Ekspansi Mongol
Ekspansi Mongol adalah sebuah ekspansi besar bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan untuk menaklukan wilayah Eurasia pada awal abad ke-13. Dengan membawa pasukan berkuda dalam jumlah besar dan amat terlatih, Genghis Khan berhasil menebar teror di seantari Eurasia selama 1 dasawarsa.
Genghis Khan berhasil menguasai Tiongkok, mengalahkan Rusia, menghancurkan kekaisaran Persia, mencaplok Polandia dan Hongaria, serta meluluh-lantahkan Baghdad sebagai pusat kekhalifahan Islam pada masa itu. Cara dan tujuan Ekspansi Genghis Khan berbeda dengan kaisar-kaisar sebeumnya. Ia menghancurkan apa saja di depan mata, tanpa pandang bulu. Ia menyerang bukan untuk memerintah, melainkan untuk menjarah, memerkosa, dan menculik gadis-gadis untuk mereka bawa ke negerinya, hal inilah yang membuatnya di takuti di
Hulagu Khan (1256-1349M), putera Pangeran Tuli, dan cucu Jenghis Khan memimpin penyerbuan kearah Barat serta menumbangkan Daulat Abbassiah (750-1256M). Baghdad dikuasai. Perpustakaan Negara dibongkar. Jutaan buku dibakar dan sebagian lagi dilempar ke sungai Euphrat dan Tigris. Warna air kedua sungai itu berubah menjadi hitam.
Pusat pemerintahan Islam berada dalam suasana kiamat. Pusat pengembangan ilmu pengetahuan dunia hancur luluh. Seakan dunia science gelap gulita dan pengembangan ilmu pun terhenti.
umat muslim mongol di negara Kazakhstan
Di tiap wilayah yang dikuasai, pasukan Mongol melakukan pembantaian terhadap manusia. Bala tentara Mongol tidak ingin punya tawanan yang akan menjadi beban dalam perjalanan pulang ke Mongol. Pembunuhan massal menjadi kewajiban bagi tiap prajurit, termasuk membunuh wanita dan anak-anak
Khilafah Islam seakan hancur lebur di tangan orang-orang Mongol. Kehancuran itu justru terjadi pada penghujung kekhalifahan di Baghdad. Pada penghujung pemerintahan muncul beragam penyakit yang melemahkan negara. Pasukan Mongol pun datang bagai badai dan menumbangkan dinasti Abbasiah.
Kemudian, keadaan menjadi terbalik. Pasukan Mongol yang tadinya membantai ummat Islam, dalam perjalanan kembali ke Mongolia memeluk agama Islam. Bahkan mereka mendirikan dinasti Islam di India. Prajurit prajurit Mongol pun tampil menjadi pejuang-pejuang Islam yang perkasa.
Dalam Bab IV pada jilid III dari buku History of the Mongols, karya To San, berbahasa Tionghoa, dijumpai satu bagian yang berceritera sebagai berikut: Ahnan Da adalah seorang pangeran Mongol yang diasuh oleh orang Islam. Setelah dewasa dia memeluk agama Islam. Kemudian ia ditunjuk oleh Khubulai Khan menjadi gubernur untuk wilayah An-Si.
Selama menjadi gubernur An-Si dia giat menyebarkan agama Islam di wilayahnya. Dia juga mengembangkan agama Islam di wilayah Tang-Wu (sekarang masuk provinsi Ning Hsia), beserta daerah sekitarnya. Gubernur Ahnan Da menguasai sekitar 1,5 juta prajurit dan semuanya memeluk agama Islam.

Professor Pai Sho Yi dala karyanya Outline of Islamic History in China, berbahasa Tionghoa, mengatakan perkembangan agama Islam yang begitu pesat terjadi pada masa pemerintahan dinasti Yuan (Mongol). ?Orang Islam ditemukan dimanapun di pelosok tanah Tiongkok, di bawah pemerintahan dinasti Yuan.
Pada awalnya hanya ditemukan orang Islam turunan Arab, Hui dan Han. Pada mulanya memang tidak ada orang Mongol yang masuk Islam. Lalu pada masa dinasti Yuan orang-orang Mongol banyak yang memeluk agama Islam.
Turunan Muslim Mongol banyak dijumpai, dewasa ini, dalam wilayah Mongolia Dalam. Tamerlane, keturunan Hulagu, juga memeluk agama Islam dan mendirikan dinasti Mongol di India. Baber, keturunan Jenghis Khan, masuk Islam, dan membangun imperium Moghul di anak benua India. Ini merupakan sebuah imperium Islam terbesar sampai pertengahan abad ke-19.
Walaupun arus masuk Islam begitu deras di daratan Cina, tidak bearti semua itu berjalan mulus-mulus saja. Banyak ditemukan tantangan terhadap keberadaan ummat Islam di Cina. Tantangan muncul karena agama Islam menolak pemujaan terhadap berhala dan dewa-dewa.
Para penyembah berhala, juga mereka yang menghiasi candi-candi dan gereja dengan patung-patung tidak pernah memiliki rasa bersahabat dengan ummat Islam. Beberapa perbedaan dalam kehidupan juga membuat hubungan antara orang Mongol (non Islam) dan Islam menjadi tidak bersahabat. Misalnya, orang Mongol menyembelih sapi dan domba dengan membelah perut hewan itu sedangkan orang Islam menyebelih dengan menyayat leher hewan itu.

KazakhstanBanyak pula orang Tionghoa sendiri, walaupun mereka memeluk agama Buddha akan tetapi mereka mengikuti kebiasaan pemeluk agama Hindu. Mereka tidak menyantap daging lembu. Sedangkan daging lembu dan daging domba merupakan makanan masyarakat Muslim. Mereka yang non-muslim makan daging babi, sedangkan Islam mengharamkan daging babi.
Semua kenyataan itu menjadi penyebab munculnya rasa tidak senang penduduk non muslim kepada kaum muslim. Tidak jarang muncul insiden-insiden kecil antara kaum muslimin dan warga yang non-muslim. Kendati demikian, secara umum, hubungan antara warga muslim dan non muslim cukup baik dan saling menghormati.

Hazara is one of the mongol muslim living in middle east and central asia

gadis mongol muslim
Perkembangan Islam selama pemerintahan dinasti Yuan cukup baik. Imigran Islam dari Timur Tengah bertambah besar jumlahnya. Hubungan antara muslim pendatang itu dengan warga muslim pribumi cukup baik. Bahkan Al Quran memberi tuntunan bahwa setiap warga mukmin adalah bersaudara. Setiap warga Islam adalah bersaudara.
Tidak heran kalau mereka mendirikan masjid dimana-mana. Mereka melaksanaan shalat berjamah di berbagai masjid. Mereka juga bahu membahu mengembang agama Islam dan ilmu pengetahuan. Daratan Cina makin menikmati kemajuan ilmu pengetahuan mereka.
Pemerintahan dinasti Yuan tidak membawa perubahan yang nyata, kecuali mereka belajar bagaimana mengelola pemerintahan secara baik atas wilayah yang sangat luas itu. Mereka juga mempelajari ilmu pengetahuan yang sudah ada di tangan bangsa Han dan Hui-Hui (Islam). Para pendatang dari Timur Tengah juga membawa serta ilmu pengetahuan mereka ke Cina.
Di Cina berkembang teknik cetak-mencetak. Berkembang pula cara membuat kertas berkualitas tinggi, pembuatan mesiu serta bom dan granat. Juga berkembang lebih pesat teknik tenun sutera dan katun. Pada saat bangsa Eropa masih belum berbusana, orang Cina sudah berpakaian dengan sopan dan santun.
Tekstil ini pula yang diekspor ke Timur Tengah. Sehingga pada saat ummat Islam sudah menutup aurat, bangsa Romawi (kecuali keluarga kaisar dan bangsawan) masih belum mampu membeli kain. Pada saat orang Cina dan Arab sudah minum melalui cangkir keramik, orang Romawi masih minum dengan tempat minum dari tembaga dan batu.
Cina pun sudah mahir melakukan pelayaran di laut lepas. Kapal-kapal mereka sudah melayari lautan antar benua, sementara kapal-kapal orang Eropa masih melayari Laut Tengah. Bangsa Viking pun, yang konon gagah perkasa di Laut Utara, tidak berani berlayar lebih jauh.
Mereka hanya berani berlayar dari Islandia, ke Norwegia, Inggris, Nederland dan Prancis. Sejarah tidak mencatat bahwa ada kapal kapal Viking yang berlayar sampai ke wilayah Mesir dan Kanaan. Mereka memang terkenal sebagai bajak laut di Laut Utara.
Masa pemerintahan dinasti Yuan tidaklah panjang, bahkan tak sampai seabad. Sejarah mencatat bangsa Mongol, lewat dinasti Yuan, hanya memerintah Cina selama 89 tahun saja. Kendati agama Islam berkembang dengan pesat tapi penderitaan rakyat sagat pedih atas kekasaran dan kekejaman bangsa Mongol. Pejuang-pejuang Islam bersama rakyat berusaha untuk menggulingkan dinasti Mongol ini.
Pada akhirnya kaum revolusioner Muslim bangkit bersama rakyat menentang dinasti Mongol. Pada pemberontakan ini berperanlah para ahli persenjataan Hui-hui (Islam). Mereka memperkenalkan mortir dan granat dalam menghadapi pasukan Mongol.
Dinasti Yuan tumbang setelah memerintah dari tahun 1279-1368M). Setelah Yuan tumbang berdirilah dinasti Ming yang dalam kenyataannya adalah satu daulah Islamiyah (Kilafah Ming). Kilafah ini memerintah dari tahun 1368 hingga 1644M. Ming memerintah dari ibukota Nanking, kemudian memindahkannya ke Peking.

pasukan mongol
Asia Tengah Sekarang
Rusia dan negar-negara Asia tengah sepakat memerangi Hizbut Tahrir
Sudah saatnya, kaum Muslim bersatu padu kembali mengambil Islam dan bersegera mewujudkan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan metode kenabian yang pada saatnya tiba akan mengadili Rusia dan rezim negara-negara pecahan Uni Soviet atas tindakan brutalnya terhadap kaum Muslim. Insya Allah, Khilafah tersebut di depan mata.
Timurlane



*dari berbagai sumber










uighur mongol muslim melakukan pernikahan
Saya fikir Mongolia memang sudah muslim pada awalnya. Dan serangan-serangan yang dilakukan itu adalah kemarahan mereka karena Islam sudah mulai dirusaki oleh baghdad itu sendiri. Tidak mungkin Islam berkembang begitu mudah di Mongol jika itu bukan agama yang memang dari awalnya diterima disana. Saran saya, kita harus kesampingkan terlebih dahulu bacaan-bacaan yang kita terima dari barat dan cina, karena kesengajaan mereka dalam menutup sejarah yang sebenarnya, terutama mengenai siapa bangsa Mongol itu, berapa besar yang mereka bunuh di dalam perjalanan mereka, dan sebagainya. Jika kristen saja bisa dimanipulasi oleh mereka, apalagi sejarah sebuah bangsa yang namanya Mongolia!
Saya setuju pada zaman itu disanalah sejarah kegelapan islam..saya jugaa yakin orang2 mongol itu dah memeluk agama islam..yg mereka bunuh adalah para prajurit yg kafir..kita berpikir secara logis aja dari mana merke bisa memeluk islam padahal pada saat itu menurut cerita orang2 itu para alim ulama dibantai..
Saya rasa mereka bukan murni Mongol kok. Orang Kazakh, Kyrgyz, Uzbek dan Turkmen itu berakar dari ras yang sama dengan orang Turki di Anatolia. Fitur wajah mereka juga berbeda-beda…dari yang sangat Eropa (atau mirip Timur Tengah seperti Uzbek dan Uygur) sampai yg sangat Mongol (Kazakh dan Kyrgyz). Sementara etnis Mongol sendiri agamanya juga macam-macam, dari yang Buddha sampai yang Islam (Orang Dongxiang, Bonan, Mogholi).
Coba perhatikan juga bahasa mereka. Dari Turkmen, Uzbek, Kyrgyz, Kazakh dan Uyghur satu rumpun dengan bahasa Turki. Sementara Tajik serumpun dengan bahasa Persia.
bahasa turki tu asal nya dari bahasa mongol,, trz brkmbng jd bhasa turku,rusia,dan ngara pchan uni soviet.. lht aja dialek nya hmpir sama
Tepatnya sekeluarga bhs dg bangsa Mongol gan, yaitu altaic language family. Ibarat Arabs dg Jews, bhs mereka rumpun Semitic.
Turkic dan Mongol ibarat cousin secara kebangsaan.
Coba tengok Turkic States (Uzbekistan, Kazakhstan, Kyrgyztan, Turkmenistan, Azerbaijan, Turkey) mereka penutur dialek Turkic language jg hanya masingnya beda aksen, belum lg Turkic states yg subyek federasi Russia spt Tatarstan and Bashkortostan, mereka jg Turkic people.
saya penasaran dgn tragedi pembantaian massal di baghdad pada saat itu,apakah memang ada genocide pada saat itu atau hanya rekaan org2 barat saja…mana yg benar sih??saya ingin tahu kepastian sejarah itu
Subhanallaaaah…saudara saudara kita disana ternyata masih banyak
…….
saya sangat terharu, ternyata banyak sekali saudara saudara kita di monggol, dan sekitarnya…..
Adai saya bisa kesana dan menemukan jodohku dengan gadis mongol muslim yang cantik-cantik….hehehehehehe
Kalau disimak dari sejarah, bangsa mongol/moghul,yang menetap di India adalah yang pertama berjasa menyebarkan agama Islam di Indonesia, Seperti yang pernah diceritakan oleh kakek buyut saya, benar adanya, Mengapa mereka begitu mudah menyebarkan Islam ditengah-tengah masyarakat Hindu & Budha di Tanah air ? karena mereka sangat memahami karasteristik dan budaya agama tersebut sama seperti yang ada di India, Sejarah mencatat salah satu pejuang Islam yang terkenal, Falatehan/ Fatahilah/ Fadhilah Khan yang mengusir Portugis dari Sunda kelapa adalah keturunan dari gujarat India dan masih berdarah Moghul/ Mongol,Maka kalau kita selami lebih dalam karasteristik Islam yang berkembang di Indonesia berbeda dengan Islam yang saat ini berkembang di Timur tengah. Apakah anda sependapat dengan saya ?
Mongol ditaklukan kstria islam tampa tanda jasa, yaitu para Syaikh Sufi. Ordo2 sufi yang berkembang sampai ke asia tengah ini menarik hati pemimpin-pemimpin mereka sehingga berbalik jatuh cinta kepada islam.
artikel yang sangat informatif, saya juga pernah lihat ulasanya di discovery chanel tentang penyerbuan dan penyebaran islam oleh tentara mongol di iraq
subhanallah,
gadis muslim di mongol sangatlah anggun2
Reblogged this on As-Sholihina and commented:
There’s a lot Mongolian students here. But… well, not sure… walllahualam..
.akankah bentuk penyerangan bansa mongol trhdap mslim itu mencirikan klu dia adlah ya’jud wal ma’jud bngsa yg kjam it…sbgai tanda tlah dekatnya hari kiamat sprti yg telah diberitakan alqur’an….?membunuh dan menyapu apa2 yg ada didepanya…Brarti kiamat dah dekat ya..! dkat pa ga nya dunia ini psti mengarah kesana.,pasti
Pingback: Beberapa Musuh Islam Yang Mendapat Hidayah | Islam Agama Yang Benar
Setahu saya 3 dari 4 Khanate Mongol adalah muslim, sehingga mayoritas bangsa mongol sebenarnya adalah Islam
monglia adalah yajuj majuj
Hmm…
Memang sich di Central Asia ada juga keturunan-keturunan Mongolian, tapi mainly mereka Turkic people gan (Kazakhs, Kyrgyz, Uyghur, Uzbek, Turkmen), beda sama orang mongol, tapi mereka masih sepupuan dari rumpun Altaic, ibarat Jews dan Arabs yg sesama Semitic.
Physically mereka juga berbeda kalau kita lihat semenjak suku-suku Turkic yg mongoloid ini invasi, migrate, and berkhagnate di daerah Central Asia, mereka berasimilasi dan interracial dengan native people di central asia sebelumnya, yakni orang-orang Iranic seperti Persian dan kekerabatannya. Makanya scr kultural juga akrab dg Persia, dan fisikly kaya half caucasian.
Saya rasa walaupun sudah lama melihat sejarah dan tetep menggunakan bangsa mongol pada setiap pertempuran, namun jika kurang bisa menggunakannya tetap saja kalau di rush akan kalah. tergantung orangnya kok. kalau pandai menggunakannya, maka kaum mongol itu akan menjadi sangat sulit untuk ditaklukan, apalagi jika sudah banyak mangundai yang dibuatnya.
Ingin sekali berkunjung ke mongol skaligus menikmati indahnya perjalanan jalur kereta api transsiberia
Orang mongol tidak pernah beragama Muslim. Ini kebohongan. Orang-orang itu beragama Islam. Tahu kan bedanya antara Islam dan Muslim? Muslim bisa melakukan kesalahan tapi Islam tidak karena itu berasal dari Tuhan dan dijamin kebenarannya.