Sejarah Islam di Siberia

Siberia, mendengar nama itu, orang akan langsung terbayang dalam benak mereka sebuah wilayah yang mengerikan, wilayah yang merupakan padang es terbesar di dunia, di mana dulunya telah menjadi tempat pembuangan dan kerja paksa bagi orang yang menentang negara Uni Soviet khususnya negara-negara yang berpenduduk mayoritas Islam yang banyak wilayahnya di aneksasi oleh Uni Soviet.

Diperkirakan secara statistik tidak resmi penduduk Siberia berjumlah 28 juta orang, dan 4 jutanya adalah umat Islam, terdiri dari penduduk berkebangsaan Tatar ataupun Mongol, serta Urdu dan beberapa kebangsaan lain seperti muslim Turkistan.

Menurut sumber sejarah, Islam masuk ke Siberia pada paruh kedua abad pertama hijriah, lewat tangan para da’i dari wilayah Samarkand, Bukhara, dan Kazan di Asia Tengah, para da’i tersebut juga sempat mendirikan sebuah negara Islam di wilayah Siberia pada tahun 978 H/ 1570 Masehi pada masa pemerintahan Kaisar Cochem Khan, dan pemerintahan Islam di sana berlangsung selama sepuluh tahun sampai akhirnya Rusia menduduki ibukota negara tersebut Trsar Sibir, dan sejak saat itu Siberia menjadi entitas terpisah namun masih tetap menjadi wilayah kekuasaan Rusia.

Mereka yang mengatakan bahwa Islam mencapai tempat-tempat seperti Siberia oleh kekuatan pedang tidak mengatakan yang sebenarnya, karena daerah itu sendiri adalah tidak subur, dan pada waktu itu bahkan tanpa hewan, kecuali ikan, dan penduduk manusia hanya sedikit dan jauh antara mereka. Dan ketika aturan Komunis didirikan di negara ini, rezim berturut-turut membuat Siberia tempat pengasingan bagi mereka yang tidak setuju dengan pemerintah hari ini.

Apa yang Muslim awal lakukan adalah untuk membujuk penduduk untuk memeluk Islam, dan dalam kaitan ini mereka membangun masjid, dan fakta bahwa masjid dapat ditemukan di bagian terpencil daerah, adalah indikasi yang jelas bahwa umat Islam terlibat di daerah tersebut tidak hanya dalam arti agama, tetapi juga budaya dan sosial.

Wilayah Muslim, meski kemiskinan mereka dan kondisi yang sengsara di mana mereka hidup, terus mempertahankan karakter dan identitas Islam mereka, dan sholat mengarah (Kabah) kiblat lima kali sehari, ketika datang hujan datang matahari bersinar. Ada kalanya kondisi dingin begitu besar, dan suhu berjalan serendah 61 derajat di bawah nol.

Selama era Komunis, banyak masjid di kota-kota dan desa-desa di Siberia entah dihancurkan oleh rezim atau dikonversi menjadi hal-hal seperti ruang tari atau kantor. Tetapi dengan berakhirnya era komunis, banyak telah dikembalikan ke umat Islam, yang pada gilirannya, dimulai tugas memperbaiki dan memulihkan mesjid mereka, sejauh bahwa banyak dari mesjid yang sekarang terisi penuh dengan jamaah.

Namun, ketika Asisten Sekretaris-Jenderal Dunia Islam Makkah berbasis League (MWL), Sheikh Muhammad Nasser Al-Abboudy, mengunjungi kawasan itu belum lama ini, ia mencatat bahwa tidak ada cukup sekolah-sekolah Islam atau pusat kebudayaan Islam disana, dan ada Al-quran atau majalah untuk kaum Muslim untuk membaca dan mengetahui lebih banyak tentang iman mereka dan saudara-saudara mereka di bagian lain dunia. Dia menambahkan bahwa fakta bahwa sekalipun tidak semua komponen penting, umat Islam di wilayah ini masih tetap teguh pada iman mereka, menambahkan bahwa ini adalah indikasi yang jelas tentang seberapa dalam Islam tertanam dalam pikiran mereka.

Masjid Qolsharif: Simbol Kemerdekaan Bangsa Tatar di Rusia (kazan, Siberia)

Beberapa temuan sejarah menunjukkan bahwa Islam telah ada di wilayah Federasi Rusia sejak abad ke-10. Tepatnya di Kazan, ibukota Republik Tatarstan dan salah satu kota terbesar di Rusia.

Secretary Clinton and Tatarsan President Mintimer Shaymiyev with participants from a traditional welcoming ceremony in Kazan, Russia.

Menlu USA Hillary Clinton dan Presiden Tatarsan Mintimer Shaymiyev dengan peserta dari upacara penyambutan tradisional di Kazan, Rusia.

Secretary Clinton and Deputy Mufti Ramil Yunusov congratulate a newly wed couple in Kazan, Russia.

Menlu USA Hillary Clinton dan Wakil Sekretaris Mufti Ramil Yunusov mengucapkan  selamat pasangan yang baru menikah di Kazan, Rusia.

Bukti kehadiran Islam di tanah Kazan ini merujuk pada penemuan sebuah masjid yang diyakini berusia seribu tahun lebih. Arkeolog menemukan reruntuhan lain berupa bebatuan putih di dekat salah satu benteng kuno. Menurut para peneliti, bangunan itu menghadap ke arah Makkah.

Temuan tersebut sekaligus membantah pandangan para sejarawan yang mengatakan bahwa Islam muncul di Kazan dan kawasan tersebut setelah abad ke 15. Menurut para ahli Rusia, kota Kazan telah ada sejak abad ke-10. Namun, dokumen-dokumen tertulis yang dimiliki kota ini berasal dari abad ke-15. Dalam periode tersebut, Kazan adalah ibukota ”Kazan Khanate”. Kota ini berkembang setelah didirikannya Kazan Khanate.

Lokasi di mana ditemukannya reruntuhan bangunan masjid tersebut kini berdiri sebuah masjid yang diberi nama Qolsharif (dalam bahasa Tatar) atau Kul Sharif (dalam bahasa Rusia). Masjid ini merupakan masjid terbesar di Rusia dan di kawasan Eropa Timur. Nama Qolsharif yang tersemat pada masjid ini mengacu kepada nama pemimpin dan ulama terkemuka di Kazan Khanate. Sejumlah literatur sejarah menyebutkan bahwa Qolsharif meninggal dengan sejumlah muridnya ketika berusaha mempertahankan Kazan dari pendudukan Rusia tahun 1552.

Untuk mengenang sang pahlawan Kazan ini, atas arahan Presiden Tatarstan Mintimer Shaymiev, maka kemudian dibangun kembali sebuah masjid yang hampir serupa, walaupun bentuknya sedikit modern. Disamping sang presiden juga berkeinginan memiliki sebuah masjid yang representatif dengan mengikuti contoh arsitketur Ottoman (Turki Usmani). Tahapan pembangunan kembali masjid tersebut dimulai sejak tahun 1996.

Diketahui bahwa bangunan masjid yang dulu pernah berdiri di lokasi tersebut memiliki dua buah menara. Kedua menara tersebut dalam bentuk kupola dan tenda. Secara keseluruhan bentuk bangunan masjid itu mengadopsi bangunan tradisional di wilayah Volga Bulgaria. Volga Bulgaria adalah sebuah negara Bulgar yang pernah eksis antara abad ke-7 hingga abad ke-13 di sekitar Sungai Volga dan Kama di Rusia. Meski mengadopsi bentuk bangunan tradisional Volga Bulgaria, namun beberapa bagian dari masjid ini menggunakan elemen aristektur Renaisans awal dan arsitektur Ottoman. Tahun 1552, selama penyerangan ke Kazan masjid ini dihancurkan oleh pasukan kekaisaran Rusia.

Simbol kemerdekaan

Bangunan Masjid Kul Sharif diresmikan pada 24 Juli 2005. Momentum pembukaan kembali masjid ini dijadikan momentum kebangkitan Kazan dan Tatarstan, karena bertepatan dengan hari berdirinya ibukota Kazan yang ke-1000. Karenanya, masjid ini dianggap sebagai salah satu simbol terpenting dari keinginan bangsa Tatar untuk merdeka dan bebas.

Peresmian tersebut dihadiri oleh ribuan warga muslim Tatarstan. Beberapa perwakilan negara Muslim, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang ikut menyumbang dalam pembangunan Masjid Kul Sharif hadir dalam acara peresmian tersebut.

Kendati bentuk bangunan lama dari masjid ini tidak lagi dipertahankan, namun penggunaan elemen arsitektur masa Renaisans awal dan Ottoman tetap dipertahankan oleh sang arsitek. Sekilas pandang, bangunan masjid ini menyiratkan kemegahan. Warna putih dan biru tampak mendominasi bagian luar masjid. Bangunan baru dari Masjid Kul Sharif ini memiliki delapan buah menara dan satu kubah utama yang dapat dilihat dari Katedral Saint Basil, Moskow. Kubah masjid berwarna putih-biru ini berdiameter 39 meter. Adapun kedelapan menaranya, masing-masing memiliki tinggi 57 meter.

Bangunan Masjid Kul Sharif ini terdiri dari dua tingkat. Lantai atas merupakan ruang shalat, sementara lantai bawah dipergunakan bagi keperluan pendidikan, museum maupun administrasi. Pada bagian halaman, terdapat dua ruang paviliun besar dan kolam berornamen Timur Tengah.

Dengan mempertahankan beberapa elemen arsiktektur pada bangunan lama, komplek Masjid Kul Sharif dianggap menjadi titik lanskap arsitektur Kazan terpenting. Selain bangunan masjid utama, juga terdapat ruang perpustakaan, ruang publikasi serta ruang khusus bagi para Imam. Lantas berapa biaya yang diperlukan untuk membangunnya? Situs Islamonline menyebut angka 375 juta rubel, yang sebagian besar berasal dari donasi masyarakat Tatarstan sendiri.

Selain karena kemegahan bangunannya, masjid yang juga terkenal di Eropa ini memiliki keunikan lainnya. Masjid ini berdampingan dengan sebuah katedral. Saat ini, bangunan masjid ini lebih sering digunakan bagi kepentingan umat muslim yang berada di Rusia serta menjadi pusat umat muslim untuk merayakan hari raya, baik Idul Fitri maupun perayaan keagamaan lainnya.

Putin Bertemu dengan pemimpin Tajjudin Talgat dewan Muslim CIS: Tajuddin pemimpin Muslim lahir di Kazan, Siberia tahun 1948.

Daging Halal di Jantung Siberia

Dan hari ini umat Islam di seluruh wilayah Siberia hanya tinggal sekitar 4 juta orang, namun mereka telah menjadi sumber daging halal bagi wilayah Siberia dan Rusia maupun negara-negara Arab.

Untuk pertama kalinya sebuah wilayah terpencil di utara Siberia Rusia memiliki sebuah peternakan yang mengkhususkan diri sebagai tempat pemotongan hewan halal, mereka menyediakan daging hewan ternak maupun penjualan daging rusa untuk umat Islam di daerah sekitar wilayah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan ekslusifnya kepada CNN, Ahmad Gaiyazov, imam dan pimpinan pada departemen agama di republik Komi (sebuah negara dari federasi Rusia) mengatakan: “Para penduduk wilayah ini telah menjadikan binatang rusa kutub sebagai sumber daging dan kulit, karena kemampuan rusa-rusa tersebut dalam menghadapi kondisi cuaca yang sangat ekstrim.”

“Oleh karena itu, meningkatnya populasi hewan rusa kutub menjadi bagian penting bagi pertanian disini, rusa-rusa itu dapat disembelih secara halal dan di distribusikan ke negara-negara Arab muslim dan juga dijual ke penduduk muslim di sekitar Siberia.

“Dan pada kenyataannya, daging hewan halal rusa kutub ini sekarang telah dapat di ekspor ke berbagai kota yang ada di Rusia, daging rusa kutub sangat lezat rasanya dan mirip dengan daging sapi. Selain itu kondisi dan kualitas pakan untuk rusa di daerah ini sangat bagus sehingga bisa dikatakan jarang rusa kutub yang mengalami sakit, dan daging rusa yang telah dipotong tersebut di ekstrak dari lingkungan yang bersih dan sangat sehat,” katanya menambahkan.

Sebagai catatan bahwa hewan rusa kutub telah menjadi pemasok utama makanan daging bagi penduduk di wilayah Siberia yang beriklim es, penduduk di sana jarang menemukan sayur-sayuran maupun buah-buahan dan produk pertanian lainnya di musim dingin karena kondisi iklim yang sangat ekstrim dengan suhu di bawah 40 derajat di bawah 0 dalam periode sepanjang tahun.

Ujian terhadap para pengemban dakwah terus menerus melanda menguji keimanan mereka. Fitnah pun tersebar, para pengemban dakwah dituduh teroris. Mereka ditangkap bukan karena aktivitas teroris, tetapi karena istiqomah menyebarkan Islam di negara bekas Uni Soviet itu. Baru-baru ini dikabarkan dinas keamanan rezim Rusia menangkapi lagi para aktivis Islam di Siberia Barat atau Tyumen.

“Pimpinan sel, seorang mantan narapidana, telah ditangkap. Sejak 2008, ia telah menyebarkan ide-ide ekstrimis di kalangan penduduk lokal dan merekrut anggota baru, terutama di kalangan narapidana yang baru dilepas bebas,” kata jurubicara kantor regional Keamanan Federal (FSB).

Rusia memaksakan tuduhan palsunya terhadap Hizbut Tahrir sebagai gerakan teroris. Anehnya, tak ada bom molotov atau secuil senjata pun yang disita, melainkan mereka hanya menyita pamflet dan buku-buku.

Pihak petugas FSB menyita lebih dari 100 pamflet dan buku-buku ekstrimis pada saat penangkapan.

“Lebih dari 100 ekslempar buku yang diterbitkan oleh Hizbut Tahrir disita dari orang yang ditangkap,” katanya.

“FSB juga telah mengidentifikasi kelompok pendukung yang berhubungan dengan kegiatan sel Hizbut Tahrir di Tyumen,” tambahnya.

Seperti disebutkan oleh kantor berita rusia, Hizbut Tahrir berjuang untuk menyatukan kaum Muslim ke dalam sebuah negara Islam. Namun, Rusia berusaha untuk menghubungkannya dengan kelompok Islam radikal di Chechnya. Pada tahun 2003, Rusia menempatkan kelompok tersebut pada daftar organisasi-organisasi terlarang.

Media RIA novosti juga menyebut partai politik tersebut tidak diklasifikasikan sebagai organisasi teroris di Amerika Serikat.

Rusia memiliki delapan daerah dengan populasi Muslim, Tatarstan dan Bashkortostan di daerah Volga, republik Dagestan Kaukasus Utara, Chechnya, Ingushetia, Kabardino-Balkariya, Karachai-Circassia dan Adyghea Rusia Selatan.

Demikianlah, lagi-lagi para pemuda pengemban dakwah diuji. Tetapi semua hanya menunjukkan semakin dekatnya pertolongan dari Allah Swt. berupa kemenangan dengan tertegaknya Khilafah Rasyidah. Pada saat itulah, Khilafah akan mengadili para rezim atas tindakan jahat mereka.


Daratan Siberia 

The Kazan Kremlin’s Savior Tower, foreground, and the Kul-Sharif Mosque, background.

The main prayer hall of the Kul-Sharif Mosque, Kazan.

The Mausoleum of the Kazan Khans in the Kazan Kremlin.

Akhir-akhir ini, pemerintahan Rusia juga tercatat lebih memberikan banyak kebebasan dan kelonggaran bagi warga negara mereka yang menganut agama Islam, juga agama lainnya.

Russian 100 Years Ago In Color

russian 100 ago 12

Foto pria tua Samarkhand yang sedang memegang burung hasil tangkapannya hari itu.

russian 100 ago

Lelaki ini telah mengunjungi hampir semua tempat pada masa kerajaan Russia. pria ini adalah salah satu pengembara dari  dari Turkmenia (sekarang disebut dengan Turkmenistan). Unta merupakan salah satu alat transportasi pengangkut barang dagangan saat itu, bahkan unta masih tetap dipergunakan sebagai alat transportasi walaupun pemerintah Rusia saat itu sudah mulai menggunakan kereta api.

russian 100 ago 8

Tampak tambang biji besi yang dikelola pribadi oleh sebuah keluarga, salah satu penyuplai biji besi yang terdapat diatas tambang tersebut.

russian 100 ago 6

Ini adalah salah satu pedagang di pasar Samarkhand, pria ini menjual buah melon. Samarkhand adalah salah satu bagian dari kekaisaran Rusia pada masa itu.

russian 100 ago 5

Ini adalah salah satu toko di Samarkhand. pria pemilik toko menjual sutra dan wool, selain itu dia juga menjual beberapa karpet yang berasal dari daerah timur tengah.

Di bagian atas tokonya tampak potongan Ayat Suci Al Quran yang dibingkai dengan indah.

russian 100 ago 3

Gbr diatas merupakan rumah pengolahan kayu yang dibangun dari kayu tanpa di cat, warnanya berubah menjadi abu-abu karena tergerus air hujan. cuaca menunjukan bahwa saat itu berada di pertengahan musim panas di Siberia

russian 100 ago 10

Tampak beberapa pekerja muslim yunani yang bekerja di perkebunan teh di sebelah timur laut hitam. saat itu, di Rusia banyak terdapat orang Yunani yang bekerja di perkebunan teh dan pabrik-pabrik.

russian 100 ago 2

Foto pemilik pabrik yang memproduksi peralatan perang di Ural, sebuah tempat dekat Siberia.

One response to “Sejarah Islam di Siberia

  1. Assalamu alaikum,

    Adakah saudara pernah ke Siberia untuk menziarahi masjid Qul Sharif?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s