosuo, “I don’t like them, they smell so bad,”  alasannya.  Karirnya  sebagai model, penyanyi dan entertainer dimulai dari desanya di dekat Danau Lugu. Namu dengan kecantikannya yang khas dan eksotik,  adalah merupakan sosok yang membuat Mosuo menjadi terkenal dan membuat banyak orang yang penasaran.
“They aren’t interested in getting married or starting a family with a man. When the love is over, then it’s over. They don’t stay together for the kids or for the money or for anything else.”
Bagaimanapun juga kultur masyarakat Mosuo yang seringkali di cap sebagai tempat dimana para perempuan melakukan free sex dan dianggap legal , faktor ini sering di-high light oleh para operator tourism  dan agen wisata untuk menarik para wisatawan khususnya kaum Adam untuk mengunjungi Danau Lugu. Tidak dapat dipungkiri seperti di setiap aspek turisme selalu ada segelintir orang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dan salah satunya adalah menjadikan sebagai ajang prostitusi, dan Danau Lugu tidak lepas dari masalah ini, walau ironisnya para prostitute tersebut sebenarnya bukan gadis  Mosuo asli  namun tidak lebih merupakan kaum pendatang yang berlaku seolah-olah mereka adalah gadis Mosuo.
“You are responsible for almost nothing, you work much less and you spend the whole day with your friends.”
Selain masyarakat Mosuo, ada lagi suku minortitas yang mempraktekkan Polyandry, antara lain yaitu suku  Nyinba, sebuah suku ber-etnik Tibet dan berlokasi di Barat daya Nepal. Suku Nyinba mempraktekkan fraternal polyandry. Setiap lelaki yang mempunyai saudara laki-laki menikah secara poliandry dengan perempuan yang sama dan walau demikian hubungan antar saudara tidak menjadi terganggu. Konsep cemburu tidak dikenal. Hanya ikatan kebersamaan total dan rela berbagi. Ladog,  salah satu komuniti Tibet  yang tergolong suku yang makmur, para perempuan umumnya menikah dengan lelaki bersaudara. (Levine 1987). Walau demikian di Ladog, 34.6%  perempuan menikah secara monogamy. Dan sekitar beberapa persen yang menikah dengan beberapa lelaki dalam satu keluarga.
“Men live better where women are in charge
Dalam sebuah film dokumenter Tribe, yang mengupas suku ini,  aku pernah menonton wawancara antara Bruce Parry (sang pemandu Tribe) yang mewawancarai kakak beradik yang mempunayi istri sama, mereka mengaku tidak ada rasa cemburu dan selalu mengalah, jika sang adik atau sang kakak tidak dapat giliran dari sang istri. They have no problem with that.  Bahkan, tidak jarang seorang perempuan mempunyai tiga suami yang semua nya adalah kakak beradik dari keluarga yang sama. Aneh…??
Last but not the least, berbicara masalah adat istiadat tentu kita tidak bisa men-judge perilaku para perempuan di suku-suku tersebut, budaya turun temurun ribuan yang dianggap tidak normal di sebagian besar di dunia, namun merupakan masalah yang normal dan biasa di daerah yang mempraktekkan dan yang mempercayainya.  Yang menjadi masalah adalah penyalah gunaan adat tersebut untuk mengeruk uang sebesar-besarnya dengan mengekploitasi budaya yang bersangkutan, sehingga esensi makna nya menjadi kabur yang akibatnya menimbulkan sebuah stigma ataupun stereotype yang lebih sering condong ke negatif.
                        

Mosuo Man

“For the Mosuo women, women are simply the more effective and reliable gender,” Coler says. “When a man hasn’t finished a task he’s been given, he is expected to admit it. He is not scolded or punished, but instead he is treated like a little boy who was not up to the task.”

sumber : dari berbagai sumber

Suku Indian Yang Tinggal di Rusia (Itelmens)


abizmal newsMemang sulit dipercaya kalau di Rusia ternyata juaga ada suku Indian, tapi faktanya adalah benar. Ada sekitar 1500 penduduk Indian yang tinggal di Semenanjung Kamchatka. Mereka merupakan percampuran antara suku Indian dan Eskimo. Mereka disebut Itelmens. Beberapa penelitian ilmiah telah mengungkapkan bahwa Itelmens juga terkait dengan suku Tlingit di Alaska dan mereka juga memiliki beberapa tradisi sendiri.

Itelmens tidak hanya suku pribumi yang tinggal di Rusia, tetapi mereka juga dianggap sebagai penduduk asli. komunitas mereka sekitar 1500 orang dan lebih terdidik dibandingkan dengan masyarakat dari adat lain, tetapi hidup mereka masih sangat primitif. Di sini anda akan menyaksikan beberapa foto yang diambil dari pameran foto di Moskow yang diadakan dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan tentang keberadaan budaya Indian di tanah Rusia.
russian-indians-1
russian-indians-2
russian-indians-4
russian-indians-5
russian-indians-6
russian-indians-7
russian-indians-8
russian-indians-9
russian-indians-10
*dari berbagai sumber

Islam di Montenegro – Eropa Timur


File:Europe-Montenegro.svg

Menurut beberapa statistik bahwa jumlah kaum Muslimin di Montenegro adalah sekitar 30% dari populasi, tetapi kepala imam di kota, “Tivat” Adam Omrovits mengatakan dalam pernyataan sebelumnya menegaskan bahwa “jumlah umat Islam lebih besar dari yang dikatakan karena sejak tahun 1991 belum ada sensus penduduk, ada daerah yang luas yang semua populasinya Muslimin yang membentuk mayoritas lebih dari 50 persen dari luas wilayah Montenegro”.

Dia mengatakan bahwa umat Islam “merupakan 70 persen di provinsi Pará, dan 99 persen di Rojai, dan 8 persen di Alsin dan di Bongoritza tidak kurang dari 40 persen”.

Berkas:Montenegro1913.png

*dari berbagai sumber

Alfaro: Bingung Bahwa Tuhan Kirim Anaknya ke Bumi untuk Dibunuh agar Bebaskan Dosa Manusia


 

Vicente Mota Alfaro menjadi mualaf pertama asli Spanyol yang memegang jawatan imam di masjid Islamic Cultural Center of Valencia (CCIV) dan memimpin salat berjamaah di masjid itu. Selain imam masjid, Alfaro juga menjadi anggota Dewan Direktur CCIV sejak tahun 2005.

Posisi imam masjid mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Alfaro, karena tiga belas tahun yang lalu ia adalah penganut agama Katolik yang taat, rajin membaca alkitab setiap hari dan tidak pernah mangkir menghadiri perjumpaan mingguan di gerejanya.

Ketika ditanya tentang perubahan hatinya dan perjalanannya dari seorang penganut Katolik yang taat menjadi seorang Muslim, Alfaro memberikan jawaban sederhana,”Ini semua adalah kehendak Allah, Islam menjadi pilihan saya dan menjadi hidup saya.”

vicente

Alfaro memutuskan masuk Islam pada saat ia berusia 20 tahun dan masih menjadi siswa sekolah menengah. “Saya membaca kitab suci al-Quran. Saya menemukan kebenaran tentang kisah Yesus Kristus dan kemudian saya masuk Islam,” Alfaro menceritakan perjalanannya menemukan cahaya Islam.

Pada dasarnya, Alfaro memang dikenal sebagai seorang yang kuat beragama. Sejak masa kanak-kanak, Alfaro sudah rajin ke gereja setiap minggu dan membaca alkitab dengan teratur. “Saya melakukannya, sementara anak-anak lain pada saat itu tidak punya minat pada agama. Ketika itu, saya tentu saja belum tahu tentang Islam,” ujarnya.

Alfaro mengenal Islam dari tetangganya, seorang Muslim asal Aljazair yang sering ia ajak berbincang-bincang. “Suatu saat kami sedang berbual dan dia bilang bahwa semua umat manusia adalah keturunan Adam dan Hawa dan kita semua adalah anak-anak dari Nabi Ibrahim,” kenang Alfaro tentang tetangganya.

“Kala itu, saya tercengang mendengar Muslim dan orang-orang Arab tahu tentang Adam, Hawa dan Ibrahim,” sambung Alfaro.

Perbincangan itu memotivasi Alfaro untuk menggali lebih jauh tentang Islam. Ia jadi sering berkunjung ke perpustakaan dan meminjam terjemahan al-Quran. Terjemahan al-Quran itu ia baca dengan seksama di rumah.

“Saya sudah sering membaca di Gospel bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan Tuhan mengirim anaknya ke bumi untuk dibunuh dan disiksa guna membebaskan dosa-dosa manusia. Saya selalu bermasalah dengan hal itu, terutama untuk mempercayai cerita itu,” kata Alfaro.

Dan jawapan yang ia cari, ditemukannya dalam al-Quran. “Saya pelajari dari al-Quran bahwa Yesus tidak dibunuh atau disalib,” ujar Alfaro.

Kisah Yesus dalam kitab suci al-Quran menyentuh hati Alfaro yang sejak mengucap dua kalimat syahadat mengubah namanya menjadi Mansour. “Saya langsung meyakini bahwa al-Quran adalah kitab suci yang benar yang berasal dari Tuhan. Dan saya langsung memutuskan ingin menjadi seorang Muslim,” tukas Alfaro.

Begitulah perjalanan Alfaro atau Mansour menemukan kebenaran dalam Islam. Sampai akhirnya para pemuka komunitas Muslim di kota Valencia sepakat memilihnya menjadi imam masjid Valencia. Alfaro dipilih karena dianggap memiliki kemampuan dan memenuhi syarat-syarat untuk menjadi imam masjid.

“Dia dipilih karena pengetahuannya yang luas tentang agama,” kata El-Taher Edda, sekretaris jenderal Islamic League for Dialogue and Coexistence.

Edda juga menegaskan bahwa penunjukkan Alfaro sebagai imam masjid Valencia merupakan pesan yang jelas tentang integrasi para mualaf ke dalam masyarakat Muslim.

Jumlah mualaf di Sepanyol terus meningkat beberapa tahun belakangan ini. Menurut laporan media massa lokal, warga Spanyol yang masuk Islam bahkan dari kalangan intelektual, akademisi dan aktivis anti-globalisasi. Saat ini, jumlah warga Muslim di Spanyol diperkirakan sekitar 1.5 juta orang dari 40 juta total penduduk negara itu. Di Sepanyol, berdasarkan undang-undang kebebasan beragama tahun 1967, Islam diakui sebagai agama resmi dan menjadi agama kedua terbesar setelah agama Kristian.

sumber :

http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/alfaro-bingung-bahwa-tuhan-kirim-anaknya-ke-bumi-untuk-dibunuh-agar-bebaskan-dosa-manusia.htm