CONTOH BID’AH DAN KHURAFAT DI INDONESIA

tempat2 keramat  yang banyak berada di perempatan jalan gitu, yang katanya kalo di pindah bisa menimbulkan korban.

Rasulullah SAW bersabda : “Orang yang senantiasa berpegang teguh dengan sunnahku saat terjadi perselisihan diantara umatku laksana orang yang memegang bara api.” (HR. Hakim)

Detik-detik meninggalnya Rasulullah

Pagi itu Rasululloh dengan suara terbata-bata berkutbah, ” Wahai umat ku. kita semua dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih_Nya, maka taat dan bertaqwala kepada_Nya. Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Qur’an dan Sunnahku. Siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surga bersama-sama aku” Kutbah singkat itu di akhiri dengan pandangan mata rasululloh yang tenang dan penuh minat menatap satu persatu sahabatnya. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang. Ali menundukkan kepala. Isyarat telah datang, saatnya telah tiba, ” Rasululloh akan meninggalkan kita semua” keluh hati sahabat. Manusia tercinta itu, hampi selesai tunaikan tugasnya. Tanda-tanda itu makin kuat. Ali dengan cekatan memeluk rasululloh yang lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.

MENGENAL BID’AH

Mirip Syari’at Tetapi Sesat

Pengertian bid’ah secara bahasa berarti sesuatu yang baru atau membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Dalam tinjauan bahasa memang mobil itu bid’ah, microphone itu bid’ah, computer itu bid’ah, hanphone juga bid’ah. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud oleh Nabi. Bid’ah yang dimaksud Nabi adalah bid’ah dalam tinjauan syar’i.

Adapun bid’ah dalam tinjaun syar’i, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Asy-Syatibi dalam kitab Al-I’tisham Bid’ah adalah suatu cara beragama yang mirip dengan syari’at yang dengan melakukannya seseorang bermaksud melakukan ibadah kepada  Allah.

Bid’ah Adalah Musibah

Berkembangnya bid’ah-bid’ah adalah musibah. Bahkan tak ada yang lebih menyesakkan dada para ulama melebihi kesedihan mereka ketika melihat munculnya bid’ah. Ibnul Mubarak berkata: “kita mengadu kepada Allah akan perkara besar yang menimpa umat ini, yakni wafatnya para ulama’ dan orang-orang yang berpegang kepada sunnah, serta bermunculannya bid’ah-bid’ah.”

Abu Idris Al-Khaulani berkata: “Sungguh melihat api yang tak biasa kupadamkan lebih baik bagiku daripada melihat bid’ah yang tak mampu aku padamkan.”

Bid’ah menjadikan pelakunya semakin jauh kepada Allah. Hasan Al-Bashri mengungkapkan, “Bagi para pelaku bid’ah, bertambahnya kesungguhan ibadah (yang dilandasi bid’ah), hanya akan menambah jauhnya kepada Allah.”

Mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap bid’ah ini, mendekati wafatnya Nabi memberikan beberapa wasiat, diantaranya,

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

”Jauhilah oleh kalian perkara yang diada-adakan, karena sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Antara Bid’ah dan Ikhtilaf Ulama’ (Perbedaan Pendapat Ulama)

Bid’ah tidaklah sama dengan ikhtilaf para ulama. Bid’ah harus diingkari dan dicegah, sedangkan ikhtilaf yang merupakan hasil ijtihad di kalangan ulama tidak boleh dicegah atau diingkari sebagaimana mengingkari maksiat. Qunut subuh misalnya, tidak selayaknya kita mengingkari orang yang melakukannya seperti kita mengingkari kemungkaran atau bid’ah. Karena nyatanya hal itu diperselisihkan ulama tentang kesunnahannya. Begitupun juga dengan ikhtilaf dalam hal tahiyat, menggerakkan jari atau tidak. Juga ketika berdiri dari rukuk, bersedekap atau tidak.

Hal ini berbeda dengan perkara bid’ah yang nyata diada-adakan. Seperti berkumpul pada hari ke-7, ke-40 atau ke-100 hari orang yang meninggal dunia. Karena tidak ada dalil ke-sunnahannya, tidak ada pula ulama terdahulu yang menganjurkannya. Bahkan para sahabat menganggapnya sebagai nihayah (meratapi mayit). Jarir bin Abdillah al-Bajali berkata,

كُنَّا نَرَى الِاجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ مِنْ النِّيَاحَةِ

“Kami (para sahabat) menganggap bahwa kumpul-kumpul di tempat keluarga mayit dan membuat makanan (jamuan) setelah dikuburkannya mayit termasuk nahiyah (meratapi mayit).” (HR. Ibnu Majah no. 1601, disahihkan oleh Al-Albani dalam Talkhish Ahkam Al-Jana’iz, hal. 73)

Menyoal Bid’ah Hasanah

Sebagian orang berpendapat bahwa bid’ah terbagi menjadi dua, yaitu bid’ah hasanah dan bid’ah sai’ah (bid’ah buruk dan bid’ah baik). Padahal Nabi tidak pernah memperkenalkan kepada umatnya tentan pembagian bid’ah ini. Dengan tegas Rasulullah bersabda

وَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“…..karena sesungguhnya setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits ini merupakan kaidah agama yang berlaku mutlak.

Adanya bid’ah hasanah sering dialamatkan kepada sahabat Umar bin Khothab yang mengatakan tentang shalat tarawih, “Ni’matul bid’ah hadzihi,” sebaik-baik bid’ah adalah ini. Hal ini dapat terbantahkan dari berbagai sisi.

Pertama: kalaupun maksud perkataan Umar adalah yang seperti mereka maksudkan, maka tidak boleh mengkonfrontir hadits Nabi dengan perkataan sahabat. Abdullah bin Abbas pernah berkata, “Hampir-hampir hujan batu menjatuhi kalian dari langit, aku katakana ‘Rasulullah bersabda’, kalian menyanggahnya dengan ‘Abu Bakar berkata’.”

Kedua: yang dimaksud Umar adalah bid’ah dengan pengertian bahasa, bukan bid’ah secara syar’i.

Ketiga: shalat tarawih berjama’ah yang dianjurkan Umar, tidak dikatakan sebagai bid’ah secara syar’i. karena amalan itu ada contohnya dari Nabi.

Beda Bid’ah Dengan Al-Maslahah Al-Mursalah

Pembolehan bid’ah sering dialamatkan kepada para sahabat maupun tabi’in, lalu itu dijadikan alasan untuk membuat syariat-syariat baru. Yang paling sering dijadikan alasan mereka adalah sejarah Jam’ul Qur’an (pengumpulan Al-Qur’an), yang termasuk bentuk dari al-maslahah al-mursalah.

Al-Maslahah al-Mursalah diberlakukan untuk menjaga perkara yang bersifat dharuri dan bertujuan untuk raf’ul haraj (menghilangkan keberatan) dalam menjalankan ketentuan syari’at. Hal ini berbeda dengan bid’ah yang diada-adakan meskipun dianggap sebagai maslahah mursalah oleh orang yang tidak memahami perbedaan diantara keduanya.

KHURAFAT MENURUT ISLAM:
PENGARUH DAN KESANNYA KEPADA AQIDAH UMAT ISLAM
PENDAHULUAN

Sebelum kedatangan Islam, penduduk di Nusantara mempunyai pegangan dan keyakinan tentang adanya kuasa ghaib yang mereka tidak nampak tapi dapat mereka rasai kesannya.
DINAMISME
Kepercayaan adanya tenaga yang tak berperibadi dalam diri manusia, haiwan, tumbuh-tumbuhan, benda-benda dan kata-kata.
Tenaga yang tak berperibadi ‘MANA’ Prestasi yang luar biasa yang dipunyai pemiliknya, Kulit Limau Besar, Daun Silat, Inggu, Besi Berani, Keris dll.
ANAMISM
Kepercayaan adanya jiwa dan ruh yang dapat mempengaruhi alam manusia
1. Ruh atau anasir halus yang?mempunyai kekuatan dan kehendak .
2. Kesenangan ruh perlu dijaga dan dipelihara.
3. Ruh org mati,gunung,sungai,batu dll.
HINDU
Kepercayaan kepada dewa-dewa
1. Dewa lebih berkuasa, lebih tinggi & mulia.
2. Penyembahan dewa lebih umum
3. Mempunyai pekerjaan-pekerjaan tertentu
DEFINISI KHURAFAT
Kamus Bahasa Arab:
(al-Mujam al-Wasit) Cerita-cerita yang mempesonakan yang dicampuradukkan dengan perkara dusta
(al-Marbawi) Cerita karut (karut marut)
Kamus Dewan:
KHURAFAT
Kepercayaan karut yang diada-adakan berpandukan kepada perbuatan-perbuatan dan kejadian-kejadian alam yang berlaku.
Kesimpulannya
KHURAFAT
Semua cerita sama ada rekaan atau khayalan, ajaran-ajaran, pantang larang, adat istiadat, ramalan-ramalan, pemujaan atau kepercayaan yang menyimpang dari ajaran Islam
Khurafat adalah bidah akidah
Apa saja kepercayaan kepada sesuatu perkara yang menyalahi ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
CIRI-CIRI KHURAFAT
1. Tidak didasarkan pada nas-nas syarak (al-Quran atau hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.
2. Cerita-cerita rekaan, dongeng, khayalan atau karut.
3. Bersumberkan kepada kepercayaan-kepercayaan lama dan bercanggah dengan Islam.
4. Menggunakan objek-objek tertentu seperti kubur, pokok dan sebagainya.
5. Mempunyai unsur-unsur negatif dari segi akidah dan syariah.
6. Berbentuk pemujaan dan permohonan kepada makhluk halus
BENTUK-BENTUK KHURAFAT
Kepercayaan kepada keramat seperti kubur, pokok kayu, telaga, batu, bukit, tongkat dan sebagainya.
KERAMAT
1. Perkara yang luar biasa.
2. Anugerah Allah kepada hambanya yang salih.
3. Terjadi daripada orang salih.
4. Bukan dari benda-benda seperti tembikar, kubur, pokok dll.
5. Bukan dari orang fasik.
6. Kepercayaan kepada sial majal seperti adat mandi safar, adat mandi membuang sial dan sebagainya.
7. Kepercayaan kepada kekuasaan jin dan memohon pertolongan darinya seperti adat memuja kampung, adat merenjis tepung tawar adat pantai dan sebagainya
TIDAK ADA SANGKAAN SIAL DLM ISLAM
Sabda Rasulullah s.a.w yg bermaksud:
Tidak ada burung, tidak ada penyakit menular dan tidak ada sial.
Anggapan sial itu adalah syirik. (ini diucapkan oleh Nabi sebanyak 3 kali)
JIN
1. Makhluk alam ghaib yang berakal, berkehendak, sedar dan ada kewajipan.
2. Ia berjasad halus dan hidup bersama-sama manusia di dunia ini.
3. Jin dicipta lebih dahulu daripada manusia.
4. Ia dicipta daripada api. Firman Allah dlm Al-Hijr 15: 26-27 yang bermaksud
Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia daripada tanah liat yg kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami menciptakan jin, sebelum itu, dari. api yg sangat panas.
Firman Allah:
وأنه كان رجال من الإنس يعوذون برجال من الجن فزادهم رهقا
Maksudnya
Dan sesungguhnya ada beberapa orang di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa orang di antara jin, maka jin-jin itu menambah dosa dan kesalahan bagi mereka. (Al-Jin 72: 6)
Kepercayaan kepada bertambah dan berkurangnya rezeki seperti adat memuja semangat padi yang dilakukan oleh petani-petani seperti bersemah (memuja semangat padi) dan membuang ancak di sungai dan laut dan bermain pantai.
Rezeki Pemberian Allah
Firman-Nya Yg Bermaksud: Kamilah Yg Memberi Rezeki (Hud : 6)
Hendaklah Berusaha Banyak / Sedikit Ketentuan Allah
Kepercayaan kepada petanda-petanda, pantang larang dan mimpi. Contohnya seperti tidak boleh keluar ketika gagak berbunyi, takut mendapat sial atau bala dan sebagainya.
Sabda rasululullah s.a.w yang bermaksud: mimpi ada tiga jenis: mimpi yg datang dari allah, mimpi kesedihan yang datang dari syaitan dan mimpi yg datang dari kesan bisikan hati seseorang di waktu sedar, lalu dilihatnya dlm mimpi.
Memuja objek-objek tertentu, pohon, roh nenek moyang, kubur-kubur yang dianggap wali dan sebagainya.
Percaya kepada ramalan-ramalan bintang, angka-angka atau rajah-rajah tertentu.
Sabda Rasulullah s.a.w
Janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah. Sangat murka Allah terhadap orang-orang yang membuat makam-makam para nabi sebagai tempat ibadat.
HUKUM BERAMAL DENGAN KHURAFAT
Segala amalan dan kepercayaan yang tidak berdasarkan kepada sumber-sumber yang asal seperti al-Qur’an, al-Hadis, Ijma’ dan Qiyas adalah ditolak oleh Islam. Sabda Rasulullah
من أحدث فى أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد
Maksudnya: Barangsiapa mengada-adakan di dalam agama kami sesuatu yang tidak ada di dalamnya, maka yang dikerjakannya itu adalah tertolak.
Percaya kepada benda-benda yang dijadikan keramat seperti pokok, kubur, telaga dan sebagainya, serta memuja, memohon pertolongan dan melepaskan nazar pada benda-benda berkenaan dan percaya ianya mempunyai kuasa selain dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, adalah membawa kepada syirik dan bertentangan dengan kepercayaan tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك فان فعلت فانك إذا من الظلمين
Dan janganlah menyembah atau memuja yang lain dari Allah, yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepadamu dan juga tidak dapat memberi mudharat kepadamu. Sekiranya engkau mengerjakan yang demikian maka jadilah engkau orang-orang yang berlaku zalim (terhadap diri sendiri dengan perbuatan syirik itu)
أوسحر أو سحر له
Bukan dari golongan kami sesiapa yang merasa sial atau meminta diramalkan kesialannya atau merenung nasib atau minta ditenungkan atau mensihirkan atau meminta disihirkan.
Sabda Rasulullah
إن الرقى والتمائم والتولة شرك
Sesungguhnya jampi mentera, tangkal dan guna-guna itu syirik.
من علق تميمة فقد أشرك
Sesiapa yang memakai tangkal, maka ia telah melakukan kesyirikan.
KESAN KHURAFAT TERHADAP UMAT ISLAM
1. MEROSAKAN AKIDAH
2. MENAMBAHKAN AMALAN BID’AH
3. HILANG KEPERCAYAAN?KEPADA QADA DAN QADAR
4. HILANG SIKAP BERUSAHA
5. MUDAH BERPUTUS ASA
TIDAK BERTAWAKKAL KEPADA ALLAH
Bahaya yang paling besar akan dihadapi umat Islam jika mempercayai khurafat dan beramal dengannya ialah terjerumus ke lembah kesyirikan.
SYIRIK
MENYEKUTUKAN ALLAH DENGAN SESUATU
SYIRIK
1. Perkara Yang Diharamkan
2. Pelakunya Tidak Akan Diampunkan
3. Segala Amalannya Dibatalkan
قل تعالوا أتل ما حرم ربكم عليكم ألا تشركوا به شيئا (الأنعام : 151)
Katakanlah (wahai Muhammad): Marilah aku bacakan (untuk kamu) perkara yang telah diharamkan oleh Tuhan kamu, iaitu janganlah kamu sekutukan Allah dengan sesuatupun.
إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشا ومن يشرك بالله فقد افترى إثما عظيما
( النساء : 48)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
BAHAGIAN SYIRIK
 SYIRIK JALI (syirik yang nyata)
mempercayai adanya sesuatu yang setara dan? setanding dengan Allah Ta’ala, kepadanya dipohon doa, kepadanya diadakan upacara penyembahan, dan ditakuti bala bencana daripadanya.
 SYIRIK KHAFI
(syirik yang tersembunyi).
Sesuatu kepercayaan, perkataan atau perbuatan yang menggambarkan wujud kekuasaan atau sebagainya selain Allah Ta’ala.
SENARAI AMALAN SYIRIK YANG TERSEMBUNYI
1. Mempercayai sesuatu yang menjadi sebab baik atau buruk.
2. Menaruh perasaan takut dan gerun kepada kekuatan sesuatu selain daripada Allah.
3. Menumpukan harapan kepada sesuatu yang lain daripada Allah.
4. Melakukan pemujaan
5. Bersumpah dengan sebarang sebutan yang lain daripada Allah.
6. Mengatakan: “Kalau tidak kerana pertolongan Allah dan pertolongan si polan dan si polan, tentulah tidak akan berjaya
7. Melakukan sesuatu ibadat atau daya usaha pengorbanan atau perjuangan bukan kerana perintah Allah semata-mata tetapi juga untuk kepentingan yang lain.
SYIRIK BAHAYA DAN KESANNYA DALAM
KEHIDUPAN MANUSIA

1. Rosak Akidah
2. Penghinaan Terhadap Kemanusiaan
3. Sarang Tahyul
4. Kezaliman Terhadap Kebenaran Dan Diri Sendiri
5. Sumber Ketakutan
Firman Allah
Barangsiapa Mengharap Perjumpaan Dengan Tuhannya, Maka Hendaklah Ia Mengerjakan Amal Salih, Dan Janganlah Ia Mempersekutukan Seorang Pun Dalam Beribadat Kepada Tuhannya. (Al-Kahfi:10)
SEMOGA KITA SEMUA AKAN DILINDUNGI ALLAH DARI MALAPETAKA DAN KENISTAAN API NERAKA; MEMPEROLEHI KEBERUNTUNGAN DUNIA DAN AKHIRAT DAN MASUK SYURGA

BID’AH DAN KHURAFAT DI INDONESIA

Diantara bid’ah dan khurafat yang terjadi di Indonesia adalah sebagai berikut:

Kualat Karena Melanggar Adat


Sebagian orang menganggap bahwa upacara adat lah yang bisa menjaga keamanan dan kesejahteraan mereka. Meninggalkannya berarti, siap menuai petaka. Jika ditanya mengapa adat atau ritual itu diberlakukan, biasanya jawabannya setandar. Kadang dalam rangka tasyakuran atau tolak balak. Tapi kenapa cara seperti itu yang dipilih bukan cara yang ditunjukkan oleh islam? Jawabannya hampir bisa dipastikan, “adatnya sejak dulu ya seperti ini!” persis dengan kaum musyrik tempo dulu. Allah berfirman,

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang telah Kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. (QS. Al-Baqarah 170)

Cegah Bencana Dengan Ritual Tolak Balak

Ritual yang dimaksud adalah sesaji untuk taqarrub kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat itu. Seakan jin-jin itu mampu mengendalikan alam, mampu mendatangkan banjir, mampu menjadikan gempa bumi dan tanah longsor. Ini adalah keyakinan syirik paling berat yang bahkan tidak dilakukan oleh orang-orang musyrik. Orang-orang musyrik dahulu menyekutukan Allah dalam beribadah, tapi mereka tetap meyakini, bahwa yang mengendalikan semua urusan adalah Allah. Firman Allah Qs. Yunus 31

Hilangkan Mimpi Buruk Dengan Membalik Bantal

Mereka meyakini dengan membalik bantalnya, maka arah mimpi menjadi berubah atau ‘epesode’nya berganti. Ada pula yang berkeyakinan, dengan membalik bantal, maka apa yang dialami dalam mimpi tidak menjelma di alam nyata. Bagaimana islam menjelaskan kejadian seperti ini, lalu bagaimana solusinya?

Nabi telah menjelaskan bahwa mimpi baik itu adalah dari Allah, sedang mimpi buruk itu dari setan. Rasulullah bersabda,

“Mimpi baik itu dari Allah, sedang mimpi buruk itu dari setan. Jika salah satu di antara kalian bermimpi yang tidak disukai, maka hendaknya menghembuskan (dengan sedikit ludah) kekiri tiga kali, lalu membaca ta’awudz kepada Allah dari keburukannya, niscaya mimpi buruk itu tidak akan memadharatkannya.” (HR. Muslim)

Menanam Kepala Kerbau

Mereka meyakini bahwa tradisi menanam kepala kerbau seolah suatu keharusan yang mengiringi momen-momen penting. Seperti peletakan batu pertama suatu bangunan, pembangunan jembatan, ritual sedekah bumi maupun tradisi larung untuk sedekah laut, kepala kerbau hampir menjadi inti dari sesaji. Dalam hal ini Rasulullah bersabda,

وَلَعَنَ الله مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ الله

“Dan Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) untuk selain Allah.” (HR. Muslim)

Sial Karena Terkena Hukum Karma

Dalam bahasa sansekerta, karma berarti perbuatan. Dalam arti umum, meliputi semua kehendak (baik dan buruk, lahir dan batin, pikiran, kata-kata atau tindakan). Karma dikenal juga dengan hukum sebab-akibat. Mereka yang percaya karma yakin bahwa di masa yang akan datang orang akan memperoleh konsekuensi dari apa yang telah diperbuat di masa lalu.

Sepintas ajaran ini mirip dengan Islam, yang mengenal istilah ‘al-jaza’ min jinsil amal’, bahwa hasil itu sepadan dengan usaha yang dilakukan. Padahal ada perbedaan menyolok antara karma dan kaidah islam tersebut. Karma adalah bagian dari kepercayaan Hindu-Budha. Karma tidak terpisahkan dengan ajaran reinkarnasi, yang menyatakan bahwa setelah seseorang meninggal akan kembali ke bumi dalam tubuh yang berbeda. Jadi, mereka meyakini hidup berulang kali di dunia, mesklipun dengan wujud yang berbeda. Tentang nasib, tergantung karma yang diperbuatnya dikehidupan sebelumnya.

Dalam Islam misibah yang menimpa, memang kadang bisa diartikan dengan balasan, tapi kadang pula berarti pembersih dosa dan terkadang berarti ujian. Orang yang terlanjur berbuat dosapun tidak menutup kemungkinan untuk bertaubat, sehingga efek dosa bisa tercegah, baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam

Musibah Karena Mendahului Kakaknya Menikah


Mereka meyakini bahwa hal ini akan menjadikan kakaknya tidak laku, dan sang adik juga akan menerima akibatnya karena lancang melangkahi kakaknya menikah. Sebagian yang merasa terpaksa ‘melanggar’ adat itu mengharuskan sang adik untuk mengadakan ritual plangkahan. Adapun islam mengajarkan untuk menyegerakan jika dirasa sudah mampu. Tidak menjadi soal apakah ketika menikah kakaknya telah menikah atau belum.

Selamatan  Tujuh Bulan Dalam Kandungan


Orang jawa menyebutnya dengan mitoni. Menurut para pelakunya, ritual ini merupakan bentuk syukur kepada sang Pencipta yang telah menyelamatkan ibu dan calon bayi hingga berumur tujuh bulan. Harinya pun dipilih hari ‘baik’ bukan sembarang hari. Bentuk ritualnya bermacam-macam, dari ritual siraman, calon ibu berganti pakaian dengan 7 motif, lalu para tamu diminta untuk memilih motif mana yang paling cocok.

Tujuan untuk bersyukur tidaklah menjadikan ritual itu layak diikuti. Karena tujuan yang benar harus ditempuh dengan cara yang benar pula. Lalu bagaimana cara mensyukuri yang benar? Tak ada ritual khusus, waktu khusus atau tempat khusus. Hendaknya memperbanyak tahmid dalam segala kondisi, dan jika suatu kali mendapatkan suatu perkara yang tidak disukai hendaknya membaca Alhamdulillah ‘ala kulli haal, segala puji bagi Allah dalam segala keadaan.

Kokok Ayam Ditengah Malam, Isyarat Wanita Hamil Di Luar Nikah

Kepercayaan seperti ini biasanya terjadi karena hasil utak-atik orang terhadap perkara yang dianggap ganjil. Misalnya secara kebetulan ada kejadian yang berbarengan. Keyakinan seperti ini tidaklah dibenarkan karena tidak berlandaskan dalil.

Sesaji Untuk Bersyukur


Diantaranya adalah sesaji sebagian para nelayan untuk “Dewi Roro Kidul”, penguasa pantai selatan dan juga sesajinya para petani untuk “Dewi Sri”, yang diyakini telah menguningkan padi mereka. Sesajian ini adalah termasuk dari kesyirikan.

Nyadran Dan Padusan-Jawa/Balimau-Minang  Di Penghujung Sya’ban

Yadran – Jawa

Balimau atau Padusan

Sebagian warga di Magelang misalnya, mereka melakukan ritual sadranan di puncak Gunung Tidar. Konon di sana terdapat petilasan Syekh Subakir.

Selain nyadran ada juga ritual yang di sebut dengan “padusan” / mandi sebelum memasuki bulan ramadhan.  Di Sumatra Barat hal ini dikenal dengan Balimau, Padahal ritual ini tidak pernah diajarkan Islam.

Sial Karena Kejatuhan Cicak
[Gambar: cicak.jpg]
Mereka meyakini, ketika kejatuhan cicak, maka bertanda mereka akan mendapatkan musibah. Sebagai penangkal mereka segera memburu cicak tersebut dan menyobek mulutnya, supaya musibah tidak jadi menimpanya. Hal ini disebut juga dengan tathayur yang dilarang dalam Islam.

Nabi bersabda barang siapa mengurungkan keperluannya karena thiyarah, maka dia telah berbuat kesyirikan,” lalu para sahabat bertanya. “lalu apa tebusannya wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “hendaknya engkau membaca,

اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ، وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ، وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

“Ya Allah, tiada nasib baik kecuali nasib baik (dari)Mu, tiada thiyarah kecuali thiyarah-Mu dan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Ahmad)

Bintang Beralih Tanda Kematian

Keyakinan seperti ini telah ada sejak zaman jahiliyah terdahulu. Ketika Nabi bersama para sahabatnya sedang duduk-duduk, tiba-tiba terlihata di langit ada bintang beralih, maka beliau bersabda, “Apa yang kalian katakana di masa jahiliyah dahulu ketika melihat yang demikian?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui, dahulu kami mengatakan bahwa pada pada malam itu telah lahir seorang pria agung dan telah wafat laki-laki yang agung pula.”

Sebagai koreksi dari keyakinan jahiliyah tersebut, Nabi bersabda, “Bintang itu dilempar bukan karena seseorang yang mati ataupun lahir, akan tetapi Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala ketika memutuskan perkara maka bertasbihlah para malaikat penyangga Arsy, kemudian bertasbihlah para penduduk langit di bawah mereka, hingga suara tasbih tersebut sampai penduduk langit dunia ini. Kemudian para malaikat yang berada di bawah penyangga Arsy bertanya kepada para penyangga Arsy, “Apa yang telah difirmankan oleh Rabb kalian?” Lalu merekapun mengabarkan tentang apa yang telah Dia firmankan. Maka sebagian penduduk langit mengabarkan kepada sebagian yang lain sehingga kabar tersebut sampai ke langit dunia, ketika itu jin mencuri dengar tentangnya untuk dibisikkan kepada walinya (dukun), lalu dia dilempar dengan bintang tersebut. Maka jika mereka (berhasil mendengar) kemudian mengabarkan sesuai yang didengar maka beritanya benar, akan tetapi mereka suka membuat-buat dan menambahnya.” (HR.Muslim)

Tukar Cincin Pernikahan

cincin-kawinUpacara tukar cincin menjadi tradisi wajib bagi banyak kalangan, termasuk kaum muslimin. cinci pernikahan pun sebagai barang bertuah yang memiliki arti sakral. Berbagai mitos tentang cincin inipun berkambang di masyarakat. Konon, cincin pernikahan itu bisa menjadi sebab kelanggengan bahtera rumah tangga. Bila ini yang diyakini maka mereka telah terjebak kepada ksyirikan karena menganggap cincin bisa mendatangkan manfaat ataupun madharat.

Tukar cincin meskipun telah berkembang di kalangan kaum muslimin, bukanlah berasal dari aturan islam atau teladan Nabi. Bahkan merupakan ritual yang memiliki nilai religius dikalangan umat Nasrani. Maka melakukannya berarti menyerupai mereka, padahal Nabi bersabda dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.”

Sakit-Sakitan Karena Tak Kuat Menyandang Nama

Sebagian orang Jawa meyakini, tidak semua nama baik itu cocok untuk disematkan setiap anak. Ketika mereka melihat anaknya sakit-sakitan berkepanjangan, segera mungkin mereka mengubah nama anaknya. Karena mereka meyakini tidak adanya kecocokan nama anaknya dengan aura pemiliknya.

Di dalam Islam, tidak  dipungkiri bahwa nama memiliki pengaruh bagi pemiliknya. Seringkali ada kesesuaian antara nama dan yang diberi nama. Tetapi pengaruh tersebut lebih kepada makna yang dikandung didalmnya. Islam melarang nama-nama yang berkonotasi buruk.

Tabur Bunga Di Atas Pusara


Sebagian orang islam melakukan hal ini dengan berkeyakinan supaya penghuni kubur diringankan siksaanya. Beralasan dengan perbuatan Rasulullah ketika melewati dua kuburan yang sedang disiksa, kemudian beliau megambi pelapah kurma dan membelahnya menjadi dua bagian dan menancapkan kepada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya wahai Rasulullah, mengapa Anda melakukan itu?” beliau bersabda, “Agar keduanya diringankan siksanya selagi pelapah kurma itu masih basah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika dengan landasan hadits itu seseorang menaburkan bunga di atas kuburan, berarti dia telah berprasangka buruk kepada mayat. Seakan dia memvonis bahwa si penghuni kubur tengah menghadapi siksa. Sedangkan Nabi melakukan hal demikian atas dasar pengetahuan beliau bahwa kedua penghuni kubur telah disiksa.

Reinkarnasi

Reinkarnasi adalah keyakinan tentang regulasi ruh, yakni ruh orang yang telah mati akan menitis kepada makhluk lain. Bisa berwujud manusia, bisa pula hewan maupun batu. Ajaran ini dikenal dalam agama Hindu. Dalam agama Budha dikenal dengan istilah tumimbal lahir (rebirth). Dalam dunia kejawen juga banyak beredar dongeng tentang reinkarnasi dengan sebutan ‘titisan’. Tentu karena masih mewarisi budaya Hindu.

Kembali Suci Setelah Idul Suci

Definisi ‘kembali suci’ hanya masyhur di kalangan masyarakat Indonesia. Kitab-kitab para ulama’ tak ada yang menampilkan definisi idul fithri sebagai hari kembali suci. Kesalahan terjadi karena kata fithri dianggap sama dengan fithrah, padahal berbeda. Setidaknya hal ini dapat dilihat dalam kamus Arab-Indonesia Al-Munawwir halaman 1142, disebutkan bahwa makna al-fithru adalah berbuka sedangkan al-fithrah adalah bermakna sifat pembawaan (yang ada sejak lahir), fithrah. Berarti makna makna idul fithri adalah kembali berbuka setelah satu bulan shaum, dan bukan kembali suci. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah,

أَمَّا يَوْمُ الْفِطْرِ فَفِطْرُكُمْ مِنْ صَوْمِكُمْ وَعِيدٌ لِلْمُسْلِمِينَ

“Adapun hari fithri adalah fithr (berbuka)mu dari shaum dan ied bagi kaum muslimin.” (HR. Tirmidzi)

Jin Bertengger Di Gambar Bernyawa


Lukisan Nyi Roro Kidul

Tentang jin yang bertengger di gambar bernyawa, sejauh penulis (Abu Umar Abdillah) ketahui tidak ada dalil yang menyebutkannya. Konon, keterangan itu didapatkan dari pengakuan jin yang diinterogasi orang yang meruqya. Jika demikian, hal ini tidak boleh kita jadikan sebagai landasan keyakinan. Disamping kemungkinan (bahkan besar kemungkinan) jin berdusta, ini juga bersifat kasuistik. Karena keimanan terhadap yang ghaib tidak boleh didasarkan kecuali dari sumber wahyu, Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Perihal gambar bernyawa memang seharusnya kita bersihkan dari dinding rumah kita. Karena dalam riwayat Imam Bukhari, Rasulaullah bersabda, “Malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar bernyawa.”

Negeri Seribu Hantu

Setan memahami betul tipologi manusia dengan berbagai macam corak adat dan budayanya. Mungkin, membanjir dengan seribu hantu atau jin yang suka nongol adalah cara yang tepat untuk menggiring manusia Indonesia menuju jurang kesyirikan, sesuai dengan tipologi masyarakat Indonesia yang lekat dengan keyakinan animism dan dinamisme.

Menghadirkan Arwah Ghaib

Klaim semacam ini sudah ada sejak zaman dahulu. Bahkan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di abad ke-7 Hijriyah telah banyak membuka kedok para penipu yang mengaku bisa menghadirkan arwah orang yang sudah mati.

Termasuk dalam hal ini adalah fenomena jaelangkung. Sebenarnya yang hadir disitu bukanlah arwah orang yang sudah mati. Karena mereka yang berada di alam barzah sudah mempunyai kesibukan tersendiri. Bersenang-senang dengan nikmat Allah atau menghadapi siksa Allah. QS. Az-Zumar 42

Hewan-Hewan Keramat

Sebut saja kerbau bule yang digelari Kyai Slamet di Solo, setiap malam satu Suro (Muharram) ribuan orang datang untuk menyaksikan kirab sakral sang ‘kyai’ yang mengitari alun-alun keraton. Ada lagi hewan bulus (kura-kura) di Klaten, dipercaya bisa mendatangkan kekayaan.

Mitos hewan keramat ini dikembangkan dengan mengisahkan kejadian-kejadian yang dikaitkan dengan perlakuan terhadap hewan tersebut.

Kerbau Bule adalah sebutan untuk kerbau berwarna albino koleksi Kraton Surakarta Hadiningrat. Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai hewan keramat, sehingga memperlakukan kerbau-kerbau itu melebihi manusia. Pada malam 1 Syura (1 Suro) dalam penanggalan Islam, kerbau dan sejumlah pusaka koleksi kerajaan diarak mengelilingi kompleks kraton.

Sebagian masyarakat, bahkan rela berebut kotoran (tinja) yang dibuang soleh sang kerbau karena dianggap bertuah. Kotoran itu, konon, bisa dijadikan obat bagi penderita sakit, bahkan dianggap bisa mendatangkah berkah penglarisan bagi para pedagang tradisional. Karena dikeramatkan pula, kerajaan mengangkat abdi dalem yang khusus menangani si kerbau. Tentu, menjadi pawang kerbau keramat juga menimbulkan kebanggan tersendiri bagi abdi dalem. Tak aneh, seorang abdi dalem rela menciumi si kerbau.

Qulhu Sungsang Sebagai Mantera Kesaktian

Yaitu membalik susunan surat Al-Ikhlas dan dibalik cara membacanya. Para pemburu kesaktian banyak yang meyakini keampuhan qulhu sungsang. Ada yang menggunakannya sebagai mantera untuk pukulan jarak jauh, untuk pelet dan untuk mengusir jin. Ini semua hanya bualan semata dan tidak dibenarkan, karena telah memainkan ayat Allah yaitu dengan membolak-baliknya.

Khadam Asma’ul Husna


Ada yang menyebarkan khurafat, bahwa setiap Asma’ul Husna mempunyai khadam malaikat yang siap melaksanakan maksud dari arti Asma yang dibaca. Keyakinan ini tidak bersumber melainkan rekayasa belaka.

40 Hari Menjadi Orang Sakti

Masa 40 hari terkesan memiliki makna khusus bagi orang-orang tertentu. Setidaknya bagi orang yang ingin menjadi orang super, dengan bersemedi selama 40 hari. Alasan ini tidaklah sesuai dengan syari’at.

Mendadak Sakti Dengan Ilmu Laduni


Kata “laduni” diambil dari firman Allah QS. Al-Kahfi 65. Ilmu laduni di anggap sebagai ilmu pemberian Allah kepada seseorang tanpa melalui proses belajar.

Debus Dianggap Karamah


Seperti atraksi makan api, mengiris lidah dengan pisau dan atraksi-atraksi semisalnya. Mereka menganggap hal-hal ini sebagai karamah. Keyakinan seperti ini tidaklah dibenarkan, karena karamah diberikan kepada Allah kapan Dia menghendaki, seringkali tidak direncanakan  oleh orang yang diberi, maka tidak bisa diatraksikan.

Primbon, Fengshui Dan Mujarabat


Orang Jawa mengenal primbon, orang Cina mengenal Fengshui dan orang Arab mengenal Mujarabat. Ketiga “kitab (tak) suci” tersebut hingga kini masih diyakini keampuhannya oleh para penganutnya.

Rajah Penjaga Rumah


Rajah itu berupa kertas bertuliskan huruf-huruf yang sulit dibaca dan dipahami maknanya, kertas itu dilipat atau terkadang dibungkus dengan kain lalu dipaku di atas pintu. Benda itu diyakini dapat menolak marabahaya yang bakal masuk ke dalam rumah. Dan rajah ini termasuk syirik.

Mitos Biji Tasbih

Tasbih Kayu Setigi

Indonesia :
Tasbih Kayu Setigi (NEW) (12/08/10)
Setigi (Latin :Pemphis acidula Forst JR)
Sebagai syariat / fungsi untuk :
– Meningkatkan kharisma
• Penangkal santet, guna-guna, dll
• Kewibawaan
• Keselamatan jiwa
• Penyembuhan tulang/Rhematik
• Memudahkan rezeki(Persediaan terbatas)

Biji tasbih yang dimiliki kiyai diyakini bisa menyembuhkan penyakit dan mencegah terjadinya marabahaya. Bahkan seperti granat, kalau biji tasbih itu dilempar akan meletus. Lalu mereka menganggap bahwa mengalungkan tasbih di leher sangat cocok sebagai alat taqarrub kepada Allah. Ini juga penafsiran hasil otak-atik orang-orang sufi, tak ada dasarnya dari Nabi sedikitpun.

Meramal Nasib, Dengan ‘Weton’ Dan Zodiac

Ini semua adalah bentuk dari kesyirikan.

Misteri Angka 13

Angka tiga belas dianggap sebagai momok karena diyakini sebagai sumber kesialan. Mungkin hanya satu kasus, yang mana istilah angka ke-13 tidak menjadi momok, yakni gaji ke-13.

Ajaran Baru Nabi Melalui Mimpi

nabi palsu-xHal ini jelas bathil, karena tidak mungkin Nabi menurunkan syariat baru. Allah berfirman,

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah 3)

Jamasan pusaka

Demikianlah kepercayaan sejumlah orang Jogja atau Jawa pada umumnya. Bahwa benda-benda di sekeliling mereka memiliki jiwa.

Sebagaimana memperlakukan makhluk bernyawa, maka benda-benda di sekitar mereka pun harus diperlakukan secara istimewa. Animisme, barangkali itu anggapan orang. Namun tentu saja bagi orang Jawa yang mempercayainya akan menyangkal hal terebut.

Apapun kata orang, sejumlah benda di Keraton Yogyakarta memang diperlakukan secara istimewa. Benda-benda tersebut antara lain adalah gamelan, kereta, dan aneka jenis pusaka. Mereka dinamai layaknya nama manusia.

Contohnya untuk keris ada Kiai Sangkelat dan Kiai Nagasasra, untuk gamelan ada Kiai Guntur Madu. Sedangkan kereta yang merupakan kendaraan keraton ada Kanjeng Nyai Jimat serta Kyai Puspakamanik.

Benda-benda ini, setiap tahun diruwat dalam sebuah ritual yang disebut jamasan. Atau dijamas. Penjamasan dilakukan setiap bulan Muharam (Sura) dengan memilih hari “istimewa” pula Jumat atau Selasa Kliwon.

Penjamasan dilakukan berdasar adat dan tata cara yang sudah turun-temurun. Mereka yang terlibat dalam ritual harus mengenakan pakaian adat Jawa peranakan. Mereka, semuanya laki-laki, mengenakan kain panjang, surjan, dan penutup kepala blangkon.

Hal yang paling menarik dalam setiap kali penjamasan adalah ketika giliran penjamasan sebuah kereta buatan tahun 1750-an. Dengan demikian, kereta itu dibuat semasa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I.

Dengan nama nama Kanjeng Nyai Jimat, ketera ini memiliki bentuk yang anggun bagai kereta kerajaan-kerajaan Eropa jaman dulu. Kereta ini beroda empat. Dua roda besar dipasang pada bagian belakang, dan dua buah yang agak kecil dipasang di depan. Kereta ini dulu melaju dengan ditarik enam sampai delapan kuda.

Sebagai simbol kewibawaan seorang raja, kereta dibuat dengan penuh ukiran unik, berpintu dan beratap layaknya sebuah mobil. Saat ini, kereta disimpan di Museum Kereta Keraton Yogyakarta.

Selain Nyai Jimat, di sana ada belasan kereta yang sebagian besar masih bisa digunakan. Setiap Kanjeng Nyai Jimat dijamasi, kereta ini selalu ditemani salah sebuah kereta lain yang dipilih secara bergantian setiap tahunnya. Kereta-kereta tersebut adalah kendaraan Sultan Hamengku Buwono I – III. Dan kereta-kereta yang dianggap sebagai kereta cikal-bakal kereta lainnya inilah yang setiap bulan Sura dijamas dengan mendapat perhatian warga.

Bahkan karena dianggap keramat, banyak orang percaya bahwa air sisa jamasan kereta ini bisa memberi manfaat dan keberuntungan bagi mereka yang menggunakannya, seperti untuk cuci muka dan sebagainya.

Prosesi

Prosesi sejak akan mengeluarkan kereta sudah “bernilai wisata”. Ketika proses pencucian kereta berlangsung juga memiliki nilai wisata. Ritual magis religius. Orang-orang asing bakal keheranan melihat ratusan orang berebut bekas air cucian kereta dengan cara menampung aliran air dari badan kereta.

Air bekas cucian itu dimasukkan ke dalam botol maupun jerigen. Mereka yang berebut air, pasti ikut berbasah-basah. Menurut kepercayaan sebagian orang Jawa, air dari jamasan ini memiliki khasiat atau bisa memberikan berkah tertentu karena semua benda dari keraton itu memiliki tuah yang sakti dan milik orang sakti. Oleh sebab itu dengan membawa air tersebut, orang akan diberi berkah, sehat wal afiat dalam menjalani kehidupannya.

Dipercaya pula, menampung air kemudian disimpan, konon bisa menolak bala. Bisa juga juga ditebar di swah untuk kesuburan tanah. Dilandasi hal itu, tidak mengherankan kalau ribuan warga bersemangat mengikuti acara ini.

Kuburan Dikeramatkan

Quantcast

HUKUM MEMBANGUN, MEMBERI PENERANGAN DAN BERIBADAH DI KUBURAN

Beberapa waktu lalu kita semua dikejutkan dengan peristiwa bentrok berdarah yang mengakibatkan beberapa oparat penegak hukum meninggal dunia dan ratusan korban luka berat dan luka ringan, dari kedua belah pihak, mulai dari anak kecil, remaja serta orang tua, pria maupun wanita.

Kita semua tentu prihatin dengan kejadian tersebut, sangat di sayangkan hal itu sampai terjadi, padahal semestinya bentrok berdarah seperti itu bisa di hindari. Di satu pihak ingin menertibkan tata kota Jakarta yang kumuh dan semrawut, dan di sisi lain masyarakat berusaha untuk mempertahankan keberadaan bangunan situs bersejarah berupa makam keramat salah seorang tokoh agama setempat yang dihormati dan di sanjung-sanjung sebagian warga kota Jakarta dan juga masyarakat islam dari berbagai kota lainnya bahkan mungkin seantero nusantara.

Seperti halnya kuburan para tokoh agama lainnya yang di keramatkan, kuburan tersebut biasa di kunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah, dari peziarah dari Jakarta bahkan ada pula peziarah yang datang dari jauh seperti dari Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan lainnya, tujuannya untuk mecari barokah dari kuburan tokoh tersebut yang sudah mati, diharapkan dengan berziarah ke kuburnya maka segala hajat mereka segera akan terkabul.

Pertanyaanya adalah, apa hukum ini semua ?, seorang muslim tidak pantas ikut-ikutan kebanyakan orang dalam beragama, bertindak dan berucap, karena akibatnya bisa fatal, terjerembab kedalam kesesatan yang berakhir dengan lembah neraka.

Berikut ini saya bawakan hadits-hadist shohih berkenaan dengan masalah kuburan.

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian melakukan perjalanan ibadah kecuali ketiga masjid, masjidku ini (masjid Nabawi di Madinah), masjidil haram, dan masjidil Aqsho. ( HR. Bukhori dan Muslim).

Dari sini kita tahu bahwa wisata spiritual/rohani ke makam para wali songo dan para sunan, ke Pamijahan, makam syaikh anu dan itu di larang dan tidak di syariatkan bahkan merupakan perkara baru (bid’ah) dalam agama islan, amalannya tertolak tidak berpahala bahkan berdosa.

Di riwayatkan dari Jundub bin Abdillah, semoga Alloh melimpahkan keridhoan-Nya kepada beliau, dia berkata ; aku mendengar Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda lima (malam ) sebelum wafatnya :Ketahuilah !, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kuburan Nabi-Nabi dan orang-orang sholih mereka sebagai masjid, sesungguhnya aka melarang kalian dari hal seperti itu. (HR. Muslim).

Di riwayatkan dari Ibnu Mas’ud semoga Alloh melimpahkan keridhoan-Nya dari Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya orang-orang yang paling jelek (keagamaanya) adalah orang-orang yang mengalami langsung peristiwa kiamat dan orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid.

Di riwayatkan dari Ummul mu’minin Aisyah dan ibnu Abbas semoga Alloh melimpahkan keridhoan-Nya kepeda mereka berdua, Beliau berdua berkata, Ketika Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam mau meninggal dunia, beliau membuka dan menutup wajahnya dengan kain, ketika panas beliau membukanya, beliau bersabda dalam keadaan seperti itu, “laknat Alloh tertimpa kepada orang-orang Yahudi dan Nashoro, karena mereka menjadikan kuburan-nabi-nabi mereka sebagai masjid”.Beliau melarang perbuatan seperti yang mereka lakukan.

Berkata Aisyah semoga Alloh melimpahkan keridhoan-Nya kepada beliau, kalau tidak karena larangan itu maka beliau akan di kubur di luar rumahnya, namun beliau kewatir kuburannya akan di jadikan sebagai masjid.

Maksud menjadikan kuburannya sebagi masjid adalah membangun masjid di atasnya, menjadikannya sebagai tempat sholat meski tidak dibangun bangunan di atasnya, atau sujud di atasnya, sholat menghadapnya/ sebagai qiblat, atau di jadikan sebagai tempat yang senantiasaa di kunjungi untuk berbagai ibadah separti sholat, berdoa, berdzikir dan lain-lain.

Di riwayatkan dari Abu Hiyaj Al –Assady semoga Alloh melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau, Ali bin abi Tholib semoga Alloh melimpahkan keridhoan-Nya kepada beliau, berkata kepadaku : agar aku tidak membiarkan Timtsal ( apa saja yang di sembah selain Alloh berupa berhala atau benda mati lainnya) kecuali harus aku hancurkan, tidak pula membiarkan kuburan yang di tinggikan / di agungkan kecuali aku ratakan”. (HR> Muslim).

Dari Jabir bin Abdillah semoga Alloh melimpahkan keridhoan-Nya kepada beliau, beliau berkata : Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa Sallam melarang mengapur kuburan, membangun dan duduk di atas kuburan. ( HR. Muslim).

Dari Abu Martsad Al Ghonawy semoga Alloh melimpahkan keridhoann-Nya kepada beliau, bahwasannya Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda : janganlah kalian sholat menghadap kuburan dan jangan duduk di atasnya (HR. Muslim).

Maksudnya menghadap kepadanya karena termasuk bentuk-bentuk pengagungan/pengkramatan sampai tinggkat layaknya objek peribadatan. Kalau pelakunya benar-benar mengagungkan kuburan/penghuni kuburan tersebut dengan perbuatannya tersebut maka pelakunya terjatuh kedalam kekafiran karena menyekutukan Alloh dalam beribadah, dan menyerupai perbuatan tersebut sekalipun tetap di haramkan juga.

Dari Ibnu Abbas semoga Alloh melimpahkan keridhoan-Nya kepada beliau, secara marfu’ berkata : Janganlah kalian sholat menghadap kuburan dan jangan sholat di atasnya.

Di sana banyak juga hadist-hadist yang melarang kuburan sebagai ‘Ied, maknanya yaitu tempat yang senatiasa di kunjungi, sebagai tempat berkumpul dan di selenggarakan seremonial ibadah.

Seperti dalam hadits Abu Hurairoh semoga Alloh melimpahkan keridhoan-Nya kepada beliau, bahwasanya Nabi shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda : janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan jangan jadikan kuburanku sebagai ‘Ied, dan bersholawatlah untukku , sesungguhnya sholawat kalian sampai kepadaku di mana saja kalian berada

Kalau kuburan Nabi saja harus seperti itu di perlakukannya, padahal kuburan beliau adalah kuburan yang paling mulia di muka bumi maka bagaimana dengan kuburan-kuburan manusia yang lainnya,….tentunya itu adalah perbuatan berlebih-lebihan dan melampai batasan syara’.

Hadist-hadist ini semuannya shoheh dan mutawatir dari Nabi shollalllohu ‘alaihi wa Sallam, larangan dalam berbagai bentuk larangan juga dengan kesepakatan seluruh sahabat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam dan ulama-ulama setelah mereka yang merupakan pendahulu umat ini yang sholih dan memua kaum muslimin yang mengikuti konsep beragama mereka, mengharamkan membangun masjid atau ruangan, rumah-rumahan, gedung, kubah di atas kuburan dan membangunnya.

Termasuk yang di sepakati keharamannya oleh para ulama adalah memberi penerangan dengan lampu-lampu, meninggikan kuburan lebih dari sejengkal dengan tanah, batu atau yang lainnya.

Juga mencium, memeluk kuburan, mengusap-usap, mengambil debu atau tanahnya untuk mendapat barohkah darinya. Menempelkan perut atau punggung, dan yang benar (kalau pun di perbolehkan untuk berziarah), maka dengan menjaga jarak, tidak terlalu dekat sebagai mana berkunjung kepada tokoh-tokoh agama ketika semasa hidupnya.Inilah yang benar!!!.

Inilah yang dikatakan oleh para ulama, dan inilah yang mereka praktekkan, hendaknya kita dan seluruh kaum muslimin tidak tertipu dangan perbuatan kebanyakan orang-orang awam tentang agama meski di gelari oleh pengikutnya dengan habib, gus, kyai dan para pengikutnya berupa penyimpangan-penyimpangn berbahaya, sampai-sampai tidak ada kuburan yang di keramatkan pun yang sepi dari pengunjung, untuk mencari berkah, pesugihan bahkan ada juga ritual seks terbuka ,bukan dengan pasangan yang sah, bahkan itulah persyaratan yang harus di penuhi demi terpenuhinya hajat.Wallohu’alam.

144 responses to “CONTOH BID’AH DAN KHURAFAT DI INDONESIA

  1. Terima kasih atas informasinya semoga bisa sampaikan kepada yang lain

    • Gabar2atau ritual2 di atas Kalau kita cermati, dalami dan telaah baik2 secara seksama, maka anda akan dapat menyimpulkan yang sesungguhnya yang tak terbantahkan baik menggunkan logika org yang paling awam sekalipun. sebab gambar 2 ritual di atas itu kalau kita melihat dari sisi esensi adalah itu sebagai i’tiqat mereka /kaykinan mereka, agama mereka dengan kesimpulan yang singkat adalah akidah mereka, kalau kita tinjauo secara umum yang sangat mendasar adalah mereka itu sama dangan masalah akidah yakni akidah agama paganisme. sedangkan yang membedakan hanya latar belakangnya saja, baik dari kaparyaan, kajawen, maupun dari kaparcayaan yang dikemas oleh kalangan satri..

      maka ini sungguh kemungkarang di atas ,kemunggkaran bagi saudara2 yg masih peduli dan ada iman tentunya tidak akan rela Allah disekutukan seperti itu, pastilah akan memperingati/menasihati dan memerangi mereka
      dan itulah refleksi ,iman yg ada pada diri-diri mereka …

  2. Saya sangat tidak sependapat dengan cara pandang seperti ini, walau memang ada yg benar, tetapi sesuatu yg benar itu bukanlah harus menyalahkan orang lain. Mengapa kita lupa bahwa Allah memang sengaja menjadikan umat manusia ini berkaum-kaum dan berbangsa-bangsa agar kita bisa belajar dan mengagumi kekuasaan-Nya, bukan untuk saling menyalahkan apalagi menghina budaya suku/bangsa lain. Bahkan agama juga mengajarkan kita untuk terus belajar walau sampai kenegeri Cina.
    Janganlah menilai orang hanya dari perbuatannya yg terlihat oleh mata. Menurut saya hakikat Bid’ah yg anda maksudkan adalah syariat (perbuatan) yang dapat menjauhkan kita dari hakikat (tujuan) islam. Jd untuk menyimpulkan sesuatu itu bid’ah atau tidak kita harus tau terlebih dahulu hakikat islam itu sendiri, hakikat haram dan wajib, bukan arti haram dan wajib secara harfiah, baru kemudian kita bisa menyimpulkan, dan itupun hanya diri kita sendiri yg tau (kita juga gak kan pernah tau apa yang ada didalam hati orang). Semoga bermanfaat… wassalam….

    • Sebenarnya Hikmah syri’at Allah SWT diturunkan bukannya kita ingkari atau kita mesiumkan akan tetapi harus kita pelajarai dan amalkan dabn terlebih lagi adalah untuk memisahkan/membedakan antara yang haq dan yg bartil sebab hudallilmuttaqiin (petunjuk bagi org2 yang bertaqwa/beriman) tentunya Al Qur’an dan As sunnah ini sebagai hukum (hakim) menghukumi bukanlah demikian, jadi kita mengatakan atau tidak mengatakan itu mempunyai konsekuwensi, sebagai seorang muslim tentunya wajib menyampaikan haq haq dan tidak boleh mendiamkan kemungkaran, apakah kemungkaran yg paling mungkar di muka bumi tentunya kemusyirikan, bukannya selainnya maka inilah tugas utama dan pertama, bagi umat islam untuk mengingatkan saudaranya yg bergelimang dalam kesyirikan.
      Maka dari itu kita wajib menghukumi kafir/musyrik, bid’ah dsb kalau itu betul2 dilakukan secara dhohir (jelas) setelah mengetahui mereka dan ditambah dari keterangan pelakunya agar lebih jelas-lasss.
      dan itulah Hikmah Allah menurung=kan Syari’at melalui Rasul-Nya, kemudian setelah jelas kita ketahui pelaku kemungkaran kita hukumi, wajib kita katakan kalau kafir kita katakan kafir kalau musyrik kita katakan musyrik sedangkan kalau bid’ah kita wajib katakan kepaqda mereka bahwa itu berbuatan maksiat (dosa) ples bid’ah, Dan seandainya kalau tidak kita katakan sebagaimana Allah SWT perintahkan dalam dalam al Qur';an maupun hadust Nabi-Nya maka akan kembali kepada kita yg kafir, musyrik maupun bid’ah, sebeb demikianlah konsekuwensinya.

      @@@ tentunya kita harus tau dalam bahasa Al Qur’an .. “.. ud’uu ilaa sabiili robbukum bil hikmah mauidotil hasanah wajaadilhum billatii hiya ahsn..”

    • Ah,, kalau alasan selama ini dari kitab tentu anda curiga karena didasari rasa kefanatikan yang sudah mengakar,
      Maka saya sarankan kapada saudara yang masih ter-obsesi terhadap istilah bid’ah hasanah, silahkan Baca Koran Republika Halaman 12 kolom pertama yang dipaparkan oleh Pengasuh, Ust. Bachtiar Nasir. dan silahkan bantah tentunya mjuga melalui media baik media yg sama mapun media yang berbeda. agar pendapat yg mengatakan bid’ah Hasanah tidak kehilangan stat.

      • silahkan Baca Koran Republika Halaman 12 kolom pertama Tgl 25/02/2011

      • alaji nayu’minuna bil ghoib………………………….

        ( Al Baqoroh )…….ghoib itu artinya / definisinya / maksudnya…………..contohnya…………….

    • alasan anda itu alasan yang tidak ada hubungannya dengan masalah di atas sebab itu ada tentang penciptaan/keadaan dimana kita harus menerima adanya perbedaan masalah ini yg bersifat mu’amalah.. Hubungan satu sama lain…
      sedangkan maslah di atas adalah masalah dakwah /menyeru dalam arti amal ma’ruf nahi mungkar ini kewajiban semua umat islam yang ngerti akan dakwah./mengajak orang lain untuk mentauhidkan Allah dan inilah tugas pertama dan Utama nabi dan Rasul ..dan org2 yag beriman ..bukan kita selewengkan maksud tujuan dakwah

      maka cara berfikir seperti anda di atas adalah cara berfikirnya makhluk pluralism

    • Alasan saudara mbulet n gak jelas. Islam itu mudah asalkan kita ikhlas menjalankan Islam dengan sebenarnya, yang sesuai dengan Qur’an dan Hadis. Dan tentunya jauh dari hal-hal yang berbau Takhayul-Bid’ah-Churafat. Nabi sendiri mengatakan jika suatu kaum tidak sesuai tindak dan tanduk ku (Nabi Muhammad) maka dia bukanlah kaumku. semua yang sudah dipaparkan dalam informasi di atas, sudah jelas Nabi tidak pernah menjalankannya. minimal Baca buku Naulul Authar-Bulughul Maram-Zaadul Ma’ad.

    • Anda dpt hadist dr mana kalau belajarlah sampai ke negri cina….memang ada hadistnya…kalau anda kurang byk baca hadist jgn kasih pendapat deh lebih baik diam…agama mana yg ajarin kita belajar sampai negri cina…Rosululloh tdk pernah berkata begitu dlm hadistnya…kl anda pernah baca tolong tunukkan hadistnya…yg jelas Bid’ah apapun bentuknya itu adalah sesat…dia menulis bukan menjelek2an org cm ksh contoh…kl hal2 seperti itu dilarang dlm agam islam…memang kenyataan nya di indonesia paling banyak kok unsur2 agama yg menjadikannya ke arah bid’ah…agama jd tameng dan kambing hitam…padahal Rosululloh tdk pernah melakukan hal-hal sperti itu..dlm agama kalo sdh menyangkut akidah ya kita sebagai muslim harus tegas…bukan berarti menjelek2an org lain..tp memperbaiki kekeliruan org lain jgn sampai jd slah persepsi dan sesat..terima kasih.

    • Bismillah
      Bahasa anda seperti ingin membela mereka yg masih melakukan perkara Jahiliyah bid ‘ah. Sdh tahu tdk ada ajaran Nabi ttg hal2 semacam itu yg notabennya adalah tradisi nenek moyang masa lalu yg Jahiliyah. Perlu diketahui bahwa Bid’ah adalah melaksanakan perkara yg tdk ada dalil atau dasar yg jelas dari baginda Nabi.
      Ini juga bkn utk menyalahkan orang lain tp memberi pemahaman bhw tradisi2 itu Syirik adanya, silahkan kalau anda sependapat dgn kesyirikan itu walaupun telah ada petunjuk yg jelas datang kepadamu.

    • kalau memang bid’ah adlh sya”ri,lalu kalau orang ibadah haji naik pesawat,. bi’dah jga donk. krna pada jaman rasullullah pswt kn gax ad cma ad unta.

      hati2 jangan cepat mengatakn orang lain itu salah, kita juga belum tentu benar,..

    • pukiii,,taelaso

    • @Abdul: “Bahkan agama juga mengajarkan kita untuk terus belajar walau sampai kenegeri Cina”……mana hadist yg menyatakan hal tersebut (belajar sampai kenegeri cina)…tolong paparkan hadistnya dan riwayat siapa

  3. @abdul;sya setuju gun dgn njenengan.klo sy lebih sneng cara pendekatan wong agung mina/syeh malaya dari pada lgsung front.karena wong indonesia ndak bisa sama dg bangsa arab.karena perbedaan itu yg menjadikan indah.dan ALLAH suka dg keindahan……

    • @abdul;sya setuju gun dgn njenengan.klo sy lebih sneng cara pendekatan wong agung mina/syeh malaya dari pada lgsung front.karena wong indonesia ndak bisa sama dg bangsa arab.karena perbedaan itu yg menjadikan indah.dan ALLAH suka dg keindahan……

      Yaa akhiy agama ini bukan ,hanya miliknya org arab, sedangkan agama islam ini adalah agama seluruh umat muhammad SAW, mau gak jkalau anda samakan org org arab kafir/musyrik Qureis yg menymnbah berhala itu, mereka juga berkata seperti saudara katakan yaitu melalui perantara org agung/seyhnya (org sholih) itu kata mereka (oporg Qureis) hanya sebagai media, kata mereka ,juga tidak menyembah patung (patung org sholijh) akan tetapi itu hanya sbg media untuk mendekatkan diri keopada Allah berarti perkataan anda itu persis mereka sedikitpun tidak ada bedanya, Na’uzubillahi minzalik.

      Anda mengatakan dengan perbedaan itu indah sekarang perbedaan kyg bagaimana? kalo perbedaan org penyembah berhala dengan org mukhils menyembah Allah (mentauhidka-Nya) bahwa itu sudah tidak dapat diingkarainya memang itu ada dan pasti ada keberadaannya akan tetapi dalam ,dua perbedaan ini Allah tidak sama dalam pandangan-Nya.

    • ryan sampean juga gelo’….tolong jabarkan hadist yg mengatakan perbedaan itu indah…sampean asal ngmg bae…kl gk hafal hadist tolong jgn asal njeblak bae sampean…akidah kok bisa2nya dikatakan indah dlm perbedaan…apa yg telah Rosululloh katakan ya itu yg kita kerjakan…sapa yg bilang ada bedanya..kl dasarnya Al’quran dan hadist…kl adapun perbedaannya kita harus balik lagi melihat kembali ke yg dua itu yaitu Al’quran dan Hadist…jd tdk ada perbedaan apapun krn sdh ditentukan dlm Al’quran dan hadist jd gk bs disangkal2 dan ditambah2 lagi..ngerti kamu..!!!

      • @saudaraku Ook… Anda sepertinya sangat risih dengan orang2 yg tidak sependapat dengan tulisan diatas…. Tidak usah dibantah dengan keras, hanya akan membuat kita menjadi sama seperti mereka, jelaskan secara halus, pada akhirnya, biarkan orang2 yg tidak sepaham dengan anda, kita cuma bisa mendoakan, tidak usah dibantah, karena orang2 seperti mereka akan tetap bertahan dengan pendapatnya, kita doakan saja mudah2an mendapat hidayah…. Amin….

  4. Benar!!!!
    Ada beberapa hal yang saya kurang sependapat!!!!

  5. Kalo bicara soal bi’dah itu panjang lebar, masih ada turunanya lagi, dan kita tidak boleh saling salah menyalahkan, yang penting tidak syirik dan tetap bertauhid. amin.

  6. kita hidup di indonesia bro…. KITA NEGARA DENGAN MASYARAKAT YANG KAYA BUDAYA… jangan campur adukkan budaya dengan agama, jangan menyalahkan adat dan tradisi orang lain… pikirkan diri sendiri apakah kamu sudah cukup baik dan apakah kamu yakin kamu akan masuk surga dan orang orang yg tidak sejalan dengan mu akan masuk neraka, tolong jangan berpikiran picik.

    • Parkataan anda itu terlalu awam,
      makanya belajar akidah islam yg benar
      wong bicara tentang akidah, malah ngelantur sana-sini dan apa hubunguannya debangan budaya.

      Apa hikmah al Qur’an itu diturunkan kalao gak untuk disampaikan termasuk pekada anda yang belass gak ngerti ….?
      jadi tidak ada hubugannya dengan keberadaan budara, suku, agama ras dsb… itu sudah menjadi hal yg seharusnya demikian …

      • qamu terlalu smbng…anda dan dakwah anda itu hanya mencari sensasi..dan menyalahkan orang lain..memang ap yg anda sampaikan itu apakah semua sudah benar..anda itu sombng..
        sesungguhnya allah tidak menyukai orng sombng..

    • anda terlalu dangkal dalam berpendapat sob,budaya itu emang penting.tapi adanya kepercayaan terhadap budaya itulah yang akan menuju kedalam bid’ah..seandainya anda hanya mlaksanakan adat itu mungkin sah2 saja..tapi kalo anda meyakini adat itu akan membawa keberkahan ato sejenisnya,maka itulah yang dilarang..

      • ingat bung..tak semua adat dan istiadat itu syirik kami.adat itu pagar agama,apabila adat tidak ada agama ,,hilang,,contoh d jakarta..adat berkurang agama luntur..di aceh,,adat ada agama utuh..krna di dlam adat terkandung nilai-nilai agama..

    • Hai Ghazali…ente baca dl komentar penulis…dia tdk py maksud jelek terhadap umat..cm menyampaikan hal2 yg apa dilarang agama…kl memang ada dlm masyarakat kita yg adatnya diluar dr ajaran agama ya kenapa kita harus marah…terima dong…kl merasa muslim..org muslim hidup di dunia harus berdasarkan Al’quran dan Hadist bukan dr Budaya yg beraneka ragam..baca baik2 org ksh penjelasan jgn maen komentar sembarangan aja…udah untung dia mau berbagi ilmu sam kita dg pengetahuan yg berdasarkan Al’quran dan hadist..kl org begini km bilang picik sebenarnya yg picik itu ente DODOOOLLLLL…!!!!

      • Iya,sy setuju bgt dgn tulisan di atas,sampaikanlah yg haq itu haq dan yg bathil itu batil,bkn demi sensasi sekedar amal ma’ruf nahi munkar,sy heran sekali dgn orang2 spt @abdul,sama spt rekan2 kerja sy yg mengagung2kan bid’ah khasanah,masyaALLAH

    • Anda mengatakan jgn campur agama dgn budaya atau tradisi? anda salah Bro. Justru agama datang utk membersihkan segala budaya dan tradisi yg masih Jahiliyah. Agama datang utk meluruskan segala penyimpangan budaya masyarakat kita ini. Belajar agama yg benar.

  7. pendapat angku saya hargai darimana angku belajar hal-hal ini sehingga bisa memberikan fatwa atau pendapat sesuatu itu BID”AH atau pu tidak…, saya sebagai orang awam dan sangat dangkal seringkali terbingungkan dengan segala macam pendapat mengenai bidah dan fatwa sesat kepada sesuatu hal…….Apakah angku belajar kepada seorang ulama atau guru yang punya sanad ke ilmuan yang saling berkait sampai kepada rasulullah?…kalau cuma ambil kutipan dari penggalan hadits saja..secara keilmuan tak dapat begitu saja diterima… masalah agama jangan di anggap enteng…saya khawatir dengan pola pikir WAHABI atawa SALAFI SESAT yang begitu saja kasih fatwa sesat dengan berpatokan pada hadist tertentu tanpa melihat apakah ada hadist lain dari perawi lainnya yang ternyata malah berseberangan…

    JADI INTINYA ANGKU….elok lah hati-hati kalau berfatwa…elok lah hati-hati dalam berpendapat kalau sudah membawa hadits hadits atau ayat-ayat al qur’an…. untuk sampai pada tahap hujjatul islam saja kita masih jauh…kalau cuma hapal satu atau mungkin seratus hadist..berkacalah pada AL HADAD..AL GHAZALI..AN NAWAWI…mereka pakar hadist yang tak sembarangan berfatwa…jauh lebih baik ketimbang mungkin Syech WAHABI yang terus terang ..ajaran WAHABI lah yang menyebabkan NAGARI MINANG dengan mudah di jajah BELANDA..karena sifat begitu mudah memberikan fatwa… maaf angku …

    • angku awam, apakah anda tidak pernah di diajarkan oleh guru anda sewaktu sekolah dasar, bahwa tujuan belanda,portugis dan inggris menjajah indonesia untuk mencuri rempah2, sumber daya alam serta menyebarkan agama nasrani. Anda memang awam atas hal ini.pantasan saja anda memberi nama anda awam, baiklah saya beritahu bahwa saya bukan aliran wahabi, saya pengikut ahlussunnah wal jamaah dan tidak berbeda jauh dengan wahabi, ahmad khatib al-minangkabawi,KH Ahmad Dahlan,Haji Miskin,Haji Damanik,Haji Sumanik (Sumbar) belajar di Mekkah. Dimana Wahabi merupakan Mazhabnya Arab Saudi. Pasukan Paderi yang mengusir Penjajah Belanda dan Pasukan Paderilah yang menyebarkan agama islam sampai ke tapanuli tengah dan tapanuli selatan.Jika anda mau tahu Pasukan Paderi adalah berpaham Wahabi dan karena Wahabilah yang membantu Bosnia & Herzegovina dan Kosovo ketika dibantai pasukan serbia. Jika anda memang islam belajarlah islam melalui sumbernya yaitu Mekkah akan tetapi janganlah belajar islam ke Hindia. maaf angku…

    • Hai sudara salafi itu bukan sesat, anda jangan semudah itu bnerbicara tanpa dasar yg jelas maka sebaiknya anda carilah bukti dulu dulu sebebum mengatakan sesat maupun tidak ! agar tidak kembali kepada diri anda perkataan tersebut.

      dan saya ingatkan anda jangan mudah terbawa oleh opini2 yang miring tentang salafi dan sebaiknya anda harus klarifikasi tentang mereka ,terlebih dahulu, apa diri anda atau mereka yg menyimpang dalamj diinn yang bersih ini,

    • Kurniawan assegaf

      atau Abdul Wahhaab yg kalah debat dg Syaich Hadramy Yaman, Abdul Wahhaab tak jadi dipancung, pd hal raja Saudi wktu itu bilang yg kalah debat akan dipancung!!!! wkwkwkwkwk

    • Hai anda yang menyebut dirinya orang minang ya…masalah minang dijajah belanda karena orang minang sifatnya sangat buruk, suka bermaksiyat judi,mabok,pelacuran,rampok,begal,maling dsb,kemudian ketika diajak hidup bermasyarakat dengan baik oleh para ulama/kaum paderi membangkang, sehingga lebih parah lagi kehidupan dan cara hidupnya sangat meresahkan masyarakat saat itu, ketika para ulama /kaum paderi meluruskan cara hidup mereka yang salah karena mereka jadi preman,bajingan,kecu dsb yang menjadi sampah masyarakat disana, mereka marah dan terjadilah konfrontasi atau keos dengan kaum paderi, ketika mereka kalah mereka malah jadi pengecut dengan meminta bantuan kepada pihak belanda untuk membela mereka melawan para ulama/kaum paderi, itulah belanda meminta imbalan dengan menjajah tanah minang, hai sahabat belajarlah dari sejarah jangan menyalahkan golongan ini, golongan itu,kalau anda mau jadi orang Islam kaffah belajarlah,maka anda akan tahu mana yang harus dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan,semoga Allah Swt bersama orang-orang yang ikhlas,amin.shahabat ini hanya sekedar untuk pencerahan dan introspeksi bagi kita semua.

      • hoi,,,jawa tolol..komen2 aja jangan bawa2 keburukan daerah orang..macam orang jawa baik2 kah?ngaca dulu …
        aliran sesat tu paling banyak di jawa

  8. Bismillah.. Jazakumullohu khoiron katsiron atas tulisan’y.. sya izin ngopy boleh? ada yang haq dan ada yang bathil, ada yang pro dan ada yang kontra. yang haq sampaikanlah bahwa itu haq dan yang bathil sampaikanlah bahwa itu bathil. bwt saudara2 ku perbanyaklah engkau mengkaji al qur’an dan as sunnah berdasarkan pemahaman para salafus saleh, insyaAlloh, Alloh akan menunjukimu mana yg haq dan mana yg bathil. mana yang sesuai syari’at dan mana yg bukan. ( tambahan : Memang, tak semua adat itu sesat, sehingga wajib kita mengukurnya dengan barometer syariat. Jika memang bertentangan, jangan ragu meningalkannya, demi merealisasikan ajaran Islam yang hanif. (Abu Umar Abdillah pimred majalah ar risalah))

    • silahkan zahra, semoga ini bermanfaat,..dimana sudah budayanya di indonesia jika namanya kebiasaan malah menjadi halal walaupun bid’ah

      • Kurniawan assegaf

        pd hadis ttg bid’ah, kata arab ‘kullu’ artinya bukan ‘setiap’ tapi ‘semua’.
        krna ‘kullu’ bertemu isim mufrod ‘bid;atin’ bukn isim jama’ ‘bid’aat’ atau ‘badaait’.

  9. Rasul tdk pernah merubah adat dan budaya masyarakat Arab pada saat itu yang tidak menuju kearah syirik kepada Allah SWT, ingat lho dosa yg tdk bs diampuni adalah menduakan Allah SWT, mari kita sama2 belajar dan mengkaji ilmu Tauhid lebih dalam lagi.

  10. bismillah…..menurut saya ini hanyalah pandangan sepihak saja dan hadits-haditsnya pun tidak ada pembahasan secara mendalam, bagaimana penjabarannya dsb.saran saya cuma hati-hatilah dalam memandang suatu masalah,apalagi masalah agama(bid’ah) karena hal tersebut tidaklah sesederhana apa yang anda jelaskan disini.Menghukumi bid’ah terhadap masalah yang tidak dilarang juga tidak dianjurkan itu juga termasuk bid’ah.

    • Maka dari itu sama2 mereka dan meneliti tentang sumber2 yang kuat lagi meyakinkan,, kita ini bebas melakukan hal itu kok dan tidak ada larangan sama sekali bahkan malah dianjurkan baik dalam masyarakat lebih2 dalam agama kita (islam).

      kalau pur kita adakan Tim ahli secara khusus untuk mengadakan penelitian tentang hal di atas, dan masalaqh ini lebih penting daripada masalah lainnya. masak kita gak bisa berbuat demikian yang m,asalah keduniaan ,aja bmerejka2 bisa tentunya masalah agama masalah prinsip menyangkaut keberadaan umat manusia baik di dunia dan akhirat. tentunya lebih mendapat bagian /porsi priorotas utama dan pertama daripada selainnya.

      kalau saya sudah yakin bahwa sesuatu yang baru dalam Dinn maka itu masuk dalam kategori bid’ah dan dalil yang saya pahami d4emikian dan saya tidak mau memelintir hadist Nabi saya takut. …

    • Makanya anda harus paham tentang hal2 yg berkenaan dengan bid’ah agar gak rancau dan seteengah hati …

      Anda harus paham tentang apa yang anda katakan bahwa keragu-raguan seperti anda juga menyesatkan (bid’ah) sebaiknya anda mengatakan Allahu a’lam bishowab.

      Org2 yg seperti andalah dalam persimpangan jalan maka segeralah belajar hal2 yg masih kabur agar jelas … sabda beliau “da’maa yuriibukan malayarbu’……ila akhir ” .. tinggalkanlah apa2 yang meragukan ahti dan laksanakanlah apa2 yang tidak meragukan hatimu agar kamu menjadi tenang//”

    • Zaaaakkiiiieeee…TOLONG BANYAK BELAJAR DAN MEMBACA HADIST DONG….Ente yg gk prnh baca ato sok2 pernah baca jd sok ngeminteri nih…wiiiuuuuhhh….pantes indonesia bencana muluk masyarakatnya keras kepala…terang2 Hadist mengenai bid’ah itu ada eh malah ngeyel..maen2 kerumahku nanti aku keluarkan semua hadist mengenai Bid’ah…ok

  11. islam itu sudah sempurna broooooooo ……. bid’ah itu sesaaaaaaaaaaaaaaaaatttttt

    • Kurniawan assegaf

      bc mushaf Qur’an jg bid”ah, krn Nabi melarang Quran ditulis…../////??????

      • Pertanyaan itu sdah basi, saya dulu 20 tahun yg lalu juga seperti anda, jadi apa yg anda pikirkan/pahami itu seperti saya dulu,,,

        maka pertanyaan anda di atas sudah basi/tidak ada hubungannya dengan masalah bid’ah.. sebab sahabat itu punya sunnah lo? dan pandangan anda di atas sudah terjawab semua.

      • antum itu jd org islam brp tahun???????????
        bid’ah khasanah itu hny ad 2 aj,pngumpulan&pencatatan al qur’an dan sholat tarowih. kalo mushaf al qur,an tdk di kumpulkan. mgkn stlh para pghafal al qur’an wafat tdk akn ada lg org muslim yg tau tntng wahyu alloh azza wa jalla. mgkanya jd org islam tuh jngn di KTP aj bs2 yg masuk surga KTP nya doank!!!!!!!!!!!!!!!!!!

      • haha siapa yg bilang nabi ngelarang nulis alqur’an??
        beliau justru memerintahkan penulisan alqur’an di daun2 atau dikulit2 kayu..nah pada zaman khalifah utsman mulailah pembukuan alqur’an..
        anda kalo tidak tau lebih baik hati2 kalau bicara mas,satu lagi pesan saya kalo blajar perhatiin ustadnya dan sampai tuntas

      • saya tidak tahu Kurniawan assegaf ini seperti apa ya orangnya… kalau bisa coba di pampangkan fhotonya…. usianya kira-kira berapaya….

        kalau nulis nggak usah disingkat -singkat , seperti bc mushaf Quran jg bid’ah krn Nabi melarang Quran di tulis…

        maksudnya apa ini… hati-hati mengatakan ini – itu bid’ah….
        salah-salah bisa menyesatkan orang banyak….

        coba kurniawan assegaf, lebiha hati-hati lagi ya…..

        kepad apara pemirsa,,, lebih jeli dalam membaca.. yang saya khawatirkan adalah orang -orang yang menyusub ke Islam kemudian mengaburkan pandangan…

  12. JANGAN ASAL NGOMONG ANJING LOE..,,,! KLO GAK SENENG DIEM AJA

    • masya Allah, ingat kata dan perbuatan menunjukkan iman dan ilmu seseorang…jgn masuk dlm diskusi seperti ini kalau kamu blm siaaap menggunakan kata2 yg santun…lbh bnyk mudarat daripada manfaatnya yg kamu peroleh….mhn maaf..

    • ini orang ngomong gitu buat dirinya sendiri,kayanya dia kesinggung dah.haha

  13. Hancurkan syirik Tegakkan tauhid maka insyaaal pertolongan-Nya akan datang

  14. kita harus bisa bedakan mana agama mana tradisi,yang jelas agama bukan tradisi dan tradisi bukan agama,tapi alangkah baiknya tradisi itu diikat dengan agama,karena tampa agama tradisi akan merusak tatanan aqidah,sosial masyarakat dan budaya.

  15. Kurniawan assegaf

    mushaf Quran jg bid’ah, krn Nabi bhkan melarang mnulisny, aplgi dimushafkan sperti skrg ini.
    kitab hadis jg bid’ah, krna nabi mlarang hadis ditulis.
    bayar zakat fitrah pake beras jg bid’ah krna Nabi byr zakat pake korma & gandum.
    membeda-bedakan bid’ah syar’i & bukan syar’i juga bid’ah, krn Nabi tdk membeda-bedakan bid’ah…./????

    • Bid’ah di sini kalo disederhanakan dengan bahasa org awam agar mudah dipahami,, begini
      Bid’ah adalah suatu amalan mirip2 dengan agama padahal bukan,,, atau mengada-adakan sesuatu dalam agama padahal tidak (bukan amalan agama) atau mirip2 syari’at padahal tidak..
      Bid’ah hasanah menurut imam syafi’i adalah dari segi lughoh bukannya dari segi syara’ sedang dari segi syara’ tidak adalah istilah bid’ah hasanah yang ada adalah dholalah
      -Misal dari segi lughoh adalah Mobil/mushof/harokat al Qur’an, almu tknologi dsb.
      -Sedangkan bid’ah dari segi syara’ adalah Pujian setelah Adzan, dzikir2 yang tdk ada tuntunannya (contohnya), dan masih buanyaaaak lagi.. maksudnya menyangkut ibadah khusus) bukannya masalah mu’amalah/sosial, dan sarana dsb.

      Jadi masalah Mushuf al Qur’an itu bukan Bid’ah, kitab hadist itu juga bukan Bid’ah, alat pensil sekarang ini juga bukan bid’ah, bayar zakat pakai beras bukan pakai gandum ini juga bukan bid’ah, termasuk sekarang ,ini ada ilmu fikih, hadist, ekonomi, sosial, politik, syari’ah, ilmu tauhid, ilmu syirik (sihir), dsb itu bukannya bid’ah, looo,,,? makanya harus dipahami secara universal bukannya parsial.

      Memang betul pada zaman Nabi Muhammad rasulullah salallahu alaihi wasallama, tidak ada pengkelompok-kelompokkan seperti itu sebab pada zaman Nabi saw ketika beliau menyampaikan mereka (para sahabat) sudah paham, makanya tidak perlu adanya pengkelompokkan/pemisahan. Maka lain halnya dengan zaman …setelah mereka sehingga adanya timbul ide2 para ulama’ sehingga terjadilah adanya pengelompa’an agar pencari ilmu lebih mudah memahaminya.

      jadi pada dasarnya tdk ada penambahan dalam syara’ (amaliyah ibadah) yang ada hnya pengelompokan aja. Maka ini bukannya bid’ah sebab tidak menambah-nambah sesuatu yang tidak ada menjadi ada, misalnya masalah fikih, tauhid, ….dsb itu sudah ada jadi mengambil sesuatu yg sudah ada bukannya menambah sesuatu yg tdk ada menjadi ada. makanya ini bukan bid’ah loo?

      Contoh harokat, “bahwa harokat itu tidak merobah maksud dan tujuan lafat, justru malah membantu tujuan, makna maksud Allah (firman-Nya) iya kan?
      Contoh lagi kitab Hadist/ilmu nahwu & sorof, bahwa itu dulu sudah ada, bukan mengada-ngadakan sesuatu yg tidak ada sehingga menjadi ada, hanya saja dulu tidak diklasifikasikan/doklompokkan) dan masih buaanyak lagi tidk mungkin saya sebutkan di sini.

      demikian ya akhiy yg dapat saya sampaikan mudah2han bisa sebagai bahan renungan/perbandingan saudara agar tidak salah persepsi….dan masih perlu diperdalam lagi
      Djazaakumullahu khoiran

    • bner2 nih orang blajarnya sampai SD doang,,,
      saya jawab ya mas:
      nabi muhammad melarang pnulisan hadits itu hanya pada masanya saja..karna beliau takut tercampur dengan al qur’an..tapi stelah qur’an dimushafkan pada masa utsman bin affan maka hadits pun ikut dibukukan..
      apakah anda merasa lebih pintar dari utsman bin affan?atau imam bukhori sbagai periwayat hadits..atau anda lebih merasa pintar ketimbang para ulama
      ??sampai berani bilang kalau pembukuan hadits dan qur’an bid’ah??
      ittaqillah yaa rojul..barokallah

  16. didaerah saya kiainya klo puasa bener2 puasa lahir dan batin mereka, mereka tidak mau dunia karena akhirat lebih mulya, lalu pertanyaan orang awam yang tidak tahu dan tidak yang tidak mau nyampek keimanannya seperti mereka, sangkaannya macem2 boz, subhanallah,.. ada yang bilang mereka melalaikan keluarga mereka, berpuasa ini itu tidak ada tuntunannya,.. Astaghfirullah, saya mendengarnya hanya mengelus2 dada,… Insya’Allah klo orang2 yang berprasangka itu tadi mau melakukan seperti itu dan merasakan nikmatnya, Insya’Allah g mau dengan dunia ini…terkadang klo sang kiai shalat dia bilang ke makmumnya, klo saya tidak bergerak dalam 10menit kurang lebih maka lanjutkan shlat kalian masing2,. karena dia kadang2 2 hari baru balik,.. kadang cuma satu malam,.. Allah itu adalah dzat yang harus kita yakini bener2, pelajari Alquran dengan bener2,.. Dalamin bener2,.. Jangan terlalu mudah menyalahkan bahkan meremehkan keimanan orang lain,. klo dilingkunganq kalimat AllahuAkbar ini dipelajari bener2, apa maknanya, lama belajarnya… Kenapa Allah itu Maha dan Maha dipelajari.. berpikirnya jangan terlalu kaku, berpikir itu yang luas,..

  17. hancurkan kesyirikan basmi kurafat dan bida’ah karna ALLAH SWT berfirman;“Sesungguhnya, Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (Q.S. An-Nisa’/4: 48, 116).
    Maka, barangsiapa menghadap Allah dengan bertauhid, walau dengan membawa dosa sepenuh bumi, maka Allah akan menemuinya dengan ampunan sepenuh bumi juga. Tetapi ini bersama dengan kehendak Allah ‘Azza wa Jalla. Jika Dia menghendaki, Dia akan mengampuninya; Namun, jika Dia menghendaki, Dia akan menyiksanya dengan sebab dosa-dosanya. Kemudian, akhirnya dia tidak kekal di dalam neraka, namun akan keluar darinya, kemudian akan measuk ke dalam surga.” (Jami’ul ‘Uluum wal Hikam, juz 1, hal. 416-417, dengan penelitian Syu’aib Al-Arnauth dan Ibrahim Baajis, penerbit. Muassasah Ar-Risalah). Jadi selama adat danbudaya itu tidak bertentangan dengan ajaran islam,silakam untuk melakukannya.Namun jika bertentangan dgn ajaran islam seperti memamerkan aurat,berbau syirik,pemujaan dan penyembahan selain ALLAH SWT maka hukumnya haram.

    • pemikiran seperti ini yang kita perlukan…mari terus kita meyakinkan kepada saudara2 kita agar meninggalkan perbuatan bid’ah yg telah mengurat mengakar didalam masyarkat islam…

  18. إنَّ الْمَوْتَى يُفْتِنُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ سَبْعًا فَكَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ أنْ يُطْعِمُوْا عَنْهُمْ تَلْكَ اْلأيّاَمِ إلَى أنْ قَالَ عَنْ عُبَيْدِ ابْنِ عُمَيْرِ قَالَ: يُفْتِنُ رَجُلانِ مُؤمِنٌ وَمُنَافِقٌ فَأمَّا الْمُؤمِنُ فَيُفْتِنُ سَبْعًا وَأمَّا الْمُناَفِقُ فَيُفْتِنُ أرْبَعِيْنَ صَبَاحًا

    kalo menurut mas bagaimana?

  19. tidak ada yang menanggapi.. hmmm

  20. masa Allah, tenyata ummat ini masih sulit skali meninggalkan adat-budaya yg sdh mengakar walaupun itu jelas bid’ah hanya karena takut dicerca meninggalkan adat-budaya yg sdh mengakar dilingkungannya dari pada menegakkan aqidah yang benar….

  21. Z setuju dgn perkara diatas,,Kemusrikan di Indonesia memang sudah merajalela itu disebabkan awamx n jauhx masyarakat qta dari kemurnian Islam!!!

  22. Hancurkan segala bentuk ke syirikan.. termasuk GARUDA dan Aturannya PANCASILA.

  23. basmi penyakit umat ini sampai tuntas….tahayul.bid.sh.sirik…jangan hiraukan orang orang yang mencap diri kita wahabi salafi….sebab itu hanya karena kebebncian saja tanpa mau menunggalkan bid.ahnya…..

  24. Semoga link diatas membantu kita semua dalam menyikapi adanya perbedaan pemahaman…

  25. ISLAM ITU TINGGI TEMAN TEMAN. KITA DILARANG MENGATAKAN SATU SAMA LAIN ITU SESAT. YANG TAU SESAAT ITU HANYA ALLAH.KITA CUMA DI BERI PETUNJUK YAITU ALQURAN DAN HADIS DASAR PEGANGAN ISLAM, DAN ITU TIDAK MUDAH UNTUK MMPELAJARINYA, ORG YG DAPAT MMPELAJARINYA HANYALAH ORANG YG MAU MMBERSIHKAN HATINYA BARULAH ILMU ALLAH TNTANG ISLAM ITU BISA MASUK KEDALAM HATINYA, KALAU TIDAK 1 ORANG PUN TIDAK BISA MMPELAJARI ISLAM, KRN YG PUNYA AGAMA ISLAM ITU ALLAH YANG MAHA ( MAHA SUCI MAHA BESAR MAHA SEGALANYA ) JADI ISLAM ITU TINGGI, KALAU TIDAK TAHU ISLAM BAGAIMANA BISA MNGATAKAN YG LAIN SESAT.ALLAH MNGATAKAN DALAM ALQURAN BAHWA MANUSIA ITU BERMACAM SUKU, BANGSA DAN BUDAYA, BERARTI MEREKA TIDAK SAMA, TAPI NABI MNGGARISKAN SEMUA ITU YG MMBEDAKAN KESESATAN IALAH HATI ANAK ADAM (NIAT) KALAU NIATNYA BENAR BISA JD NNTINYA AKAN BENAR APA LAGI NIAT DAN JALAN ITU BENAR ALLAHUAKBAR ITU YANG MAHA BENAR

  26. JANGAN PERNAH MAIN-MAIN DENGAN TBC (TAKHAYUL , BID’AH dan CHURAFAT) SEBAB UJUNG-UJUNGNYA BISA MENGARAH PADA KEMUSYRIKAN …………. BUKAN SAYA YANG BILANG , TAPI QUR’AN ” SEMUA BID’AH ADALAH SESAT , DAN KESESATANNYA ADALAH NERAKA” ……… MARI KITA JAUHI HAL ITU

  27. kalo ada yasinan dan perjanjen itu bid’ah ga

  28. Saya Tegaskan Al Adatun Muhakkamah bahwa setiap Adat bisa di jadikan hukum,Janganlah kaliam belajar Syariat Saja karena diluar syariat masih bayak lagi yang harus ketahui,dan Jangan memperadukkan Keyakinan dengan Agama karena semua itu telah di atur dan di rubah oleh Para Wali Songo,di dalam upacara2 adat dll,yang masih kental dalam dunia kejawen telah di selipkan Asma2 Allah,itupun metode para Wali Songo agar Islam bisa di terima di tanah Jawa.Islam itu Ngayomi,Mudah tidak mempersulit,.bagi anda silahkan hidup di luar tanah Jawa jika tidak bisa nerima Adat Jawa,.Pergi aja ke Laut

    • GAK USAH NGUSIR2….KALO KITA PUNYA DASAR DARI KYAKINAN KITA TENTUNYA GAK RAGU DAN… TEP TENANG MGHADAPI PERBEDAAN.

  29. ya jelas bid’ah g ada contohnya

  30. Hanya ALLAH yang berhak menentukan itu sesat atau bi’dah,….
    Apa kamu hendak mendahului kehendak ALLAH,….
    Apa kamu tahu diri kamu sendiri,….
    Apa kamu tahu tentang ALLAH,….
    Kamu hanya selalu bisa bersaksi tanpa melihatnya,….

  31. Umat selalu mau dibawa dan ditarik kembali menuju peradaban sederhana

    kalau tidak mau dikatakan primitif di zaman Rasulullah, sahabat, dan

    salafus shalih dahulu kala. Kalau tidak ada contoh dari zaman-zaman

    Nabi dan salafus shalih tersebut, maka sebuah senjata pamungkas yang

    menakutkan kemudian dikeluarkan: “Itu adalah BID’AH, setiap BID’AH

    adalah sesat, dan setiap kesesatan imbalannya adalah NAARRRR

    (NERAKA)”. Cerdas benar orang yang telah memelintir senjata yang

    sebenarnya sederhana ini menjadi sebuah senjata pamungkas sehingga

    perkembangan umat Islam menjadi mandeg dalam segala hal. Sehingga umat

    Islam lalu menjadi bulan-bulanan atas ketakutan mereka sendiri untuk

    menjalankan kekinian yang sangat jauh berbeda dengan zaman salafus

    shalih dulu itu.

    Padahal makna Bid’ah yang diganjar dengan neraka itu, kalau masih mau

    dipakai, hanyalah sebatas yang berhubungan dengan ritual ibadah

    seperti shalat, haji, puasa, dan pada taraf tertentu adalah mengenai

    harta. Sedangkan untuk membangun sebuah kebudayaan, maka boleh

    dikatakan semua asesorisnya adalah baru, BID’AH. Jadi untuk membangun

    kebudayaan itu, maka boleh dikatakan semuanya adalah BID’AH, karena

    nyaris semuanya tidak ada contohnya di zaman Nabi dan salafush shalih

    dulu.

    Bagaimana mungkin sebuah BUDAYA (dengan segenap asesorisnya) di zaman

    kosmopolitan seperti sekarang ini mau ditarik mundur menuju peradaban

    sederhana di zaman Nabi dan salafush shalih itu…??. Kalau pun ada yang

    mengatakan itu bisa, maka hasil yang akan didapatkan adalah sebuah

    peradaban yang menjadi tontonan orang banyak karena keanehannya.

    Disamping itu, bagaimana mungkin budaya umat Islam yang berasal dari

    berbagai bangsa dengan budaya dan peradaban yang berbeda mau dibawa

    dan ditarik menjadi sebuah budaya berbau ARAB, misalnya keislaman

    seseorang masih mau ditandai dengan atribut-atribut seperti memakai

    gamis, bersorban, dengan tasbih di tangan, dan siwak menempel di

    mulutnya pula. Pada aliran-aliran tertentu malah, seorang ulama, Kyai

    Haji, ustadz akan merasa belum afdhal kalau dia belum terlihat seperti

    figur WALI SONGO dalam sinetron di TV. Padahal dulunya Abu Jahal, Abu

    Lahab, dan pembesar-pembesar Quraisy penentang Nabi juga memakai gamis

    dan bersorban pula. Apa bedanya kalau begitu, kalau masih terpaku

    dengan atribut lahiriah belaka..?. Bahkan baju gamis yang dianggap

    sebagai ciri khas kelompok-kelompok tertentu di Indonesia ini ternyata

    di Pakistan dan Afghanistan sana juga dipakai oleh tukang sampah dan

    petani-petani untuk ke sawah.

    Banyak lagilah kerancuan umat Islam dalam pemahaman kata BID’AH dan

    perubahan kebudayaan ini, sehingga terlihat benar bahwa sebagian besar

    umat Islam lalu menjadi serba salah, serba kikuk, serba terbata-bata,

    dan gagap budaya.

    • saudara Iwan, yang jelas disebutkan dalam hadits bahwa sesuatu perkara baru dalam agama adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat, tidak ada dalil lain yang mengecualikan hal tersebut. agama tidak melarang manusia dalam berbudaya selama ritual-ritual dalam kebudayaan tersebut tidak bertentangan dengan agama (berdasarkan dalil yang sahih).

  32. berpeganglah pada Al-Quran dan hadist Rasullullah…

    jangan membuat – buat yang tidak ada menjadi ada, atau jangan mengada-ada.
    meskipun yang dibut-buat itu baik. atau kebiasaan-kebiasaan yang dibuat-buat itu baik.

    saya ingatkan. Al-quran itu isinya perintah dan larangan, patuhui, dan laksanakan dengan baik dan benar. jangan menambah-nambah atau menguranginya, meskipun tujuannya baik.

    karena ini adalah masalah Perintah dan larangan Allah. T I T I K.

    bukan masalah baik dan tidak baiknya.

    contoh : diperintahkan sholat subuh itu 2 rakaat… lalu kita kerjakan 3, 4 rakaat,,, kan baik tu, itu namanya tidak patuh pada perintah.

    jangan terlalu banyak berdebat atau berbantah-bantahan sesama ISLAM. kalau tidak mengerti tanya sama AHLINYA.. pedoman pada Al-QURAN dan HADIST. dan sunnah rasullullah.

  33. Wah seru juga diskusinya :

    Kesimpulannya memang TBC sudah berakar di masyarakat Indonesia …. , itupun disokong oleh ” ULAMA ULAMA ” yang mempertahankan TBC dengan kebodohan atau maksud lainnya.

    Akhir Akhir ini ulama ulama TBC dengan enteng sudah dengan tanpa malu tampil didepan umum untuk memaki ..mendustakan ….memfitnah .

    http://www.voa-islam.com/#fragment-1 lihat contoh di link tsb.

    Tapi insyallah umat akan dapat melihat siapa yang Haq dan siapa yang Batil …………

  34. aqidah atau tauhid umat telah dicemari oleh berbagai hal seperti takhayul, bid’ah dan khurafat (TBC) yang bisa menjatuhkan pelakunya kepada syirik. Aktivitas-aktivitas seperti mengunjungi para wali, mempersembahkan hadiah dan meyakini bahwa mereka mampu mendatangkan keuntungan atau kesusahan, mengunjungi kuburan mereka, mengusap-usap kuburan tersebut dan memohon keberkahan kepada kuburan tersebut. Seakan-akan Allah SWT sama dengan penguasa dunia yang dapat didekati melalui para tokoh mereka, dan orang-orang dekat-Nya. Bahkan manusia telah melakukan syirik apabila mereka percaya bahwa pohon kurma, pepohonan yang lain, sandal atau juru kunci makam dapat diambil berkahnya, dengan tujuan agar mereka dapat memperoleh keuntungan.

    Pencemaran terhadap ajaran Islam yang murni bermula di masa pemerintahan Islam Abbasiah di Baghdad. Kemajuan ilmu pengetahuan di zaman ini telah menyeret kaum muslimin untuk ikut pula memasyarakatkan ajaran filsafat yunani dan romawi. Selain itu, pengaruh mistik platonik dari budaya Rusia ikut menimbulkan pengaruh negatif pada ajaran Islam. Puncaknya adalah berbagai macam kebatilan dan takhyul yang dipraktekkan kaum Hindu mulai diikuti orang-orang Islam. Wilayah Arab, sebagai tempat kelahiran Islam pun tidak luput dari pengaruh buruk tersebut. Orang-orang Arab terpecah belah karena perselisihan dan persaingan di antara suku, mengalami kemunduran di berbagai aspek kehidupan.

  35. aduhh lier aink nih,,,, masih blom paham betul soal agama,, ini beda itu beda,,,

  36. kampreet….!!

  37. Bagi banyak orang yang sudah terbiasa melaksanakannya, pasti sulit sekali mau menerima penjelasan tentang bid’ah. Terus dicari argumen agar hati terasa nyaman melakukannya. Bagi saya pribadi yang pernah mengamalkan amalan yang dianggap bid’ah seperti yang disebutkan diatas (karena mengikuti apa yang biasa dilakukan oleh orang yang saya anggap pintar ngaji ngerti agama dsb.) sekarang berfikir lebih baik meninggalkannya daripada merasa mendekatkan diri pada Allah, padahal dimurkai Allah (Itu pemikiran sederhana dalam mencari keselamatan serta ridha Allah …) dan saya mencoba membuka diri tanpa harus emosi atau merasa disalahkan, apa yang dijelaskan diatas bisa difahami. Semoga saya lebih berhati-hati dan mampu lebih mendekatkan diri pada Allah sesuai dengan ridha-Nya…

    • Sangat setuju dgn mas Iman, kita harus menyamapaikan kebenaran walaupun itu pahit. Yg penting cara kita menyampaikannya perlu hati2, jgn sampai utk kebenaran lalu menimbulkan permusuhan dan pertikaian apalgi sampai pertumpahan darah. Jelas ini bukan hakiki adanya ajaran islam. Wallahualambisawab…

  38. Syukron, jazakumullah khoiron khatsir atas risalahnya. Ana setuju, krn hanya dengan membuka pikiran dgn sebenar-benarnya, InsyaAllah hati akan terbuka. mari kita tinggalkan bid’ah meskipun sdh mengakar, masih banyak amalah2 lain yg hadisnya sohih. Takut sama Allah..

  39. Rame dan semarak kalu lagi bahas BID’AH, sebelum kita bicara panjang lebar soal bid’ah sebaiknya kita fahami dulu definisi dan contoh konkrit bid’ah tsb. asal teriak bid,ah ga ngerti artinya sama dengan burung Beo????
    Mari kita semua back to Al’qur’an dan Hadist Rasullulah Saw secara total……

  40. sipung,..hewah-heweh clab

    ingatlah allah nabi allah dan alqur’an yg tlah dturnkan allah, bacalah itulah dan jlnkan itulah jalan kita kita msuk surga…,

  41. terimakasih atas ilmu yg anda berikan

  42. islam itu indah jika tanpa kekerasan,mari ajaklah saudara-saudar kita sedikit demi sedikit untuk menjauhi TBC tersebut.

  43. Trima ksih info yg mncerahkan. Bagi ahlul bid’ah yg selalu mrasa ahlu sunnah di Indonersia ini telah mencampuradukan agama dengan budya, syariat dengan tradisi. Akhirnya beragama sesuai kebiasaan turun temurun saja. Kalau kita ingin mendapatkan air yg jernah kan hrus dri sumbernya. Maka mau ber islam yang benar ya harus dari sumbernya, Al Qur’an dan As Sunnah.

  44. Terimakasih untuk penulis..
    Dan untuk semua sahabatku, DAMAI itu indah…
    So, jangan jadikan ini sarana pertengkaran sesama muslim, cukup ambil ikmahnya, malu sama nonmuslim..
    wassalam..

  45. Imam Abu Dawud. “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.”

    mengenai kutipan diatas

    bukannya rasul allah muhammad s.a.w, itu juga berbudaya yang sama dengan akar budaya nya kaum jahiliyah/kafirun penyembah thagut … adat yang sama, pakaian juga sama … makan juga sama, bahasa juga sama, dll.
    pengislaman budaya/re-defenisi budaya boleh kah ?

    terus kalo muter-muter diatas bangunan batu yang disebut kabah, juga dilakukan orang pra-islam/jahiliyah, itu juga digunakan oleh islam dengan paradigma agama tauhid ? padahal kabah bukan allah s.w.t, dan di dalamnya pernah menyimpan ratusan berhala.

    apakah wujud/yang ada menurut panca indera itu memang selalu hakikatnya seperti itu ?

  46. saya usul, gambar-gambar makhluk bernyawanya diedit lagi dg disamarkan, agar tidak masuk ancaman hadits tentang larangan menggambar makhluk bernyawa. Wallahu a’lam

  47. ingat islam berkembang di indonesia karena siapa?dengan cara apa?semua udah tau to…
    kenapa masih dipertentangkan,,,,,
    sebelum ada paham2 seperti ini,indonesia dulu baik2 aja. gak sepeti sekarang apa2 semua pake kekerasan, atas nama islam lagi…semua akibat paham2 yang seperti ini.KAKU….
    Liat…antara umat muslim di indonesia yang dulu dan sekarang, muka mukanya udah beda,kalau dulu mukanya ayem2 tp sekarang mukanya serem2…akibat terlalu kaku,ATInya pun juga KAKU.
    Gimana mau maju,dalam satu agama bertengkar terus Benar kata NAbi Muhammad SAW. kalau islam akan hancur karena umat islam itu sendri.
    Gak usah meributkan mana yang bid ah dan yang enggak,kita beribadah dengan keyakinan kita masing2,tidak usah mencampuri urusan orang lain. Yang belum tentu benar atau salah.Hanya Alloh yang tau tentang kebenaran itu.

    • betul banget. yg mau ikut2 tradisi y biarin aja, yg gak mau ikut y g usah dipaksa bahkan dikucilkan. gak ketemu di kyakinan y bs brtemu sesama bgsa indonesia. slg mghormati biar msg2 beramal dg ilmunya.. kan ALLAH pengadilnya.

    • kalo ku koment sama bang zuhri ni,,kalo sesama Islam aja “menurut keyakinan masing2″katanya berarti dalam Islam seolah2 ada cabang2 byk lah,,utk cerita para wali dahulu banyak yang tidak sesuai dengan sejarah bahkan cenderung khurafat/dongeng belaka, ini kta para ahli sejarah lho,,,yang pastinya sumber cerita yang sekarang kita dapat dari cerita para wali masih harus dicek lagi kebenarannya,,contohnya : Masak sih sunan Bonang nyuruh raden mas said utk dikubur hidup2 selama beberapa hari, dan selama itu pula dia meninggalkan shalat,,??? apa mungkin seorang wali menyuruh muridnya ninggalin shalat selama itu …??? padahal shalat hukumnya wajib,,,,”

    • Maaf…pikiran2 seperti anda harus segera dihilangkan, anda seperti mengagungkan para2 wali di jawa yg konon ceritanya sangat luar biasa itu, anda telah menafikan Rasullullah dalam pemikiran anda,hidup harus belajar…buka hati, kalau ada kebenaran maka terimalah, kenapa orang2 seperti anda berkeras mempertahankan tradisi2 yg bukan diluar ajaran islam yg mahal itu, untuk pelajaran penyebaran Islam di indonesia, anda harus banyak mencari referensi, bukan sekedar kisah wali songo yg telah dituhankan di daerah2 jawa, semua argumen harus berlandaskan Hadist dan Al Quran…jadi apa landasan argumen anda…syukron…

  48. Ass. Wr. Wb. saya mau bertanya tentang masalah 3-7-40 harian, di situ anda bilang termasuk nihayah, akan tetapi kenapa dari beberapa sumber yang saya lihat dan baca hal tersebut termasuk bid’ah?mohon penjelasannya, karena dari beberapa sumber tersebut ada yg blg klo hal tersebut termasuk adat istiadat, dan berdasarkan dari yang anda jelaskan pada paragraf :

    Antara Bid’ah dan Ikhtilaf Ulama’ (Perbedaan Pendapat Ulama)

    Bid’ah tidaklah sama dengan ikhtilaf para ulama. Bid’ah harus diingkari dan dicegah, sedangkan ikhtilaf yang merupakan hasil ijtihad di kalangan ulama tidak boleh dicegah atau diingkari sebagaimana mengingkari maksiat. Qunut subuh misalnya, tidak selayaknya kita mengingkari orang yang melakukannya seperti kita mengingkari kemungkaran atau bid’ah. Karena nyatanya hal itu diperselisihkan ulama tentang kesunnahannya. Begitupun juga dengan ikhtilaf dalam hal tahiyat, menggerakkan jari atau tidak. Juga ketika berdiri dari rukuk, bersedekap atau tidak.

    Hal ini berbeda dengan perkara bid’ah yang nyata diada-adakan. Seperti berkumpul pada hari ke-7, ke-40 atau ke-100 hari orang yang meninggal dunia. Karena tidak ada dalil ke-sunnahannya, tidak ada pula ulama terdahulu yang menganjurkannya. Bahkan para sahabat menganggapnya sebagai nihayah (meratapi mayit). Jarir bin Abdillah al-Bajali berkata,

    كُنَّا نَرَى الِاجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ مِنْ النِّيَاحَةِ

    “Kami (para sahabat) menganggap bahwa kumpul-kumpul di tempat keluarga mayit dan membuat makanan (jamuan) setelah dikuburkannya mayit termasuk nahiyah (meratapi mayit).” (HR. Ibnu Majah no. 1601, disahihkan oleh Al-Albani dalam Talkhish Ahkam Al-Jana’iz, hal. 73)

    jadi dalam hal ini saya sebenarnya masih dalam tanda tanya, apakah termasuk dalam bid’ah atau nihayah, mohon penjelassnya, maaf orang awam masih butuh belajar dari berbagai sumber untuk bisa d terima secara aqidah dan logika yg saya miliki.

    Terima Kasih ^_^

  49. jazakalloh baru tau kalo tabur bunga di kuburan tu bisa termasuk syrik, ampuni aku ya Allah ….

  50. slow dont…:-)
    perbedaan itu indah…:-)

  51. sejuk menusuk

    Bid’ah hasanah adalah persoalan yang tidak pernah selesai dibicarakan. Hal ini di samping karena banyak inovasi amaliah kaum Muslimin yang tercover dalam bingkai bid’ah hasanah, juga karena adanya kelompok minoritas umat Islam yang sangat kencang menyuarakan tidak adanya bid’ah hasanah dalam Islam. Akhirnya kontroversi bid’ah hasanah ini selalu menjadi aktual untuk dikaji dan dibicarakan. Toh walaupun sebenarnya khilafiyah tentang pembagian bid’ah menjadi dua, antara bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah, tidak perlu terjadi. Karena di samping dalil-dalil Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang menunjukkan adanya bid’ah hasanah cukup banyak dan sangat kuat, juga karena konsep bid’ah hasanah telah diakui sejak generasi sahabat pada masa Khulafaur Rasyidin. Namun apa boleh dikata, kelompok yang anti bid’ah hasanah tidak pernah bosan dan lelah untuk membicarakannya.

    Dalam sebuah diskusi dengan tema Membedah Kontroversi Bid’ah, yang diadakan oleh MPW Fahmi Tamami Provinsi Bali, di Denpasar, pada bulan Juli 2010, saya terlibat dialog cukup tajam dengan beberapa tokoh Salafi yang hadir dalam acara tersebut. Dalam acara itu, saya menjelaskan, bahwa pembagian bid’ah menjadi dua, bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah, merupakan keharusan dan keniscayaan dari pengamalan sekian banyak hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang shahih dan terdapat dalam kitab-kitab hadits yang otoritatif (mu’tabar). Karena meskipun Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

    عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ t قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ r: إِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَالْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةُ. (رواه مسلم).

    “Jabir bin Abdullah berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Sejelek-jelek perkara, adalah perkara yang baru. Dan setiap bid’ah itu kesesatan.” (HR. Muslim [867]).

    Termyata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:

    عَنْ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْبَجَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ r مَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مَنْ بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ. رواه مسلم

    “Jarir bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memulai perbuatan baik dalam Islam, maka ia akan memperoleh pahalanya serta pahala orang-orang yang melakukannya sesudahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barangsiapa yang memulai perbuatan jelek dalam Islam, maka ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang-orang yang melakukannya sesudahnya tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka.” (HR. Muslim [1017]).

    Dalam hadits pertama, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menegaskan, bahwa setiap bid’ah adalah sesat. Tetapi dalam hadits kedua, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menegaskan pula, bahwa barangsiapa yang memulai perbuatan baik dalam Islam, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang melakukannya sesudahnya. Dengan demikian, hadits kedua jelas membatasi jangkauan makna hadits pertama “kullu bid’atin dhalalah (setiap bid’ah adalah sesat)” sebagaimana dikatakan oleh al-Imam al-Nawawi dan lain-lain. Karena dalam hadits kedua, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan dengan redaksi, “Barangsiapa yang memulai perbuatan yang baik”, maksudnya baik perbuatan yang dimulai tersebut pernah dicontohkan dan pernah ada pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam, atau belum pernah dicontohkan dan belum pernah ada pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Di sisi lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam seringkali melegitimasi beragam bentuk inovasi amaliah para sahabat yang belum pernah diajarkan oleh beliau. Misalnya berkaitan dengan tatacara ma’mum masbuq dalam shalat berjamaah dalam hadits shahih berikut ini:

    عَنْ عَبْدِالرَّحْمنِ بْنِ أَبِيْ لَيْلَى قَالَ: (كَانَ النَّاسُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ r إِذَا جَاءَ الرَّجُلُ وَقَدْ فَاتَهُ شَيْءٌ مِنَ الصَّلاَةِ أَشَارَ إِلَيْهِ النَّاسُ فَصَلَّى مَا فَاتَهُ ثُمَّ دَخَلَ فِي الصَّلاَةِ ثُمَّ جَاءَ يَوْمًا مُعَاذٌ بْنُ جَبَلٍ فَأَشَارُوْا إِلَيْهِ فَدَخَلَ وَلَمْ يَنْتَظِرْ مَا قَالُوْا فَلَمَّا صَلَّى النَّبِيُّ r ذَكَرُوْا لَهُ ذَلِكَ فَقَالَ لَهُمْ النَّبِيُّ r «سَنَّ لَكُمْ مُعَاذٌ».وَفِيْ رِوَايَةِ سَيِّدِنَا مُعَاذٍ بْنِ جَبَلٍ: (إِنَّهُ قَدْ سَنَّ لَكُمْ مُعَاذٌ فَهَكَذَا فَاصْنَعُوْا). رواه أبو داود وأحمد ، وابن أبي شيبة، وغيرهم، وقد صححه الحافظ ابن دقيق العيد والحافظ ابن حزم.

    “Abdurrahman bin Abi Laila berkata: “Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bila seseorang datang terlambat beberapa rakaat mengikuti shalat berjamaah, maka orang-orang yang lebih dulu datang akan memberi isyarat kepadanya tentang rakaat yang telah dijalani, sehingga orang itu akan mengerjakan rakaat yang tertinggal itu terlebih dahulu, kemudian masuk ke dalam shalat berjamaah bersama mereka. Pada suatu hari Mu’adz bin Jabal datang terlambat, lalu orang-orang mengisyaratkan kepadanya tentang jumlah rakaat shalat yang telah dilaksanakan, akan tetapi Mu’adz langsung masuk dalam shalat berjamaah dan tidak menghiraukan isyarat mereka, namun setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selesai shalat, maka Mu’adz segera mengganti rakaat yang tertinggal itu. Ternyata setelah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selesai shalat, mereka melaporkan perbuatan Mu’adz bin Jabal yang berbeda dengan kebiasaan mereka. Lalu beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab: “Mu’adz telah memulai cara yang baik buat shalat kalian.” Dalam riwayat Mu’adz bin Jabal, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda; “Mu’adz telah memulai cara yang baik buat shalat kalian. Begitulah cara shalat yang harus kalian kerjakan”. (HR. al-Imam Ahmad (5/233), Abu Dawud, Ibn Abi Syaibah dan lain-lain. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Hafizh Ibn Daqiq al-’Id dan al-Hafizh Ibn Hazm al-Andalusi).

    Hadits ini menunjukkan bolehnya membuat perkara baru dalam ibadah, seperti shalat atau lainnya, apabila sesuai dengan tuntunan syara’. Dalam hadits ini, Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak menegur Mu’adz dan tidak pula berkata, “Mengapa kamu membuat cara baru dalam shalat sebelum bertanya kepadaku?”, bahkan beliau membenarkannya, karena perbuatan Mu’adz sesuai dengan aturan shalat berjamaah, yaitu makmum harus mengikuti imam. Dalam hadits lain diriwayatkan:

    وَعَنْ سَيِّدِنَا رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ t قَالَ : كُنَّا نُصَلِّيْ وَرَاءَ النَّبِيِّ r فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ قَالَ (سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ) قَالَ رَجُلٌ وَرَاءَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ فَلَمَّا انْصَرَفَ قاَلَ (مَنِ الْمُتَكَلِّمُ؟) قَالَ : أَنَا قاَلَ: «رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِيْنَ مَلَكًا يَبْتَدِرُوْنَهَا أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا». رواه البخاري.

    “Rifa’ah bin Rafi’ radhiyallahu anhu berkata: “Suatu ketika kami shalat bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Ketika beliau bangun dari ruku’, beliau berkata: “sami’allahu liman hamidah”. Lalu seorang laki-laki di belakangnya berkata: “rabbana walakalhamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih”. Setelah selesai shalat, beliau bertanya: “Siapa yang membaca kalimat tadi?” Laki-laki itu menjawab: “Saya”. Beliau bersabda: “Aku telah melihat lebih 30 malaikat berebutan menulis pahalanya”. (HR. al-Bukhari [799]).

    Kedua sahabat di atas mengerjakan perkara baru yang belum pernah diterimanya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, yaitu menambah bacaan dzikir dalam i’tidal. Ternyata Nabi shallallahu alaihi wa sallam membenarkan perbuatan mereka, bahkan memberi kabar gembira tentang pahala yang mereka lakukan, karena perbuatan mereka sesuai dengan syara’, di mana dalam i’tidal itu tempat memuji kepada Allah. Oleh karena itu al-Imam al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani menyatakan dalam Fath al-Bari (2/267), bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya membuat dzikir baru dalam shalat, selama dzikir tersebut tidak menyalahi dzikir yang ma’tsur (datang dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam), dan bolehnya mengeraskan suara dalam bacaan dzikir selama tidak mengganggu orang lain. Seandainya hadits “kullu bid’atin dhalalah (setiap bid’ah adalah sesat)”, bersifat umum tanpa pembatasan, tentu saja Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan melarang setiap bentuk inovasi dalam agama ketika beliau masih hidup.

    Selanjutnya pembagian bid’ah menjadi dua, bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah, juga dilakukan oleh para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam, termasuk Khulafaur Rasyidin. Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya:

    عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُ قَالَ: خَرَجْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ t لَيْلَةً فِيْ رَمَضَانَ إلى الْمَسْجِدِ فَإِذًا النَّاسُ أَوْزَاعٌ مُتَفَرِّقُوْنَ يُصَلِّي الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ وَيُصَلِّي الرَّجُلُ فَيُصَلِّيْ بِصَلاَتِهِ الرَّهْطُ فَقَالَ عُمَرُ t: إِنِّيْ أَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلاَءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ ثُمَّ عَزَمَ فَجَمَعَهُمْ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ لَيْلَةً أُخْرَى وَالنَّاسُ يُصَلُّوْنَ بِصَلاةِ قَارِئِهِمْ قَالَ عُمَرُ: نِعْمَتِ الْبِدْعَةُ هَذِهِ وَالَّتِيْ نَامُوْا عَنْهَا أَفْضَلُ مِنَ الَّتِيْ يَقُوْمُوْنَ يُرِيْدُ آخِرَ اللَّيْلِ وَكَانَ النَّاسُ يَقُوْمُوْنَ أَوَّلَهُ. رواه البخاري.

    “Abdurrahman bin Abd al-Qari berkata: “Suatu malam di bulan Ramadhan aku pergi ke masjid bersama Umar bin al-Khaththab. Ternyata orang-orang di masjid berpencar-pencar dalam sekian kelompok. Ada yang shalat sendirian. Ada juga yang shalat menjadi imam beberapa orang. Lalu Umar radhiyallahu anhu berkata: “Aku berpendapat, andaikan mereka aku kumpulkan dalam satu imam, tentu akan lebih baik”. Lalu beliau mengumpulkan mereka pada Ubay bin Ka’ab. Malam berikutnya, aku ke masjid lagi bersama Umar bin al-Khaththab, dan mereka melaksanakan shalat bermakmum pada seorang imam. Menyaksikan hal itu, Umar berkata: “Sebaik-baik bid’ah adalah ini. Tetapi menunaikan shalat di akhir malam, lebih baik daripada di awal malam”. Pada waktu itu, orang-orang menunaikan tarawih di awal malam.” (HR. al-Bukhari [2010]).

    Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah menganjurkan shalat tarawih secara berjamaah. Beliau hanya melakukannya beberapa malam, kemudian meninggalkannya. Beliau tidak pernah pula melakukannya secara rutin setiap malam. Tidak pula mengumpulkan mereka untuk melakukannya. Demikian pula pada masa Khalifah Abu Bakar radhiyallahu anhu. Kemudian Umar radhiyallahu anhu mengumpulkan mereka untuk melakukan shalat tarawih pada seorang imam dan menganjurkan mereka untuk melakukannya. Apa yang beliau lakukan ini tergolong bid’ah. Tetapi bid’ah hasanah, karena itu beliau mengatakan: “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”. Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya:

    وَعَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيْدَ t قَالَ: كَانَ النِّدَاءُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوَّلهُ إِذَا جَلَسَ الإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ r وَأَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا فَلَمَّا كَانَ عُثْمَانُ t وَكَثُرَ النَّاسُ زَادَ النِّدَاءَ الثَّالِثَ عَلىَ الزَّوْرَاءِ وَهِيَ دَارٌ فِيْ سُوْقِ الْمَدِيْنَةِ. رواه البخاري.

    “Al-Sa’ib bin Yazid radhiyallahu anhu berkata: “Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar adzan Jum’at pertama dilakukan setelah imam duduk di atas mimbar. Kemudian pada masa Utsman, dan masyarakat semakin banyak, maka beliau menambah adzan ketiga di atas Zaura’, yaitu nama tempat di Pasar Madinah.” (HR. al-Bukhari [916]).

    Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar adzan Jum’at dikumandangkan apabila imam telah duduk di atas mimbar. Pada masa Utsman, kota Madinah semakin luas, populasi penduduk semakin meningkat, sehingga mereka perlu mengetahui dekatnya waktu Jum’at sebelum imam hadir ke mimbar. Lalu Utsman menambah adzan pertama, yang dilakukan di Zaura’, tempat di Pasar Madinah, agar mereka segera berkumpul untuk menunaikan shalat Jum’at, sebelum imam hadir ke atas mimbar. Semua sahabat yang ada pada waktu itu menyetujuinya. Apa yang beliau lakukan ini termasuk bid’ah, tetapi bid’ah hasanah dan dilakukan hingga sekarang oleh kaum Muslimin. Benar pula menamainya dengan sunnah, karena Utsman termasuk Khulafaur Rasyidin yang sunnahnya harus diikuti berdasarkan hadits sebelumnya.

    Selanjutnya, beragam inovasi dalam amaliah keagamaan juga dipraktekkan oleh para sahabat secara individu. Dalam kitab-kitab hadits diriwayatkan, beberapa sahabat seperti Umar bin al-Khaththab, Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, al-Hasan bin Ali dan lain-lain menyusun doa talbiyah-nya ketika menunaikan ibadah haji berbeda dengan redaksi talbiyah yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Para ulama ahli hadits seperti al-Hafizh al-Haitsami meriwayatkan dalam Majma’ al-Zawaid, bahwa Anas bin Malik dan al-Hasan al-Bashri melakukan shalat Qabliyah dan Ba’diyah shalat idul fitri dan idul adhha.

    Berangkat dari sekian banyak hadits-hadits shahih di atas, serta perilaku para sahabat, para ulama akhirnya berkesimpulan bahwa bid’ah terbagi menjadi dua, bid’ah hasanah dan bid’ah sayyi’ah. Al-Imam al-Syafi’i, seorang mujtahid pendiri madzhab al-Syafi’i berkata:

    اَلْمُحْدَثَاتُ ضَرْبَانِ: مَا أُحْدِثَ يُخَالِفُ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ إِجْمَاعًا فَهُوَ بِدْعَةُ الضَّلالَةِ وَمَا أُحْدِثَ فِي الْخَيْرِ لاَ يُخَالِفُ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَهُوَ مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُوْمَةٍ. (الحافظ البيهقي، مناقب الإمام الشافعي، ١/٤٦٩).

    “Bid’ah (muhdatsat) ada dua macam; pertama, sesuatu yang baru yang menyalahi al-Qur’an atau Sunnah atau Ijma’, dan itu disebut bid’ah dhalalah (tersesat). Kedua,sesuatu yang baru dalam kebaikan yang tidak menyalahi al-Qur’an, Sunnah dan Ijma’ dan itu disebut bid’ah yang tidak tercela”. (Al-Baihaqi, Manaqib al-Syafi’i, 1/469).
    Pernyataan al-Imam al-Syafi’i ini juga disetujui oleh Syaikh Ibn Taimiyah al-Harrani dalam kitabnya, Majmu’ Fatawa Syaikh al-Islam Ibn Taimiyah (juz. 20, hal. 163).”

  52. Tinggalkanlah Ritual2 yg Tidak Sesuai dengan Tuntunan Al-Quran dan Hadis Rasulullah,walaupun Orang2 Tua kita mengerjakannya.

  53. nice… kita hidup di bumi yg penuh bid’ah, smg Alloh sllu menjaga kemurnian agama-NYA

  54. islam itu satu. smua sama selama pegangannya al-qur’an dan sunah. “sesungguhnya jln selain al-qur’an memisahkan kmu dari jalan yg lurus”

  55. ga jenuh-jenuh ya mbahas beginian…..,bukanya sudah di jelaskan juga akan terpecah menjadi banyak golongan,kenapa juga masih dibahas,membuang waktu, INDONESIA itu luas,kenapa harus saling menyalahkan,kenapa ga bisa terima yang namanya perbedaan…ini masalah keyakinan…,amal dan dosa biarlah di tanggung sendiri-sendiri…jika tak mau perbedaan lebih baik hidup di hutan bukan bermasyarakat….
    jika memang tidak sependapat ya ucapkanlah dengan santun dan dengan rendah diri…supaya tidak ada perpecahan dan permusuhan…

  56. hebaaaat……yang ini bid’ah itu bid’ah……

  57. BAGI SAUDARAKU AHLI SUNNAH WAL JAMAAH, JANGAN GUSAR AKAN ALIRAN WAHABI YANG SELALU MENUKIL NUKIL HADITS DAN AYAT AL QIR’AN DENGAN INGIN MENGHILANGKAN AMALAN SUNNAH.. PERCAYALAH PADA ULAMA AHLI SUNNAH WAL JAMAAH YANG SANAD BERGURUNYA TERSAMBUNG HINGGA RASULULLAH SAW, JANGAN RAGU AKAN AMALAN YANG DICONTOHKAN PARA ULAMA KITA.. JANGAN HIRAUKAN PARA WAHABI DIINDONESIA YANG SELALU MEMPERMASALAHKAN BID’AH, KHURAFAT DAN SEJENISNYA.. BAGAI MANA CARA WALI2 ALLAH MENYEBARKAN ISLAM DI INDONESIA..??? MEREKA SEMUA AHLI SUNNAH WAL JAMAAH BUKAN ALIRAN WAHABI.. PERANGI WAHABI TEGAKKAN AHLI SUNNAH WAL JAMAAH…!!!!!!

  58. wah,,,pada koment nich,kiu juga ikut ahhh,,yang penting pahami dulu agama Islam, baru koment,syirik adalah dosa yang tak terampuni, maka ,,waspadalah,,,waspadalah

  59. banyak kali orang yang mengatakan SESAT kpada sesama Muslim.

    ane mau tanya, apakah sampean sudah betul-betul mengamalkan ajaran islam dengan benar.
    apakah solat anda sering awal waktu dan berjamaah dimesjid?
    anda merasa benar sendiri terus masuk surga yg lain salah/sesat masuk neraka. tapi keimanan dan ketakwaanya ditingkatkan tidak??

  60. Saya kagum dg ulama2 islam dlm menulis kitab. Dicantumkannya lughoh/etimologi dan syara’/definisi, di dunia luar non islam tdk ada keterangan diatas kalo pun ada saya bersyukur alhamdulillah mereka mau mengikuti kebiasaan baik para ulama kita. Jadi dalam membahas suatu masalah dicatumkan istilah bahasa dan istilah masalah, sehingga tdk rancuh seperti tman2 “sipilis” yang marak belakangan ini.
    Mereka dengan mudah membolak balikkan istilah dan keluar dari bahasan masalah yang hanya membingungkan orang awam. Kalau kaum “sipilis” diajak diskusi satu meja/forum mereka mencari2 kata atau contoh yg membingungkan lawan yang keluar dari konteks masalah yg sudah didikat dalam istilah definisi.
    Saya melihat teman2 “sipilis” diatas suka memberi contoh/bertanya yg sebenarnya tujuan mereka agar pembicaraan rancuh dan keluar dari konteks masalah. Sebenarnya mereka sedikit paham atas masalahnya, teteapi krn semangat perjuangan mereka adalah utk menjauhkan Muslim dr agamanya. “Walan tardlo ‘ankal yahudu walan nashoro hatta tattabi’a millatahum”.
    Di Indonesia mereka lebih membela non muslim dan org2 yg sesat dari jalan Allah ‘Azza wa Jalla ketimbang membela kita yang berusaha lurus dan ikhlas, jelaslah krn dg tulisan yg menyesatkan mereka dapat donasi dr Barat dan AS.
    Semoga ini menjadi bahan renungan bagi kita semua…amin
    Tetap teruskan diskusi ini, kita bisa melihat mana yang membela Dinul Islam dan mana Kuffar.

  61. Saya kagum dg ulama2 islam dlm menulis kitab. Dicantumkannya lughoh/etimologi dan syara’/definisi, di dunia luar non islam tdk ada keterangan diatas kalo pun ada saya bersyukur alhamdulillah mereka mau mengikuti kebiasaan baik para ulama kita. Jadi dalam membahas suatu masalah dicatumkan istilah kata dan istilah masalah/definisi, sehingga tdk rancuh seperti tman2 “sipilis” yang marak belakangan ini.
    Mereka dengan mudah membolak balikkan istilah dan keluar dari bahasan masalah yang hanya membingungkan orang awam. Kalau kaum “sipilis” diajak diskusi satu meja/forum mereka mencari2 kata atau contoh yg membingungkan lawan yang keluar dari konteks masalah yg sudah didikat dalam istilah definisi.
    Saya melihat teman2 “sipilis” diatas suka memberi contoh/bertanya yg sebenarnya tujuan mereka agar pembicaraan rancuh dan keluar dari konteks masalah. Sebenarnya mereka sedikit paham atas masalahnya, teteapi krn semangat perjuangan mereka adalah utk menjauhkan Muslim dr agamanya. “Walan tardlo ‘ankal yahudu walan nashoro hatta tattabi’a millatahum”.
    Di Indonesia mereka lebih membela non muslim dan org2 yg sesat dari jalan Allah ‘Azza wa Jalla ketimbang membela kita yang berusaha lurus dan ikhlas, jelaslah krn dg tulisan yg menyesatkan mereka dapat donasi dr Barat dan AS.
    Semoga ini menjadi bahan renungan bagi kita semua…amin
    Tetap teruskan diskusi ini, kita bisa melihat mana yang membela Dinul Islam dan mana yg Kuffar. dan tetap dg bhs yg santun jgn terpancing dan emosi.

  62. jangan suka membid’ah-bid’ahkan dan menghukumi orang lain dengan sebutan sesat khurofat dan lain sebagainya. jangan tergesa-gesa bilang tidak ada dasar hukumnya dalam Islam. Islam itu luas, seandainya seluruh hidupmu kau pakai untuk mempelajari ilmu-ilmu dalam islam niscaya kau tidak akan mendapatkannya melainkan hanya sedikit sekali. karena keterbatasan manusia. jangan-jangan anda yang suka bilang bid’ah dan khurofat, orang yang sesungguhnya sangat dangkal pengetahuan agamanya.

  63. ASSALAMUALAIKUM WR WB

    INI SEBUAH KEBENARAN….WALAU SEMUA MENENTANGNYA….KETAHUILAH DAN MEREKA( YANG SELALU MENYALAHI KEBENARAN) Karena Alqur’an memang tak sejalan dengan syahwat dan nafsu manusia…….yang salah di anggap benar dan yang benar di salahkan………BUat yang punya blog ini..teruskan jangan takut……mereka yang mencela itulah kaum MU’TAZILAH…….dan kaum JAHILIAH(BODOH)…kenapa di bnilang BODOH???

    1. ALQUR’AN di SEKITAR MEREKA DAN MEREKA TAK PERNAH MENGKAJINYA
    2. TIDAK MEMILIKI PENGETAHUAN HADITS..dan engan MEMPELAJARI HADITS
    3. MENOLAK KEBENARAN ALQUR’AN..dengan kebodohannya merka BANTAH alqur’an dengan AKAL..(MU’TAZILAH)
    4. Merka mengatakan ISLAM tapi mereka juga mengatakan…” keyakinan kita berbeda” <<<<>>INI HADITS PALSU…….Rasullulah tidak pernah berkata seperti itu…kalau ada yang mengatakan ini benar berarti telah menuduh rosululah khiaanat…..secara tidak sadar telah memfitnah ROSULULLAH….JELAS KEBODOHAN
    7. TIDAK TAHU ILMU >…..BELAJAR HANYA KEPADA GURU…TAKLID KEPADA IMAM TERTENTU…..padahal ALLAH TELAH JELAS BERKATA :: CUKUP ROSULULLAH MUHAMMAD JADI TELADANMU…LAQAD KAANA LAKUM FI ROSULILLAH USWATUN KHASANAH…..kenapa masih aja BERKIBLAT KEPADA GURU…
    8. Kalau disampaikan keterangan yang benar kehadapan mereka …mereka menjawab…Menurut Guru saya..bla..bla…bla……….mereka membandingkan PERKATAAN ALLAH(KITABULLAH dengan perkataan GURUNYA<<<<<<KEBODOHAN JAHILIAH MU'TAZILAH…NAUDZUBILLAH MINDZALIIK..

    terimakasih..TIDAK ADA KEKURANGAN DALAM ALQUR'AN….tidak ada Kesesatan yang di ajarkan ROSUL…..

    ISLAM ITU…..KALAU DARI RASUL ADA CONTOH DAN PERINTAHNYA LAKUKAN……KALAU TIDAK ADA JANGAN DI KERJAKAN SEBELUM ADA NASH ATAU PERINTAH ALLAH…..Jelas perintah ALLAH AKAN MELALUI RASUL TERLEBIH DAHULU…………DAN WAHYU TELAS DI SAMPAIKAN….TIDAK ADA WANGSIT.ILHAM,atau sebagainya yang bisa di SEJAJARKAN DENGAN ALQUR'AN

    DAri siti Aisyah R.A :RASULLULAH S.A.W:" " BARANG SIAPA MENGERJAKAN SESUATU IBADAH TAU AMALAN(PEKERJAAN MANUSIA) disangka baik oleh AKAL MEREKA…TAPI TIDAK ADA CONTOH DARIKU DAN TIDAK ADA PERINTAH DARI ALLAH MAKA TERTOLAKLAH DIA""(Hadits shahih ) dalam kitab besar RIYADHUL jannah dan HIMPUNAN HADITS )

    INTINYA BELAJAR DULU:

    SEMUA PENDAPAT MANUSIA ITU SALAH: garis bawahi..sekali lagi garis bawahi
    KENAPA?
    KARENA ISLAM BUKAN HASIL PENDAPAT MANUSIA..ISLAM ITU DARI WAHYU (ALLAH )

    JANGAN BICARA ISLAM KALAU ITU BUKAN DARI ALQUR'AN DAN HADITS

    terimakasih buat yang punya blog ini teruskan ..ini bukan fatwa ini adalah kebenaran alqur'an

    buat yang lain..YANG KONTRA khususnya….lihat surat albaqarah ayat dua…..DAN ALQURAN INI TIDAK ADA KERAGUAN DIDALAMNYA PETUNJUK BUATORANG YANG BERTAQWA……jadi kalau mau taqwa ikuti ALQUR'AN….BUKAN KATA GURU …

    allahumagfirlahum warhamhum waafihim wa'fuanhum….

  64. Ini juga contoh bid’ah, coba pikirkan :
    1. Sholat idul fitri di jalan raya adalah bid’ah karena Nabi tidak pernah melakukan
    di jalan tetapi di lapangan luas karena masjid tidak cukup (masa perjuangan)
    belum ada masjid yang luas. Sekarang lapangan luas tidak ada, semua jadi perumahan dan sawah. Jadi kalau nekat sholat id di jalan adalah bid’ah, jalan karena najis dan banyak kotoran, bikin ribet nutup-nutup jalan. Lain saat Nabi dulu, suci, di padang pasir dan luas dan sejuk dan berkesan.

    2. Penentuan hari idul fitri berdasarkan hisab/penanggalan yang fix, adalah bid’ah karena
    Nabi tidak pernah melakukan ini. Pada jaman Nabi tidak ada sistem kalender. Kalender adalah buatan orang modern, jika dicampurkan dalam syari’ jadilah : bid’ah dholalah.

    3. Nabi pernah do’a qunut pada saat sholat shubuh. Anda tidak pernah do’a qunut saat sholat subuh ? Malah justru Anda yang bid’ah.

    Bid’ah dan tidaknya sesuatu urusan ibadah tergantung niatnya. Kalau ditujukan selain Allah itu pertanda bid’ah yang sebenarnya, tetapi kalau niatnya mengharap ridlho Allah justru suatu amalan semoga Allah menerima. Jadi lebih mengarah pada individu masing-masing. Jalan menuju ampunan Allah terbentang luas tergantung cara kita menuju kepadaNya, banyak cara, Allahu Wasiun Alim. Tetapi hati-hati di setiap urusan ada ujian dan cobaan ketauhidan. Justru manusia-lah yang sempit wawasannya.

  65. andi yang rendah dan bodoh

    bismillah,satukan hati dalam kalimat laa ilaha illallah muhammad rasullullah.Perdebatan spt ini gk bakal ada ujungnya.jalani menurut keyakinan masing2.

  66. GAMBAR KUBURAN DIPEREMPATAN SEPERTINYA SAYA TAU TEMPATNYA…. OK MAS KALAU BISA BANTU NANTI SAYA BILANG KEWARGA SEKITAR TOLONG MAS TINGGALKAN NOMOR TELEPON DIEMAIL SAYA, NANTI SAYA AKAN HUBUNGI MAS, OK…
    terus mau tanya kalau dakwah melalui internet bid;ah gak ya… sebab dijaman rosul belum ada.
    tolong komentar saya dimunculkan, karena saya sudah banyak komentar bertanya soal dakwah diinternet, tapi tidak dimunculkan adminnya. mungkin mereka gak bisa jawab.

  67. Assalammualaikum…Kulya Aiyuhal kafirun… itu yg lebih baik…ayat ini diturunkan kepada Rasulullah….krn banyaknya perbedaan….yang penting saudaraku…siar lah kepada dirimu sendiri dahulu, setelah itu keluargamu….baru orang lain…..

  68. trimakasih,,,,atas pengetahuannya,,,,ilmu bid’ah in sgat membatu bgi sya,,,……

  69. assalamu’alaikum wr wb..
    di jaman akhir adalah massa yg jauh lebih sulit.karena jauh skali di masa nabi nabi dahulu.. karena itu pesan singkat dr saya cuma dg iman dan taqwa n yakin perbuatan kita diridhoi oleh Allah selama tdk melanggar Al qur’an n Hadist silahkan utk melaksanakannya. akan tetapi kita harus bekerja sama yang sependapat.dan menghormati yg tidak sepakat..intinya biar rukun.tentram.. semuannya baik apapun salah setiap tindakan kembalikan kepadaNya..niscaya yakin Allah pasti memberi jalan keluar yg terbaik…akan tetapi jangan sampek kita kacau balau sesama muslim karena perbedaan,,,karena hal apapun,, saling menghormati aja lah bro kalau tidak sependapat.. q punya ide insya Allah bermanfaat.. kita sesama muslim berusaha melakukan sunnah Rasullullah SAW ,,, ingat melakukan apapun dimanapun,,sebelum melakukannya berbisik lah di hati kalian masing masing,,(sebelum q lakukan hal kaya gini bagaimana menurut Rasul ya boleh,tidaknya)difikir matang matang pasti benar tak munkin salah pasti,….Insya Allah….. sesama muslim yang rukun ya bro….ingat bro beri jalan orang yg tersesat,,akan tetapi jangan malah menyalahkannya…karena Allah yg lebih taw siapa diri kita sebenarnya..semoga kita semua termasuk hambaNya yang bertaqwa,,n kembai kepadaNya dg Qusnul Khotimah Amin…

  70. Yang benar itu RASULULLAH SAW, kalau sudah tahu RASULULLAH SAW itu benar dan mencintai beliau, maka ikuti apa yang diperintahkannya dan tinggalkan semua yang dilarangnya, kalau antum semua belum melakukan semua perintah dan meninggalkan semua larangannya, maka antum semua belum mencintai dan mengenal RASULULLAH SAW, dan antum bukan umatnya.

  71. masri doni :
    berpeganglah pada Al-Quran dan hadist Rasullullah…
    jangan membuat – buat yang tidak ada menjadi ada, atau jangan mengada-ada.
    meskipun yang dibut-buat itu baik. atau kebiasaan-kebiasaan yang dibuat-buat itu baik.
    saya ingatkan. Al-quran itu isinya perintah dan larangan, patuhui, dan laksanakan dengan baik dan benar. jangan menambah-nambah atau menguranginya, meskipun tujuannya baik.
    karena ini adalah masalah Perintah dan larangan Allah. T I T I K.
    bukan masalah baik dan tidak baiknya.
    contoh : diperintahkan sholat subuh itu 2 rakaat… lalu kita kerjakan 3, 4 rakaat,,, kan baik tu, itu namanya tidak patuh pada perintah.
    jangan terlalu banyak berdebat atau berbantah-bantahan sesama ISLAM. kalau tidak mengerti tanya sama AHLINYA.. pedoman pada Al-QURAN dan HADIST. dan sunnah rasullullah.

  72. Siapapun yang komentar hargailah…..janganlah bercerai berai,tapi marilah kita belajar yang sesungguhnya.mana yg dilarang dan mana yang tidak dilarang….tetaplah istiqomah,dan tetaplah bersatu….dan mengajak kejalan yang sebenarnya.yang ada didalam Al- Quran dan Hadits

  73. allah swt memberikan kepada semua ummatnya sama saja maha adil…tetapi mengapa di dunia jaman sekarang ini manusia bnyak yang masih tidak percaya oleh karunianya kepadamu yaaa robb. yah seperti banyak orang2 yang sombong pada dirinya padahal kan itu semua milikmu ya robb, allah memberikan harta apapun kepada manusia hanya sekedar titipan sebagaimana titipan itu baik di gunakan atau tidak maka yang tidak baik insya allah hrta itu akan punah begitu saja tidak berkah maka,dari itu kita sebagai ummatnya menyadari bahwa dunia ini milik allah semesta alam kembali lagi kepada allah ….syukron…

  74. menurut saya yg di maksud dgn larangan solat menghadap kuburan dan di atas kuburan.
    adah mereka yg sengaja solat di depan kuburan padahal masih banyak tempat yg lain selain di depan kuburan tersebut. itu yg di larang oleh para ulama
    tetapi jika sebuah masjid memang sudah di dirikan di atas kuburan atau masjid itu menghadap kuburan,, maka tidak ada larangan untuk solat di masjid tersebut..

  75. mau nanya , kalo berdakwah melalui internet, termasuk bid’ah apa gak ?

  76. Apakah memempelajari Ilmu Tajwid,Nakhu shorof,itu bid’ah ? kan Nabi SAW tidak pernah mengajarkannya,,apakah itu termasuk Bid’ah..

  77. Assalamualaikum…
    Melihat pemaparan dan pembahasan bid’ah memang menarik. saya hanya ingin bertanya, sudi kiranya yang mpunya blog atau yang tulis artikel menjawabnya.
    Bid’ah ada yang membagi bid’ah hasannah ada juga yang menentang bahwa bid’ah hasanah itu tidak ada, bid’ah ya bid’ah…bid’ah itu sesat…
    Akan tetapi yang mengatakan bid’ah..ya bid’ah…tidak bisa dibagi-bagi, malah membagi juga dengan ada bid’ah ibadah dan bid’ah dunia…katanya bid’ah ya bid’ah…bid’ah itu sesat..bagaimana ini?
    Trims.

  78. semua tergantung niat.. wallahu a’lam

  79. dinar aqiqah solo surakarta

    teriksh ilmunya.. sy bleh copy yah

  80. Mari kita perhatikan HADITS-HADITS Nabi shollallahu ‘alaihi wassalam yang sangat tegas MELARANG perbuatan BID’AH:

    1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

    “Barangsiapa membuat suatu perkara baru(BID’AH) dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

    2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

    “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718)

    3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,

    أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

    “Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867). Hadits ini dengan tegas mengatakan tidak ada bid’ah hasanah(bid’ah yang baik), karena hadits ini menyebutkan: setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, SETIAP BID’AH adalah kesesatan.
    mari kita renungkan firman Allah SWT berikut ini :

    وَمَا اَتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ َانْتَهُوْا

    ‘Apa saja yang dibawa oleh Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa saja yang dilarang oleh Rasul maka berhentilah (mengerjakannya). (QS. Al-Hasyr : 7)

    Coba perhatikan, ayat diatas dengan jelas menyebutkan bahwa perintah agama adalah apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW, dan yang dinamakan larangan agama adalah apa yang memang dilarang oleh Rasulullah SAW. Dalam ayat diatas ini tidak dikatakan:

    وَماَ لَمْ يَفْعَلْهُ فَانْتَهُوْا

    “Dan apa saja yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulul maka berhentilah (mengerjakannya).”

    Sungguh KUTIPAN DI ATAS pemahaman yang menyesatkan, maka penjelasan dari kami:

    1. dalam ayat انْتَهُوْ (Al-Hasyr : 7) di atas yang anda tulis saja sudah mengurangi huruf ‘fa”, seharusnya فَانْتَهُوا, silahkan buka Al-Qur’an kembali

    2. فَانْتَهُوا artinya: “maka berhentilah kalian (mengerjakannya)!!!”. Seseorang yang mempelajari bahasa arab dengan baik dan benar, maka ia akan mengetahui bahwa فَانْتَهُوا adalah kata perintah. Disini Allah Ta’ala memerintahkan kita : “maka berhentilah kalian (mengerjakannya)!!!”. Contoh: jika seorang presiden memerintahkan bawahannya mengerjakan sesuatu, maka bawahannya tersebut akan segera mengerjakannya, karena takut akan sanksi yang akan dijatuhkan Presiden kepadanya. Apalagi Allah Ta’ala yang memerintahkan kita. Apakah kita tidak takut dengan Azab-Nya yang AMAT PEDIH????????

    SUMBER
    _______________________________________
    [1] “Al-Munjid fil Lughah wal-A’lam“, alpabet ب
    [2] Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, XIII : 253.
    [3] Iqthidho Shirath al-Mustaqim hal. 272
    [4] Tafsir al-Manar, IX: 60.
    [5] Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, XV : 179, Dar al-Fikr, Beirut
    [6] Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Baari, IV : 318.
    [7] Syarh an-Nawawi ‘Ala Shahih Muslim, VI : 154-155, Dar Ihya Turats al-Arab, Beirut.
    [8] An-Nawawi, Syarah Sahih Muslim, VI : 154.
    [9] KH. Ali Badri Azmatkhan, Klarifikasi Masalah Khilafiyah.
    [10] Diriwayatkan dari ‘Aiysah dan Abu Hurairah oleh al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad melalui sembilan belas periwayatan.
    [11] KH. Ali Badri Azmatkhan, Klarifikasi Masalah Khilafiyah

  81. Bid’ah secara bahasa berasal dari kata bada’a yang artinya iftira-u syai-in min ghairi mitsaalin saabiqin: “membuat sesuatu tanpa contoh sebelumnya”. Allah membuat alam semesta ini secara bid’ah sesuai dengan Firman-Nya yang berbunyi : “badi’ussamawati wal ardh”, artinya: “Allah menciptakan alam semesta ini secara bid’ah, yakni tanpa ada contoh sebelumnya”.
    Imam ‘Izzudin bin Abdis Salam dan Imam Suyuti mengatakan bid’ah itu terbagi 5 yaitu: bid’ah wajib, bid’ah sunat, bid’ah mubah, bid’ah makruh dan bid’ah haram. Masuk dalam bid’ah yang wajib adalah mengkitabkan al qur’an dan menyempurnakan penulisannya dengan menambahi titik dan baris baris dalam penulisannya. Ini adalah suatu pekerjaan yang bid’ah, yang jelas tidak ada dilakukan di zaman rasul. Tapi ini hukumnya wajib, karena jika tidak dilakukan maka akan musnahlah al qur’an dan salah serta tersesatlah orang-orang dalam membacanya.
    Bid’ah yang sunat seperti yang dibuat oleh Khalifah Umar yang melarang orang sholat tarawih tanpa berjama’ah di bawah komando seorang imam, Ubay bin Ka’ab setiap malam selama bulan Ramadhan. Padahal di zaman nabi, orang-orang melaksanakan sholat masing-masing, atau berserakan dalam jama’ah jama’ah kecil ketika bertarawih di masjid Nabawi. Kedua hal ini, yakni memerintahkan sholat di bawah satu imam, dan terus-menerus pula dilakukan dalam bulan Ramadhan, sudah disepakati oleh seluruh jama’ah para sahabat nabi sebagai amalan yang sunnah, bukan bid’ah. Dan, sampai hari ini sudah berjalan 14 abad amalan itu masih berlanjut di masjid Nabawi di Madinah serta di masjidil Haram di makkah, juga di seluruh dunia Islam.
    Bid’ah mubah, contohnya membuat menara masjid, mihrab untuk imam dalam masjid, dan lain-lain yang sejenis. Bid’ah makruh, contohnya, menuliskan ayat-ayat al-Qur’an pada dinding-dinding masjid, dinding sekolah, atau rumah, secara permanen, sebab dapat merendahkan derajat ayat-ayat al Qur’an yang dituliskan itu. Bid’ah haram adalah melanggar ibadah yang telah qath’i (pasti) dalilnya, seperti menambah sholat subuh lebih dari dua rakaat, atau melakukan puasa Ramadhan di luar bulan Ramadhan, dan lain-lain.
    Imam Syafi’i Rahimahullah dalam riwayat Imam Baihaqi menyatakan bahwa bid’ah itu terbagi dua, yaitu bid’ah hasanah (yang baik) dan bid’ah madzmumah(bid’ah tercela). ( Lihat Al Hawi lil Fatawi, Imam Suyuthi).

    Imam Syathibi dalam kitab Al I’tishom mengatakan bahwa bid’ah itu hanya ada satu jenis saja, yakni semua bid’ah adalah sesat dan para pelakunya semua akan masuk neraka. Ada banyak juga kaum muslimin yang menjadi pengikut pendapat Imam ini. Sayangnya, terkadang mereka, para pengikutnya tidak istiqamah dalam menerapkan definisi bid’ah itu pada diri mereka sendiri. Mereka rajin menuduh amalan orang lain bid’ah, padahal di sisi lain, mereka sendiri secara terang-terangan membuat bid’ah juga tanpa takut neraka sedikitpun.
    Contoh yang ingin saya kemukakan adalah amalan di Saudi Arabia, di mana para penganut faham Imam Syathibi ini ternyata banyak melakukan bid’ah pula di sana. Antara lain dengan menukar Jumrah Aqabah, wustha dan ula di Mina, dari dulunya di zaman nabi berbentuk tiang, kini menjadi tiga buah dinding yang lebarnya lebih dari 10 meter. Dengan demikian, posisi melontar bagi jamaah haji sudah bergeser jauh dari posisi sebelumnya, yakni posisi yang ditentukan Rasulullah . Begitu juga dengan tempat Mabit jama’ah haji di Mina. Sekarang ini Mina sudah dikosongkan dalam radius 4 kilometer dan tidak boleh ada jama’ah haji yang membuat kemah serta melakukan mabit di daerah radius 4 kilometer ini. Sebagai gantinya, mereka menembus gunung dengan membuat terowongan, dan membuat tempat baru untuk Mabit jama’ah haji di seberang gunung itu. Tentu saja setelah terlebih dahulu mengganti nama tempat itu menjadi Mina Baru. Mina Baru ini kemudian ditetapkan sebagai tempat mabit jama’ah Asia Tenggara. Dan, sebagian jama’ah haji yang lain lagi terpaksa Mabit di Muzdalifah karena Mina’ telah digusur. Padahal telah masyhur diketahui bahwa Nabi mewajibkan seluruh jama’ah haji untuk mabit pada tiga hari Tasyriq itu. Dan, mabit itu kata Nabi, wajib pula dilakukan di Mina, dan bukan di tempat lain!
    Jika saja mereka konsisten dengan pendapat mereka selama ini, yang mengatakan bahwa setiap bid’ah adalah sesat, di mana para pengamalnya kelak akan masuk neraka. Lantas apakah perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama ini bukan bid’ah yang sesat? Kalau mereka katakan semua itu adalah bid’ah yang baik, berarti mereka selama ini telah berbohong kepada umat dengan berteriak-teriak mengatakan bahwa semua bid’ah adalah sesat belaka!
    Semoga keterangan ini dapat membawa wacana yang jernih pada anda, sehingga dapat memilih pendapat mana yang lebih indah untuk diamalkan.
    Wallahu A’lam Bishshowab.

  82. Fatwa Sesat mufti saudi wahabi = memperingati maulid Nabi bid’ah tapi peringati HUT (maulid) Negara saudi tidak bid’ah
    Posted on June 29, 2012 by admin
    MAUILD NABI VS HUT NEGARA

    Fatwa Syeh Abd.Aziz Al syeh di sebuah koran Arab Saudi Al Riyadh dan Koran Al okaz
    Fatwa pada koran Al Riyadh
    اقامة الموالد الشركية لا اساس لها من الدين
    Pelaksanaan Maulid maulid termasuk kesyirikan yang tidak ada dasar dari agama
    Fatwa di koran Al Okaz
    ينبغى ان يكون اليوم الوطنى يوم شكر لله ==و لابد من السمع والطاعة لولاة الامر
    Sepatutnya Hari Nasional ( HUT ) merupakan hari syukur kepada ALLOH,dan keharusan Mendengar dan ta’at kepada PENGUASA NEGARA
    Peringatan hari hari nasional di saudi
    menari nari didepan patung burung
    amir Saudi wahabi dnace with bush
    -menari dengan musik ashobiyah (mengagungkan badwi najd saudi)
    – menari dgn kafir harbi
    – mengacungkan pedang kepada muslim
    MERAYAKAN HARI BESAR Negara saudi Tidak bid’ah

    Ibnu Abdillah Al-Katibiy
    Seorang ulama wahhabi salafy doctor Abdullah bin Sulaiman Al-Mani’ pengarang kitab HIWAR MA’AL MAALIKI (Diaolog bersama sayyid Muhammad Al-Maliki)mengeluarkan fatwa bahwa ‘Al-Ihtifal bi yaumil wathoni’ (Merayakan hari nasional) sangat penting bahkan suatu kemuliaan bagi seluruh manusia.
    Dalam acara memperingati hari nasional yang beliau selenggarakan bersama para murid-muridnya di kota Madinah, hadir ratusan pemuda pemudi bercampur baur mnjadi satu dengan berbagai macam acara, salah satunya acara joget bersama (untuk videonya lihat link : http://www.al7ewar.net/forum/showthread.php?).Adakah wahhaby salafy yang mau mengklarifikasi ini kepada kami…???

    http://inilah-salafi.blogspot.com

    ————————————-
    Maulid Dalam Al-Qur’an dan Hadits
    Rabiul Awal adalah bulan bertabur pujian dan rasa syukur. Di bulan ini, seribu empat ratus tahun silam, terlahir makhluk terindah yang pernah diciptakan Allah SWT. Namanya Muhammad SAW. Kita patut memujinya, karena tiada ciptaan yang lebih sempurna dari Baginda Nabi SAW. Berkat beliau, seluruh semesta menjadi terang benderang. Kabut jahiliah tersingkap berganti cahaya yang memancarkan kedamaian dan ilmu pengetahuan. Karena itu kita wajib mensyukuri. Tiada nikmat yang lebih berhak untuk disyukuri dari nikmat wujudnya sang kekasih, Muhammad SAW.
    Walau masih ada segelintir muslimin yang alergi dengan peringatan maulid Nabi SAW, antusiasme memperingati hari paling bersejarah itu tak pernah surut. Di seluruh belahan bumi, umat Islam tetap semangat menyambut hari kelahiran Nabi SAW dengan beragam kegiatan, seperti sedekah, berdzikir, shalawat, bertafakkur, atau dengan menghelat seminar-seminar ilmiah, bahkan Rasulullah telah mengawali mereka dan memberikan contoh dengan berpuasa setiap hari kelahiran beliau yaitu hari senin. Negara-negara muslim, kecuali Arab Saudi, menjadikan tarikh 12 Rabiul Awal sebagai hari libur nasional. Hari itu pun dijadikan sebagai momen pertukaran tahni’ah (ucapan selamat) bagi sebagian pemimpin negara-negara di Sumenanjung Arab.
    Secara harfiah, maulid bermakna hari lahir. Belakangan istilah maulid digunakan untuk sirah Nabi SAW, karena, seperti telah dimafhumi, sejarah dimulai dengan kelahiran atau saat-saat jelang kelahiran. Sirah, atau sejarah hidup Rasulullah SAW itu sangat perlu dibaca dan dikaji karena penuh inspirasi dan bisa memantapkan iman. Allah SWT berfirman,
    وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ
    “Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu.. (Hud :120)”
    Maulid Nabi Isa
    Dalam Al-Quran banyak tercantum maulid para nabi. Allah SWT mengisahkan Nabi Isa A.S. secara runtun: mulai kelahirannya, lalu diutus sebagai rasul, hingga diangkat ke langit. Coba tengok surat Ali Imran ayat 45 sampai 50. Di situ Allah SWT memulai kronologi kisah Nabi Isa a.s. dengan firmanNya,
    إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
    “(ingatlah), ketika malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),”
    Dalam Surat Al Maidah ayat 110, Allah SWT lagi-lagi menegaskan sekali lagi siapa sosok Isa a.s., Allah SWT berfirman,
    إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ
    “(ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan dirimu dengan Ruhul qudus. kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (Ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, Kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. dan (Ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (Ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (Ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”.
    Ayat-ayat di atas mengurai sirah nabi Isa a.s. mulai jelang kelahirannya sampai diangkat ke langit. Sebuah data yang tak bisa dibantah keontetikannya. Mengacu terminologi maulid sebagai sirah, jalinan kisah di atas sah-sah saja bila diistilahkan sebagai Maulid Nabi Isa a.s.
    Maulid Nabi Yahya
    Selain Nabi Isa a.s., Al-Quran juga mencatat “biografi” Nabi Zakaria dan maulid Nabi Yahya Alaihimassalam. Dalam surat Maryam ayat 3 sampai 33, Allah mengisahkan perjalanan hidup Nabi Zakaria dan Nabi Yahya dengan panjang lebar, dimulai dengan sebuah doa Nabiyullah Zakariya yang penuh pengharapan.
    قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا (4) وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا (5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آَلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا
    “Ia Berkata “Ya Tuhanku, Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan Aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku. Dan Sesungguhnya Aku khawatir terhadap mawaliku (pengganti) sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, Maka anugerahilah Aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, Ya Tuhanku, sebagai seorang yang diridhai”.
    Kemudian Allah menjawab permintaan rasul-Nya itu, sekaligus sebagai isyarat akan lahirnya sang “putra mahkota”, Nabi Yahya a.s.,
    يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا
    “Hai Zakaria, Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengannya.
    Selanjutnya, dengan bahasa yang indah, Al-Quran mengisahkan sirah Nabi Zakaria a.s. dan putranya, Yahya a.s.. Sama seperti perjalanan hidup Nabiyullah Isa a.s., sirah Nabi Yahya bisa pula diistilahkan sebagai Maulid Nabi Yahya karena, hakikatnya, maulid adalah sirah. Begitu pun kisah Nabi Ibrohim, Nabi Ismail, Nabi Ishak, Nabi Ya’kub, Nabi Yusuf, Nabi Musa dan lainnya.
    Maulid Siti Maryam
    Tak hanya para nabi. Al-Quran juga mendedah sejarah hidup sebagian kaum shalihin. Salah satunya adalah Siti Maryam, sosok teladan bagi wanita sepanjang masa. Kisah wanita mulia itu dibuka dengan sebuah nazar yang diucapkan seorang ibu yang berhati tulus dalam surat Ali Imran ayat 35 sampai 37.
    إِذْ قَالَتِ امْرَأَةُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ )35( فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ )36( فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ )37(
    “(ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya Aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.
    36. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, Sesunguhnya Aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya Aku Telah menamai dia Maryam dan Aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.”
    37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.
    Dan masih banyak lagi yang tidak bisa kami sertakan pada artikel ini karena keterbatasan ruang di website ini.
    Dari ayat-ayat di atas bisa diambil kesimpulan bahwa sebenarnya Maulid Nabi SAW, yang memuat sirah Rasulullah SAW, adalah semacam epigon (pengikut) bagi Al-Quranul Karim yang memuat sirah-sirah para nabi dan shalihin. Sebagai pemimpin para nabi, sudah sepatutnya sejarah Nabi Muhammad dibukukan dan dibaca sesering mungkin. Pentingnya mengenang perjalanan hidup Baginda Nabi SAW sangat dirasakan umat Islam pada periode akhir-akhir ini, tatkala berbagai figur non muslim ditawarkan oleh media-media secara gencar.
    Hari Istimewa
    Perlu diketahui, sejatinya Allah SWT juga menjadikan hari kelahiran Nabi SAW sebagai momen istimewa. Fakta bahwa Rasul SAW terlahir dalam keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala shahihain hadits no.4177) adalah salah satu tengara. Fakta lainnya:
    Pertama, perkataan Utsman bin Abil Ash Atstsaqafiy dari ibunya yang pernah menjadi pembantu Aminah r.a. ibunda Nabi SAW. Ibu Utsman mengaku bahwa tatkala Ibunda Nabi SAW mulai melahirkan, ia melihat bintang bintang turun dari langit dan mendekat. Ia sangat takut bintang-bintang itu akan jatuh menimpa dirinya, lalu ia melihat kilauan cahaya keluar dari Ibunda Nabi SAW hingga membuat kamar dan rumah terang benderang (Fathul Bari juz 6/583).
    Kedua, Ketika Rasul SAW lahir ke muka bumi beliau langsung bersujud (Sirah Ibn Hisyam).
    Ketiga, riwayat yang shahih dari Ibn Hibban dan Hakim yang menyebutkan bahwa saat Ibunda Nabi SAW melahirkan Nabi SAW, beliau melihat cahaya yang teramat terang hingga pandangannya bisa menembus Istana-Istana Romawi (Fathul Bari juz 6/583).
    Keempat, di malam kelahiran Rasul SAW itu, singgasana Kaisar Kisra runtuh, dan 14 buah jendela besar di Istana Kisra ikut rontok.
    Kelima, padamnya Api di negeri Persia yang semenjak 1000 tahun menyala tiada henti (Fathul Bari 6/583).
    Kenapa peristiwa-peristiwa akbar itu dimunculkan Allah SWT tepat di detik kelahiran Rasulullah SAW?. Tiada lain, Allah SWT hendak mengabarkan seluruh alam bahwa pada detik itu telah lahir makhluk terbaik yang pernah diciptakan oleh-Nya, dan Dia SWT mengagungkan momen itu sebagaimana Dia SWT menebar salam sejahtera di saat kelahiran nabi-nabi sebelumnya.
    Hikmah maulid
    Peringatan maulid nabi SAW sarat dengan hikmah dan manfaat. Di antaranya: mengenang kembali kepribadian Rasulullah SAW, perjuangan beliau yang penuh pelajaran untuk dipetik, dan misi yang diemban beliau dari Allah SWT kepada alam semesta.
    Para sahabat radhiallahu anhum kerap menceritakan pribadi Rasulullah SAW dalam berbagai kesempatan. Salah satu misal, perkataan Sa’d bin Abi Waqash radhiyallahu anhu, “Kami selalu mengingatkan anak-anak kami tentang peperangan yang dilakukan Rasulullah SAW, sebagaimana kami menuntun mereka menghafal satu surat dalam Al-Quran.”
    Ungkapan ini menjelaskan bahwa para sahabat sering menceritakan apa yang terjadi dalam perang Badar, Uhud dan lainnya, kepada anak-anak mereka, termasuk peristiwa saat perang Khandaq dan Bai’atur Ridhwan.
    Selain itu, dengan menghelat Maulid, umat Islam bisa berkumpul dan saling menjalin silaturahim. Yang tadinya tidak kenal bisa jadi saling kenal; yang tadinya jauh bisa menjadi dekat. Kita pun akan lebih mengenal Nabi dengan membaca Maulid, dan tentunya, berkat beliau SAW, kita juga akan lebih dekat kepada Allah SWT.
    Sempat terbesit sebuah pertanyaan dalam benak, kenapa membaca sirah baginda rasulullah mesti di bulan maulid saja? Kenapa tidak setiap hari, setiap saat? Memang, sebagai tanda syukur kita sepatutnya mengenang beliau SAW setiap saat. Akan tetapi, alangkah lebih afdhal apabila di bulan maulid kita lebih intens membaca sejarah hidup beliau SAW seperti halnya puasa Nabi SAW di hari Asyura’ sebagai tanda syukur atas selamatnya Nabi Musa as, juga puasa Nabi SAW di hari senin sebagai hari kelahirannya.
    Nah, sudah saatnyalah mereka yang anti maulid lebih bersikap toleran. Bila perlu, hendaknya bersedia bergabung untuk bersama-sama membaca sirah Rasul SAW. Atau, minimal – sebagai muslim– hendaknya merasakan gembira dengan datangnya bulan Rabiul Awal. Sudah sepantasnya di bulan ini kita sediakan waktu untuk mengkaji lebih dalam sejarah hidup Rasul SAW. Jangan lagi menggugat maulid! Tim CN & FS

  83. Pesta Seks, Narkoba, dan Rock N Roll Diam-diam Hadir di Jeddah
    SUMBER BERITA: Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH – Godaan duniawi kini tersedia di Jeddah, Arab Saudi. Alkohol, narkoba, dan seks kini tersedia, tetapi tegas di balik pintu tertutup.
    Demikian bunyi bocoran lain Wikileaks. Informasi ini dikirimkan tahun lalu dari konsulat jenderal Amerika Serikat di Jeddah. Di Arab Saudi, alkohol dilarang dan hubungan lawan jenis diatur secara ketat.
    “Di belakang fasad konservatisme Wahabi, kehidupan malam bawah tanah bagi pemuda elit Jeddah berkembang dan berdenyut,” tulis laporan itu.

    Sebagai bukti, Konsul Jenderal Martin Quinn mengacu pada pesta Halloween tahun lalu. Laporan yang kemudian dihapus berbunyi: “Bersama dengan lebih dari 150 Saudi muda (laki-laki dan perempuan sebagian besar berusia 20-an dan awal 30-an tahun), ConGenOffs menerima undangan ke pesta Halloween bawah tanah di kediaman Pangeran XXXX di Jeddah pada XXXX.”
    “Adegan mirip sebuah klub malam di manapun di luar kerajaan: alkohol berlimpah, pasangan muda menari, seorang DJ ada di balik turntable, dan semua orang mengenakan kostum,” katanya.
    Aparat kepolisian “menjaga” pesta ini agar tak terendus polisi agama. “Ada ribuan pangeran di Arab Saudi hadir di pesta ini.”
    Adapun rincian pesta, kabel Wikileaks melanjutkan: “Mereka menyewa bartender asal Filipina khusus untuk meramu koktail menggunakan sadiqi, sejenis minuman keras buatan lokal …. dari obrolan yang terdengar, sejumlah tamu adalah perempuan pekerja.”
    Kabel melanjutkan dengan membuat garis bewah bahwa ada pasar gelap minuman keras mahal – bahkan untuk pangeran. Se botol vodka Smirnoff dijual setara dengan 400 dolar AS. “Selain itu, meskipun tidak menyaksikan langsung dalam pesta kokain itu, menggunakan ganja adalah umum dalam lingkaran sosial dan telah dilihat pada kesempatan lain,” tambahnya.
    Konsul Jenderal menarik kesimpulan yang menarik pada akhir pengiriman. “Ini fenomena yang relatif baru di Jeddah … Hal ini tidak biasa di Jeddah untuk rumah pribadi mewah basement-nya dimanfaatkan untuk bar, diskotik, pusat hiburan, dan klub.”
    ************************
    ABU SALAFY BERKATA SAMBIL GELENG-GELENG KEPALA:
    Dimana para ulama wahhabi-Salafy dan “Rois Haiah Kibar Ulama” mereka? Mengapa mereka bungkam seribu bahasa atas perbuatan maksiyat para amir?
    Apa mereka cuma sibuk menuduh bid’ah dan syirik terhadap umat Islam yang muwahhid? di mana amar ma’ruf nahi munkar mereka? Apa mereka takut belanja dan jatah makan mereka sehari-hari serta biaya dakwah mereka di stop oleh para amir?

  84. Sejarah tentang peringatan ulang tahun, maulid dan Natal.

    Sekedar bahan masukkan untuk mentafakuri tentang ulang tahun, maulid dan natal, selanjutnya terserah kepada anda untuk menyikapinya.

    QS :17:( 36 ) Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

    ( 53 ) ” Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”

    ( 84 ) Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

    Jangan mencaci maki, jangan menghujat, jangan berbantah bantahan, jangan bercerai berai. Sesungguhnys musuh utama kita adalah syaithon.
    Silakan beramal menurut persepsi masing masing dengan pengetahuan yang benar. Allah lah yang lebih mengetahui siapa yang lebih benar.

    “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)
    • Sejarah Ulang Tahun
    01 June 2012 | | Label: Artikel

    Perayaan ulang tahun pertama kali di mulai di Eropa. Pada mulanya perayaan ini dimaksud untuk mengusir roh-roh jahat yang akan datang pada orang yang lahir pada tanggal dan bulan kelahirannya. Oleh sebab itu, diadakanlah acara tersebut dengan mengundang kerabat dan teman untuk mengusir roh jahat tersebut.
    Ketika agama Nasrani lahir, generasi pertama (Ahlul Kitab/kaum khawariyyun/pengikut nabi Isa) mereka juga tidak merayakan Upacara UlangTahun, karena mereka menganggap bahwa perayaan ulang tahun itu adalah pesta yang mungkar dan merupakan pekerjaan orang kafir Paganisme.

    Pada masa Herodeslah acara ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam Injil Matius:

    Look at the Bible,
    Matthew 14 : 6
    celebrating of birthday is Paganism, and Jesus (Isa, peace be upon him) doesn’t to do it, but Herod.

    Matthew 14:6 :
    “But when Herod’s birthday was kept, the daughter of Herodias danced before them, and pleased Herod”.
    Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilinpun ditiup. (Baca buku :Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298)

    Sudah menjadi kebiasaan kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga maupun teman, sahabat pada hari ULTAHnya. Bahkan tidak sedikit yang aktif dakwah (ustadz dan ustadzah) pun turut larut dalam tradisi jahiliyah ini.

    Ada dua hal tentang perayaan ulang tahun ini, yang menjerumus kepada hal ibadah atau adat istiadat. Jika hal itu dimaksudkan tentang ibadah maka jelas itu adalah perbuatan bid’ah.
    “…Hendaklah kamu berhati – hati terhadap perkara yang diada – adakan, karena setiap yang diada – adakan itu bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat”. (HR. Ahmad)

    “..Sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah kitab Allah, dan sebaik – baik petunjuk ialah petunjuk Muhammad, sejelek – jeleknya urusan adalah perbuatan bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat”. (HR Muslim)
    ..dan yang sesat itu tempatnya di neraka.

    Tapi jika dimaksudkan dengan Adat Istiadat saja, hal itu mengandung dua sisi larangan.
    Yang pertama, menjadikan sebagai salah satu hari raya. Tindakan ini berarti suatu kelancangan terhadap Allah dan Rasulnya, dimana kita mentapkan sebagai ‘Ied (Hari Raya) dalam islam, padahal Allah dan Rasulnya tidak pernah menjadikannya sebagai hari raya. Perayaan dalam islam terbagi menjadi 3, yang pertama Iedul Fitri yang kedua Iedul Adha dan yang terakhir setiap hari jum’at.
    Yang kedua, mengandung usur tasyabbuh (meniru niru). Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ulang tahun ini selalu dirayakan oleh umat nasrani. Mereka melakukannya dengan cara tiup lilin dan potong kue sambil bernyanyi diiringi tepuk tangan bahkan sambil joget-joget.
    Perhatikanlah hadits berikut ini:
    “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka“
    (HR. Ahmad & Abu Daud)
    ………………………………………………………………………………………
    Rasulullah bersabda:

    “ Man tasabbaha biqaumin fahua minhum” (Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar).
    Allah berfirman;
    وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
    “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS. Al Baqarah : 120)

    وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran , pengelihatan, dan hati, semuannya itu akan diminta pertanggungjawabannya”. (QS. Al-Isra’:36)

    Janganlah kita ikut-ikutan, karena tidak mengerti tentang sesuatu perkara. Latah ikut-ikutan memperingati Ulang Tahun, tanpa mengerti darimana asal perayaan tersebut.

    Ini penjelasan Nabi tentang sebagian umatnya yang akan meninggalkan tuntunan beliau dan lebih memilih tuntunan dan cara hidup diluar Islam. Termasuk juga diantaranya adalah peringatan perayaan ULTAH, meskipun ditutupi dengan label SYUKURAN.

    Jika kita mau merenung apa yang harus dirayakan atau disyukuri BERKURANGNYA usia kita?
    semakin dekatnya kita dengan KUBUR? SUDAH SIAPKAH kita untuk itu? Akankah kita bisa merayakannya tahun depan?

    Seorang muslim dia dituntut untuk MUHASABAH setiap hari, karena setiap detik yang dilaluinya TIDAK akan pernah kembali lagi sampai nanti dipertemukan oleh ALLAH pada hari penghisaban , yang tidak ada yang bermanfaat pada hari itu baik anak maupun harta kecuali orang yang menghadap ALLAH dengan membawa hati yang ikhlas dan amal yang soleh.

    Jadi, alangkah baiknya jika tradisi jahiliyah ini kita buang jauh-jauh dari diri kita, keluarga dan anak-anak kita dan menggantinya dengan tuntunan yg mulia yang diajarkan oleh Rasulullah. Wallahu a’lam bish-shawabi.
    Dari berbagai sumber.
    Sumber : http://zahiraku.blogspot.com/2012/06/sejarah-ulang-tahun.html
    Sejarah Peringatan Maulid Nabi
    Shallallahu `alaihi Wasallam

    Sejarah Peringatan Maulid.

    Disusun Oleh:
    Nashir Moh. Al Hanin
    Penerjemah :
    Team Indonesia
    Murajaah :
    Abu Ziyad
    Peringatan Maulid Nabi shallallahu `alaihi Wasallam
    (Tinjauan Sejarah dan Hukumnya menurut islam) *

    a. Sejarah peringatan maulid:

    Seluruh ulama sepakat bahwa maulid Nabi tidak pernah diperingati pada masa Nabi
    shallallahu `alaihi wasallam hidup dan tidak juga pada masa pemerintahan
    khulafaurrasyidin.

    Lalu kapan dimulainya peringatan maulid Nabi dan siapa yang pertama kali
    mengadakannya?

    Al Maqrizy (seorang ahli sejarah islam) dalam bukunya “Al khutath” menjelaskan
    bahwa maulid Nabi mulai diperingati pada abad IV Hijriyah oleh Dinasti Fathimiyyun di
    Mesir.
    Dynasti Fathimiyyun mulai menguasai mesir pada tahun 362 H dengan raja
    pertamanya Al Muiz lidinillah, di awal tahun menaklukkan Mesir dia membuat enam
    perayaan hari lahir sekaligus; hari lahir ( maulid ) Nabi, hari lahir Ali bin Abi Thalib, hari
    lahir Fatimah, hari lahir Hasan, hari lahir Husein dan hari lahir raja yang berkuasa.
    Kemudian pada tahun 487 H pada masa pemerintahan Al Afdhal peringatan enam
    hari lahir tersebut dihapuskan dan tidak diperingati, raja ini meninggal pada tahun 515 H.
    Pada tahun 515 H dilantik Raja yang baru bergelar Al amir liahkamillah, dia
    menghidupkan kembali peringatan enam maulid tersebut, begitulah seterusnya peringatan maulid Nabi shallallahu `alaihi wasallam yang jatuh pada bulan Rabiul awal diperingati dari tahun ke tahun hingga zaman sekarang dan meluas hampir ke seluruh dunia.

    b.Hakikat Dynasti Fathimiyyun:

    Abu Syamah (ahli hadist dan tarikh wafat th 665 H) menjelaskan dalam bukunya
    “Raudhatain” bahwa raja pertama dinasti ini berasal dari Maroko dia bernama Said,
    setelah menaklukkan Mesir dia mengganti namanya menjadi Ubaidillah serta mengaku
    berasal dari keturunan Ali dan Fatimah dan pada akhirnya dia memakai gelar Al Mahdi.
    Akan tetapi para ahli nasab menjelaskan bahwa sesungguhnya dia berasal dari keturunan
    Al Qaddah beragama Majusi, pendapat lain menjelaskan bahwa dia adalah anak seorang
    Yahudi yang bekerja sebagai pandai besi di Syam.
    Dinasti ini menganut paham Syiah Bathiniyah; diantara kesesatannya adalah bahwa
    para pengikutnya meyakini Al Mahdi sebagai tuhan pencipta dan pemberi rezki,

    setelah Al Mahdi mati anaknya yang menjadi raja selalu mengumandangkan kutukan
    terhadap Aisyah istri rasulullah shallallahu `alaihi wasallam di pasar-pasar.
    Kesesatan dinasti ini tidak dibiarkan begitu saja, maka banyak ulama yang hidup di
    masa itu menjelaskan kepada umat akan diantaranya Al Ghazali menulis buku yang
    berjudul “Fadhaih bathiniyyah (borok aqidah Bathiniyyah)” dalam buku tersebut dalam bab
    ke delapan beliau menghukumi penganutnya telah kafir , murtad serta keluar dari agama
    islam.

    c. Hukum perayaan maulid Nabi:

    Sebenarnya, dengan mengetahui asal muasal perayaan maulid yang dibuat oleh
    sebuah kelompok sesat tidak perlu lagi dijelaskan tentang hukumnya. Karena saya yakin
    bahwa seorang muslim yang taat pasti tidak akan mau ikut merayakan perhelatan sesat
    ini.
    Akan tetapi mengingat bahwa sebagian orang masih ragu akan kesesatan
    perhelatan ini maka dipandang perlu menjelaskan beberapa dalil ( argumen ) yang
    menyatakan haram hukumnya merayakan hari maulid Nabi shallallahu `alaihi wasallam.
    Diantara dalilnya:
    1. Allah taala berfirman:
    Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
    kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Q.S. Al Maidah: 3
    ).
    Ayat di atas menjelaskan bahwa agama islam telah sempurna tidak boleh ditambah
    dan dikurangi, maka orang yang mengadakan perayaan maulid Nabi yang dibuat setelah
    rasulullah shallallahu `alaihi wasallam wafat berarti menetang ayat ini dan menganggap
    agama belum sempurna masih perlu ditambah. Sungguh peringatan maulid bertentangan
    dengan ayat di atas.
    2. Sabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam :
    ( إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ) رواه أبو داود والترمذي
    Hindarilah amalan yang tidak ku contohkan (bid`ah), karena setiap bid`ah
    menyesatkan”. HR. Abu Daud dan Tarmizi.
    Peringatan maulid Nabi tidak pernah dicontohkan Nabi, berarti itu adalah bi’dah, dan
    setiap bi’dah adalah sesat, berarti maulid peringatan Nabi adalah perbuatan sesat.
    3. Sabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam :
    (( مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا ھَذَا مَا لَیْسَمِنْهُ فَھُوَ رَدٌّ )) متفق علیه
    3
    وفي رواية لمسلم (( مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَیْسَ عَلَیْهِ أَمْرُنَا فَھُوَ رَدٌ ))
    “Siapa yang menghidupkan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dalam dien
    kami, amalannya ditolak.” Muttafaq ’alaih
    Dalam riwayat Muslim: “Siapa yang mengamalkan perbuatan yang tidak ada
    dasarnya dalam dien kami, amalannya ditolak.”
    Dua hadist di atas menjelaskan bahwa setiap perbuatan yang tidak dicontoh Nabi tidak
    akan diterima di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, dan peringatan maulid Nabi tidak
    dicontohkan oleh Nabi berarti peringatan maulid Nabi tidak diterima dan ditolak.
    4. Sabda Nabi shallallahu `alaihi wasallam:
    (( مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَھُوَ مِنْھُمْ )) رواه أبو داود
    Barang siapa yang meniru tradisi suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum
    tersebut. HR. Abu Daud.
    Tradisi peringatan hari lahir Nabi Muhammad meniru tradisi kaum Nasrani
    merayakan hari kelahiran Al Masih (disebut dengan hari natal) , maka orang yang
    melakukan peringatan hari kelahiran Nabi bagaikan bagian dari kaum Nasrani -wal
    ‘iyazubillah-.
    5. Peringatan maulid Nabi sering kita dengar dari para penganjurnya bahwa itu
    adalah perwujudan dari rasa cinta kepada Nabi. Saya tidak habis pikir bagaimana orang
    yang mengungkapkan rasa cintanya kepada Nabi dengan dengan cara melanggar
    perintahnya, karena Nabi telah melarang umatnya berbuat bidah. Ini laksana ungkapkan
    oleh seorang penyair:
    لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقاً لَأَطَعْتَهُ إِنَّ المُحِبَّلِمَنْ أَحَبَّ مُطِیْعُ
    Jikalau cintamu kepadanya tulus murni, niscaya engkau akan mentaatinya.
    Karena sesungguhnya orang yang mencintai akan patuh terhadap orang yang dicintainya
    6. Orang yang mengadakan perhelatan maulid Nabi yang tidak pernah diajarkan
    Nabi sesungguhnya dia telah menuduh Nabi telah berkhianat dan tidak menyampaikan
    seluruh risalah yang diembannya.
    Imam Malik berkata,” orang yang membuat suatu bidah dan dia menganggapnya
    adalah suatu perbuatan baik, pada hakikatnya dia telah menuduh Nabi berkhianat tidak
    menyampaikan risalah.
    Setelah membaca artikel ini, berdoalah kepada Allah agar diberi hidayah untuk bisa
    menerima kebenaran dan diberi kekuatan untuk dapat mengamalkannya dan jangan
    terpedaya dengan banyaknya orang yang melakukannya seperti firman Allah:
    4
    Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka
    akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan
    belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (Q.S. Al An’aam: 116 ).
    Abu Raihanah
    *Dikutip dari: Makalah Sejarah Maulid, hukum dan pendapat ulama terhadapnya karya
    Nashir Moh. Al Hanin dan sumber lain.

    Sejarah natal
    Kata Natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingatri hari kelahiran Isa Al Masih- yang mereka sebut Tuhan Yesus.
    Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325-354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).
    Kelahiran Yesus Menurut Bibel

    Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1,10,11 (Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus).
    Lukas 2:1-8:
    ”Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.
    Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
    Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galelilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud- supaya didaftarkan bersama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung.
    Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lapin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka dirumah penginapan.
    Didaerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjanga kawanan ternak mereka pada waktu malam.”
    Jadi, menuru Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang sedang melaksanakan sensus penduduk (7M=579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam ibu Yesus berasaldari Betlehem, maka mereka bertiga ke sana, dan lahirlah Yesus di Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampan dan membaringkannya dalam palungan (tempat makan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput.
    Menurut Matius 2:1, 10, 11
    Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masukalah mereka kedalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibunya.
    Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah tahun 37 SM- 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur.
    Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengn bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil.
    Bagi yang memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al-Quran telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa alaihssalam).
    ”Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: ”Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah. ”Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”
    (Surat Maryam\19: 23-25)
    Jadi menurut Al Quran Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible – seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23): Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan Agustus-September.
    Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity – seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut:
    ”Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Betlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pegunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 300 Masehi”
    Pada Tahun Berapa Yesus Lahir?
    Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun 1, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (telah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus jadi antara tahun 27 Sebelum Maseh-14 Sesudah Masehi. Sedangkan Matius: 2:1 (Juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi-4 Sesudah Masehi.
    Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah Masehi. Antara lain di kutip dari buku tulisan Rev. Dr. Charles Francis Petter, MA. . B.D., S.T.M. yang berjudul, The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut:

    Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diakui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus harus digeser kebelakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun kebelakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya, dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanan juga harus dibangkitkan kembali.
    Jadi sampai hari ini pun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan.
    Asal Usul Perayaan Natal 25 Desember
    Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya.
    Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen katolik pada abad ke-4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politheisme.
    Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katolik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pangannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun=matahari: day=hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember.
    Maka supaya agama Katolik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/ penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan=Yesus).
    Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan, Pertama, hari minggu (Sunday=hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua,lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus untuk menggantikan patung Dewa Matahari.
    Sesudah Kaisar Kontantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katolik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama panganisme politheisme nenek moyang.
    Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang.
    Demikian kepercayaan panganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember.
    Mari kita telususri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan panganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuno didalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).
    H.W. Amstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worlwide Chrch of God, California USA, 1994, menjelaskan:
    Namrud cucu Ham, anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nimrod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata “Marad” yang artinya: “Dia membangkang atau Murtad antara lain dengan keberaniaannya mengawinkan ibu kandungnya sendiri bernama “Semiramis”.
    Namun usia Namrud tidak sepannjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati, Semiramis menyebarkan ajaran: bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon “Evergreen” yang tumbuh dari sebatang kayu mati.
    Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal usul pohon Natal.
    Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai “Ratu Langit” oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai “anak suci dari surga”.
    Putaran jaman menyatakan bahwa penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi “Mesiah palsu”, berupa dewa “Ba-al” anak dewa matahari dengan objek penyembahan ‘Ibu dan Anak (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di mesir berupa “Isis dan Osiris”, di Asia bernama “Cybele dan Deoius”. Di Roma disebut Fortuna dan Yupiter. Bahkan di Yunani, “Kwan Im” di Cina, Jepang dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa “Madonna” dan lain-lain.
    Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa):
    1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga dinyatakan dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekalugus penganut kepercayaan ini.
    2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet.
    3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi.
    4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa pendududk asli tanah Kana’an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan.
    5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besaran dan dijadikan sebagai pesta rakyat.
    Demikian juga Serapsis, Attis, Issis, Horus, Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zorates (bangsa Persia) dan Fo Hi (bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Soluius, Aristonicus, Tibarius, Grocecus, Yupiter, Minersa, Easter.
    Jadi konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember disalib/dibunuh kemudian dibangkitan, sudah ada sejak zaman purba.
    Konsep/dogma agama bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karana merekalah telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah KEBOHONGAN yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada Jemaat Roma:
    Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai seorang berdosa?
    (Roma 3:7)

    Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu, Yesus telah mensinyalir lewat pesannya:
    Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
    (Matius 24:4-5).
    Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal.

    Untuk mengetahui pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi oleh tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4:
    ”Beginilah firman Tuhan: ”Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang diseganii bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukanlah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang”.

    Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaaan bangsa-bangsa penyembah berhala.
    Selanjutnya mari kita simak penjelasan Yeremia 10:5
    ”Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapt.”
    Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal
    1. Catolic Encyclopedia, ediai 1911 tentang Christmas:
    ” Natal bukanlah upacara gereja yang pertama… melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari., kemudian dijadikan kelahiran Yesus.
    Dalam buku yang sama, tentang ” Natal Day” dinyatakan sebagai berikut:
    ”Di dalam kitab suci tidak ada seorang pun yang mengadakan upacara atau penyelenggaraan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.”
    2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan:
    ”Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakan dan Bibel juga tidak pernah menyelenggarakannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”
    3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944 menyatakan:
    ”Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran tersebut…….”.
    (Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus)….. Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M. Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari ”Kelahiran Dewa Matahari”. Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus.”
    MENATA SIKAP
    Dengan menyadari segala kekeliruan dogma seperti yang telah saya paparkan di atas, maka sepantasnya jika memperbaharui keyakinan kita.
    Pertama, bahwa Yesus” bukan anak tuhan”, dan” bukan Tuhan” itu sendiri.
    Kedua, Yesus ( Isa Al masih putra Maryam ), tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Penetapan kelahiran beliau pada tanggal tersebut hanyalah hasil adopsi ajaran paganisme politheisme.
    Ketiga, sikap toleransi terhadap agama – agama bukan berarti manyakini, apalagi mengikuti, ajaran agama – agama tersebut. Maka, selalu relevan untuk memahami Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Perayaan Natal Bersama.
    Keempat, oleh karena itu, keyakinan bahwa ”25 Desember adalah hari lahir Tuhan Yesus ”, yang terbukti batal itu, tidak sah dijadikan propaganda toleransi. Artinya arti toleransi menjadi salah jika masuk pada wilayah membenarkan keyakinan agama lain. Maka aplikasi dari sikap ini adalah bahwa umat Islam sama sekali tidak berhak ikut, bahkan menyambut atau berpartisipasi, terhadap perayaan Natal yang di besar–besarkan gaungnya setiap Desember.
    Bahwa barang siapa berkenyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Al Masih itu anaknya, maka orang itu kafir dan musyrik, berdasarkan atas :
    1. Al Qur`an surat Al maidah ayat 72 :
    “ Sesunguhnya telah kafir orang –orang yang berkata sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam. Padahal Al Masih sendiri berkata : Hai bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu, Sesungguhnya orang yang mempersekutukan ( sesuatu dengan ) Allah, maka pasti Allah mangharamkan kepadnya sorga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah bagi orang zalim itu seorang penolongpun.”

    2. Al-Qur`an surat Al Maidah ayat 73 :
    “ Sesungguhnya kafirlah orang –orang yang mengatakan : Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga ( Tuhan itu ada tiga ), padahal tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Mah Esa. Jika mereka tidak berhanti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang – orang kafir itu akan disentuh siksaan yang pedih.”

    3. Al-Qur`an surat At Taubah ayat 30 :
    “ Orang – orang Yahudi berkata Uzair itu anak Allah dan orang – orang Nasrani berkata Al Masih itu anak Allah. Demikian itulah ucapan dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan rang – orang kafir yang terdahulu, dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling.”

    Begitulah masukan dari saya, selanjutnya terserah anda.

    • Assalamualaikum. saya hanya berpendapat bahwa didalam acara maulid Nabi Muhammad SAW adalah hal-hal yang dianggap tidak benar. karena apa. pertama, didalam acara maulid Nabi ada yang namanya Shalawat Nabi, apakah Shalawat Nabi yang selalu di Shalawatkan umat muslim disebut bid’ah. kedua, disitu kan ada dakwah tentang perjalanan kisah hidup dari Baginda Alam Nabi Muhammad SAW, dan tentunya itu sangat bagus untuk anak-anak yang masih awam tentang sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, apakah menceritakan perjalanan hidup nabi di sebut bid’ah juga?? Subhanallah, jika ada yang menyebut maulid Nabi Muhammad sebagai bid’ah saya cuma bisa geleng kepala saja.. sekarang kita ambil simpelnya aja deh kalo bicara tentang bid’ah. bid’ah itu kan perbuatan yang tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW atau perbuatan yang baru sesudah zaman Nabi Muhammad SAW. sekarang gini, perbuatan antum semua untuk berkomentar di website ini emang apa?? BID’AH dong!! emang Nabi dan para sahabat dulu main internet atau sering berkomentar di website sahabat lain. kan enggak toh!! mikir dulu lah sebelum antum yang mengatakan bid’ah disegala perbuatan yang tidak dilakukan Nabi kita!! saya juga masih belajar kok, perkatan saya juga belum tentu benar. jadi yaa jangan merasa pintar lah dalam beragama dan segala hal. Wassalammualaikum.

  85. Kutipan artikel di atas sbb: “Pengertian bid’ah secara bahasa berarti sesuatu yang baru atau membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Dalam tinjauan bahasa memang mobil itu bid’ah, microphone itu bid’ah, computer itu bid’ah, hanphone juga bid’ah. Akan tetapi bukan ini yang dimaksud oleh Nabi. Bid’ah yang dimaksud Nabi adalah bid’ah dalam tinjauan syar’i”
    pendapat saya: untuk masalah kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan (membaca,menulis, mendengar…) itu sangat2 diperlukan menunjang kegiatan amal ibadah kita dll yang positif. justru kita umat islam yang muda terus berfikir dan berinofasi dalam segala bidang agar tidak menjadi umat yang GAPTEK dan TERBELAKANG. dalam al qur’an banyak menjelaskan ambil contoh Perjalanan isra mi’raj itu peristiwa yang perlu kta fahami betul.
    maaf sebelumnya dan terimakasih,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s