Category Archives: Keluarga Bahagia

Menyalurkan Syahwat Kepada Istri Adalah Pahala


Saudaraku, Islam merupakan ajaran yang sangat memperhatikan fitrah manusia. Islam di satu sisi mendorong penganutnya untuk berlomba dalam menggapai derajat ideal seorang muttaqin namun pada sisi lain tidak mengabaikan sisi manusiawi dirinya. Tidak ada sistem kerahiban di dalam Islam dimana seseorang dituntut untuk hanya beribadah kepada Allah sepanjang waktu sehingga bilamana ia lapar, haus atau mempunyai kebutuhan manusiawi lainnya maka ia diharuskan untuk mengabaikannya alias dilarang untuk mempedulikannya apalagi memenuhinya.

Bahkan di dalam sebuah ayat Al-Qur’an Allah memberitahu kita akan hadirnya aneka syahawaat (hasrat duniawi) di dalam diri manusia. Dan hendaknya aneka syahawaat tersebut disikapi secara benar, bukan diabaikan atau dinafikan.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ

مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ

ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ

”Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran ayat 14)

Pada ayat di atas jelas Allah katakan bahwa segenap jenis hasrat duniawi tersebut merupakan kesenangan hidup di dunia bagi manusia. Namun di dalam ayat itu pula Allah mengingatkan orang-orang beriman agar selalu menyadari bahwa di sisi Allah ada tempat kembali yang lebih baik, yakni surga di akhirat kelak. Surga merupakan kenikmatan hakiki dan abadi yang Allah janjikan dan sediakan hanya bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepadaNya.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ

عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133)

Seorang yang beriman sangat dikondisikan oleh ajaran Islam untuk memiliki semangat berkompetisi dalam mengejar keberuntungan di akhirat. Namun itu tidak berarti bahwa ia samasekali tidak diperkenankan menikmati kesenangan duniawi. Hanya saja ia selalu perlu mengingat bahwa kesenangan dunia tidak seberapa dibandingkan dengan kesenangan di akhirat. Sehingga dalam sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan betapa hinanya dunia ini. Betapa tidak bergunanya kebanyakan aktifitas manusia di dunia ini, kecuali beberapa jenis tertentu:

أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا

ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ

“Ketahuilah, sesungguhnya dunia ini terkutuk. Terkutuk apa-apa yang ada di dalamnya, kecuali mengingat Allah dan apa-apa yang menyertainya serta penyebar ilmu dan penuntut ilmu.” (HR Tirmidzy)

Apa-apa yang dikecualikan oleh Nabi shollallahu ’alaih wa sallam di dalam hadits di atas merupakan kegiatan di dunia yang sungguh sangat luas cakupannya. Terutama ketika Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebut mengingat Allah dan apa-apa yang menyertainya. Sungguh, apa-apa yang menyertai mengingat Allah sangatlah luas cakupannya. Ia bisa mencakup urusan bisnis, bersosialisasi, berkeluarga, bermasyarakat, berda’wah dan berjihad di jalan Allah.

Bahkan dalam hadits lainnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam malah menyebutkan apa saja perkara yang termasuk ke dalam bentuk lain daripada dzikrullah (mengingat Allah). Dan uniknya, salah satunya ialah bercengkerama dengan keluarga. Subhanallah…! Suatu kegiatan yang barangkali kebanyakan orang (terutama para bapak yang bermental workaholic) menganggapnya sebagai menyia-nyiakan waktu saja.

كُلُّ شَيْءٍ لَيْسَ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

فَهُوَ لَهُوٌ أَوْ سَهْوٌ إِلا أَرْبَعَ خِصَالٍ

مَشْيُ الرَّجُلِ بَيْنَ الْغَرَضَيْنِ وَتَأْدِيبُهُ فَرَسَهُ

ومُلاعَبَةُ أَهْلِهِ وَتَعَلُّمُ السِّبَاحَةِ

“Segala sesuatu yang bukan dzikrullah maka ia termasuk perkara melalaikan atau melenakan, kecuali seorang yang latihan memanah, latihan berkuda, bercengkerama dengan keluarganya dan belajar berenang” (HR Thabrani)

Apa-apa yang seringkali dikira kebanyakan orang sebagai perbuatan menghabiskan waktu, ternyata di dalam ajaran Islam dikategorikan sebagai ibadah penghambaan kepada Allah. Coba renungkan, bukankah dengan bercengkerama bersama keluarga, berarti seorang ayah atau suami telah berupaya membangun soliditas di dalam ruang lingkup elemen masyarakat yang paling kecil? Berarti ia telah menyumbang sebuah kebaikan bagi masyarakat yaitu keharmonisan dan ketenteraman yang tentunya didambakan oleh setiap anggota masyarakat beradab. Namun tentunya hal ini harus dilakukan dengan menjaga rambu-rambunya. Di antaranya ialah tidak dilakukan berlebihan sehingga melalaikan seseorang akan tugas utamanya beribadah kepada Allah dan menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Lalu ia harus memastikan bahwa ia terlibat dalam bercengkerama dengan keluarga miliknya bukan dengan keluarga apalagi istri milik orang lain…!

Dalam hadits di bawah ini Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam malah menyampaikan suatu pesan yang bahkan sempat membuat para sahabat dari kalangan yang kurang mampu menjadi terkejut dan keheranan. Coba perhatikan hadits berikut ini:

أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

يَارَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا

نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ

بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ

مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً

وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً

وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ

وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ

قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ

فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا

“Sesungguhnya di antara sahabat Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ada yang berkata: ”Ya Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami mengerjakan sholat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagimu sesuatu untuk bersedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap takbir adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh seseorang kepada ma’ruf adalah sedekah, melarangnya dari perkara mungkar adalah sedekah dan bersetubuhnya seseorang di antara kamu dengan istrinya adalah sedekah.” Mereka bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah jika salah seorang di antara kami menyalurkan syahwatnya ia mendapat pahala?” Rasulullah menjawab: ”Tidakkah kamu tahu, apabila seseorang menyalurkan syahwatnya pada yang haram, dia berdosa? Demikian pula apabila disalurkannya kepada yang halal, dia mendapat pahala.” (HR Muslim)

Saudaraku, jelas sekali dari keterangan hadits di atas bagaimana Islam sangat mengakui, memahami bahkan menghargai orang yang memiliki kebutuhan fitri-manusiawi. Ia tidak saja diizinkan untuk melampiaskan hasrat syahwat kelaminnya kepada pasangan syar’inya (suami atau isterinya), namun lebih jauh lagi ia dijamin bakal memperoleh ganjaran alias pahala di sisi Allah karena melakukannya sesuai aturan Allah.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hambaMu yang pandai mensyukuri nikmat Iman dan Islam yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Wafatkanlah kami dalam keadaan senantiasa berserah diri kepadaMu. Karuniakanlah kepada kami hidup bahagia dan abadi di surgaMu kelak bersama para Nabi, orang-orang jujur, para syuhada, orang-orang sholeh lainnya dan tentunya bersama anak-istri-orangtua-saudara kami semuanya. Amin ya Rabb.-

sumber : http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/menyalurkan-syahwat-kepada-istri-adalah-pahala.htm#.UXaXdUpBkp4

Latihlah Mendengarkan, Anda Lebih Mudah Menguasai Anak


Baihaqi Ibnu Bukhari  Pendiri Sekolah Orangtua PSPA | Penulis Buku Best Seller “Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shalih?” inspirasipspa@yahoo.com

“Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunya mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah).

Mereka seperti hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah”.   Tidak berlebihan sama sekali. Perhatikan: dengarkan anak Anda, maka Anda bisa menguasai anak Anda! Maksudnya, jika hati anak Anda sudah diambil, maka ia lebih mudah Anda kendalikan.  

Menguasai anak bukanlah tujuan. Pun mengendalikan anak juga bukan cara terbaik mengendalikan perilaku anak. Terbaik adalah bagaimana kita melatih anak untuk mengendalikan perilakunya sendiri.Tetapi, anda tidak bisa melatih anak untuk mengendalikan dirinya jika dan jika Anda tidak bisa mengendalikan anak Anda.  

Pernahkah Anda melihat anak yang semaunya menuntut orangtua untuk memenuhi keinginan yang bahkan di luar kemampuan orangtuanya? Seorang guru bercerita pada saya tentang salah satu murid laki-lakinya di SMP, mogok sekolah. Usut punya usut ternyata setelah dicari tahu anak ini ingin dibelikan sepeda motor oleh orangtuanya. Padahal, kemampuan ekonomi orangtuanya tidak seberapa.

Boro-boro beli sepeda motor, lah memenuhi kebutuhan sehari-hari ditambah biaya sekolah anaknya saja megap-megap. Kok bisa anak ini tidak mengerti keadaan orangtua?   Gaya hidup konsumtif? Tentu ini salah satu sebab. Jangan salah, gaya hidup konsumtif itu tidak hanya bisa menyerang Anda yang berkecukupan, tapi juga dari orang yang pas-pasan bahkan orang yang kekurangan. Jika ibu-ibu di gang sempit tiap hari merasa wajib ‘jajan’ bakso, batagor, siomay dan sebangsanya, yang lewat depan rumah,  jika para pengayuh becak, yang katanya cekak itu, menghabiskan berbatang-batang rokok tiap hari, jika anak-anak balitanya setiap hari nangis karena ingin ‘silaturahmi’ dengan tukang mainan yang lewat tiap hari dan lalu orangtua selalu memenuhinya, ini juga bagian dari gaya hidup konsumtif!   Tapi, ini bukan bahasan saya sekarang.

Salah satu sebab lain anak-anak ini melakukan itu adalah akibat orangtua memang benar-benar tidak bisa menguasai anak. Jika orangtua tak bisa menguasai anak, maka anak ini akan bersikap dan berbuat seenaknya pada orangtua. Bentuk pada anak balita misalnya, jika keinginannya tidak dipenuhi: berteriak-teriak sekencangnya, ngamuk, guling-guling, mukul-mukul orangtua, melempar-lempar barang, mengigit. Sedangkan pada anak remaja misalnya: tak mau diajak ngomong, lebih senang menyendiri di dalam kamar saat di rumah, pulang tengah malah menjadi rutinitas harian, membentak-bentak orangtua, berani mengancam orangtua, atau seperti contoh sederhana tadi: menuntut dipenuhi keinginan di luar kemampuan orangtuanya.  

Ada dua jalan utama orangtua untuk dapat dapat menguasai anak atau bahasa halusnya agar orangtua dapat mengendalikan perilaku anak. Pertama, berkomitmen untuk bersikap dan berperilaku tegas pada anak. Tentang ini, sudah sering saya bahas dalam tulisan saya yang lain. Kedua, berkomitmen untuk mendengarkan anak. Maka berlatihlah!   Jika seorang anak didengarkan, maka ia merasa diakui. Jika seorang anak diakui, maka ia merasa dihargai. Jika anak merasa dihargai, maka ia akan memiliki konsep diri positif tentang dirinya sendiri. Jika konsep diri anak positif, maka ia akan mudah mengeluarkan potensi-potensi (fitrah) positifnya. Dan Anda akan merasakan betapa kebaikannya melejit-lejit setiap hari.   Jika seorang anak didengarkan, maka ia pun merasa ‘dekat’ dengan orangtuanya. Jika seorang anak merasa dekat dengan orangtuanya, maka ia sangat, sangat, sangat mudah untuk mendengarkan pesan-pesan dari orangtuanya.

Dan kalau anak sudah mendengarkan pesan-pesan orangtuanya, maka bukankah Anda berhasil mengendalikan anak Anda?   Ok, mari latihan.  

Kasus 1: Bertanya berulang-ulang   Pernahkah Anda mendapatkan balita Anda bertanya berulang-ulang tentang sesuatu hal yang sebenarnya sudah ia tahu atau sesuatu yang sudah kita jawab?   Misalnya, “Bunda ini warna apa?” Lalu Bunda menjawab. “Biru!”. Kemudian sebagian anak ini bertanya lagi, “Warna apa?”. Lalu Bunda menjawab pula “Biru Nak!”   “Warna apa Bunda?”   “Biru!”   “Apa?”   “Biru….!!!!!”   “Warna Biru ya Bunda?!”   “Iyaaaaa!!! Sudah tanya lagi-tanya lagi! Kan Bunda sudah kasi tau! Bawel amat sih, tanya-tanya mulu!”   Ini jawaban orangtua biasa. Lah, anak begitu sabar bertanya, mengapa orangtua tidak sabar menjawab? Masa kalah sama anak kecil?! Orangtua shalih akan terus melayani dan tidak ‘kalah’ dengan kesabaran anak bertanya dan mengimbanginya dengan sabar menanggapi.

Percaya atau tidak, anak akan capek sendiri jika kita terus bersabar menjawab.   Ok, jika Anda mengatakan sabar ada batasnya. Jika lagi bad mood, jika Anda lagi pusing dan capek. Anda boleh merasa terganggu dengan anak, tapi please tak usah berlebihan dengan menembakkan kalimat negatif pada anak: bawel! Cukup katakan “Bunda ndak mau jawab sekarang, Bunda lagi capek, maaf ya nak!” sudah itu bersiaplah untuk bersabar dengan ujian lain: nangis. Silahkan jika Anda tahan.   Tenang, tentang parents, saya pun pernah mengalaminya. Menanggapi anak yang bertanya berulang-ulang justu jauh lebih baik dan lebih cepat selesai dibandingkan kita mengabaikannya. Anak ketiga saya, Syarifah (3 thn), suatu saat bertanya tentang hal ini:   “Abah, sekarang hari apa?”   “Senin”, Jawab saya.   Lalu dia bertanya lagi “Sudah Senin?”   “Selasa.”   “Sudah Selasa?”   “Rabu.”   “Sudah Rabu?”   “Kamis.”   “Sudah Kamis?”   “Jum’at!”   “Sudah Jum’at?”   “Sabtu.”   “Sudah Sabtu?”   “Ahad”   “Sudah Ahad?”   “Senin?”   “Sudah Senin?”   Dan seterusnya…… dia berputar-putar terus bertanya tentang nama-nama hari. Parents, pertanyaan berulang-ulang yang balita tanyakan sebenarnya sangat berguna bagi anak untuk mengingat lebih baik, untuk tertanam dalam pikirannya lebih baik dan untuk menguatkan informasi yang sudah masuk sehingga nempel di alam bawah sadarnya.  
Karena saya terus meladeninya, dia akhirnya berhenti. Lalu saya tanya “kenapa berhenti?” Syarifah menjawab “Capek ah, Bah!”.   Tuh kan?

Kasus 2: Meminta Barang yang Tak Bisa Dipenuhi Sebagai orangtua, kadang waktu, tenaga dan sumberdaya lain dari kita terbatas. Maka boleh-boleh saja kita tidak bisa memenuhi semua permintaan anak. Bahkan dalam konteks tertentu, justru memenuhi semua yang anak inginkan (memanjakan) yang tidak pada tempatnya tidak produktif untuk masa depan anak.   “Ayah, mau mobil-mobilan yang itu?”   Kita boleh menolaknya jika sebenarnya kemarin misalnya sudah beli mainan. Tapi orangtua biasa akan mengeluarkan kalimat ini?   “Kan sudah kemarin beli mainan?”   “Iya tapi kan beda, aku mau yang itu?”   “Nggak bisa!”   Sekali lagi kita boleh bersikap tegas, tapi apapun keinginan anak, coba pake rumus ini: apapun yang anak inginkan tanyakan pada diri Anda: “apa sih sebenarnya yang ada di pikiran anak kita?”   Lalu setelah itu kita akan mengeluarkan kalimat-kalimat ini sebelum menolak keinginan anak:   “Abang suka mobil-mobilan yang itu?”   “Iya”   “Kenapa Abang suka yang itu?”   “Bagus ayah, ada remotenya, bentuknya keren.. (dan seterusnya biar anak berpendapat tentang mobil-mobilan itu”   “Iya, ya, keren juga. Abang boleh punya ya, tapi tidak sekarang. Kan sekarang bukan jadwal beli mainan. Bagaimana kalau kita buat jadwal beli mainan? Sebulan sekali. Tanggalnya boleh Abang pilih nanti ajukan sama Ayah. Nanti waktunya beli mainan lagi, kita beli mainan yang itu!”   Nah setelah mendengarkan insya Allah perasaan anak lebih baik. Ia merasa diakui, dihargai, diperhatikan. Lepas dari mainan apakah dibelikan atau tidak. Meski mungkin mainannya tidak dibelikan, meski mungkin anak akan kecewa, nangis dan seterusnya, tapi pasti perasaannya jauh lebih baik dibandingkan Anda langsung menolaknya dan anak tidak mengeluarkan apa yang ada di pikirannya.  

Kasus 3: Mengajak Pergi yang Anda Tak Bisa Pergi Misalnya anak Anda 9 tahun suatu saat mengajak Anda: “Mami, ayo jalan-jalan!”   Saat tidak bisa, orangtua biasa akan mengatakan “Nggak lihat apa Mami lagi sibuk?” atau kalimat yang sejenis ini: “Mami capek, Mami lagi nggak bisa, jalan terus, kan ada waktunya, nanti lagi!”   Tapi orangtua shalih akan terus bertanya untuk mencoba menggali pikiran anak dulu lalu kemudian baru kemudian mengatakan ketidakbisaan memenuhinya.   “Jalan-jalan kemana Nak?”   “Pengen ke BSM?”   “Mau ngapain di BSM?”   “Ya lihat-lihat aja?”   “Kamu kan sering ke BSM, emang biasanya apa sih yang senang kamu lihat?”   “Ya Aku senang lihat buku-baku baru Mi!”   “Iya Mami juga senang jalan-jalan. Tapi maaf sayang, Mami lagi nggak bisa!”   Mendengarkan sebenarnya seharusnya adalah pekerjaan yang yang paling mudah dilakukan. Tindakan ini tidak memerlukan alat canggih, tidak memerlukan biaya seperti pulsa telepon (yang gratis bicara 5 menit, 10 menit 100 menit). Mendengarkan bisa dilakukan kapanpun, dimanapun. Kalau pun Anda tengah tidak bisa mendengarkan cukup katakan “Mama, Papa mau mendengarkan cerita kamu, tapi nanti ya 1 jam lagi.” Atau terserah Anda, mau 2 jam lagi, malam hari dan seterusnya.   Saat anak bicara, ini kesempatan bagus untuk menjalin kedekatan emosional dengan anak. Kita akan menyesal suatu saat jika ternyata anak kita lebih memilih bicara dengan gurunya, lawan jenis yang disukainya dibandingkan kita orangtuanya.  

(Diizinkan untuk memperbanyak tulisan ini, disebarkan, dishare, dengan tetap mencantumkan sumbernya)

Untungnya Melahirkan Itu Sakit


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
( Ali Imran {3}: 190-191)

Bukan kebetulan kalau melahirkan itu sakit. Andaikata Allah Subhanahu wata’ala menghendaki, tak ada yang sulit untuk menghapus rasa sakit itu. Mudah pula bagi Allah Ta’ala untuk mencabut susah payah yang dirasakan oleh ibu-ibu hamil sejak awal mengandung hingga siap melahirkan. Cukuplah bagi Allah Ta’ala bertitah “Kun!” maka jadilah apa yang Ia kehendaki.

Ingatlah ketika Allah Ta’ala berfirman, “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.” (Al-Baqarah, {2}: 117).

Kalau kemudian harus ada rasa sakit, bahkan kesakitan yang luar biasa, pasti ada manfaat besar dibaliknya. Ada hikmah dibalik rasa sakit saat melahirkan baik bagi ibu maupun bayi yang dilahirkan. Tentu saja seorang ibu harus merawat kehamilannya dengan baik, menjaga kesehatannya dan melakukan hal-hal yang memang semestinya dilakukan untuk menjaga bayi yang ada dalam kandungan. Ini bukan untuk menghilangkan rasa sakit saat melahirkan, tetapi sebagai penghormatan terhadap amanah Allah Ta’ala berupa kehamilan.

Andaikata rasa sakit saat melahirkan membawa keburukan besar bagi bayi yang dilahirkan beserta ibunya, tentu Allah Ta’ala mencabut rasa sakit itu. Andaikata rasa sakit saat bersalin membawa keburukan besar yang membahayakan ibu dan anak, secara fisik maupun mental, niscaya kita sudah nyaris punah. Tak ada lagi yang mau melahirkan disebabkan besarnya rasa sakit. Tak ada lagi yang bisa melahirkan secara normal disebabkan trauma persalinan yang tak berkesudahan. Sedangkan anak-anak yang dilahirkan sudah mengalami banyak masalah.

Tetapi tidak…!
Berjuta-juta ibu tetap tersenyum bahagia justru beberapa detik setelah melewati rasa sakit itu. Begitu bayi lahir dengan selamat, segala rasa sakit itu seakan telah terbayar lunas. Wajah mereka berseri-seri, bahkan di saat yang menunggui persalinan masih merasa penat. Justru besarnya rasa sakit itulah yang membuat persalinan lebih bermakna. Ada perjuangan, ada pengorbanan. Salah satu hikmahnya, ikatan emosi antara ibu dan anak terbentuk lebih kuat sejak hari pertama, bahkan semenjak bayi belum lahir karena kepayahan yang bertambah-tambah saat mengandung.

Jika kita menyimak sejarah, orang-orang besar dalam dien ini bahkan dilahirkan bukan saja dengan rasa sakit yang amat sangat, lebih dari itu ada penderitaan yang nyaris tak tertanggungkan kecuali bagi orang-orang yang memiliki keimanan sangat kuat. Bukankah Bunda Nabiyullah Ismail adalah perempuan salehah istri seorang nabi? Bukankah doa seorang nabi sangat mustajabah? Tetapi kenapa masih harus ada rasa sakit dan kesengsaraan yang mengiringi kelahiran Isma’il ‘alaihissalam?

Ada pelajaran di sini. Ada yang patut kita renungkan; apa yang harus kita perbuat dengan ongkos yang telah dikeluarkan oleh para ibu berupa rasa sakit dan kepayahan yang bertambah-tambah saat mengandung hingga melahirkan.

Mari kita ingat sejenak firman Allah ‘Azza wa Jalla:
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.” (Al-Ahqaaf, {46}: 15).

Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Setiap ketetapan Allah Ta’ala pasti terkandung kebaikan besar di dalamnya. Sebagaimana pada setiap perintah Allah Ta’ala dan sunnah rasul-Nya pasti ada kemuliaan. Bukan daging kambing yang menyebabkan darah tinggi sehingga banyak kaum muslimin yang menghindari sunnah nabi. Tetapi gaya hidup kitalah yang menyebabkan kita mudah penyakitan.

Tetapi, haruskah para perempuan tetap melahirkan dengan rasa sakit? Bukankah semakin banyak berkembang teknologi maupun metode-metode yang diklaim dapat membebaskan para perempuan dari rasa sakit saat melahirkan?

Catatan Dr. Denis Walsh menarik untuk kita perhatikan. Associate Professor kebidanan di Nottingham University ini menunjukkan dalam tulisannya yang dimuat di jurnal Evidence Based Midwivery (Kebidanan Berbasis Bukti) terbitan Royal College of Midwives (RCM) bahwa rasa sakit saat melahirkan sangat bermanfaat bagi ibu maupun bayi yang dilahirkan.

Walsh menulis, “Rasa sakit dalam persalinan merupakan sesuatu yang bertujuan, penuh manfaat, memiliki sangat banyak keuntungan, seperti misalnya mempersiapkan ibu untuk mengemban tanggung-jawab mengasuh bayi yang baru lahir.”

Lebih lanjut Walsh menunjukkan bahwa rasa sakit saat melahirkan bersifat sesaat, sangat menyehatkan dan mempercepat terbentuknya ikatan emosi yang baik antara ibu dan anak. Walsh menekankan bahwa melahirkan secara alamiah merupakan pilihan terbaik. Usahakan dengan sungguh-sungguh agar setiap persalinan berlangsung alamiah.

Dari catatan Walsh kita juga bisa memetik satu pelajaran penting. Jangan memilih operasi caesar untuk persalinan Anda kecuali sangat terpaksa, yakni ketika tidak ada pilihan lain dan secara medis memang diharuskan untuk bersalin melalui operasi. Karenanya, pastikan Anda memilih dokter yang memiliki integritas pribadi sangat kuat; dokter yang tidak mudah menganjurkan operasi hanya karena uang. Ini penting untuk kita perhatikan karena uang itu “hijau” meskipun warnyanya pink.

Bagaimana dengan hypnobirthing? Selain tidak didukung bukti-bukti yang kuat, Walsh juga menganjurkan agar ibu hamil tidak mengikuti program semacam ini. Sadar atau tidak, pilihan mengikuti program hypnobirthing telah melemahkan mental untuk siap berjuang dan berpayah-payah dalam mendidik anak. Berhasil atau gagal, dua-duanya tidak baik untuk Anda. Salah satu yang mengkhawatirkan jika Anda gagal menghilangkan rasa sakit saat bersalin, rentan memunculkan kekecewaan dan penolakan terhadap anak.
Dalam hal ini, sikap mental sebelum melahirkan sangat berpengaruh terhadap bagaimana seorang ibu menjalani persalinan dan mengasuh anak di masa-masa berikutnya. Jika Anda terpaksa bersalin melalui prosedur operasi caesar, sementara Anda sangat berkeinginan untuk melahirkan secara normal dan pada saat yang sama tidak ada niatan untuk menghindari rasa sakit, maka Anda akan lebih siap mengasuh, merawat dan mendidik anak Anda.

sumber : http://majalah.hidayatullah.com/?p=2685

Agar Produksi Sperma Melimpah (must read)


Ilustrasi perjuangan sperma yang tangguh menembus sel telur

Memperhatikan kesehatan sperma sangat penting bagi pasangan yang tengah berencana memiliki buah hati. Sama halnya sel telur, kondisi sperma menentukan tingkat kesuburan.

Salah satu ciri sperma sehat adalah jika jumlahnya mencapai 20 juta per mililiter sperma atau air mani. Demi mempertahankan kesehatan sperma, ada beberapa hal yang perlu Anda tahu, seperti dikutip dari laman Methods Of Healing.

1. Olahraga

Ketika tubuh Anda selalu dalam kondisi yang baik, jumlah kandungan sperma Anda pun akan baik. Mempertahankan kondisi tubuh mudah dilakukan dengan menerapkan olahraga teratur.

2. Ejakulasi

Atur waktu ejakulasi. Tunggu sampai tiga hari untuk ejakulasi lagi. Ejakulasi terlalu sering bisa memperburuk kualitas sperma.

3. Gizi seimbang

Dengan asupan nutrisi yang tepat, seorang pria dewasa bisa memaksimalkan kuantitas sperma. Hindari makanan pedas. Tingkatkan konsumsi sayuran seperti bayam, brokoli, asparagus, dan ganggang laut. Juga buah-buahan seperti tomat, semangka, jambu, dan anggur merah.

4. Air Putih

Tak ada fungsi organ yang berjalan normal saat tubuh kekurangan air. Dalam kondisi dehidrasi akibat kekurangan cairan, produksi hormon penghasil sperma akan terhambat. Takaran ideal, konsumsi air sedikitnya delapan gelas per hari.

5. Pola hidup sehat

Selain asupan nutrisi, kesehatan sperma juga dipengaruhi gaya hidup. Demi kuantitas dan kualitas sperma yang prima, hindari stres, konsumsi rokok dan alkohol. Kebiasan buruk semacam itu bisa merusak kualitas sperma. Pemakaian celana dalam yang terlalu ketat juga memperburuk kualitas sperma.

6. Bercinta di pagi hari

Kebiasaan ini seringkali dijadikan trik untuk mempercepat memiliki momongan. Saat bangun tidur di pagi hari, produksi sperma berada di tingkat tertinggi.

7. Berat badan ideal

Berat badan berlebih bisa memengaruhi kuantitas sperma. Pilih menu-menu diet terbaik yang menunjang perbaikan kualitas kesehatan sperma.

Penurunan jumlah sperma bisa terjadi karena sejumlah alasan. Selain kebiasaan mengenakan celana terlalu ketat, infeksi dalam tubuh juga dapat menurunkan kuantitas dan kualitas sperma. Menjadi penting berkonsultasi dengan dokter karena konsumsi obat-obatan jenis tertentu juga seringkali memengaruhi kualitas sperma.

Calon Anak
Calon Anak
 
Memperhatikan kesehatan sperma sangat penting bagi pasangan yang tengah berencana memiliki buah hati. Sama halnya sel telur, kondisi sperma menentukan tingkat kesuburan.
https://putrahermanto.files.wordpress.com/2010/11/tlr2bsperma.jpg?w=300

Ilustrasi sperma menembus sel telur

Salah satu ciri sperma sehat adalah jika jumlahnya mencapai 20 juta per mililiter sperma atau air mani. Dengan asupan nutrisi yang tepat, seorang pria dewasa bisa memaksimalkan kuantitas sperma.

Berikut jenis makanan yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi sperma.

Air Putih
Tak ada fungsi organ yang berjalan normal saat tubuh kekurangan air. Dalam kondisi dehidrasi akibat kekurangan cairan, produksi hormon penghasil sperma akan terhambat. Takaran ideal, konsumsi air sedikitnya delapan gelas per hari.

Daging
Kandungan asam amino (L-arginine dan L-carnitine) dalam sejumlah produk daging bermanfaat untuk meningkatkan hormon testosteron dan meningkatkan produksi sperma. Produk yang baik dikonsumsi adalah ikan tuna, daging unggas, dan daging merah.

Tak hanya makanan mengandung asam amino, tubuh juga membutuhkan asupan makanan mengandung zinc untuk memproduksi sperma. Discovery Health menyarankan sejumlah makanan kaya zinc seperti daging kalkun, kerang, daging kambing, dan daging merah tanpa lemak untuk meningkatkan kuantitas sperma.

Biji Kacang
Selain kaya kandungan zinc dan asam amino, mayoritas produk kacang-kacangan juga memiliki kadar selenium yang cukup tinggi. Porsi yang disarankan adalah seperempat cangkir kacang sehari.

Padi-padian
Granola dan oatmeal juga kaya asam amino (L-arginine dan L-carnitine) yang bermanfaat untuk meningkatkan hormon testosteron dan meningkatkan produksi sperma. Sejumlah produk padi-padian seperti gandum juga kaya zinc.

Buah dan Sayur
Meningkatkan kuantitas sperma juga bisa dilakukan dengan menambah porsi sayur hijau seperti bayam, brokoli, asparagus, dan ganggang laut. Bayam mengandung asam amino, sedangkan lainnya mengandung asam folat yang juga mempengaruhi produksi sperma.

Sementara buah-buahan seperti tomat, semangka, jambu, dan anggur merah, memiliki kadar lycopine yang cukup tinggi. Tak hanya bermanfaat memaksimalkan produksi sperma, lycopine juga baik untuk melawan kanker prostat.

Selain asupan nutrisi, kesehatan sperma juga dipengaruhi gaya hidup. Demi kuantitas dan kualitas sperma yang prima, hindari stres, konsumsi rokok dan alkohol. Kebiasan buruk semacam itu bisa merusak kualitas sperma. Pemakaian celana dalam yang terlalu ketat juga memperburuk kualitas sperma.

VIVAnews

Nama-Nama Bayi Islam ( Putra dan Putri)


Ibrahim Maharddhika Putra

Nama-Nama Anak Islam ( Putera )

ALIF ( أ )
1. Aban : ناَبَأ : perbuatan yang sangat jelas, nama putra khalifah ‘Utsman bin ‘Affan
2. Abiy : ّيِبَأ : yang memiliki kepribadian yang kuat yang pantang tunduk terhadap tekanan
3. Abyan : نَيْبَأ : yang lebih jelas
4. Adib : بْيِدَأ : sastrawan
5. Ahmad : دَمْحَأ : yang banyak dipuji-puji, nama yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dalam al-Qur’an
6. Arib : بْيِرَأ : yang cerdik dan berakal
7. Arhab : بَحْرَأ : yang lapang dada
8. Asad : دَسَأ : singa (lambang keperkasaan)
9. Asmar : رَمْسَأ : yang berkulilt coklat, abu-abu
10. As’ad : دَعْسَأ : yang lebih bahagia
11. Asyqar : رَقْشَأ : yang berambut pirang
12. Asyhab : بَهْشَأ : warna putih yang bercampur hitam, sebutan lain bagi singa.
13. Ashil : لْيِصَأ : yang asli
14. Anis : سْيِنَأ : yang dapat menenangkan hati dari kerisauan/keterasingan
15. Akram : مَرْآَأ : yang lebih mulia
16. Aman : ناَمَأ : rasa aman
17. Amin : نْيِمَأ : yang dapat dipercaya
18. Amir : رْيِمَأ : Emir, pemimpin, yang memerintahkan
19. Anwar : َوْنَأر : yang lebih bercahaya
20. Arkan : ناَآْرَأ : pondasi, pokok
21. Awwab : باَّوَأ : yang amat taat kepada Tuhan, julukan bagi nabi Daud ‘alaihissalam
22. Ayib : بِيآ : yang kembali
23. Ayyub : بْوُّيَأ : yang banyak kembali, nama nabi
24. Islam : َلْسِإما : keislaman
25. I’tisham : ماَصِتْعِا : berpegang teguh
26. Iklil : لْيِلْآِإ : mahkota
27. Imam : ماَمِإ : pemimpin
28. Iyhab : باَهْيِإ : pemberian
29. Usamah :ةَماَسُأ : singa, nama seorang shahabat yang amat dicintai oleh Rasulullah.
BA’ (بلاءا)
1. Bady : يِداَب : yang terlihat secara jelas
2. Badzil : لِذاَب : yang berusaha dengan sekuat tenaga
3. Bahi : يِهاَب : yang cerdik dan baik, yang berbangga
4. Bari’ : عِراَب : yang menonjol dalam setiap pekerjaan
5. Basim : مِساَب : yang tersenyum
6. Basil : لِساَب : yang sangat berani
7. Baqir : رِقاَب : yang memiliki kedalaman ilmu
8. Badr : رْدَب : bulan purnama
9. Badri :يِرْدَب : julukan bagi shahabat yang mengikuti perang badar, dinisbatkan kepada bulan purnama
10. Barraq : قاَّرَب : yang berkilauan, cemerlang
11. Barakat : تاَآَرَب : keberkahan yang banyak
12. Basyir : رْيِشَب : yang memberikan kabar gembira
13. Basysyar : راَّشَب : yang banyak memberikan kabar gembira
14. Bahri : يِرْحَب : yang dinisbatkan kepada laut
15. Bahij :جْيهِبَ : yang ceria, elok
16. Bashri : يِرْصَب : yang dinisbatkan kepada kota Bashrah
17. Bilal : لاَلِب : air atau susu yang dapat membasahi tenggorokan, nama muazzin Rasulullah
18. Burhan : ناَهْرُب : bukti, argumentasi
TA’ (ءاتلا)
1. Taib : بِئاَت : yang bertaubat
2. Taiq : قِئاَت : yang merindu
3. Tajir : رِجاَت : saudagar, pedagang
4. Tamimi :يِمْيمِتَ : dinisbatkan kepada Tamim, nama sebuah kabilah Yaman
5. Taqy : يِقَت : Ahli taqwa
6. Taufiq : قْيِفْوَت : taufiq, petunjuk, kesesuaian
7. Tahsin : نْيِسْحَت : perbaikan, memperindah
8. Tibyan : ناَيْبِت : penjelasan, keterangan
TSA’ (ءاثلا)
1. Tsabit : تِباَث : yang kokoh, tegar, kuat
2. Tsamin :نْيمِثَ : yang berharga
3. Tsaqib : بِقاَث : yang memiliki otak yang cerdas, tajam
4. Tsariy : يِرَث : hartawan
JIIM (ميجلا)
1. Jabir : رِباَج : yang menggantikan apa yang hilang, nama seorang shahabat Nabi yang terkenal (Jabir bin ‘Abdullah)
2. Jasir : رِساَج : pemberani
3. Jasim : مِساَج : yang tinggi, besar
4. Jarir : رْيِرَج : Tali pengikat onta, nama salah seorang shahabat
5. Jamil :لْيمِجَ : indah, gagah
6. Jauhar : رَهْوَج : permata berlian
7. Jahuri : يِرْوُهَج : yang memiliki suara yang jelas dan besar
8. Jihad : داَهِج : Jihad, perang suci
9. Jubran : ناَرْبُج : sama dengan arti kata Jabir diatas (derivasi darinya)
10. Jubair : رْيَبُج : sama dengan arti kata Jabir (diminutif/tashghir darinya)
HA’ (ءاحلا)
1. Habib : بْيَبُح : orang yang dikasihi
2. Hatim : مِتاَح : orang yang diserahi perkara, orang yang dijadikan sebagai simbol kedermawanan oleh bangsa Arab
3. Harits : ثِراَح : yang membajak tanah, salah satu nama yang dianjurkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam
4. Hazim : مِزاَح : yang berkemauan keras dan bersikap tegas
5. Hasyid : دِشاَح : yang mengumpulkan, menghimpun orang
6. Hafizh : ظِفاَح : yang memelihara, menjaga, yang menghafal
7. Hamid : دِماَح : yang memuji, bertahmid
8. Hajjaj : جاَّجَح : yang banyak melaksanakan haji, yang punya argumentasi
9. Hasan : نَسَح : yang baik, bagus, indah, nama cucu nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam
10. Hassan : ناَّسَح : yang banyak baiknya, keindahannya
11. Hakam : مَكَح : hakim, pemutus hukum, wasit
12. Halif : فْيِلَح : rekanan, sekutu, kongsi
13. Hammad : داَّمَح : yang banyak memuji
14. Hamdan : ناَدْمَح : yang banyak memuji
15. Hanbaly : يِلَبْنَح : pengikut mazhab Imam Ahmad bin Hanbal
16. Hanif : فْيِنَح : yang berpegang teguh pada Islam, yang lurus
17. Hashshad : داَّصَح : yang banyak mendapatkan (sesuatu)
18. Hayyan : ناَّيَح : hidup
19. Haidar : رَدْيَح : Pemberani
20. Hibban : ناَّبِح : yang banyak dikasihi
21. Hilmi : يِمْلِح : dinisbatkan kepada kata hilm, yaitu lembah lembut, tenang dalam bertindak
22. Himyar : رَيْمِح : nama suku di Yaman
23. Husam : ماَسُح : pedang yang tajam
24. Husain : نْيَسُح : yang bagus, indah (diminutif dari kata husn)
KHA’ (ءاخلا)
1. Khazin : نِزاَخ : yang menyimpan
2. Khasyi’ : عِشاَخ : yang khusyu’
3. Khathir : رِطاَخ : hati, pikiran yang terbersit
4. Khalid : دِلاَخ : kekal, abadi, nama salah seorang shahabat tersohor dan ahli perang (Khalid bin walid)
5. Khalish : صِلاَخ : yang murni, ikhlas
6. Khajil : لْيِجَخ : pemalu
7. Khashib : بْيِصَخ : subur
8. Khadhir : رِضَخ : yang hijau
9. Khathib : بْيِطَخ : penceramah, yang berbicara
10. Khaththab : باَّطَخ : yang banyak berceramah, pintar bicara
11. Khalaf : فَلَخ : pengganti, yang datang kemudian, keturunan
12. Khaldun : نْوُدْلَخ : kekal, abadi
13. Khalifah : ةَفْيِلَخ : penguasa dalam negara Islam, pengganti, pemimpin
14. Khalil : لْيِلَخ : teman akrab yang dekat dan dikasihi
15. Khair : ْيٍَخر : yang baik
16. Khuzaimah : ةَمْيَزُخ : pohon yang bunganya sangat sedap (diminutif dari kata khuzam)
Daal (لادلا)
1. Daris : سِراَد : pelajar
2. Daud : دُواَد : nama Nabi
3. Daly : يِلاَد : buah anggur yang tidak terlalu hitam
4. Dany : يِناَد : yang dekat
5. Daffa’ : عاَّفَد : yang (banyak) mempertahankan diri
6. Dafi’ : عِفاَد : yang mempertahankan, mendorong, motivasi
7. Dalil : لْيِلَد : penunjuk jalan, guide, panduan, sapaan
DZAL (لاذلا)
1. Zakir : رِآاَذ : yang berzikir, yang ingat
2. Zakir : رْيِآَذ : yang baik daya ingatnya
3. Zakwan : ناَوْآَذ : yang sangat cerdas
4. Zaky : ّيِآَذ : yang cerdas
5. Zulfiqar : راَقِفْلا وُذ : nama pedang ‘Ali bin Abi Thalib
6. Zulfahmi : مْهَفلْا وُذ : yang memiliki pemahaman
RA’ (ءارلا)
1. Ra’id : َردِئا : pemimpin, pencetus
2. Ra’if : فِئاَر : yang memiliki rasa kasihan
3. Rajih : حِجاَر : yang kuat, tajam akalnya
4. Raji : يِجاَر : orang yang berharap
5. Rasikh : خِساَر : yang kokoh, dalam ilmunya
6. Rasyid : دِشاَر : yang memberi petunjuk/nasehat, sudah berusia baligh
7. Raghib : بِغاَر : yang memiliki keinginan
8. Raki’ : عِآاَر : yang ruku’/menundukkan kepala, yang shalat
9. Ramiz : زِماَر : yang memberi isyarat atau kode, menandai
10. Ramy : يِماَر : yang melempar, pemanah
11. Rabi’ : عْيِبَر : musim semi
12. Rajab : بَجَر : bulan rajab, pengagungan
13. Rahhab : باَّحَر : yang sangat menyambut, antusias, yang (banyak) berlapang dada
14. Razin : نْيِزَر : yang cemerlang (otaknya), penuh kesungguhan
15. Rassam : ماَّسَر : yang menggambar
16. Rasyad : داَشَر : lurus, yang mendapat petunjuk
17. Rasyid : دْيِشَر : yang mendapat petunjuk
18. Rasyiq : قْيِشَر : perawakan tubuhnya bagus, tangkas
19. Ramzi : يِزْمَر : dinisbatkan kepada simbol, simbolik
20. Ramadhan : ناَضَمَر : bulan ramadhan, panas yang sangat
21. Rafi’ : عْيِفَر : yang tinggi
22. Raihan : ناَحْيَر : aroma, buah yang baunya wangi
23. Rizq : قْزِر : anugerah, rizki
24. Ridhwan : ناَوْضِر : kerelaan, keridhaan
25. Rifqy : يِقْفِر : dinisbatkan kepada kelemahlembutan, rasa belaskasih
26. Riyadh : ضاَيِر : taman
27. Ridha : اَضِر : kerelaan
28. Rusyd : دْشُر : petunjuk
29. Rusydi : يِدْشُر : yang bersifat petunjuk
ZAI (يازلا)
1. Zari’ : عِراَز : yang menanam
2. Zahid : دِهاَز : yang bersahaja, zuhud
3. Zahir : رِهاَز : yang cemerlang, berseri-seri
4. Zahy : يِهاَز : wajah yang elok
5. Zayyat : تاَّيَز : dinisbatkan kepada kata zait (minyak): tukang minyak
6. Zaky : ّيِآَز : Yang bersih, suci
7. Zaid : دْيَز : yang bertambah
8. Zahrani : يِناَرْهَز : yang berseri-seri
9. Ziyad : داَيِز : yang bertambah
SIN (نيسلا)
1. Sais : سِئاَس : yang menyiasati
2. Sabiq : قِباَس : yang terdahulu
3. Satir : رِتَاس : yang menutupi sesuatu
4. Sajid : دِجاَس : yang bersujud
5. Sakhin : نِخاَس : yang panas
6. Sa’i : يِعاَس : yang berusaha, berjalan cepat
7. Saqy : يِقاَس : yang menuangkan (air)
8. Salim : مِلاَس : yang selamat, sehat dan segar bugar
9. Samih : حِماَس : yang pema’af, yang mulia hatinya
10. Sami : يِماَس : yang mulia, tinggi
11. Sahir : رِهاَس : yang berjaga di tengah malam, tidak tidur
12. Sabbah : حاَّبَس : perenang
13. Sakhiy : ّيِخَس : yang dermawan, murahhati
14. Sa’ad : دْعَس : kebahagiaan
15. Sa’id : دْيِعَس : yang bahagia
16. Sa’dun : نْوُدْعَس : yang bahagia
17. Safar : رَفَس : perjalanan
18. Salman : ناَمْلَس : yang selamat
19. Sahal : لْهَس : yang mudah
20. Sayyaf : فاَّيَس : yang memegang pedang, ahli pedang
21. Sayyid : دِّيَس : pemuka, pemimpin
22. Sidr : رْدِس : daun bidara
23. Siraj : جاَرِس : lentera, lampu
24. Sudais : سْيَدُس : diminutif dari kata as-sudus ; seper-enam
25. Surur : رْوُرُس : kegembiraan
26. Su’ud : دْوُعُس : kebahagiaan, nama raja Kerajaan Arab Saudi
27. Sulthan : ناَطْلُس : yang memiliki kekuasaan, sultan
28. Suhail : لْيَهُس : diminutif dari kata sahl : mudah
SYIN (نيشلا)
1. Syabb : ّباَش : pemuda
2. Syady : يِداَش : yang merangkai sya’ir
3. Syarih : حِراَش : yang menjelaskan, menerangkan, mensyarah, yang lapangdada
4. Syathir : رِطَاش : genius
5. Syathibi : ّيِبِطاَش : nama ulama terkemuka
6. Sya’ir : رِعاَش : penyair
7. Syafi’ : عِفاَش : yang memberi pertolongan
8. Syafi’i : ّيِعِفاَش : dinisbatkan kepada Imam asy-Syafi’i
9. Syakir : رِآاَش : yang bersyukur
10. Syamil : لِماَش : komplit, universal, yang mencakup
11. Syamikh : خِماَش : yang tinggi, kokoh
12. Syahy : يِهاَش : yang memiliki keinginan
13. Syaj’an : ناَعْجَش : yang sangat pemberani
14. Syaddad : داَّدَش : yang kuat, keras
15. Syarif : فْيِرَش : yang mulia, terhormat
16. Syarik : كْيِرَش : kongsi, sekutu
17. Sya’rani : يِناَرْعَش : dinisbatkan kepada kata sya’r ; rambut
18. Syaghghaf : َشفاَّغ : yang memiliki keinginan yang amat sangat, tergila-gila, mabuk kepayang
19. Syafiq : قْيِفَش : yang halus perasaannya, penuh belas kasih
20. Syaqiq : قْيِقََش : sekandung, terbelah
21. Syakib : بْيِكَش : yang memberi balasan kebaikan
22. Syakkar : راَّكَش : yang banyak bersyukur, terimakasih
23. Syakur : رْوُكَش : yang banyak bersyukur, terimakasih
24. Syammakh : خاََّمش : yang amat tinggi, kokoh
25. Syairazy : يِزاَرْيَش : dinisbatkan kepada kata syairaz ; nama kota di Persia/Iran sekarang, nama ulama terkenal
26. Syihab : باَهِش : bintang meteor, cahaya api
27. Syu’aib : بْيَعُش : nama nabi, diminutif dari kata sya’b ;bangsa, suku
28. Syuja’ : عاَجُش : pemberani
29. Syuraih : حْيَرُش : diminutif dari kata syarh ; penjelasan, lapang dada, lega
30. Syurahbil : لْيِبْحَرُش : nama seorang shahabat
Shad (داصلا)
1. Sha-ib : بِئاَص : yang bertindak benar
2. Sha-id : دِئاَص : yang berburu
3. Sha-in : نِئاَص : yang menjaga
4. Sha’im : مِئاَص : yang berpuasa
5. Shabir : رِباَص : penyabar
6. Shahib : اَصبِح : teman, shahabat, yang menyertai
7. Shahy : يِحاَص : yang berteriak, bangun
8. Shadir : رِداَص : yang mengeluarkan, menerbitkan, bersumber
9. Shadiq : قِداَص : yang jujur
10. Sharif : فِراَص : yang mengalihkan (perhatian, dst), yang merubah
11. Sharim : مِراَص : yang tegas, tajam
12. Sha’id : دِعاَص : yang memanjat, menaiki
13. Shafih : حِفاَص : pemaaf
14. Shafy : ىِفاَص : yang suci, murni, bersih, tidak keruh
15. Shalih : حِلَاص : orang yang shalih, sesuai
16. Shamit : تِماَص : yang diam tidak banyak bicara
17. Shamid : دِماَص : yang tegar
18. Shabbah : حاَّبَص : yang mengucapkan selamat pagi
19. Shahafy : ّيِفَحَص : wartawan
20. Shakhar : رْخَص : batu yang keras, karang
21. Shaddam : ماَّدَص : yang membenturkan
22. Sharraf : فاَّرَص : kasir
23. Shafar : رَفَص : bulan shafar
24. Shafwat : تَوْفَص : jernih, bersih, bening
25. Shafwan : ناَوْفَص : jernih, bersih, nama seorang shahabat, batu besar yang halus/licin
26. Shafih : حْيِفَص : pedang yang tajam, lempengan
27. Shafir : رْيِفَص : terompet, siulan
28. Shafrawy : يِواَرْفَص : dinisbatkan kepada kata “shufr”; kuning, kekuning-kuningan
29. Shaqr : رْقَص : burung elang
30. Shaql : لْقَص : tajam
31. Shalah : حاَلَص : keshalihan, kecocokan
32. shahl : لْهَص : suara kuda
33. Shawwan : ناَّوَص : yang menjaga (diri, dsb)
34. Shayyad : داَّيَص : ahli berburu
35. Shaidaly : ّىِلَدْيَص : apoteker
36. Shiddiq : قْيِّدِص : yang amat jujur
37. Shirath : طاَرِص : jalan
38. Shulhi : ّيِحْلُص : dinisbatkan kepada kata shulh ; perdamaian
39. Shuwailih : حِلْيَوُص : diminutif dari kata shalih
40. Shuhaib : بْيَهُص : julukan bagi singa, nama seorang shahabat terkenal Shuhaib ar-Ruumy
DHAD (داضلا)
1. Dhabith : طِباَض : kapten, yang mencocokkan, yang kuat hafalannya
2. Dhahik : كِحاَض : yang tertawa
3. Dhamin : ِماَضن : yang menjamin, menanggung
4. Dhawy : يِواَض : bercahaya
5. Dhahhak : كاَّحَض : yang banyak tertawa
6. Dhamir : رْيِمَض : perasaan
7. Dhaif : فْيَض : tamu
8. Dhiman : ناَمِض : jaminan
9. Dhubaib : بْيَبٌض : diminutif dari kata dhabb ; sejenis biawak
10. Dhuha : ىَحٌض : waktu dhuha, sebelum matahari tergelincir
THA’ (ءاطلا)
1. Thaif : فِئَاط : yang berkeliling/melakukan thawaf, nama kota di Arab Saudi
2. Thahin : نِحاَط : yang menumbuk
3. Tharih : حِراَط : yang melemparkan (pendapat, dsb), yang membuang
4. Tharid : دِراَط : yang mengusir
5. Thariq : قِراَط : yang datang waktu malam, yang mengetuk, nama seorang pahlawan Islam terkenal (Thariq bin Ziyad)
6. Thazij : جِزاَط : yang segar (makanan, dsb), steril
7. Thaqim : مِقاَط : pilot
8. Thalib : بِلاَط : yang menuntut, mencari, mahasiswa
9. Thamih : حِماَط : yang antusias
11. Thahir : رِهاَط : yang suci, bersih
12. Thabari : يِرَبَط : nama seorang Mufassir terkenal (Imam ath-Thabari)
13. Thabrani : يِناَرْبَط : nama seorang Muhaddits (ahli hadits) terkenal (Imam ath-Thabrani)
14. Thahhan : نَاّحَط : orang yang menumbuk (sesuatu)
15. Thalal : لاَلَط : tempat yang tinggi
16. Thayyar : راَّيَط : penerbang, pilot
17. Thayyib : بِّيَط : yang baik, enak, suci
18. Thiraz : زاَرِط : ukuran, model, tipe
19. Thufail : لْيَفُط : diminutif dari kata thifl ; anak kecil
ZHA’ (ءاظلا)
1. Zha’in : نِعاَظ : yang bepergian pada siang hari yang terik
2. Zhafir : رِفاَظ : yang menang, beruntung
3. Zhahir : رِهاَظ : bagian luar, lahiriah, terang, nampak
4. Zharif : فْيِرَظ : cerdik, terang
5. Zhafran : ناَرْفَظ : yang menang, beruntung
6. Zhahran : ناَرْهَظ : bagian belakang, nama kota di Arab Saudi
‘AIN (نيعلا)
1. ‘Aif : فِئاَع : yang menjaga kesucian dirinya, penjijik
2. ‘Aisy : شِئاَع : yang hidup
3. ‘Abid : دِباَع : ahli ‘ibadah
4. ‘Abir : رِباَع : yang melewati, musafir
5. ‘Aji : يِجاَع : dinisbatkan kepada kata ‘aajj ; gading, berkebangsaan negara Pantai Gading
6. ‘Adil : لِداَع : yang adil
7. ‘Arif : فِراَع : yang mengetahui, mengenal
8. ‘Azil : لِزاَع : yang mengasingkan diri, tidak mempersenjatai diri
9. ‘Asyur : رْوُشاَع : ke-sepuluh
10. ‘Athif : فِطاَع : yang lembut, penuh kasih
11. ‘Aqil : لِقاَع : yang berakal, cerdas
12. ‘Alim : مِلاَع : yang berpengetahuan, seorang ‘alim
13. ‘Ammiy : ّيِّماَع : yang ‘awam, biasa
14. ‘Ayid : دِياَع : yang kembali
15. ‘Abbad : داَّبَع : ahli/yang banyak beribadah
16. ‘Abud : دْوُبَع : ahli ibadah
17. ‘Abqary : ّيِرَقْبَع : yang jenius
18. ‘Atid : دْيِتَع : yang selalu hadir
19. ‘Atiq : قْيِتَع : hamba yang dimerdekakan, yang sudah tua, sebutan buat Ka’bah (al-Baitul ‘Atiq)
20. ‘Ajam : مَجَع : orang asing, selain ‘Arab
21. ‘Adnan : نَانْدَع : salah seorang nenek moyang Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam
22. ‘Arafat : تاَفَرَع : jamak dari ‘arafah ; nama bukit di Mekkah tempat melakukan haji
23. ‘Azzam : ماَّزَع : yang berkemauan kuat (bertekad bulat)
24. ‘Atha’ : ءاَطَع : pemberian
25. ‘Aththar : راَّطَع : yang suka memakai wewangian, tukang minyak wangi
26. ‘Aththas : ساَّطَع : yang bersin, nama suku di Yaman
27. ‘Affan : َّفَعنا : yang banyak menjaga kesucian dirinya, nama ayah khalifah ketiga, ‘Utsman bin ‘Affan
28. ‘Afif : فْيِفَع : yang menjaga kesucian dirinya
29. ‘Aqid : دِقاَع : yang beraqad, berjanji
30. ‘Aqqad : داَّقَع : yang banyak beraqad, berjanji
31. ‘Ali : ّيِلَع : yang tinggi, nama khalifah ke-empat, ‘Ali bin Abi Thalib
32. ‘Alqamah : ةَمَقْلَع : nama seorang shahabat
33. ‘Allaf : فاَّلَع : yang memberi makanan binatang
34. ‘Ammar : راَّمَع : yang banyak menta’mir, yang panjang umur, nama seorang shahabat ‘Ammar bin Yasir
35. ‘Amru : وُرْمَع : nama seorang shahabat ‘Amru bin al-‘Ash
36. ‘Ayyasy : شاَّيَع : yang panjang umur, penjual roti
36. ‘Ibad : داَبِع : jamak dari kata ‘abd ; hamba
37. ‘Irfan : ناَفْرِع : kebaikan
38. ‘Izzat : تَّزِع : keagungan, kebanggaan, ‘izzah
39. ‘Isham : ماَصِع : berpegang teguh
40. ‘Ishmat : تَمْصِع : penjagaan, pegangan
41. ‘Ikrimah : ةَمِرْكِع : nama seorang shahabat, ‘Ikrimah bin Abu Jahal
42. ‘Imad : داَمِع : pondasi, tiang
43. ‘Imarah : ةَراَمِع : Penta’miran, peramaian
44. ‘Iwadh : ضَوِع : pengganti
45. ‘Ied : دْيِع : Hari besar, perayaan
46. ‘Ubadah : ةَداَبُع : nama seorang shahabat, banyak melakukan ‘ibadah.
47. ‘Ubaid : دْيَبُع : diminutif/tashghir dari kata ‘Abd; hamba
48. ‘Utbah : ةَبْتُع : lekuk liku lembah
49. ‘Utsaimin : نْيِمْيَثُع : nama seorang ulama besar Arab Saudi, Ibnu ‘Utsaimin; diminutif dari “Utsman”.
50. ‘Urbun : نْوُبْرُع : pemberian
51. ‘Ukasyah : ةَشاَكُع : nama seorang shahabat
52. ‘Ulwan : ناَوْلُع : judul, tema, tanda
AL-GHAIN (نيغلا)
1. Ghâbir : رِباَغ : orang yang asing; anak jalan
2. Ghâzy : يِزاَغ : orang yang berperang
3. Ghâlib : بِلاَغ : orang yang menang; yang banyak
4. Ghâly : يِلاَغ : bersifat mahal; berharga
5. Ghâmid : دِماَغ : orang yang memasukkan pedang ke sarungnya; nama kabilah di Hijaz
6. Ghâmidy : يِدِماَغ : orang yang kabilahnya Ghâmid (dinisbatkan kepadanya)
7. Ghâssal : لاَّسَغ : pencuci, pembasuh
8. Ghassân : ناَّسَغ : air wadi di padang pasir
9. Ghannâm : ماَّنَغ : orang yang mendapatkan harta rampasan; orang yang menggunakan kesempatan; pengembala kambing
10. Ghandûr : رْوُدْنَغ : pemuda yang tampan
11. Ghayyâts : ثاَّيَغ : hujan yang banyak
12. Ghayûr : رْوُيَغ : orang memiliki ghirah (kecemburuan) yang tinggi (terhadap agama, khususnya)
13. Ghulâm : مَلاُغ : anak laki-laki
AL-FÂ’ (ءافلا)
1. Fajr : رْجَف : Fajar, shubuh
2. Fakhry : ّيِرْخَف : kebanggaaku; yang bersifat kebanggaan
3. Farras : ساَّرَف : Cerdas dan tajam pemikirannya
4. Farhan :ناَحْرَف : Gembira; suka cita
5. Farid :دْيِرَف : Tidak ada bandingannya; sendirian
6. Fashih : حْيِصَف : Orang yang fasih dan lancar berbicara
7. Fadhal :لْضَف : Kebaikan; tambahan; lebihan sisa
8. Fathin :نْيِطَف : Cerdik
9. Faqih : هْيِقَف : Ahli Fiqih; orang yang sangat paham
10. Falah :حَلاَف : Keberuntungan; kemenangan
11. Fannan : ناَّنَف : orang yang ahli seni; memiliki seni/bakat
12. Fawwaz : زاَّوَف : orang yang mendapatkan keberuntungan/kemenangan yang banyak
13. Fauzan : ناَزْوَف : keberuntungan; kemenangan.
14. Fahd :دْهَف : Macan kumbang/tutul
15. Fahmy : ّيِمْهَف : Bersifat pemahaman
16. Fayyadh : ضاَّيَف : Banyak air; orang yang mulia; kinayah bagi orang yang suka berderma
17. Fairuz : زْوُرْيَف : Nama batu permata; nama seorang ulama (Fairuz Abady)
18. Faishal : لَصْيَف : Pemimpin; Hakim; Yang memisahkan antara yang haq dan yang bathil; pedang yang tajam.
19. Firazdaq :قَدْزَرِف : Serpihan-serpihan roti
20. Fikry : ّيِرْكِف : Yang bersifat pemikiran
21. Fu`ad :داَؤُف : Hati;akal
22. Fudlail : لْيَضُف : tashghir (diminutif) dari kata ‘Fadll’; nama seorang ulama terkenal ‘Fudlail bin ‘Iyadl’
23. Faiz : زِئاَف : Pemenang; orang yang beruntung; orang yang sukses
24. Fa`iq :قِئاَف : Baik;istimewa;lebih menonjol dari yang lain
25. Fatih :حِتاَف : Penakluk; pemimpin; pembuka
26. Fakhir :رِخاَف : Orang yang bangga; mewah; terhormat
27. Fady :يِداَف : Tawanan yang ditebus.
28. Faruq : قْوُراَف : Orang yang memisahkan antara haq dan batil; julukan bagi Umar bin Khaththab.
29. Faris :سِراَف : Penunggang kuda; pemilik kuda;singa; pandai.
30. Fari` :عِراَف : Tinggi menjulang; seperti gunung; perawakan tinggi
31. Fadhil :لِضاَف : Orang yang berbudi; yang utama; yang layak dihargai
32. Falih :حِلاَف : Lurus; cocok
33. Fahim : مِهاَف : Orang yang paham, mengerti
34. Fayi` : َفعِيا : Harum baunya
AL-QÂF (فاقلا)
1. Qahthan : ناَطْحَق : Nenek moyang bangsa Arab dibagian selatan, nama suku
2. Qarib : بْيِرَق : teman dekat; yang dekat; sebentar lagi
3. Qais : سْيَق : Kadar, ukuran; nama suku yang datang untuk belajar Islam kepada Rasulullah (‘Abdul Qais) dan nama salah seorang shahabat (Qais bin Sa’d)
4. Qindil : لْيِدْنِق : Lampu minyak
5. Qudamah : ةَماَدُق : Lama; dahulu; nama seorang ulama fiqih terkenal (Ibnu Qudamah)
6. Quraisy : شْيَرُق : Nama kabilah Arab terkemuka
7. Qurthuby : ّيِبُطْرُق : nama seorang ulama ahli tafsir; dinisbatkan kepada ‘Qurthub’ salah sebuah nama daerah di Andalus (Spanyol sekarang) yang dikenal dengan nama aslinya ‘Cordova’
8. Quzwainy : يِنْيَوْزُق : dinisbatkan kepada ‘Quzwain’ salah sebuah kota di Asia Tengah; dinisbatkan kepada salah seorang ulama hadits (Ibnu Majah al-Quzwainy)
9. Qushay : ّيَصُق : Jauh pemikirannya; nama nenek moyang Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam
10. Quthb : بْطُق : kutub; pemimpin; tetua kaum; akhir segala sesuatu
11. Qa’id : دِئاَق : Komandan perang; ketua
12. Qabus : سْوُباَق : Orang yang gagah; tampan dan baik kulitnya
13. Qasim : مِساَق : Orang yang membagi; pemberi imbalan
14. Qashid : دِصاَق : Yang menuju kepada sesuatu; yang bermaksud untuk…
AL-KÂF (فاكلا )
Katsir : رْيِثَآ : Yang banyak
Karim : مْيِرَآ : Yang murah hati; dermawan; salah satu nama Allah
Kassab : باَّسَآ : yang banyak bekerja/ulet
Ka`b : بْعَآ : Kehormatan; kemuliaan; ruas; tombak.
Kamal : لاَمَآ : Kesempurnaan
Kanz : زْنَآ : Harta simpanan; harta terpendam.
Kan`an : ناَعْنَآ : Yang mengumpulkan; nama kaum yang menisbatkan kepada Kan`an bin Nuh
Kinan : ناَّنَآ : Harta simpanan; harta terpendam
Katib : بِتاَآ : Penulis
Kasib : بِساَآ : Orang yang rajin cari penghidupan
Kazhim : مِظاَآ : Orang yang dapat mengekang amarah
Kamil : لِماَآ : Yang memiliki sifat-sifat baik lagi sempurna
AL-LÂM (ملالا )
1. Labib : ْيِبَلب : Orang yang berakal; cerdik
2. Lathif : فْيِطَل :Lemah-lembut; kasih sayang; salah satu asma Allah.
3. Lu`ay : ّىَؤُل : Kekuatan; nama nenek moyang Quraisy.
4. Luthf : فْطُل : Kelemah lembutan; taufiq
5. Luthfy : ُليِفْط : dinisbatkan kepada Luthf; yang bersifat lemah lembut
6. Luqaman : ناَمْقُل : Jalan terang; nama nabi terkenal kebijakannya.
7. Labid : دِبَلا : Singa
AL-MÎM ( ميملا )
1. Ma`mun : نْوُمْأَم : Orang yang dipercaya; nama salah seorang khalifah pada masa khilafah ‘Abbasiyyah
2. Mabkhut : تْوُخْبَم : Yang mempunyai keberuntungan
3. Mabruk : كْوُرْبَم : Orang yang diberkahi
4. Mahbub : بْوُبْحَم : Yang dicintai dan disenangi manusia
5. Mahjub : بْوُجْحَم : Yang tersembunyi; yang tertutup
6. Mahrus : سْوُرْحَم : Yang terjaga; orang yang berumur panjang
7. Mahfuzh : ظْوُفْحَم : Terjaga; terpelihara
8. Mahmud : دْوُمْحَم : Perikehidupannya terpuji
9. Makhzum : مْوُزْخَم : Teratur; tersusun; nama nenek moyang Quraisy
10. Makhluf : فْوُلْخَم : Orang diikuti
11. Marjan : ناَجْرَم : Butir-butir mutiara; tumpukan-tumpukan batu merah dilaut
12. Marzuq : قْوُزْرَم : Yang memperoleh rizki; bernasab baik
13. Marwan : ناَوْرَم : Batu yang keras; nama khalifah Umariyyah
14. Mas`ud : دْوُعْسَم : Orang yang diberi kebahagiaan oleh Allah; yang beruntung
15. Masyhur : رْوُهْشَم : Terkenal diantara manusia
16. Mathar : رَطَم : Hujan
17. Ma`ruf : فْوُرْعَم : Yang terkenal; kebaikan; rizki
18. Ma`in : نْيِعَم : Air yang mengalir
19. Maqbul : َملْوُبْق : Diterima
20. Maqshud : دْوُصْقَم : Orang yang selalu dikehendaki orang lain
21. Makky : ىِّكَم : Orang yang menisbatkan dirinya kepada kota Makkah
22. Malih : حْيِلَم : Yang bermuka manis
23. Mamduh : حْوُدْمَم : Orang terpuji
24. Manna` : عاَّنَم : Kuat; perkasa
25. Mauhub : بْوُهْوَم : Yang dianugrahi
26. Mahdy : ّيِدْهَم : Yang mendapat hidayah
27. Mahib : بْيِهَم : Orang yang karismatik; ditakuti atau disegani oleh orang lain
28. Maimun : نْوُمْيَم : Yang mendapatkan berkah
29. Misy`al : لَعْشِم : Sesuatu yang dinyalakan sebagai penerang; bejana tempat api
30. Mifdlal : لاَضْفِم : orang yang diutamakan, memiliki kelebihan
31. Miqdad : داَدْقِم : Orang yang sering menghadang perbuatan buruk
32. Miqdam : ماَدْقِم : orang yang berani
33. Mukmin : نِمْؤُم : Orang yang beriman; yang memeberi keamanan; salah satu asma Allah.
34. Mu`ayyad : دَّيَؤُم : Yang dikuatkan
35. Mubarak : كَراَبُم : Diberkahi; bermanfaat.
36. Mubasysyir : رِّشَبُم : Yang memberi khabar gembira
37. Mutawakkil : لِّآَوَتُم : Yang mewakili; tunduk dan tawakkal kepada Allah.
38. Mutawally : ىِّلَوَتُم : Penanggung
39. Mujahid : دِهاَجُم : Pejuang; prajurid; orang yang berperang fisabilillah
40. Mujaddid : دِّدَجُم : Pembaharu
41. Muhtasib : بِسَتْحُم : Orang yang beramar ma’ruf nahi munkar; orang yang mengharap ridla Allah
42. Muhsin : نِسْحُم : Orang yang berbuat baik dan tulus
43. Mukhtar : راَتْخُم : Orang Pilihan
44. Murad : داَرُم : Kehendak; maksud; nama sultan pada masa khilafah ‘Utsmaniyyah
45. Murtadla : ىَضَتْرُم : Orang yang diridhai Allah dan diridhai manusia
46. Mursyid : دِشْرُم : Pemberi pentunjuk dan peringatan
47. Muslim : مِلْسُم : Orang Islam; yang berserah diri
48. Musyary : ىِراَشُم : Pemetik madu lebah; kaya
49. Musthafa : ىَفَطْصُم : Pilihan; julukan untuk Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam
50. Mush`ab : بَعْصُم : Unta yang sukar dinaiki; kuda jantan
51. Muslih : حِلْصُم : Orang yang melakukan kebaikan dan perbaikan- (kabaikan dari perusak)
52. Muthlaq : قَلْطُم : Tidak terikat
53. Muzhaffar : رَّفَظُم : Yang dapat memenuhi kebutuhannya
54. Mu`adz : ذاَعُم : Orang yang terlindungi; nama sahabat (Mu`adz bin jabal)
55. Mu`taz : ّزَتْعُم : Orang yang membanggakan diri
56. Mu`tashim : مِصَتْعُم : Orang yang menjaga diri dari perbuatan maksiat; yang meminta perlindungan kepada Allah
57. Mughits : ثْيِغُم : Penolong
58. Muflih : حِلْفُم : Orang yang beruntung; yang sukses
59. Mufid : دْيِفُم : Orang yang memberi manfaat kepada orang lain
60. Mumtaz : زاَتْمُم : Istimewa; lebih menonjol dari yang lain
61. Munadlil : لِضاَنُم : Pandai melontarkan anak panah; pejuang
62. Munjid : دِجْنُم : Penolong; pembantu
63. Mundzir : رِذْنُم : Pemberi peringatan
64. Munir : رْيِنُم : Bercahaya; berseri-seri
65. Muwaffaq : قَّفَوُم : Orang yang mendapat petunjuk
66. Muhajir : رِجاَهُم : Orang yang meningalkan daerahnya ke daerah lain; orang yang meninggalkan keburukan menuju kebaikan
67. Muhadzdzib : بَّذَهُم : Orang yang memiliki akhlak terpuji
68. Muhannad : دَّنَهُم : Pedang yang terbuat dari besi India
69. Muyassar : رَّسَيُم : Orang yang dimudahkan urusannya (oleh Allah)
70. Majid : دِجاَم : Orang yang berbudi luhur; yang mulia
71. Mazin : نِزاَم : Wajah yang berseri-seri; telur semut
72. Malik : كِلاَم : Yang memiliki/menguasai sesuatu; salah satu-sifat Allah; nama imam madzhab (Imam Malik)
73. Mahir : رِهاَم : Pandai; cetakan; orang yang sungguh-sungguh dalam sesuatu
AN-NÛN ( نونلا )
1. Nabil : لْيِبَن : Terhormat; mulia; orang yang mempunyai kelebihan
2. Nabih : هْيِبَن : Terhormat.
3. Najib : بْيِجَن : Mulia; baik keturunannya
4. Nadzir : رْيِذَن : Orang yang memberi peringatan
5. Nazih : هْيِزَن : Yang menjauhi hal-hal yang tak terpuji
6. Nasib : بْيِسَن : Yang mempunyai keturunan yang baik
7. Nashshar : راَّصَن : Banyak menolong
8. Nashr : رْصَن : Pertolongan; hujan; kemenangan
9. Nashif : فْيِصَن : Orang yang adil; separoh
10. Nadhir : رْيِضَن : Bagus; indah
11. Na`im : مْيِعَن : Orang yang berbahagia; harta; ketenangan; kebahagiaan
12. Nafis : سْيِفَن : Berharga; banyak harta; yang menjadi rebutan
13. Naqib : بْيِقَن : Ketua, kepala, pemuka suatu kabilah atau lainnya
14. Nawwaf : فاَّوَن : Tinggi; unggul
15. Naufal : لَفْوَن : Pemuda tampan
16. Nibras : ساَرْبِن : Lampu; singa; pemberani; mata tombak
17. Nu’man : ناَمْعُن : Orang yang mendapatkan nikmat; nama salah seorang shahabat
18. Nabigh : غِباَن : Orang yang unggul, pintar
19. Najih : حِجاَن : Yang dianugrahi taufiq; yang berjalan dengan cepat
20. Najy : ىِجاَن : Orang yang terbebas dari keberuntungan
21. Nasik : كِساَن : Orang yang zuhud; ahli ibadah; rumput yang hijau
22. Nashih : حِصاَن : Orang yang memberi nashihat
23. Nashir : رِصاَن : Yang suka menolong orang lain
24. Nadhir : رِظاَن : Direktur; pengawas
25. Nazhim :مِظاَن : Pengarang puisi; pembaca puisi
26. Nafi` : عِفاَن : Yang memberi manfaat; salah satu asma Allah
27. Naqid : دِقاَن : Kritikus
28. Nayif : فِياَن : Tinggi
AL-WÂW ( واولا )
1. Wajih : هْيِجَو : Orang yang mengarahkan; pemimpin kaum; pioner
2. Wahid : دْيِحَو : Satu-satunya
3. Wadi` : عْيِدَو : Yang tenang
4. Wadud : دْوُدَو :Yang penuh kasih sayang; yang dicintai
5. Wazir : رْيِزَو : Menteri; Wakil
6. Wasim : مْيِسَو : Yang tampan wajahnya
7. Wadldlah : اَّضَوح : Baik raut wajahnya; putih
8. Wakil : لْيِآَو : Wakil; Pelindung/penanggung jawab
9. Walid : دْيِلَو : Bayi; anak kecil
10. Wildan : ناَدْلِو : Bentuk jamak dari walad ; anak
11. Watsiq : قِثاَو : Orang yang tentram; yang dipercaya orang lain; yang diserahi masalah dengan yang lain
12. Washil : لِصاَو : Yang berbuat baik kepada kaum kerabat; yang menyambung (sesuatu)
10. Wahib : بِهاَو : Orang yang memberi
AL-HÂ’ (ءاهلا )
1. Hammam : ماَّمَه : Orang yang mempunyai ambisi yang kuat
2. Hisyam : ماَشِه : Kemuliaan; kedermawanan.
3. Hilal : ل َلاِه : Bulan sabit; bayi yang montok; hujan yang turun pertama; ular jantan
4. Humam : ماَمُه : Pemberani; besar ambisinya.
5. Ha`il : لِئاَه : Yang menakutkan; yang luar biasa.
6. Hajid : دِجاَه : Orang bertahajud.
7. Hady : يِداَه : Yang memberi petuntuk; leher; singa.
8. Hani` : ئِناَه : Orang yang berbahagia; pembantu; menyenangkan
9. Hasyim : مِشاَه : Pemerah susu yang pintar; gunung yang indah
AL-YÂ’ ( ءايلا )
1. Yazid : دْيِزَي : Lebihan; pertumbuhan; nama salah satu khalifah Bani Umayyah
2. Yassar : راَّسَي : Orang yang mendapat kelapangan yang banyak
3. Ya`rub : بُرْعَي : Orang yang berbicara dengan bahasa Arab
4. Ya`sub : بْوُسْعَي : Pemimpin kaum; raja lebah
5. Yaqzhan : اَظْقَين : Orang yang terjaga; sadar
6. Yaman : ناَمَي : (Atau Yamany) yang menisbatkan kepada Yaman
7. Yasir : رِساَي : Orang yang mendapat kelapangan
8. Yasin : نْيِساَي : Salah satu nama Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam
9. Yafi` : عِفاَي : Tinggi; terhormat; menginjak remaja

Nama-Nama Anak Islam ( Puteri )
ALIF (فللأا)
1. Atiah : ةَيِتآ : yang datang
2. Azifah : ةَفِزآ : yang mendekat ; nama hari lain dari hari Kiamat
3. Asiah : ةَيِسآ : nama isteri Fir’aun yang beriman kepada Allah; ahli dalam pengobatan
4. Aminah : ةَنِمآ : Nama ibu Rasulullah; yang aman
5. Abiyyah : ةَّيِبَأ : yang menolak kehinaan; punya kepribadian yang kokoh
6. Atsilah : ةَلْيِثَأ : yang berakar; mempunyai keturunan yang baik
7. Ahlam :مَلاْحَأ : jamak dari hulm ; mimpi
8. Adibah :ْيِدَأةَب : sastrawati
9. Arja : ىَجْرَأ : lebih diharapkan
10. Aribah :ةَبْيِرَأ : yang berakal; pandai
11. Aridhah : ةَضْيِرَأ : yang bersih, terang ; mengesankan
12. Arij :جْيِرَأ : bau yang sedap
13. Arikah : ةَكْيِرَأ : permadani yang dihias
14. Azka : ىَآْزَأ : lebih suci, bersih
15. Azaliyyah : ةَّيِلَزَأ : yang bersifat azaly, dari sejak dulu
16. Asma’ : ءاَمْسَأ : jamak dari ism ; nama
17. Asma : ىَمْسَأ : lebih mulia, tinggi
18. Asywaq : قاَوْشَأ : jamak dari syauq ; kerinduan
19. Ashilah : َأةَلْيِص : yang asli, orisinil
20. Adhwa’ : ءاَوْضَأ : jamak dari dha-u’ ; cahaya
21. Agharid : دْيِراَغَأ : jamak dari ughrudah : kicauan burung
22. Afanin : نْيِناَفَأ : daun yang lembut; jenis perkataan yang khas
23. Afrah : حاَرْفَأ : jamak dari farhah : kegembiraan; pesta
24. Afkar : راَكْفَأ : jamak dari fikr : pemikiran
25. Alfiyyah : ةَّيِفْلَأ : dinisbatkan kepada kata alf : ribuan
26. Althaf : فاَطْلَأ : taufik, lembut
27. Amany : يِناَمَأ : jamak dari umniyah : cita-cita
28. Amirah : َأةَرْيِم : pemimpin
29. Anisah : ةَسْيِنَأ : yang lembut; jinak
30. Aniqah : ةَقْيِنَأ : indah menawan
31. Ibtisamah : ةَماَسِتْبِا : senyuman
32. Ibtihaj : جاَهِتْبِا : keceriaan, kegembiraan
33. Ibtihal : لاَهِتْبِا : memohon/berdoa (kepada Allah)
34. Ihtisyam : ماَشِتْحِا : malu
35. Ihtifa’ : ءاَفِتْحِا : sambutan penu
36. Ihtima’ : ءاَمِتْحِا : berlindung, bertahan
37. Ihtiwa’ : ءاَوِتْحِا : mencakup, mengandung (sesuatu)
38. Irtiqa’ : ءاَقِتْرِا : meningkat
39. Irtiyah : حاَيِتْرِا : puas, senang
40. Izdihar : راَهِدْزِا : maju, berkembang
41. Istifadah : ةَداَفِتْسِا : mengambil faedah, memanfaatkan
42. Isytihar : راَهِتْشِا : terkenal, masyhur
43. Iftikhar :راَخِتْفِا : bangga
44. Imtitsal : لاَثِتْمِا : menjalankan perintah
45. Imtidah : حاَدِتْمِا : memuji
46. Imtinan : ناَنِتْمِا : karunia; memperbanyak dalam menyebut kebaikan diri
47. Intishar : راَصِتْنِا : kemenangan
48. Intima’ : ءاَمِتْنِا : berafiliasi (kepada)
49. In’am : ماَعْنِإ : penganugerahan
50. Inas : ساَنْيِإ : penjinakan; melembutkan hati
51. Umamah : ةَماَمُأ : nama anak tiri Rasulullah (anak Ummu Salamah); onta yang berjumlah tiga ratus.
52. Unsyudah : ةَدْوُشْنُأ : syair yang dilantunkan.
BA’ (ءابلا )
1. Badiyah : ةَيِداَب : yang tampak; perkampungan di pelosok
2. Bazilah : ةَلِذاَب : yang membanting tulang, berupaya keras
3. Barrah : ةَّراَب : yang berbakti (kepada kedua orangtuanya, dll); yang berbuat baik
4. Bari’ah : ةَعِراَب : yang menonjol, unggul, cemerlang
5. Bariqah : ةَقِراَب : yang berkilau; awan yang berkilat
6. Bazigha : ةَغِزاَب : yang muncul
7. Basilah : ةَلِساَب : yang berani
8. Basimah : ةَمِساَب : yang tersenyum
9. Balighah : ةَغِلاَب : yang sudah mencapai usia baligh
10. Bahiyah : ةَيِهاَب : wajah yang ceria
11. Bahriyyah: ةَّيِرْحَب : yang dinisbatkan kepada bahr : laut
12. Badriyyah: ةَّيِرْدَب : yang dinisbatkan kepada badr : bulan purnama
13. Badi’ah : ةَعْيِدَب : yang cantik, indah
14. Badilah : ةَلْيِدَب : pengganti
15. Badinah : ةَنْيِدَب : yang gemuk
16. Bari-ah : ةَئْيِرَب : yang selamat, terbebas dari ikatan, polos tidak berdosa
17. Barokah : ةَآَرَب : keberkahan; pertumbuhan; pertambahan
18. Basmah : ةَمْسَب : senyuman
19. Basyirah : ةَرْيِشَب : yang menyampaikan kabar gembira
20. Balqis : سْيِقْلَب : nama Ratu negeri Saba’ pada masa Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam
21. Balighah : ةَغْيِلَب : yang fashih, amat sangat mengena
22. Bahjah : ةَجْهَب : kegembiraan, keceriaan
23. Bahirah : ةَرْيِهَب : wanita yang terhormat
24. Bahiyyah : ةَّيِهَب : yang cantik; bersinar; berkilau
25. Baydla’ : ءاَضْيَب : yang putih
26. Butsainah : ةَنْيَثُب : (diminutif dari Batsnah) ; wanita yang cantik
27. Buraidah : ةَدْيَرُب : (diminutif dari bard); dingin ; nama sebuah tempat/propinsi di Arab Saudi
HURUF TA’, TSA’ dan JÎM /putri
TA’ (ءاتلا)
1. Tâiqah : ةَقِئاَت : yang merindu, sangat menginginkan sesuatu
2. Tâbi’ah : ةَعِباَت : yang mengikuti
3. Tâsi’ah : ةَعِساَت : yang kesembilan
4. Tâliyah : ةَيِلَات : yang membaca (al-Qur’an); yang berikutnya, yang mengikuti
5. Tabrîz : زْيِرْبَت : yang lebih unggul; penampakan
6. Tahiyyah : ةَّيِحَت : ucapan selamat
7. Tarbiyah : ةَيِبْرَت : mendidik, pendidikan
8. Tarqiyah : ةَيِقْرَت : meningkatkan, peningkatan
9. Tazkiyah : ةَيِآْزَت : menyucikan (diri); penyucian (diri); rekomendasi
10. Tasliyah : ةَيِلْسَت : menghibur, hiburan
11. Taghrîd : دْيِرْغَت : kicau burung
12. Taqiyyah : ةَّيِقَت : yang taqwa
13. Talîdah : ةَدْيِلَت : klasik
14. Tamîmah : ةَمْيِمَت : penciptaan yang sempurna; perlindungan
15. Tawaddud: دُّدَوَت : cinta kasih
16. Tahâni : يِناَهَت : jamak dari kata tahni-ah ; ucapan selamat
17. Taima’ : ءاَمْيَت : padang sahara; nama lembah di bagian utara jazirah Arab
TSA’
1. Tsâbitah : ةَتِباَث : yang kokoh; teguh hati; lurus
2. Tsariyyah : ةَّيِرَث : yang kaya
3. Tsurayya : اَّيَرُث : kumpulan bintang
4. Tsuaibah : ةَبْيَوُث : nama wanita penyusu Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam ; diminutif dari tsawâb (pahala)
JÎM
1. Jâizah : ةَزِئاَج : hadiah, orang yang membolehkan
2. Jasîmah : ةَمْيِسَج : yang besar badannya, gemuk
3. Jamîlah : ةَلْيِمَج : yang cantik
4. Jalîlah : ةَلْيِلَج : yang tinggi, mulia, agung
5. Jauharah : ةَرَهْوَج : mutiara
6. Jahra’ : ءاَرْهَج : yang bersuara lantang, jelas
7. Jaida’ : ءاَدْيَج : leher yang jenjang
8. Jinân : ناَنِج : (kata jamak dari jannah) taman, kebun, surga
9. Jumânah : ةَناَمُج : butir mutiara yang besar
10. Juwairiyyah: ةَّيِرْيَوُج : nama salah seorang Isteri Rasulullah
HURUF AL-HA’/putri
AL-HA’ (ءاحلا)
1. Habibah : ةَبْيِبَح : Kekasih; tersayang
2. Hasanah : ةَنَسَح : Perkataan atau perbuatan yang baik
3. Hasibah :ةَبْيِسَح : Yang memiliki keturunan terpandang
4. Hasna` : ءاَنْسَح : Cantik; indah; molek
5. Hakimah : ةَمْيِكَح : yang bijaksana
6. Halwa : ىَوْلَح : manisan
7. Halimah : ةَمْيِلَح : Yang sabar, lembut; wanita yang menyusui Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam
8. Hamdunah : ةَنْوُدْمَح : Yang memiji; yang bersyukur
9. Hamidah : ةَدْيِمَح : Yang tingkah lakunya terpuji
10. Hanan : ناَّنَح : Yang banyak mengasihi; kelembutan hati
11. Hanin : نْيِنَح : Yang penuh kasih sayang
12. Hawwa’ : ءاَّوَح : yang mengandung sesuatu; isteri Nabi Adam
13. Haura` : ءاَرْوَح : Wanita berkulit putih yang memiliki mata yang sangat hitam
14. Husna : َنْسُحى : Kesudahan yang menyenangkan
15. Hamnah : ةَنْمَح : Kemudahan
16. Hishshah : ةَّصِح : Bagian; jenis mutiara
17. Husniyah :ةَّيِنْسُح : Yang bersifat baik
18. Hulwah : ةَوْلُح : Mata atau mulut yang indah; manis
19. Humaira’ : ءاَرْيَمُح : Diminutif (tashghir) dari kata ‘Hamra’ ‘
20. Huriyah : ةَّيِرْوُح : Bidadari surga; wanita cantik
21. Hazimah : ةَمِزاَح : Yang memiliki keteguhan hati dan keyakinan diri
22. Hafizhah :ةَظِفاَح : Pemelihara; yang menjaga diri
23. Hamidah : ةَدِماَح : Yang bersyukur; yang memuji
AL-KHÂ’ (ءاخلا)
1. Khashibah : ةَبْيِصَخ : Banyak kebaikan.
2. Khadhra` : ءاَرْضَخ : Hijau; langit.
3. Khathirah : ةَرِطاَخ : Pikiran atau rasa yang melintas didalam hati
4. Khulashah : ةَصَلاُخ : Kesimpulan; ringkasan
5. Khamilah : ةَلْيِمَخ : Beludru; hutan belukar
6. Khansa : ءاَسْنَخ : Yang memiliki hidung mancung; wanita yang baik
7. Khaulah : ةَلْوَخ : Rusa betina
8. Khairiyah : ةَّيِرْيَخ : Yang memiliki sifat baik
9. Khaizuran : ناَرُزْيَخ : Bambu rotan
10. Khizanah : ةَناَزِخ : Harta yang disimpan; lemari
11. Khatimah : ةَمِتاَخ : Kesudahan atau penghabisan sesuatu
3. Khalidah : ةَدِلاَخ : Abadi
4. Khalidiyah : ةَّيِدِلاَخ : Yang menisbatkan kepada ‘khalidah’
5. Khalishah : ةَصِلاَخ : Murni, bening
AD-DÂL (لادلا)
1. Dalilah : ةَلْيِلَد : Bukti; jalan yang terang
2. Dauhah : ةَحْوَد : Hujan yang turun terus-menerus dan tidak lebat
3. Daulah : ةَلْوَد : Negara; pemerintahan
4. Daumah : ةَمْوَد : Pohon yang lebat; kelangsungan
5. Dayyinah : ةَنِّيَد : Taat beragama
6. Dimah : ةَمْيِد : Hujan yang turun terus-menerus
7. Diyanah : ةَناَيِد : Agama
8. Durrah : ةَّرُد : Mutiara yang besar; nama penyair anak paman Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam
9. Durriyah : ةَّيِّرُد : Yang menisbatkan kepada nama ‘Durrah’
10. Daliyah : ةَيِلاَد : Pohon anggur
11. Danah : ةَناَد : Batu mulia
12. Daniyah : ةَيِناَد : Dekat
ADZ-DZÂL (لاذلا)
1. Dzakiyyah : ةَّيِآَذ : Cerdas
2. Dzahabiyyah : ةَّيِبَهَذ : Yang memiliki sifat emas
3. Dzikra : ىَرْآِذ : Ingatan; ketenangan
4. Dzihniyyah : ةَّيِنْهِذ : Menurut akal
5. Dzu`abah : ةَباَؤُذ : Rambut yang dikepang; jambul
6. Dzakirah : ةَرِآاَذ : Yang berzikir; yang selalu ingat
AR-R^A’ (ءارلا)
Rabihah : ةحبار : Yang beruntung.
Rabai`ah : ةعبار : Subur; keempat.
Radhwa : ىوضر : Keridhaan; nama bukit yang terletak diantara Madinah Dn Yanbu`.
Ra`I`ah : ةعئار : Pekerjaan yang menonjol.
Rahiq : قيحر : Minyak wangi; lezat.
Ruhiyah : ةيحور : Keruhaniaan.
Raihanah : ةناحير : Wanita yang baik jiwanya.
Raidah : ةدير : Angin semilir.
Raghdah : ةدغر : Kehidupan yang damai.
Rafidah : ةديفر : Yang diberi pertolongan.
Rajwa : ىوجار : Permohonan.
Rajiyyah : ةيجر : Yang diharapkan.
Rabiyah : ةيبار : Permukaan tanah yang menonjol.
Rajihah : ةحجار : Yang utama; yang diprioritaskan.
Rajiyah : ةيجار : Yang mengharapkan.
Rasikhah : ةخسار : Yang tegar; yang kuat; yang tetap.
Rasiyah : ةيسار : Yang tegar; yang kuat.
Rasyidah: ةدشار : Yang matang pikirannya.
Radhiyah: ةيضار : Yang rela; yang merasa puas.
Raghibah: ةبغار : Yang menyayangi.
Raqiyah : ةيقار : Yang tinggi.
Raghidah : ةدغار : Yang hidupnya enak.
Raniyah : ةينار : Yang memandang dengan terpesona.
Ra`idah : ةدئار : Pemandu; penunjuk jalan.
Rababah : ةبابر : Kumpulan.
Rabwah : ةوبر : Tanah yang mendaki.
Rabihah : ةحيبر : Yang banyak beruntung.
Rihab : باحر : Tempat lapang.
Rahimah : ةميحر : Penyayang; pengasih.
Rahil : ليحار : Yang mengadakan perjalanan; nama ibu Yusuf.
Rasmiyyah: ةيمسر : Menurut tatanan; resmi.
Radhiyyah: ةيضر : Pandai; yang suka; yang puas.
Rafi`ah : ةعيفر : Yang tinggi.
Randah : ةدنر : Nama pohon yang baunya sedap.
Rifqah : ةقفر : Perkumpulan; himpunan; nama istri Ishaq atau ibu Yaqub.
Raudhah : ةضور : Taman yang banyak pepohonannya.
Rau`ah : ةعور : Keindahan.
Rushafah: ةفاصر : Taman disekitar kota.
Raghibah: ةبيغر : Anugerah yang banyak; yang disenangi.
Raghidah: ةديغر : Air susu; buih.
Rafiqah : ةقيفر : Istri; pendamping.
Ramziyyah : ةيزمر : Simbolik.
Rana : انر : Sesuatu yang indah dan enak dipandang.
Riqqah : ةقر : Kasih sayang; rasa malu; kelembutan.

Cari Arti Nama Bayi :

http://www.melindahospital.com/modul/user/hasil_cari.php?nama=&origin=0&oke=Cari&gender=Boy&gender=Boy

http://name.crazyartzone.com/index.asp

Bagaimana agar bisa Hamil ?


Beberapa pasangan mudah hamil namun bagi yang lain membutuhkan usaha lebih. Berikut ini yang anda perlu tahu dan kapan untuk mencari bantuan.

Pengetahuan Dasar Hamil

Setiap bulan, hormon dari kelenjar pituitary merangsang ovarium untuk melepaskan telur atau berovulasi. Hal ini sering terjadi sekitar hari ke-14 dari siklus menstruasi meskipun waktu yang tepat dapat bervariasi pada wanita dari bulan ke bulan.

Sekali telur dilepaskan, sel telur tersebut berjalan dalam tuba falopi. Jika anda ingin hamil, sekarang saatnya. Sel telur tersebut sekitar 24 jam untuk bersatu dengan sperma.

Sel-sel sperma dapat bertahan dalam saluran reproduksi selama 2-3 hari sehingga baik untuk melakukan hubungan seksual selama hari-hari berikut sampai ovulasi.

Jika sel telur dibuahi, sel telur berjalan sampai ke rahim 2 sampai 4 hari kemudian. Kemudian akan menempel dalam jalan rahim. Jika anda hamil, periode menstruasi anda akan berhenti saat tubuh anda mulai untuk mendukung embrio.

Namun, jika telur tidak dibuahi, sel-sel telur akan hancur dan anda akan mendapatkan periode menstruasi.

Kapan masa subur anda?

Mempelajari mengenai ovulasi dan menentukan kapan terjadinya ovulasi adalah hal yang sangat berbeda. Bagi kebanyakan wanita, bagaikan menembak target yang bergerak.

Pasang mata pada kalender

Gunakan organizer anda atau kalender biasa untuk menandakan mulainya periode mestruasi anda setiap bulan. Juga tulis jumlah hari setiap periode.

Jika anda memiliki siklus 28 hari maka ovulasi dimulai sekitar 14 hari setelah hari periode terakhir anda di mulai.

Namun, jika siklus anda tidak normal, jumlah hari dalam siklus paling pendek anda dikalikan 18. Ketika periode anda selanjutnya dimulai, hitung ke depan sebanyak hari tersebut. Ini merupakan kemungkinan yang masuk akal untuk masa subur anda.

Keuntungan menggunakan perhitungan kalender dapat dengan mudah dilakukan di atas kertas dan cara ini gratis. Tetapi, kerugiannya banyak faktor yang dapat mempengaruhi waktu ovulasi yang tepat termasuk sakit, stres, dan olahraga. Perhitungan hari sering tidak akurat terutama bagi wanita yang memiliki siklus yang tidak normal.

Perhatikan perubahan pada lendir leher rahim.

Sesaat sebelum ovulasi, anda akan melihat adanya peningkatan cairan sekresi vagina yang tidak berwarna dan licin jika anda memeriksanya. Cairan sekresi ini menyerupai putih telur mentah. Setelah ovulasi, cairan akan menjadi keruh dan lengket atau menghilang seluruhnya.

Keuntungan cara ini adalah perubahan sekresi wanita sering merupakan tanda yang akurat akan kesuburan yang akan datang. Hanya dibutuhkan pengamatan sederhana, terutama di dalam vagina. Kerugiannya menilai tekstur atau rupa sekresi vagina dapat bersifat subjektif.

Amati suhu tubuh dasar (basal body temperatur) anda

Ini adalah suhu tubuh saat anda beristirahat. Ovulasi dapat menyebabkan kenaikan suhu bertahap atau bahkan lonjakan tiba-tiba, biasanya berkisar 0,5 dan 1,6 derajat Fahrenheit (tidak sampai 1 derajat celsius).

Anda akan sangat subur selama 2 sampai 3 hari sebelum suhu tubuh naik. Anda dapat mengasumsikan bahwa ovulasi telah terjadi ketika suhu tubuh naik sedikit yang bertahan selama 3 hari atau lebih.

Gunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh basal anda. Ukurlah suhu tubuh anda setiap pagi sebelum beranjak dari tempat tidur. Catat suhu tubuh anda dan buatlah polanya.

Keuntungannya cara ini mudah karena hanya menggunakan termometerdan sering bermanfaat untuk menentukan kapan anda ovulasi dan menilainya jika waktunya konsisten dari bulan ke bulan berikutnya.

Cobalah strip deteksi ovulasi

Strip untuk mendeteksi ovulasi yang dijual bebas dapat digunakan untuk memeriksa urin anda akan keberadaan hormon sebelum ovulasi. Untuk hasil yang akurat ikuti petunjuk pada label.

Strip deteksi ovulasi dapat mendeteksi waktu ovulasi. Bahakn dapat juga menyediakan tanda sebelum ovulasi terjadi. Strip deteksi ovulasi membutuhkan ketepatan waktu dan hubungan seksual yang tepat.

Maksimalkan kesuburan anda

Lakukanlah tips berikut untuk memaksimalkan kesuburan anda:

  • Lakukan hubungan seksual secara rutin.
  • Lakukan hubungan seksual sekali sehari saat mendekati waktu ovulasi.
  • Pilihlah gaya hidup sehat
  • Rencanakan masa sebelum menggunakan kontrasepsi (preconception)
  • Minum vitamin.

Tapi jangan lakukan hal berikut:

  • Merokok.
  • Minum alkohol.
  • Minum obat tanpa persetujuan dokter anda.

Kapan mencari pertolongan?

Dengan melakukan hubungan seksual sering dan tanpa proteksi, sebagian besar pasangan yang sehat dapat hamil dalam 6 bulan. Sekitar 90% pasangan yang sehat dapat hamil dalam 1 tahun. Lainnya membutuhkan pertolongan medis.

Jika anda berusia awal 30 atau lebih muda dan pasangan anda dalam keadaan sehat cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda perlu berkonsultasi lebih cepat jika berusia 35 tahun atau lebih, periode anda lebih dari 35 hari atau anda atau pasangan anda diketahui atau dicurigai mengalami masalah kesuburan.

Ketidaksuburan dialami oleh pria dan wanita tapi pengobatannya tersedia. Berdasarkan masalah yang diderita, ginekolog anda, dokter keluarga anda dapat membantu. Dalam beberapa kasus, spesialis kesuburan dapat memberikan harapan terbaik.

Cara Membuat Anak Percaya Diri


Seorang anak yang menginjak remaja dapat mengalami masalah yang terkait dengan lingkungan tempat ia tumbuh, lingkungan keluarga maupun teman sebaya dan stresor lain. Dari cerita Ibu ananda mengalami masalah kepercayaan diri akibat stresor lingkungan teman sebaya, diejek, dsb yang menyebabkan minder, murung dan pemarah. Kebetulan ananda adalah tipe anak yang cenderung pendiam sehingga energi emosinya tidak mudah tersalurkan, dalam kediamannya mungkin menyimpan kecemasan, sehingga wajar jika ananda lebih sensitif. Pada remaja yang tengah mengembangkan konsep diri, maka penilaian lingkungan teman sebaya amatlah penting. Jika penilaian sebaya negatif maka dapat membentuk konsep diri yang negatif. Oleh karena itu perlu referensi lain dari lingkungan untuk membentuk konsep diri anak menjadi positif. Kesalahan sang Kakak yang memicu permasalahan patut menjadi catatan bagi para pendidik/ orangtua tentang pentingnya membina kerukunan antar saudara. Memang ada fenomena persaingan antar saudara (sibling rivalry) yang perlu dicari sebab-sebabnya.
Ibu Erah yang shalihat,
Biasakan ada komunikasi positif dalam keluarga, saling menghargai dan menyangi perlu dilatih. Sertakan anak dalam pengambilan keputusan penting yang menyangkut urusannya. Kepada sang Kakak maka hendaklah Ibu melakukan komunikasi dengan sang kakak agar dapat kompak dengan adiknya pada masa yang akan datang. Selain memperlakukan semua anak secara adil maka kegiatan-kegiatan bersama dapat menyatukan hati mereka. Kepada teman-temannya yang salah mempersepsi sang Adik karena ulah sang kakak maka dapat dilakukan pendekatan dan komunikasi yang baik pada mereka. Mengundang mereka, atau mengajak anak silaturrahim ke rumah mereka dapat meluruskan persepsi yang salah. Selain itu besarkan hati anak, bahwa dia punya kelebihan-kelebihan yang lain, tunjukkan kelebihan dan potensinya agar dia menjadi percaya diri.
Ibu Erah yang shalihat,
Cobalah untuk melatih anak, sekalipun cenderung pendiam, untuk mengemukakan isi hatinya pada orang lain yang dia percaya. Ajak ananda dalam pergaulan dan lingkungan yang lebih luas untuk mengembangkan wawasannya bahwa dalam kehidupan ini bahwa selalu ada sisi yang baik dan buruk, ada sisi positif dan negatif namun harus diterima dengan lapang dada. Semoga Allah swt. memudahkan dalam mendidik anak-anak Anda yang merupakan calon generasi penerus bangsa ini, amin.
Wallahu a’lam bisshawab,