Perkembangan Islam di Perancis Saat ini

Identité nationale .. ya ..inilah isu yang saat ini sedang hangat dibahas dan dibicarakan media massa di seluruh pelosok Perancis.

Bukanlah rahasia bahwa orang Perancis amat menyukai perdebatan. Masalah apapun bisa menjadi debat seru. Antiknya perdebatan tidak selalu harus mempunyai tujuan penting. Bahkan seringkali hal sepelepun diperdebatkan. Saking hobbynya, acara debat ini sering kali menjadi primadona program televisi yang menempati rangking lumayan tinggi. Dengan nada bicara tinggi para peserta debat saling memotong pembicaraan. Biasanya si pembawa acara yang memegang kunci penting keberhasilan suatu debat. Makin tinggi tingkat emosi peserta terpancing makin tinggi pula tingkat keberhasilan debat. Inilah tugas utama pembawa acara… L

Debat Identitas nasional yang kali ini sedang  ramai dibahas adalah bertujuan untuk mengetahui nilai dan tingkat kecintaan serta rasa kebanggaan individu sebagai warga negara yang memiliki semboyan ‘Liberté, Égalité, Fraternité. ( Kebebasan, Persamaan, Persaudaraan).

Debat ini dilempar ke publik oleh Eric Besson, politikus Perancis kelahiran Maroko yang diangkat menjadi mentri keimigrasian dan integrasi Perancis pada bulan Januari 2009 lalu. Debat dimulai sejak November 2009 dan berakhir hingga akhir Januari 2010. Setelah itu hasil debat akan dibahas di tingkat yang lebih tinggi.

Yang menjadi pertanyaan apa sebenarnya yang menjadi pemicu debat tersebut ?

Sebuah majalah Perancis terkemuka memuat beberapa keluhan peserta debat, diantaranya sebagai berikut : “ Perancis bukanlah negri muslim. Namun nyatanya 45 % komunitas dimana saya hidup adalah kaum imigran. Ini kan keterlaluan !! » ;  «   Ini waktunya untuk bertindak, bila kita tidak ingin ditelan mereka !! 10 juta kita keluarkan untuk sesuatu yang sia-sia! », ucap salah seorang wali kota Perancis.

Lain lagi dengan pengakuan walikota Marseilles, kota pelabuhan terbesar Perancis dimana mayoritas Muslim tinggal. « Mulanya kami tenang-tenang saja melihat kegembiraan para Muslimin ketika pertandingan sepakbola antara Mesir dan Aljazair berlangsung di kota kami. Namun ketika sekitar 15 hingga 20 ribu pendukung tim Aljazair berbaris di sepanjang jalan untuk merayakan kemenangan mereka sambil membawa bendera Aljazair dan tak satupun terlihat bendera Perancis, sakit rasanya hati ini !”.

Nah, inilah rupanya benang merahnya.

Berdasarkan angket yang dibuat pada Maret 2007, jumlah Muslim di Perancis adalah sekitar 4 hingga 5 juta orang atau 6 % dari total penduduk Perancis.  ( Katholik 64 %, Ateis 27.2 %, Protestan 2.1 % dan Yahudi 0.6 %). Jumlah ini merupakan jumlah terbesar dibandingkan Muslim di negara-negara Eropa lainnya. ( Jerman 2.5 juta, Inggris 1.6 juta, Italy 1.5 juta, Spanyol 1 juta dan Belanda 850 ribu ). Mereka ini sebagian besar adalah imigran, baik legal maupun illegal.

Setelah itu pemerintah Perancis tidak pernah lagi memiliki keberanian untuk mengadakan angket resmi terhadap jumlah pemeluk Islam di negaranya. Yang pasti ada laporan bahwa sekarang ini telah berdiri  1536 masjid dan mushola di seluruh Perancis ! Walaupun tentu saja sebenarnya sebagian besar hanyalah mushola-mushola kecil yang tidak memadai dan letaknya sangat terpencil. Masjid yang tergolong lumayan besar hanya ada beberapa  di kota-kota besar seperti Paris, Lille dan Lyon.

Namun yang juga amat mengejutkan adalah adanya laporan bahwa setiap tahun sekitar 30.000 hingga 70.000 orang Perancis masuk Islam. Allahuakbar ..  Mereka ini datang dari berbagai kalangan dan tingkatan. Dokter, pelajar, mahasiswa, ibu rumah-tangga, artis, politikus dll. Belum lama ini saya mendengar ada seorang artis hiphop peranakan Itali-Perancis yang bersyahadat. Penggemarnya benar-benar terkejut ketika ia muncul dalam pertunjukkan solonya dengan penampilan baru … Ber-jilbab !!

Reaksipun bermuncullan .. Ada yang pro ada yang kontra. Namun pada umumnya para penggemar setianya tidak mempermasalahkan penampilan. Alasannya mereka menyukai suaranya bukan penampilannya …

Sejarah masuknya Islam ke Perancis.

Sebenarnya Islam masuk ke Perancis telah lama sekali, yaitu sejak abad 8 M. Islam masuk ke kota-kota selatan Perancis melalui Spanyol ke  Toulouse, Narbonne dan sekitarnya hingga Bourgogne di tengah-tengah Perancis.  Namun baru pada abad 12 hingga abad 15 orang-orang Islam mulai menempati kota-kota selatan Perancis yang terdapat di provinsi Roussillon, Languedoc, Provence, Pay Basque Perancis termasuk Bearn. Hal ini berlangsung secara bertahap dan puncaknya adalah ketika terjadi pengusiran besar-besaran terhadap muslim Spanyol pada peristiwa Reconquista di bawah raja Ferdinand II dan istrinya ratu Isabelle pada  tahun 1492 M.

Tahap berikutnya adalah setelah Perang Dunia I dan II. Sebagian Muslim yang masuk ke Perancis adalah para korban perang. ( Palestina, Turki, Tunisia dll ). Sementara sebagian besar lagi datang dari Aljazair sekitar tahun 1960-an karena Perancis membutuhkan sejumlah besar tenaga dalam rangka membangun negaranya yang hancur karena perang. Perlu dicatat, Aljazair adalah satu dari negara bekas jajahan Perancis.

Begitulah cara Allah swt menetapkan ketentuan-Nya. Apapun yang dikehendaki-Nya pasti terjadi. Bahkan seandainya tak satupun  orang yang mau berdakwah, mengajak orang kepada Islam .

“ Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah ia”.( QS. An-Naml(16):40).

Masuknya Islam pada abad ini .

Sejak peristiwa kelam 11 September 2001, Islam mendapat cap baru yaitu, agama teroris. Dengan berbagai alasan dan dalih, Amerika Serikat menjadi pelopor dan penggerak agar dunia mengutuk dan menjauhi  Islam. Timbullah  apa yang disebut Islamophobia. Ajaran Islam mulai jilbab, poligami, jihad hingga masalah penampilan seperti jenggot dll menjadi obyek serangan.

Negara-negara Islam seperti Irak dan Afganistan menjadi sasaran serangan membabi buta. Dan seperti biasa rakyat yang menjadi korban dan yang paling menderita. Mereka   ini kemudian berimigrasi ke Perancis untuk mencari perlindungan. Ini masih ditambah lagi dengan orang-orang Iran yang lari dari negaranya ketika Revolusi Iran tahun 1979, korban perang negara-negara bekas jajahan Uni Sovyet seperti Chenya serta perang saudara di Yugoslavia. Dengan demikian masuklah  Islam ke Eropa termasuk Perancis.

Selanjutnya pada tahun 2004 dengan sembrono pemerintah Perancis secara resmi mengeluarkan peraturan yang melarang pelajar Muslimah dan pegawai negri mengenakan jilbab selama mereka berada dilingkungan sekolah dan kerja. Begitupun dengan masjid. Azan dilarang dikumandangkan bila suaranya terdengar hingga ke luar lingkungan masjid. Menara masjid tidak boleh lebih tinggi dari 30 meter. Namun  mampukah semua itu menghentikan penyebaran Islam ?

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya“.(QS. Ali Imran(3):54).

Ya, hal ini benar-benar terbukti. Karena justru sejak tahun 2004 itu  makin banyak saja perempuan berjilbab di kota-kota Perancis. Menurut laporan banyak perempuan Perancis tertarik kepada ajaran Islam karena Islam ternyata sangat melindungi hak-hak perempuan. Jilbab yang dituduh merupakan cermin ketidak-bebasan perempuan sekaligus lambang superioritas laki-laki ternyata malah berfungsi melindungi perempuan dari gangguan dan keisengan laki-laki mata keranjang. Sejumlah perempuan barat yang biasa dididik untuk bekerja mencari nafkah hingga larut malam juga mulai merasakan betapa berat tugas mereka. Dengan ber-Islam mereka menyadari bahwa ternyata mencari nafkah adalah tugas laki-laki.

Sementara itu saya juga dapat merasakan perubahan besar. 7 tahun lalu ketika kami tinggal di Paris hanya ada 1 supermarket besar yang menyediakan counter khusus daging halal. Namun sekarang bahkan di Pau, kota relatif kecil dimana kami tinggal, dengan mudah daging halal dapat  dijumpai. Saat ini di semua supermarket besar di kota ini telah menyediakan counter khusus halal. Daging sapi, daging ayam, kalkun, berbagai jenis daging asap, sosis, ayam panggang, nugget bahkan permen jelly dan ‘ pate’ sebagai bahan dasar pembuat pie siap jadipun ada !

Namun kabar yang paling mengejutkan adalah yang datang dari Eric Besson, sang mentri keimigrasian yang melempar isu debat nasional. Sejumlah tabloid melaporkan bahwa saat ini, duda berusia sekitar 45 tahun  ini sedang menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis Tunisia Muslim! Ia adalah cucu mantan presiden Tunisia.

Hubungan mereka kelihatannya serius. Karena dikabarkan mereka akan melangsungkan pernikahan dimusim panas 2010 ini. Dan yang juga cukup mengejutkan sang calon mempelai pria telah berjanji kepada nenek calon mempelai putri untuk memeluk Islam  sebelum menikah nanti … Allahuakbar ..

Berdebar hati ini. Tiba-tiba saya teringat akan doa Rasulullah pada awal penyebaran Islam. Ketika itu Rasululah  memohon kepada Allah swt agar Islam diberi kekuatan dengan masuk Islamnya salah satu tokoh besar Quraisy, Umar Bin Khattab atau Amr bin Hisham yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan Abu Jahal. Dan ternyata Allah swt memilih Umar. Sejak itulah banyak orang Quraisy yang mengikuti jejak Umar yang terkenal gagah berani itu untuk memeluk Islam.

Tentu saja saya sama sekali tidak bermaksud membandingkan Besson dengan Umar bin Khattab, sang khalifah. Namun paling tidak fenomenanya. Akankah saya menjadi salah satu saksi peristiwa besar Islamnya Perancis ? Wallahu’alam .. ( Click :http://www.youtube.com/watch?v=1rHXT935Hac ).

Yang pasti Napoleon Bonaparte, pendiri Empirium Perancis (1769-1821 M) dalam  “Bonaparte et L’Islam” yang ditulis oleh Cherfils, pernah berkomentar :

“Musa telah menerangkan adanya Tuhan kepada bangsanya, Yesus kepada dunia Romawi dan Muhammad kepada seluruh dunia…Enam abad sepeninggal Yesus bangsa Arab adalah bangsa penyembah berhala, yaitu ketika Muhammad memperkenalkan penyembahan kepada Tuhan yang disembah oleh Ibrahim, Ismail, Musa dan Isa. Sekte Arius dan sekte-sekte lainnya telah mengganggu kesentosaan Timur dengan jalan membangkit-bangkitkan persoalan tentang Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus. Muhammad mengatakan, tidak ada tuhan selain Allah yang tidak berbapa, tidak beranak dan “Trinitas” itu kemasukkan ide-ide sesat…Muhamad seorang bangsawan, ia mempersatukan semua patriot. Dalam beberapa tahun kaum Muslimin dapat menguasai separoh bola bumi… Muhammad memang seorang manusia besar. Sekiranya revolusi yang dibangkitkannya itu tidak dipersiapkan oleh keadaan, mungkin ia sudah dipandang sebagai “dewa”. Ketika ia muncul bangsa Arab telah bertahun-tahun terlibat dalam berbagai perang saudara”…..

Debat Identitas Nasional yang heboh itu telah ditutup pada 8 Februari lalu, dengan hasil GAGAL. Hasil perdebatan dikabarkan tidak sesuai dengan harapan pemerintah. Isu masalah imigran dianggap isu yang tidak bermutu. Karena saat ini hampir tidak mungkin ada seorangpun orang berdarah asli Perancis. Bahkan sang presidenpun, Nicholas Sarkozy adalah seorang keturunan Hongaria. Kakeknya berimigrasi ke Perancis ketika masih berusia 14 tahun. Jadi kelihatannya untuk sementara ini Islam ‘aman’ dari gangguan. Rasanya sulit di zaman sekarang ini bagi sebuah pemerintahan untuk berterus terang memusuhi Islam.  Yang harus diingat menjadi Muslim bukan berarti harus membenci dan membuang identitas dan kewarga-negaraan. Bangga sebagai Muslim sekaligus bangga sebagai warga Indonesia atau warga Perancis, mengapa tidak  ??

“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal “. (QS. Al-Hujjurat (49):13).

Ironisnya, tak sampai 24 jam kemudian, sebuah resto siap saji ala Amerika “Quick’ mengumumkan bahwa pihaknya membuka cabang baru yang menyediakan burger khusus daging halal !! Padahal pada tahun 2005 lalu, resto ayam KFC yang mengumumkan secara terbuka bahwa ayamnya adalah ayam halal, harus menerima teguran untuk tidak perlu mengumumkan hal tersebut secara terang-terangan.  Namun seperti yang telah diperkirakan, keputusan Quick ini memancing banyak protes.

Seolah tidak mau kalah, saya juga mendengar kabar ada sebuah resto Cina di Pau yang dapat memasak daging halal bila kita memesan sebelumnya. Yang dimaksud daging halal disini tidak hanya bukan daging babi saja tapi dipotongnyapun secara halal… Allahuakbar …

Sungguh lega rasanya hati ini. Namun demikian saya tetap merasa sedih. Betapa tidak. Di sejumlah negri kafir orang berbondong-bondong memeluk Islam,  sementara di negri kita sendiri banyak orang yang mengaku Islam namun tidak menjalankan ajaran dengan baik. Kesyirikan, jilbab yang diabaikan, liberalisasi, sekulerisasi, pluralisasi bahkan pengabaian hadis masih saja terjadi.

Dari Miqdam bin Ma’dikariba ra berkata Rasulullah saw bersabda, “Hampir tiba suatu masa di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas katilnya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis daripada hadisku maka ia berkata : “Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah (al-Quran) saja. Apa yang dihalalkan oleh al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan”. Kemudian Nabi saw melanjutkan sabdanya: “Padahal apa yang diharamkan oleh Rasulullah saw samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan oleh Allah swt”. (Riwayat Abu Daud).

Janji-Nya pasti benar dan akan terlaksana, menjelang akhir zaman ini Islam pasti bakal tersebar ke seluruh penjuru dunia, dengan atau tanpa partisipasi kita. Pertanyaannya bagaimana kita mensikapinya .. maukah kita memanfaatkan kesempatan yang ada dengan ikut berusaha menyebarkan ajaran-Nya atau hanya dengan diam menanti. Ini yang akan dicatat para malaikat dan menjadi bahan pertimbangan di peradilan akhirat nanti.

Wallahu’alam bishawab.

2 responses to “Perkembangan Islam di Perancis Saat ini

  1. saya sangat senang dengn isi materi perkembngan islam ini, setidaknya menambhkan wawasan tentang kmajuan islam saat ini, dan ini merupkan wujud kepedulian anda tentang informasi kemajuan islam saat ini. allahu akbar 3

  2. subhanallah,… alhamdulillah,… ak pegn bgt bs bljr di prancis,.. n skrg jd tmbh pegn,.. amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s