Miangas oh Miangas…Nasibmu Malang…

miangas

Titik A adalah pulau miangas

Akhir-akhir ini Pulau Miangas -Miangas adalah sebuah pulau yang letaknya lebih dekat kearah Filipina dibandingkan dengan pulau Sulawesi (Miangas adalah bagian dari kab. talaud)- menjadi pembicaraan publik setelah pihak Filipina memasukkan pulau tersebut kedalam peta wisata negaranya. Hal ini kemudian “memanas” setelah pejabat publik Indonesia membuat statement tentang hal itu.

Apakah reaksi KSAL yang “berteriak” dan Deplu yang memilih “berdiam diri” dapat dikatakan benar?? merujuk pada hasil persidangan Mahkamah Arbitrase Internasional pada tanggal 4 April 1928, yang dipimpin oleh Max Huber maka klaim tersebut dapat dibantah dengan tegas. Karena sengketa pulau Miangas atau Palmas dalam bahasa Filipina yang waktu itu melibatkan antara Belanda (waktu Indonesia masih dalam penjajahan Belanda, Hindia Belanda) dan Amerika Serikat (waktu itu Filipina masih dalam jajahan Amerika Serikat) telah diputuskan bahwa pulau tersebut secara sah menjadi milik Belanda, yang sekarang menjadi bagian dari Indonesia.

Apakah kemudian masalah itu berakhir disini? Bagi beberapa orang mungkin jawabannya adalah iya, tapi bagi yang lain jawabannya adalah tidak. Kebijakan luar negeri dan pembangunan kekuatan militer Indonesia, setelah periode tahun 70 an yang rupanya ingin menjadikan Indonesia sebagai “anak baik” dikawasan (baca ASEAN + Pasifik) nampaknya mulai menjadi senjata makan tuan. Mulai dari konflik Sipadan dan Ligitan, dimana kita harus menyerahkan pulau kepada Malaysia tanpa harus bertempur, kemudian Ambalat juga dengan Malaysia lalu tiba-tiba Filipina tanpa diduga, secara tidak langsung juga mengklaim Pulau Miangas. Kebijakan menjadi “anak baik” dikawasan yang ditandai dengan politik luar negeri yang moderat dan mengkedepankan perundingan tanpa membawa peran militer, diperparah dengan kebijakan teritorial bukannya maritim menjadikan TNI tidak berdaya menghadapi ancaman yang ada saat ini. Betul kita memiliki pasukan yang terlatih, tapi apa iya kita di ambalat yang notebene adalah lautan kita bertempur tanpa menggunakan kapal laut yang modern.

Pembangunan Pulau-Pulau Terluar juga menjadi masalah tersendiri, disaat anggaran pemerintah habis untuk pendanaan pemilu, pilgub dsb dan kemudian dibagikan kepada Daerah melalui DAU. Maka ujung tombak pembangunan daerah terluar menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tapi pemerintah daerah juga sibuk untuk membangun daerahnya terutama kota yang menjadi ibukota pemerintahan, karena kebijakan pemerintahan yang lama membuat gap antara kemajuan pembangunan daerah dan Jakarta. Sementara anggaran TNI yang sedikit menjadi masalah ketika DPR dan pemerintah mewajibkan TNI untuk membangun pos-pos terluar dan mengadakan operasi baik laut maupun udara sepanjang tahun. Lengkap sudah penderitaan untuk membangun dan menjaga pulau terluar. Kebijakan untuk menjaga dan membangun pulau terluar terlihat seperti reaksi atas suatu masalah, contoh Pulau Nipah baru diperhatikan ketika pulau itu hampir tenggelam. Betul Indonesia memiliki ribuan pulau, tapi itu bukan alasan untuk tidak menjaga pulau-pulau tersebut.

Jawaban untuk itu hanya satu, Indonesia mau tidak mau harus memodernisasikan peralatan tempurnya. walaupun itu akan membuat negara-negara tetangga khawatir. Pernahkah anda menghitung berapa banyak perwakilan tentara dari negara “sahabat” datang ke Indonesia, setelah satu persatu Korvet Sigma kita datang dan wacana pembelian kapal selam jenis Kilo muncul ke publik? mereka tentu khawatir kalau Indonesia memiliki militer yang kuat, tapi apakah mereka akan membantu Indonesia ketika kita memiliki konflik dengan negara lain?


10 SEPTEMBER 2007:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjamin bahwa penambahan kekuatan militer yang dilakukan Indonesia bukan merupakan ancaman bagi negara-negara lain termasuk negara tetangga.

“Saya kira dunia dan negara tetangga tidak perlu khawatir. Tidak perlu jadi kehebohan kawasan seolah-olah Indonesia membangun kekuatan yang besar, lantas dianggap ancaman bagi negara sahabat. Tidak!,” tegas Yudhoyono menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers di Sydney.

Bangsa Indonesia, katanya, adalah bangsa yang cinta damai. Namun demikian, kedaulatan, kemerdekaan dan keutuhan wilayah juga merupakan kepentingan nasional yang sangat penting.

Saat ini kedaulatan dan keutuhan wilayah kita sedang dipertaruhkan… Apa kita harus membeli persenjataan kalau ada masalah, contoh pengadaan kapal laut Sigma mungkin tidak akan ada jika konflik Ambalat tidak terjadi… Apa iya, kita harus menyusun rencana saat bahaya sudah didepan mata. Seorang teman pernah berkata, agar anggaran TNI diperkuat, khususnya Angkatan Laut, anggota DPR yang terhormat itu lebih baik disuruh naik KRI kita yang sudah berumur, agar merasakan bahaya yang dihadapi setiap personel TNI saat menggunakan alutsista yang sudah menua.

Siapapun yang menjadi Presiden saya cuma bisa berharap agar beliau mau memperhatikan TNI dan pengambil kebijakan yang lain semoga tidak hanya luar negeri minded saat akan membeli alutsista, contoh aktual saat Dephan tarik ulur dengan PT Pindad tentang pengadaan Panser, sebelum akhirnya Wapres Jusuf Kalla turun sendiri untuk membereskan masalah itu…

Ya Allah, Ya Tuhan kami… Berilah kami pemimpin yang Tegas dan dapat membuat Indonesia disegani dan tidak diolok-olok oleh negara lain.. Amien

One response to “Miangas oh Miangas…Nasibmu Malang…

  1. Greetings! Quick question that’s completely off topic. Do you know how to make your site mobile friendly? My website looks weird when viewing from my iphone 4. I’m trying to find a template
    or plugin that might be able to correct this problem. If you have any recommendations, please share.
    With thanks!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s