Daily Archives: November 12, 2010

Apa Sih Beda Cowok Ganteng dan Cowok Jelek?


COWOK GANTENG

COWOK JELEK

ImageShack, share photos, pictures, free image hosting, free video hosting, image hosting, video hosting, photo image hosting site, video hosting site

Kalau cowok ganteng pendiam cewek-cewek bilang “Wow, cool banget.”   Kalau cowok jelek pendiam cewek-cewek bilang, “Ih kuper”

Kalau cowok ganteng jomblo cewek-cewek bilang “Pasti dia perfeksionis.”   Kalau cowok jelek jomblo cewek-cewek bilang, “Udah jelas kagak laku”

Kalau cowok ganteng berbuat jahat cewek-cewek bilang “Nobody is perfect.”   Kalau cowok jelek jahat cewek-cewek bilang, “tampangnya kriminal “

Kalau cowok ganteng nolongin cewek yang digangguin preman cewek-cewek bilang “Jantan, kayak di film-film”.  Kalau cowok jelek yang nolongin cewek-cewek bilang, “Pasti premannya temennya dia.”

Kalau cowok ganteng dapet cewk cantik cewek-cewek bilang “Klop, serasi banget”   Kalau cowok jelek dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang, “Pasti main dukun “

Kalau cowok ganteng abis diputusin, cewek-cewek bilang “Gak usah sedih, kan masih ada aku”   Kalau cowok jelek abis diputusin, cewek-cewek bilang, “kacian deh lu !”

Kalau cowok ganteng ngaku indo cewek-cewek bilang “Emang mirip bule sih”   Kalau cowok jelek ngaku indo cewek-cewek bilang, “Pasti blasteran jin ama tuyul”

Kalau cowok ganteng sayang binatang cewek-cewek bilang “Penuh cinta kasih.”   Kalau cowok jelek sayang binatang cewek-cewek bilang,  “sesama keluarga emang harus menyayangi.”

Kalau cowok ganteng bawa mercy cewek-cewek bilang “Keren luar dalem.”   Kalau cowok jelek bawa mercy cewek-cewek bilang,” Mas, majikannya mana ?”

Kalau cowok ganteng males difoto cewek-cewek bilang “Pasti takut fotonya disebar.”   Kalau cowok jelek males difoto cewek-cewek bilang,  “nggak tega liat hasil cetakannya.”

Kalau cowok ganteng naik motor gede cewek-cewek bilang “Wah keren kayak Lorenzo Lamas”   Kalau cowok jelek naik motor gede cewek-cewek bilang,  “Awas, Mandragade lewat !”

Kalau cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek-cewek bilang “Ini namanya Gentlemen”   Kalau cowok jelek nuangin air ke gelas cewek-cewek bilang,  “Naluri pembantu, emang gitu .”

Kalau cowok ganteng lagi sedih cewek-cewek bilang “Let me be your shoulder to cry on”   Kalau cowok jelek sedih cewek-cewek bilang,  “Cengeng amat sih ! laki-laki apa bukan? .”

Kalo cowok ganteng baca tulisan ini
langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata “life is beautifull”
kalo cowok jelek baca tulisan ini, Frustasi, ngambil tali jemuran dan dililit keleher, trus teriak sekeras-kerasnya “HIDUP INI KEJAAAAMMM….!!!”
Gimana nih para cewek? kira-kira bener gitu gak sih…. hehehe…. :D

Ternyata Presiden Soekarno Yang Telah Menghijaukan Padang Arafah


Soekarno juga menyediakan ribuan bibit pohon ini dan ahli pertanian untuk penanamannya di Arafah.

Namun, sejak beberapa tahun terakhir, paling tidak sampai dengan 2009 lalu saat saya (konsultan agronomi) berhaji, Padang Arafah sudah begitu rindang dengan pepohonan yang tumbuh subur. Bahkan, hijaunya hampir merata di seluruh hamparannya.

Orang Arab Saudi sering menyebut pohon-pohon itu dengan nama “Pohon Soekarno”. Di Indonesia, pohon Soekarno itu dikenal dengan nama Mimba, Pohon Imbo, atau Pohon Imba. Pohon ini memiliki famili dekat di antaranya adalah pohon Mindi. Kedua tanaman itu memang memiliki kemampuan untuk hidup dan berkembang di tanah tandus yang kering.

Berkembangnya tanaman Mimbo di tanah suci Makkah memang dipelopori oleh Presiden Soekarno saat mengunjungi Arab Saudi di zaman Raja Fahd. Sekarang, pohon Soekarno itu berkembang luas, bukan hanya di Kota Makkah tetapi juga sampai di Madinah, Jeddah, dan kota lain di Arab Saudi.

Bentuk pohonnya pun dibuat beraneka. Di Udaibiyah, tempat bersejarah saat dulu Nabi Muhammad SAW membuat perjanjian dengan orang-orang Quraish, pohon Soekarno dibiarkan tumbuh bercabang-cabang sehingga lingkungannya menjadi rindang. Udaibiyah sekarang ditetapkan sebagai salah satu tempat miqat untuk ibadah umrah. Di halaman Museum Ka’bah, atau disekitar Masjid Aisyiah, Tan’im, dan di sepanjang jalan Kota Makkah, pohon Soekarno dipangkas berbentuk bulat, meruncing, atau lainnya sesuai selera.

GB
Syajarah Soekarno atau pohon Soekarno, cukup meneduhkan Arafah di siang hari. Pohon-pohon tersebut didatangkan dari Indonesia atas prakarsa presiden pertama RI Ir Soekarno.

Yang jelas, jamaah Indonesia bisa berbangga diri dengan adanya pohon Soekarno yang banyak dikenal oleh penduduk Arab Saudi itu. Di Indonesia sendiri kedua tanaman itu memiliki beberapa fungsi. Tanaman yang digunakan untuk penghijauan lahan kritis itu juga dimanfaatkan kayunya sebagai bahan bangunan dan kayu bakar. Daunnya bermanfaat untuk bahan baku pestisida organik dan sebagai obat bagi kesehatan. Fermentasi dari daun Mimba dan urin kambing/kelinci yang dipercepat dengan dekomposer-bio efektif dapat digunakan untuk pengendalian hama kutu daun pada cabe, tomat, kacang panjang, dan lainnya.

Jamaah Haji berlindung dibawah Pohon Soekarno.

Padang Arafah sendiri luasnya sekitar 5,5 x 3,5 km, yang disekitarnya dikelilingi bukit-bukit. Salah satunya adalah Jabal Rahmah, yaitu bukit yang diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah turun ke bumi dan dipisahkan kembali selama 300 tahun.

Kabarnya, ada dua gagasan besar Presiden Soekarno di Arab Saudi waktu itu, yaitu penanaman pohon di Arafah dan pembuatan tiga jalur tempat sa’i. Agaknya, gagasan itu direspons oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Karenanya, kini tempat sa’i antara Bukit Safa dan Marwa terbagi menjadi tiga jalur. Jalur pertama adalah dari Bukit Safa ke Bukit Marwa. Jalur kedua adalah dari Bukit Marwa ke bukit Safa. Jalur ketiga berada ditengah-tengah antara jalur pertama dan kedua yang diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah uzur atau cacat fisik dengan menggunakan kursi roda.

Pada musim haji, di bawah pohon-pohon Soekarno itu dipasang tenda-tenda untuk penginapan sementara para jamaah. Tenda-tenda itu dipersiapkan menjelang acara wukuf yang dimulai pada 9 Dzulhijjah setelah shalat Zuhur. Puncak acara wukuf dipusatkan di Masjid Namirah yang terletak tepat di tengah-tengah Padang Arafah. Sekarang, suasana di sana pun tak begitu gersang dan terasa kesejukannya di bawah pohon rindang.

Pohon Soekarno di Padang Arafah

Jamaah haji di Padang Arafah

Malahan, pada saat 9 Dzulhijjah 1430 Hijriah, yang bertepatan dengan 25 November 2009, terjadi hujan lebat disertai guntur yang hebat di Arafah. Hujan lebat itu membasahi semua tenda dan karpet yang ada dibawah tenda sehingga para jamaah harus sabar berada dalam keadaan basah semalaman. Namun, hujan yang juga membasahi seluruh pepohonan di Padang Arafah itu menjadikan tanaman semakin subur dan Arafah makin sejuk. dewi mardiani

Sebelumnya saya, Soekam Parwadi, membayangkan, bahkan mungkin semua orang juga membayangkan, bahwa Padang Arafah merupakan hamparan padang pasir datar yang luas. Di siang hari terbayangkan betapa panas dan teriknya di sana. Dalam pengajian-pengajian, para ustaz juga menggambarkan kalau wukuf di daerah tenggara Kota Makkah ini seperti saat manusia di akhir zaman dikumpulkan pada sebuah ‘oro-oro’, atau hamparan luas yang panas.