Category Archives: Mosques

Mesjid Sphere di Dalam Kotak


Mosque Proposal / StudiOZ

StudiOZ merancang sebuah masjid di Kota Kayseri untuk mengenang Sinan, arsitek karena secara historis, masjid Turki mencapai potensi tertinggi menurut desain. Menggunakan kubah tunggal ditempatkan pada bentuk persegi, Sinan menciptakan metafora dari masjid menjadi bentuk paling stabil untuk melambangkan infinity. Ratusan tahun setelah Sinan, tipologi masjid masih dipandang sebagai komponen yang tak terpisahkan dari kehidupan Turki. Untuk proposal StudiOZ itu, Mosque” mengkritik tempat suci ini dan publik dengan reformasi manfaat bagi ruang kota, simbolis dan fungsi bangunan.

Lebih banyak gambar dan warna di malam hari


Masjid ini menciptakan sebuah shell dengan pola dibangun baja, berdasarkan poin-poin konsep infinity / ketuhanan. Tempat suci untuk berdoa terletak di dalam lingkup beton besar dan kubah sebenarnya cukup besar untuk mengumpulkan masyarakat urban bersama-sama.


Pada bertentangan dengan makna yang mengacu pada titik pertemuan masyarakat, itu berubah menjadi titik pertemuan masyarakat dan menemukan tempat dengan netralitas, kemurnian dan simbolis di kota dalam referensi sejarah. Ini berdiri untuk berdoa, tidak hanya dengan ritual, tetapi juga dengan mencapai informasi, dan mengubah untuk berkontribusi untuk kesadaran masyarakat. Oleh karena itu menyediakan tempat untuk mencapai kebutuhan hari ini selain fungsi tradisional. Sementara menargetkan untuk mencapai kedua informasi virtual dan sensorik dengan perpustakaan, memberikan informasi lewat antara melalui pendidikan generasi dalam lokakarya juga. Dan dengan ruang pameran itu menyajikan karya-karya kepada masyarakat / masyarakat.

Cite: Cilento , Karen. “Mosque Proposal / StudiOZ” 16 Apr 2010. ArchDaily. Accessed 13 May 2013. <http://www.archdaily.com/56689&gt;

Umat Islam Rayakan Pembukaan Masjid Ketiga di Kroasia Eropa


image

mosque in rijeka – croatia

KROASIA, – Mengakhiri bertahun-tahun kerja keras, ribuan Muslim telah merayakan pembukaan masjid pertama di wilayah laut Adriatik Kroasia, sejak era Ottoman.

“Pembangunan masjid ini sangat penting bagi saya karena anak saya bisa bersekolah di taman kanak-kanak di sini,” kata Sadmir Kukuruzovic, seorang sopir truk 27 tahun dari Rijeka, kepada Agence France-Presse (AFP) sebagaimana dilansir onislam.net, Ahad 5 Mei.

Lebih dari 20.000 Muslim dari Kroasia dan negara-negara Eropa sekitarnya berkumpul pada hari Sabtu, 4 Mei, di wilayah barat kota Rijeka yang terletak di pinggiran laut Adriatik untuk merayakan masjid pertama mereka di daerah itu.

Pembukaan merupakan hasil kerja keras puluhan tahun oleh umat Islam untuk membangun masjid dan pusat Islam, yang pertama kali diusulkan pada tahun 1968. Kurangnya dana telah lama menghambat pembangunan masjid, yang dirancang oleh desainer terkemuka Kroasia Dusan Dzamonja, yang telah meninggal.

Bangunan baru dimulai pada bulan Oktober 2009 setelah mendapatkan pembiayaan dari sumbangan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani. Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar 10 juta euro (13 juta).

Islamic Center itu terdiri dari sebuah masjid dengan beratap kubah perak besar dengan 23 meter (75 kaki) menara  di sebuah bukit di pantai Kvarner. Kompleks ini juga mencakup ruang konferensi, ruang makan, guest house, ruang kelas untuk kaum muda, kantin, lapangan basket dan sepak bola, tempat parkir dan aula multi guna.

Project 3D

Pembukaan masjid dihadiri oleh Menteri Wakaf dan Urusan Islam  Qatar, Ghaith bin Mubarak Al-Kuwari dan sejumlah pejabat tinggi Kroasia dan perwakilan Gereja Katolik.

“Multikulturalisme dan keragaman adalah di antara nilai-nilai dasar yang Uni Eropa  bangun,” Paul Vandoren, kepala delegasi Uni Eropa di Kroasia, mengatakan, sebagai pengingat bahwa negara itu akan bergabung dengan Uni Eropa pada 1 Juli nanti.

Sejumlah tokoh dan masyarakat Islam dari negara-negara tetangga juga merayakan pembukaan masjid baru di Kroasia tersebut.

“Bagi umat Islam Kroasia adalah tempat yang baik untuk tinggal dan bisa dijadikan contoh bagi negara-negara Eropa lainnya,” kata Bakir Izetbegovic, utusan dari kepresidenan Bosnia.

“Acara hari ini mengirimkan sinyal yang baik ke seluruh dunia dan terutama ke wilayah Balkan, yang dirusak oleh perang antar-etnis pada 1990-an,” katanya.

Aziz Emini, seorang etnis Albania dari Makedonia yang sekarang tinggal di Jerman, mengatakan keluarganya  datang untuk menyaksikan perdamaian nyata di antara agama-agama.

The-Mosque-in-Rijeka-by-night_940

Muslim hanya sekitar 1,5 persen dari  4,2 juta jiwa penduduk Kroasia. Hampir 87 persen penduduknya adalah Katolik Roma.

Sekitar 63.000 umat Islam tinggal di Kroasia.  10.000 diantaranya berada di wilayah Rijeka. Masjid di Rijeka adalah yang ketiga yang dibangun di Kroasia.

Masjid terbesar adalah di ibukota Zagreb, sedangkan kota timur Gunja, di perbatasan dengan Bosnia, terdapat masjid yang lain.

sumber :

http://english.alarabiya.net/en/life-style/art-and-culture/2013/05/04/Staunchly-Catholic-Croatia-opens-major-Islamic-center-.html

Mesjid Raya Minangkabau Sumatera Barat


MASJID RAYA SUMBAR. Pekerja meneruskan pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), dilatari ukiran Minangkabau masjid di Jalan Khatib Sulaiman Padang, Minggu (8/1/2012). Masjid yang ditargetkan termegah di Sumatera dan dapat difungsikan menjadi shelter penyelamatan tsunami kapasitas 4000 orang itu sudah menyedot anggaran Rp146,895 miliar dengan capaian pengerjaan 44 persen, namun pembangunan masih terkendala dana untuk tahap selanjutnya membutuhkan dana sekitar Rp176,075 miliar.

masjid raya sumbar

Masjid Raya ini fungsinya tidak sebatas rumah ibadah. Bangunan yang berada tak jauh dari Pantai Padang itu, dirancang mampu menahan guncangan gempa mencapai 10 SR dan dapat dijadikan sebagai shelter lokasi evakuasi tsunami, memanfaatkan lantai II dan lantai III masjid.
Masjid tersebut mampu menampung sekitar 20.000 jamaah. Dengan rincian, lantai dasar masjid menampung 15.000 jemaah serta lantai II dan III sekitar 5.000 jamaah.

 

Berkas:West Sumatra Grand Mosque (Development Jan 2012 08).JPG
Mesjid emang benar2 dengan perhitungan matang…..semua aspek diperhitungkan….
Master Plan

Mesjid Raya Sumatera Barat

Masjid Unik Sedunia Di Sumatera Barat. Masjid Raya Sumatra Barat (Sumbar) yang tengah dibangun di Jalan Khatib Sulaiman Padang, akan menjadi salah satu tempat ibadah kaum muslim terunik di dunia.

FotoObjek-mesjid-raya Keunikannya terletak pada bentuk bangunan yang berarsitektur perpaduan moderen dan tradisional rumah adat Minangkabau dengan ciri khas atap runcing, kata Ketua Pembangunan Masjid Raya Sumbar, Marlis Rahman di Padang, Senin.

Selain itu, struktur dan arsitektur bangunan masjid dibangun dengan desain konstruksi anti guncangan kuat sehingga diharapkan aman dari gempa berkekuatan besar.

Masjid Raya Sumbar tengah dibangun dengan ukuran bangunan 18.091 meter persegi di jalan Khatib Sulaiman pada satu sisi dan sisi lain di Jalan K.H Ahmad Dahlan berada di pusat Kota Padang dan membutuhkan biaya pembangunan hingga Rp507,82 miliar.

utama Tempat ibadah ini setelah selesai akan dapat menampung total 20 ribu jemaah itu dibangun pada lahan seluas 40,98 hektar, sedangkan bangunan utama masjid seluas 18.091 meter persegi. dengan dana pembangunan total diperkirakan Rp507,82 miliar.

airjernih halaman halaman6 halaman2

halaman3 mesjid2 mesjid3

mesjid5 mrs mrs11 picture15zt

nih rendering suasana malam di mesjid raya sumbar.

Ternyata ada pusat perbelanjaan juga

Keren banget..
serasa di Town Square..

Posisi payung kembang

yang dibawah ini kolam yang mengalir menuju mesjid…..(kolam ini melewati bawah mesjid dan tembus sampai ke halaman depan mesjid )kerennn bgtt…………

ini adalah bagian luar lantai 2 mesjid perhatikan dengan seksama….dulu rancangan mesjid ini menuai protes dari kalangan masyarakat karena nggak ada kubahnya…..ternyata kubah mesjid itu berada didalam gonjong…(atap rumah adat minang red)….kubah akan lebih hidup dan nampak pada suasana malam hari……

__________________
Go Green City
STOP GLOBAL WARMING!!!

Melihat master plan yang begitu megah, kita sepertinya dituntut untuk tetap optimis dan mendukung terlaksananya pembangunan ini. Dengan terwujudnya Mesjid Raya yang belum memiliki nama resmi ini kita akan memiliki ikon yang merepresentasikan kebangkitan masyarakat Minangkabau. Semoga.

Ajaib, Masjid Kobe di Jepang Tak Roboh Oleh Bom Atom dan Gempa Bumi


Main prayer hall of the Kobe Mosque
Kobe Mosque merupakan masjid pertama di Jepang. Masjid ini dibangun tahun 1928 di Nakayamate Dori, Chuo-ku. Kobe berarti gate of God atau gerbang Tuhan.
Tahun 1945, Jepang terlibat perang Dunia Kedua. penyerangan Jepang atas pelabuhan Pearl Harbour di Amerika telah membuat pemerintah Amerika memutuskan untuk menjatuhkan bom atom pertama kali dalam sebuah peperangan. Dan Jepang pun kalah. Dua kotanya, Nagasaki dan Hiroshima dibom Atom oleh Amerika. Saat itu, kota Kobe juga tidak ketinggalan menerima akibatnya. Boleh dibilang Kobe menjadi rata dengan tanah.
Ketika bangunan di sekitarnya hampir rata dengan tanah, Masjid Muslim Kobe tetap berdiri tegak. Masjid ini hanya mengalami keretakan pada dinding luar dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid menjadi agak hitam karena asap serangan bom. Tentara Jepang yang berlindung di basement masjid selamat dari ancaman bom, begitu juga dengan senjata-senjata yang disembunyikannya. Masjid ini kemudian menjadi tempat pengungsian korban perang.
Pemerintah Arab Saudi dan Kuwait menyumbang dana renovasi dalam jumlah yang besar. Kaca-kaca jendela yang pecah diganti dengan kaca-kaca jendela baru yang didatangkan langsung dari Jerman. Sebuah lampu hias baru digantungkan di tengah ruang shalat utama. Sistem pengatur suhu ruangan lalu dipasang di masjid ini.
Sekolah yang hancur akibat perang kembali direnovasi dan beberapa bangunan tambahan pun mulai dibangun. Umat Islam kembali menikmati kegiatan-kegiatan keagamaan mereka di Masjid Muslim Kobe.
Krisis keuangan sering menghampiri kas komite masjid. Pajak bangunan yang tinggi membuat komite masjid harus mengeluarkan cukup banyak biaya dari kasnya. Beruntung, banyak donatur yang siap memberikan uluran tangannya untuk menyelesaikan masalah keuangan pembangunan dan renovasi masjid ini. Donasinya bahkan bisa membuat Masjid Muslim Kobe menjadi semakin berkembang.

Kekokohan Masjid Kobe diuji lagi dengan Gempa Bumi paling dahsyat tahun 1995. Tepatnya pada pukul 05.46 Selasa, 17 Januari 1995. Gempa ini sebenarnya bukan hanya menimpa Kobe saja, tapi juga kawasan sekitarnya seperti South Hyogo, Hyogo-ken Nanbu dan lainnya.
Para ahli menyebutkan bahwa gempa itu disebabkan oleh tiga buah lempeng yang saling bertabrakan, yaitu lempeng Filipina, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Meski hanya berlangsung 20 detik, namun gempa ini memakan korban jiwa sebanyak 6.433 orang, yang sebagian besar merupakan penduduk kota Kobe. Selain itu gempa Kobe juga mengakibatkan kerusakan besar kota seluas 20 km dari pusat gempa.
Gempa bumi besar Hanshin-Awaji merupakan gempa bumi terburuk di Jepang sejak Gempa bumi besar Kanto 1923 yang menelan korban jiwa 140.000 orang. Namun hingga kini masjid Kobe tetap berdiri kokoh dan tegak, seakan tidak tergoyahkan meski didera berbagai bencana. Semoga dakwah Islam di Jepang setegar masjid ini.

Mosques in Europe


Armenia

Spoiler for Blue Mosque di Kota Yerevan

Austria

Spoiler for Vienna Mosque di Kota Vienna
Spoiler for Telfs Mosque di Kota Telfs
Spoiler for Al Rashid Mosque di Kota Vienna
Spoiler for Mosque Bad Vöslau di Kota Bad Vöslau

Belarus (Belarussia)

Spoiler for Ivy Mosque di Kota Ivy
Spoiler for Tatar Mosque di Kota Navahrudak

Belgium

Spoiler for Great Mosque of Brussels di Kota Brussels
Spoiler for Baitus Salam Mosque di Kota Brussels
Spoiler for Mosque Lebbeke di Kota Lebbeke

Bulgaria

Spoiler for Banya-Bashi Mosque di Kota Sofia
Spoiler for Djumaya Mosque di Kota Plovdiv
Spoiler for Ibrahim Pasha Mosque di Kota Razgrad
Spoiler for Tombul Mosque di Kota Shumen
Spoiler for Chernoochene Mosque di Kota Chernoochene
Spoiler for Mosque Ahmed Bei di Kota Kyustendil
Spoiler for Osman Pazvantoğlu’s Mosque di Kota Vidin
Spoiler for Central Mosque di Kota Madan
Spoiler for Vulkosel Mosque di Kota Vulkosel
Spoiler for Azazie Mosque di Kota Varna

Croatia

Spoiler for Zagreb Mosque di Kota Zagreb
Spoiler for Dubrovnik Mosque di Kota Dubrovnik
Spoiler for Puli Mosque di Kota Puli

Cyprus

Spoiler for Arabahmet Mosque di Kota Nicosia
Spoiler for Lala Mustafa Pasha Mosque Famagusta di Kota Famagusta
Spoiler for Selimiye Mosque di Kota Nicosia
Spoiler for Halan Sultan Tekke Mosque di Kota Larnaca
Spoiler for Sazlikoy Mosque di Kota Near Iskele

Czech Republic (Republik Ceko)

Spoiler for Lednice Mosque di Kota Lednice
Spoiler for Cerny Most Mosque di Kota Praha
Spoiler for Brno Mosque di Kota Brno

Denmark

Spoiler for Nusrat Jehan Mosque di Kota Kopenhagen
Spoiler for Heimdalsgade Mosque di Kota Kopenhagen

Estonia

Spoiler for Islamic Centre di Kota Tallin

Finland

Spoiler for The Islamic Society of Finland Mosque di Kota Helsinki

France (Ada lebih dari 100 Masjid di France,Beberapa Diantaranya)

Spoiler for Grand Mosque Lyon di Kota Lyon
Spoiler for Mosquée Des Turcs Nantes di Kota Nantes
Spoiler for Mosque of Farebersviller di Kota Farebersviller
Spoiler for The Grande Mosquée di Kota Paris

Lebih Lengkapnya Ada Disini http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_mosques_in_France

Georgia

Spoiler for Tbilisi Moqsue di Kota Tblisi

Germany (Terdapat Lebih Dari 50 Masjid di Germany,Beberapa Diantaranya)

Spoiler for Fazle Omar Mosque di Kota Hamburg
Spoiler for Imam Ali Mosque di Kota Hamburg
Spoiler for Große Moschee di Kota Buggingen
Spoiler for Noor ud Din Mosque di Kota Darmstadt
Spoiler for Nasir Mosque di Kota Isselburg
Spoiler for Khadija Mosque di Kota Berlin

Lebih Lengkapnya Disini http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_mosques_in_Germany

Masjid Raya Natuna di Pulau Natuna, Kepulauan Riau


Masjid Raya Natuna atau oleh masyarakat setempat disebut sebagai Masjid Agung Natuna diresmikan penggunaannya pada tanggal 4 April 2009. Masjid tersebut merupakan simbol kebangkitan Islam di Natuna dan kebangkitan awal bagi pembangunan dan pengembangan Islam dan Iman masyarakat natuna sesuai dengan visi dan misi pemerintah Kabupaten Natuna yang dikemas dalam kalimat singkat Pencapaian Natuna MAS 2020 (MAS = Masyarakat Adil dan Sejahtera) Kehadiran Masjid Agung di Komplek Gerbang Utaraku (Gerakan Membangun Untuk Sejahtera hingga ke Anak cucu) juga merujuk pada posisi Natuna secara geografis yang merupakan wilayah paling utara Indonesia.  merupakan salah satu bentuk pengejawantahan hal tersebut. Pembangunan masjid ini merupakan bagian dari mega proyek yang diberi nama Gerbang Utara Ku, yang meliputi perumahan DPRD, rumah dinas bupati dan wakil bupati, kampus dan asrama perguruan tinggi.

Disetiap kesempatan Bupati Natuna selalu mengajak khususnya PNS dilingkungan Pemkab Natuna untuk senantiasa berjamaah 5 waktu. Yang sangat menarik disana yaitu kebersamaan para pejabat daerah terutama Muspida disetiap shalat lima waktu selalu berbaur ulama,umara’ dan umat. Setelah shalat berjamaah senantiasa dilaksanakan kuliah tujuh menit, khususnya Mahgrib setelah ceramah agama jelang Isya dilaksanakan ngopi dan ngeteh bareng di teras masjid dengan menu, kurma, goreng ubi dan pisang goreng.
Lokasi Masjid Raya Natuna
Masjid Raya Natuna terletak dan merupakan bagian dari Komplek Gerbang Utaraku, kawasan yang dipersiapkan sebagai pusat pemerintahan dan bisnis Natuna di wilayah Ranai yang menjadi ibukota kabupaten Natuna, dengan Masjid sebagai titik pusatnya. Kawasan ini akan dilengkapi dengan 8 pusat aktifitas masyarakat 1. Masjid Agung, 2. Menara, 3. Asrama Haji, 4. Gedung Pertemuan, 5. Gedung Pendidikan, 6. Gedung Komersial, 7. Gerbang, 8. Plaza serta taman kota.


Sejarah Masjid Raya Natuna Gerbang Utara ku
Terbentuknya kabupaten Natuna dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Natuna yang tertuang dalam 5 pilar utama, Pembangunan dibidang keimanan merupakan point utama sebagai konsep program pembangunan daerah. Hal tersebut yang melandasi ide pembangunan masjid raya Natuna dengan harapan agar pelaksanaan syi’ar Islam dapat ditingkatan dalam rangka menciptakan suasana yang religi ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Natuna pada umumnya. Dan nantinya dapat dijadikan sebagai maskot kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Natuna dimasa-masa yang akan datang.
Proses pembangunan ini telah direncanakan sejak tanggal 13 Agustus 2006, atau sejak bupati  kabupaten Natuna Drs. H. Daeng Rusnadi, M.Si menduduki jabatannya sebagai bupati Kabupaten Natuna. Setelah melalui beberapa proses perencanaan yang disesuaikan dengan arti filosofi dari pembangunan Masjid Raya dan Komplek Gerbang Utaraku, proses pembangunan fisik dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 04 Mei 2007.
Masjid Raya Natuna merupakan titik utama komplek Gerbang Utaraku. Kemudian dilanjutkan pada proses pembangunan lanjutan tahap I B, pembangunan fasilitas lain akan dilaksanakan, diantaranya pembangunan Masjid Laut, Pusat perekonomian, pasar, terminal, Asrama STAI, Gedung Olah raga, dan lain sebagainya. Komplek gerbang utaraku merupakan implementasi pembangunan 5 (lima) pilar utama, yaitu Keimanan, Kesehatan, Pendidikan, Perekonomian dan hukum. Tahapan Tahap I A. Diresmikan penggunaan fasilitasnya oleh Bupati Kabupaten Natuna Drs.H Daeng Rusnadi,M.S pada hari Jum’at 4 April 2009.
Pada saat peresmian penggunaan fasilitas tahap IA Sebenarnya pembangunan Tahap I A belum rampung dan masih dalam tahap pengerjaan. Namun untuk bangunan Masjid Agung sudah dapat dipergunakan. pembangunan Tahap I A selesai pada awal bulan Mei 2009 dan segera dilanjutkan dengan pembangunan Tahap I B.
Total anggaran yang akan dihabiskan seluruhnya (termasuk dana pembangunan masjid) sebesar Rp781 miliar lebih. Dari APBD 2007, anggaran 2008 dan 2009, Anggaran pembangunan masjid Raya sendiri senilai Rp 400 miliar lebih atau setara dengan APBD Kota Tanjungpinang (ibu kota Provinsi Kepulauan Riau) tahun 2007.
Arsitektur Masjid Raya Natuna
Ornamen Masjid Agung Natuna mengambil insfirasi dari Al’quran, karena Alطquran merupakan sumber dari segala hukum. Dengan bentuk kubah mirip kubah Taj Mahal di India dan menjadi masjid terbesar dan dan termegah di Propinsi Kepulauan Riau. Masjid yang cukup megah dan  luas. Satu barisan shaf di dalam masjid ini cukup untuk memuat hingga 180 jemaah.
Masjid Natuna, telah jelas-jelas bahwa lambang dan makna dekoratif yang muncul menunjukkan bahwa gedung tersebut adalah bangunan Islami.  Masjid Raya Natuna memiliki ruang dalam yang sangat luas. Bagian tengahnya diterangi oleh cahaya alami yang bersumber dari kubah masjid. Bagian tepi pada lantai satu yang terteduhi lantai dua cukup gelap. Untuk meneranginya dibuat bukaan berupa karawang yang terletak di atas pintu masuk yang memilliki dimensi cukup besar. Terasa bahwa ruang remang pada bagian ini diterangi oleh sedikit cahaya dari atas layaknya ruang-ruang gotik. Dari segi bentuk, pintu masuk ini memiliki geometrika lengkung yang bagian atasnya lancip. Dua pintu utama yang terletak di sisi kiri dan kanan gedung menghadap ke kiblat juga mengarahkan nuansa ruang menjadi terfokus pada sumber cahaya Ilahi.


lorong mesjid agung natuna gerbang utaraku yg menghubungkan ke lokasi tempat wudhu, asrama haji, perpustakaan dan mini market

Latar belakang mihrab Masjid Raya di Natuna dibuat dari bahan kayu dengan bentuk yang cukup besar. Geometrika nya juga terbentuk dari lengkung atau busur dengan pertemuan lancip di bagian tengah/atasnya. Latar mihrab tersebut juga didesain dengan labirin busur lancip hingga semakin memperkuat kesan gotik-nya.
FOTO-FOTO PANORAMA PULAU NATUNA
 

Ni air terjunnya gan!!
Kalo ini namanya Batu Sindu…
 

Ini batu di pinggir pantai, masih byk bebatuan gan… sering di jadiin objek wisata gitu, tp gratis looo…

Pantai sejuba namanya ni gan…

Kalo yang ini Pulau Damar namanya…

Senubing namanya…

Liat ni gan, teluk yang sangat panjang di sepanjang pantai…

sumber:

Masjid tak Tersentuh Tsunami, 50 Orang Selamat Menelusuri Dusun Pasa Puat, Kampung yang Hilang


Ustadz Kairuddin Nasution, IMAM MASJID MUJAHIDIN DUSUN PASAPUAT, DESA SIMANGANYAK, KECAMATAN PAGAI UTARA, KEPULAUAN MENTAWAI.

Warga asli Mentawai di Mesjid yang selamat dari tsunami


PAGI ITU, sekitar pukul 10.00 WIB, langit Sikakap tampak mendung. Di luar rumah tanah tampak lanyah. Pepohonan dan rerumputan masih basah setelah diguyur hujan deras sepanjang malam. Sebentar lagi, sepertinya hujan deras bakal turun. Ya, membasuh duka Bumi Sikerei.

 

Di luar rumah, bau mayat menyengat. Aroma tak sedap menebar ditiup angin. Memang, hingga Jumat (29/10), mayat masih bergelimpangan di pinggir jalan. Pikiran saya langsung terbayang ratusan warga Pagai Selatan yang bertahan di perbukitan, dalam kondisi hujan badai. Selain menahan lapar, dinginnya malam, mereka harus melawan penyakit yang kini menyerang.

Ternyata benar. Hujan deras mengguyur Sikakap. Tak hanya hujan, tapi juga badai. Di posko utama, para jurnalis dan relawan telah berkumpul. Seperti biasa, setiap pagi kami siap-siap menyisir desa terpencil yang belum terjamah bantuan. Pagi itu, tim relawan dan jurnalis hendak menuju Dusun Pasa Puat di Pagai Utara. Dusun itu, semua rumah hancur. Mujur, tidak ada korban jiwa.

Perjalanan menggunakan kapal kayu atau long boat. Kapal itu mampu memuat 12 orang dan sedikit logistik untuk pengungsi. Berapa menit berlayar, gelombang dua meter menghadang. Pelayaran pun dihentikan. Setelah menunggu sekitar satu jam, boat yang dinakhodai Dayat itu dilanjutkan selama dua jam pelayaran. Sepanjang perjalanan, boat nyaris karam karena dipenuhi air. Kami sampai di tujuan sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari pantai, Dusun Pasa Puat sunyi senyap. Sedikit pun tidak terlihat tanda-tanda seperti sebuah kampung. Permukiman penduduk rata dengan tanah. Tak satu pun rumah warga yang berdiri. Semua tiarap. Hanya ada satu bangunan berdiri kokoh menghadap pantai. Ya, sebuah masjid. Garin masjid itu juga selamat. Zulfikar namanya.

Hari beranjak senja. Hujan belum juga reda. Zulfkar tampak bersiap menunaikan Shalat Maghrib. Dalam obrolannya, pria berusia 40 tahun itu mengaku telah tingal di dusun itu sejak kecil. Sama dengan usia masjid itu yang berdiri sekitar tahun 1960 silam. “Ini masjid tertua di dusun kami. Bentuk masjid itu sudah tidak asli lagi, karena terus diperbaiki,” ujar Zulfikar.

Zulfikar menceritakan, masjid ini sama sekali tidak tersentuh tsunami pada malam itu. Padahal, lokasinya tidak jauh dari pantai. Sedangkan rumah-rumah warga di sekitar masjid, rata dengan tanah. Masjid inilah yang menjadi tempat perlindungan masyarakat saat gelombang besar datang.

Seperti mukjizat, air laut hanya sampai di teras masjid. Di luar masjid, Zulfikar melihat dengan mata kepala sendiri gelombang tsunami mencapai delapan meter. “Kami dalam masjid ada sekitar 50 orang, sedangkan warga yang lain telah menyelamatkan diri ke perbukitan yang berjarak satu kilometer dari masjid. Melihat masjid tidak kena sama sekali, kami merasa heran. Setelah itu kami sadar ini adalah kehendak Tuhan,” jelas pria berjenggot itu.

Zulfikar dan 50 warga lainnya tidak henti-henti mengucap kebesaran Allah. Di luar masjid, tsunami terus menerjang sebanyak tiga gelombang. Tiada yang menduga, tsunami menghindar dari masjid. “Sepertinya, di masjid air terbelah, sehingga lantai masjid pun tidak basah sama sekali,” kenangnya

Tsunami di Mentawai

Sumber : Padang Ekspres

————–

Dibawah ini foto-foto sebuah Masjid yang juga selamat saat diterjang ‘tsunami’ Situ Gintung, saat bendungan itu jebol. Mesjid itu tenggelam disapu air bah, tapi tetap tegar berdiri, sementara rumah disekitarnya lenyap. Bahkan, speaker masjid yang selalu mengumandangkan azan sholat itu, juga tak bergeming dari tempatnya.



Peristiwa ini juga mengingatkan kita pada bencana tsunami Aceh yang menyapu rata semua bangunan di kota Meulaboh, kecuali sebuah masjid yang masih berdiri kokoh sebagai wujud kebesaran Allah Ta’ala semata.

Sebuah mesjid tetap berdiri setelah terjadinya gempa bumi di Turki. Semua bangunan disampingnya banyak yang hancur akibat bencana alam yang terjadi di sebelah barat Turki kota Golcuk, 60 mil dari Istanbul pada 9 Agustus 1999. Sungguh, Allah telah menyelamatkan masjid-Nya dari bencana alam.

Keajaiban seperti itu juga dapat kita saksikan ketika bencana Tsunami 26 Desember 2004 yang melanda Aceh beberapa waktu lalu.

mesjid ulee lheueMesjid yang masih berdiri tegak di Aceh. Sumber foto Google 

Ketika semua bangunan rata dengan tanah, secara mengejutkan sebuah bangunan mesjid berukuran kecil masih tegak berdiri kokoh di wilayah Meulaboh. Secara logika, kejadian ini sungguh di luar akal.

Bencana yang menelan korban hampir 200.000 jiwa di beberapa negara ini ternyata tidak berperangaruh pada sebuah mesjid kecil.

Subhanallah, Maha Suci Allah. Mungkin Dia mengingatkan agar kita kembali beribadah kepada-Nya saja!